Terbuka

Bunyi handphone Adrien yang membuat mereka berdua terbangun. Tinka dan Adrien masih terlelap setelah semalam menghabiskan waktu berdua.

Adrien terbangun dari tempat tidur Tinka dan mencari asal suara handphone nya.

"Hallo" ucapnya malas.

"Kamu di mana sudah jam 07.00 pagi, Abel ke apartment mu untuk ambil kunci, tapi kamu tidak ada, apa kamu bersama Tinka?" ucap perempuan di dalam telepon yang tak lain adalah Lauren.

"Oh iya Aku lupa, aku ke cafe sekarang, tapi hanya memberikan kunci ya, aku ingin off hari ini, jadi aku serahkan padamu Lauren, please..aku ada keperluan, ok!, ehmmm trimakasih " ucap Adrien menutup telepon nya dan bergegas memakai pakaian nya.

"Kau mau ke mana?" ucap Tinka tiba-tiba terbangun.

"Aku pergi sebentar ya..aku buatkan kamu sarapan sekalian, aku lupa memberikan Abel kunci cafe dan lupa mengabarkan mereka kalau aku libur hari ini" ucap Adrien sambil terburu-buru.

"Ehmmm..tapi kamu datang lagi kan?" tanya Tinka manja.

"Iya sayang" sambil mengecup kening Tinka.

Adrien pergi meninggalkan Tinka sendiri di apartment nya. Tinka pun merapihkan apartment nya dan pergi ke kamar mandi.

Tinka menunggu Adrien, sembari mengganti nomor nya dan menelepon temannya Desy, dia menceritakan kehidupannya di Bali.

"Des, aku kangen pengen ketemu, banyak yang pengen aku ceritain" ucap Tinka di telepon.

"Tinka..ada berita Kevin mau married " ucap Desy pada Tinka.

"Hah, serius, sama Luna bukan?, pacar nya itu yang aku ceritain" tanya Tinka.

"Ga tahu aku calon istrinya, aku denger-denger aja Kevin mau married" jawab Desy.

Tiba-tiba bel apartment Tinka berbunyi.

"Sebentar Des, ada yang datang" Tinka bangkit dan mengintip door viewer ternyata Adrien.

"Des, mau aku kenalin sama Adrien gak?, aku switch ke video call ya" ucap Tinka.

"Boleh, boleh" Desy semangat.

Tinka membuka pintu apartmentnya dan Adrien masuk membawa banyak makanan.

"Adrien, ada temen aku Desy, my best friend, she knows everything about me, aku mau kenalin ke kamu" ucap Tinka menunjukkan video call nya.

"Hallo...I'm Desy " ucap Desy bersemangat sambil melihat Adrien terpukau.

"Hallo...aku Adrien, wah baru kali ini Tinka mengenalkan sama teman dekatnya, dia cukup tertutup sama pacarnya sendiri " ucap Adrien melirik Tinka.

"Dia mengalami hal buruk, tolong jagain ya dia, Adrien..ehmmm btw ada temen bule single gak?, mau donk.." ucap Desy.

"Haha..nanti coba ku carikan, ke Bali aja, di sini banyak...Hal buruk apa yang di alaminya?" Adrien ingin tahu.

"Tinka..boleh ku ceritakan ke Adrien?" teriak Desy mencari temannya yang sedang makan.

"Ceritakan saja Des, gak apa-apa " ucap Tinka sambil makan Fettuccini buatan Adrien.

"Boleh sama Tinka, ayo aku siap mendengarkan " Adrien serius mendengarkan Desy.

"Jadi cerita Tinka rumit..Suaminya selingkuh sama sekretaris bahkan sebelum menikah dengan Tinka suaminya sudah menjalin kasih, terus suaminya memohon padanya untuk tidak membocorkan perselingkuhan nya karena takut ahli warisnya tidak jatuh padanya, such a coward...lalu Tinka melarikan diri, karena agar image Tinka buruk dan menyelamatkan ex suaminya, Tinka rela meninggalkan baby nya yang masih 1 bulan dia titipkan ke maminya..sampai sekarang semua orang di keluarga nya dan keluarga suaminya sangat membenci Tinka, mengecam sikapnya, dan sekarang aku dapat kabar bahwa ex suaminya akan married lagi, sungguh gila!, tahu gak Adrien..kadang aku berpikir untuk memberitahukan semuanya soal suaminya Tinka ke keluarganya Tinka, tapi Tinka selalu melarang untuk tidak membocorkan semuanya, dia masih melindungi ex suaminya..Tinkaaa..I hope you happy, jaga dia ya Adrien, aku sayang sama dia, dia wanita kuat" ucap Desy yang berkaca matanya.

"Oh my God, aku gak tahu semuanya, Tinka gak terbuka sama aku" ucap Adrien sambil menghampiri Tinka dan memeluknya.

"Ohh...sweet banget, udah ah aku jadi nyamuk, udah ya Tinka dan Adrien..bye" ucap Desy menutup video callnya.

"Why you didn't tell me?" tanya Adrien.

"Aku takut kau meninggalkan aku, aku bahagia denganmu, aku takut kamu marah, kalau aku bukan ibu yang baik, meninggalkan baby ku, karena aku tahu kamu sangat menyukai anak-anak" jawab Tinka.

"Oh Tinka..boleh ku lihat foto bayimu" ucap Adrien penasaran.

"Ya Adrien " ucap Tinka lega setelah memberitahukan semuanya ke Adrien dan memperlihatkan foto dan video baby jane.

"Siapa namanya?" tanya Adrien.

"Baby Jane" jawab Tinka bahagia.

"Dia cantik sepertimu " puji Adrien sambil mencium rambut Tinka.

"Kau pasti berat meninggalkan bayi yang masih 1 bulan, kau sungguh hebat, aku takkan pernah meninggalkanmu, aku akan membuatmu bahagia" ucap Adrien mencium dan memegang tangan Tinka.

"Terimakasih Adrien, Oh ya boleh aku bekerja di cafe lagi?, aku tak mau di hotel itu lagi, Robert sepertinya menyukai ku, kemarin dia mengajakku untuk keluar kota berdua dengannya, aku tidak nyaman " ucap Tinka memohon.

"Saat ini tidak bisa Tinka, aku membuat perjanjian dengan Lauren, aku minta 2 bulan untuk mengembalikan 45% yang sudah dia berikan pada cafe itu setelah itu aku ingin Lauren menjauh dari hidupku, dan dia meminta syarat agar selama dia masih di cafe itu, dia tidak ingin ada kamu bekerja di cafeku sementara, atau kamu tidak usah bekerja di manapun, kamu keluar dari hotel, biar aku yang bertanggung jawab pada hidupmu" ucap Adrien menatap Tinka.

"Aku tidak mau jadi bebanmu Adrien, kau harus fokus pada cafe mu dan mengembalikan 45% saham Lauren, aku ingin mandiri, aku akan tetap bekerja di hotel sampai Lauren sudah tidak ada, dan aku boleh memintamu sesuatu?" ucap Tinka.

"Tapi bagaimana soal Robert?, aku tak mau kau dekat dengannya, aku sudah tahu Robert menyukaimu dari tatapannya, sikapnya padamu, Oh ya apa yang kamu minta?" tanya Adrien.

"Soal Robert akan ku jelaskan padanya, entah dia menerima atau tidak, tapi aku akan berusaha dulu, aku takkan jadi beban hidupmu, Aku memintamu menjemput ku pulang kerja, aku takut terjadi hal-hal buruk seperti kemarin, soal Robert percaya padaku ya..please.." Tinka memohon.

"Ehmmm..baiklah, tapi mulai sekarang berjanji padaku, tidak ada lagi yang kau sembunyikan dariku dan aku akan menjemput mu dengan senang hati, love you Tinka " Adrien mencium Tinka.

"Aku ingin hari ini kita habiskan sisa liburmu, aku masih merindukanmu " Lanjut Adrien.

Mereka berdua pun menghabiskan waktu berdua di hari itu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!