Bab 5

KRIIING!!!

"Apa??" Azam terkejut kaget ketika Ia mematikan alarm dan melihat waktu di ponselnya.

Bunyi alarm yang Ia matikan itu merupakan bunyi alarm yang kesekian kalinya, waktu yang di lihatnya pun sudah lumayan siang. Ia telah telat setengah jam dari jam masuk kerjanya.

Ia langsung bangkit berdiri lalu berlari keluar dari kamar menuju kearah kamar mandi. Dengan segera Ia sekedar mencuci wajah dan menggosok giginya saja.

Selesai itu, Ia segera berlari masuk ke dalam kamar lalu memakai setelan pakaian kerjanya.

Karena takut terlambat terlalu siang, Ia pun mengorder Ojek Online dari ponselnya. Setelah mendapatkan driver, Ia segera berjalan menuruni tangga, lalu menunggu ojek online itu di depan pintu gerbang kosannya Omah. Tak berapa lama kemudian Ia menunggu, Driver Ojol pun telah tiba.

"Dengan Bang Azam?" Ucap Ojol.

"Betul. Dengan Bapak Danu ya?" Ucapnya sambil melihat nomor plat motornya ojek online, untuk memastikan Identitasnya.

"Betul Bang. Mari Bang?" Ucap Ojol sambil memberikan helm kepadanya.

"Tolong agak ngebut ya Pak? Soalnya saya sudah kesiangan?" Pintanya sambil menerima Helm.

"Baik Bang." Ucap Ojol.

Azam segera memakai helm itu, lalu mendaratkan bokongnya di jok motor. Supir ojek online itu pun langsung menancapkan gas motornya. Terlihat lumayan cepat supir ojek online itu menyetir motornya di Jalan Raya.

Kurang lebih sekitar 45 menitan diperjalanan, mereka berdua pun telah sampai didepan gedung tempat kerjanya Azam.

Dengan segera Azam pun langsung menurunkan kedua kakinya dari motor.

"Ini Pak helmnya dan ini uang trasportnya? Terima kasih banyak telah mengantarkan saya?" Ucap Azam.

"Sama-sama Bang." Ucap Ojol sambil menerima Helm dan Uang.

Azam langsung berlari menuju ke pintu karyawan. Dengan penampilan yang terlihat masih lesu di wajahnya itu, security wanita langsung menghadangnya.

"Kenapa terlambat?" Tanya Security itu sambil menghadang dan menahan ID Card-nya.

"Maaf, saya sudah Ijin ke supervisor saya untuk telat masuk kerja." Ucapnya secara tegas.

"Ya sudah, isi memo dulu? Beri nama berikut dengan alasan, kenapa kamu itu terlambat!" Security menyuruhnya sambil memberikan selembar kertas memo kepadanya.

"Wokeeeek." Ucapnya dengan nada sumbang dan sedikit melambai yang males untuk menjawabnya.

"Ingat ya, dua kali lagi kamu terlambat? Siap-siap saja nama kamu akan di blacklist dari sini." Ancam Security itu.

"Iya-iya! Itu urusan saya! Saya tahu resikonya!" Ucapnya secara tegas.

...Usai mengisi memo.....

"Ya sudah saya mau masuk! Sini ID Card-nya!" Azam berkata cepat sambil merebut Id Card dari tangannya Security wanita itu.

Semenjak telat masuk kerja dihari itu, Azam suka diperhatikan secara berlebihan oleh para Security.

Dikantik Karyawan

"Hahaha, bisa saja lu say.." Senda gurau rekan-rekan kerjanya.

Sementara Azam sendiri sedang menatap ke arah meja yang di diduduki para Security yang sedang makan sambil mengobrol namun tatapannya mereka itu ke arah Azam.

'Ngapain coba, para security itu menatap kearah gw kayak gitu? Pake acara saling berbisik-bisik lagi?' Gumam Azam.

Azam langsung bangkit berdiri dari kursi kantin itu.

"Bentar ya blaay? Gw mau kesana dulu sebentar?" Ucapnya dengan nada santai sambil menatap kearah security itu

"Mau kemana lu cong?" Tanya salah satu temannya itu.

"Udaah, sebentar koq gw." Ucap Azam.

Sejenak Azam melangkahkan kakinya keluar dari kursi kantin itu, lalu melenggangkahkan kakinya menuju kearah meja yang di duduki para security itu berada. Ketika Ia sedang berjalan mendekati meja itu, para security berpura-pura kembali memakan makanannya, namun tetap sambil saling berbisik-bisik. Hingga pada akhirnya Ia telah berada di depan meja itu.

BRAK!!!

"Ada apa kalian melihat saya seperti itu? Sudah kayak melihat maling yang mencuri barang milik kalian saja!" Ucapnya setelah menggebrakkan meja.

Suasana kantin pun mendadak sepi dan semua mata tertuju kepadanya.

"Jawab!" Ucapnya.

Security terdiam dan tidak ada yang menjawabnya.

"Aawas ya? Kalo masih melihat saya seperti itu lagi!" Ucapnya sambil menuding wajah para security itu dengan jari telunjuknya.

Sementara Security itu langsung menunduk kearaj meja.

Azam pun langsung membalikkan badannya lalu berjalan kearah meja yang di dudukinya barusan.

"Kenapa si coong?" Tanya salah satu rekan kerjanya.

"Heran Gw, semenjak gw telat hari ini? Mata mereka jadi kayak kucing garong menatap ke gw. Padahalkan itu urusan gw? Toh, kalo gw dikeluarin dari sini pun, mereka gak bakalan peduli sama gw." Jawabnya.

"Sabar ya cong? Kerjaan mereka itu memang begitu?" Ucap rekan kerjanya.

"Masalahnya, gw paling gak suka ngeliat orang menggunjing didepan mata gw blay." Ucapnya.

"Kerjaan mereka ya memang begitu banciiii! Kalo gak cari-cari kesalahan orang? Ya bergosip! Mereka bisa naik pangkat? Ya karena suka cari-cari kesalahan kita." Sambung ucapan rekan kerjanya yang lain dengan nada suara melambainya.

Disepanjang mereka berbincang, Azam pun sambil merenungi kesalahannya. Ia merasa bersalah karena telah berkata sangat tegas, mungkin bisa dibilang agak kasar kepada mereka. Setelah makannya selesai, sengaja Ia menunggu rekan-rekannya keluar duluan dari kantin.

"Cong, Gw ke musholla duluan ya?" Ucap rekan kerjanya yang 1.

"Banciii, gw ke toilet duluan ya?" Ucap rekan kerjanya yang lain.

"Oh iya blay, nanti gw nyusul."

Azam berjalan ke kasir kantin. Ia membayar makanan. Setelahnya, Ia berjalan menghampiri temannya lalu masuk ke dalam kerjaannya kembali.

...****************...

...Tingnong.. disambung dengan Irama musik ceremonial khusus yang menandakan coding jam kerja telah selesai....

Azam segera berjalan menuju ke pintu karyawan, dan seperti biasa baik masuk maupun keluar dari tempat kerja, selalu di cek body terlebih dahulu oleh Security. Seperti biasa juga sudah ada dua security wanita tengah berjaga di pintu karyawan.

Azam segera mengantri dan mendekatinya lalu badannya diperiksa oleh kedua Security tersebut. Sambil memeriksa badannya, kedua Security memberikan senyuman manis kepadanya.

"Makasih ya bang? Makasih sudah dibayarin makan?"

"Maafin saya karena tadi pagi telah berkata kasar kepada anda?"

"Iya tidak apa-apa Bu, saya mengerti dan memahaminya. Saya tahu itu adalah tugas kalian." Ucapnya sambil memberikan senyuman balik kepada mereka.

"Hanya saja, saya sangat tidak suka jika ada orang yang memperhatikan saya terlalu berlebihan. Apalagi berbisik-bisik didepan mata saya!" Ucap Azam lalu langsung berjalan menuju ke luar gedung.

Terpopuler

Comments

pioo

pioo

Kok berani banget secueity ngancem ngancem haknya apa

2023-10-08

0

Nona Kecil

Nona Kecil

kearah meja

2022-08-13

0

Nona Kecil

Nona Kecil

blacklist

2022-08-13

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!