Pagi-pagi sekali mereka semua bersiap untuk pergi ke tempat Ricky acara pernikahan nya dengan adik Lauren, pestanya di gelar di malam hari dan mereka menyewa hotel untuk berganti pakaian sesampainya di sana dan untuk beristirahat sejenak, Tinka Adrien menaiki mobil Adrien dan Abel Dila membawa mobil sendiri juga, karena Abel dan Dila tidak bisa menginap karena Dila ada pertandingan, Dila adalah atlet Muay thai, sedangkan Adrien dan Tinka ingin menghabiskan sisa hari libur cafe nya yang tutup tiga hari untuk pergi menginap di villa berdua, karena Adrien sudah memesan penginapan nya. Perjalanan yang akan mereka tempuh 3 jam.
"Ka Adrien dan Ka Tinka duluan, kita mengikuti dari belakang" ucap Abel membuka jendela mobil.
"Siiip" jawab Adrien sambil mulai menyalakan mobilnya dan menyiapkan navigasi di handphone nya menuju alamat hotel dekat acara pernikahan Ricky.
"Kalau kau lelah biar aku yang menyetir, kita bisa bergantian" ucap Tinka kepada Adrien.
"Kau bisa menyetir?" tanya Adrien sembari mulai melajukan mobilnya.
"Bisa dong !" ucap Tinka sambil menunjukan SIM nya.
"Siap princess!" jawab Adrien.
Di dalam mobil Adrien dan Tinka asik mendengarkan musik dan bernyanyi berdua, Tinka merasa bahagia sekali, baginya ini pengalaman yang tak pernah dia lupakan, karena dari dulu Tinka selalu di larang orangtua nya melakukan banyak hal karena dia anak satu-satunya, sangat di manja.
Sudah 1,5 jam perjalanan mereka dan terhenti karena ada macet, apalagi weekend.
"Biar aku saja yang menyetir, aku ahli ko" ucap Tinka meyakinkan Adrien.
Adrien pun keluar mobil karena mobil benar-benar berhenti karena macet dan Tinka pindah ke kursi pengemudi. Mereka sudah berpindah tempat.
Di perjalanan Adrien menatap Tinka yang sedang menyetir.
"Jangan liatin aku terus, aku kan grogi" ucap Tinka.
"Kamu cantik sih, kamu serius kan bukan pacar orang atau istri orang?, masa wanita cantik seperti kamu masih single?, tar tiba-tiba pacar kamu atau suami kamu meninjuku kalau ketahuan kita nge date" ucap Adrien sambil meledek Tinka.
"I'm single, tapi kalau pun aku punya pasangan aku pastiin milih kamu di akhir" Tinka menenangkan Adrien.
"Kenapa?" tanya Adrien penasaran.
"I don't know, but my heart said that you are the one " ucap Tinka yang membuat Adrien tersenyum tersipu dan mengusap kepala Tinka. Lalu Tinka mengarahkan tangannya agar di pegang Adrien dan menciumnya.
"Thank you for choosing me " ucap Adrien sambil mencium tangan Tinka juga.
"Adrien, kalau suatu hari kamu tahu tentang ku tapi hal yang buruk, apakah kau akan meninggalkan ku?" tanya Tinka tiba-tiba.
"Hal buruk apa yang membuatku meninggalkan mu?" Adrien bertanya balik.
"Sesuatu yang buruk" Tinka menegaskan.
"Aku akan bertanya dulu alasanmu, lalu aku pertimbangkan, tapi kayaknya aku gak bisa jauh dari kamu" ucap Adrien yang membuat Tinka tersenyum lega.
Tiba-tiba ponsel Adrien berbunyi.
"Hallo Abel, oh iya ok" ternyata telepon dari Abel.
"Kenapa?" tanya Tinka.
"Abel ingin berhenti di gas station, Dila mau ke toilet" ucap Adrien.
"Kita berhenti di depan saja biar mereka duluan, atau kamu mau ke toilet juga?" tanya Adrien.
"Gak, kita tunggu saja mereka" jawab Tinka sambil menghentikan mobilnya.
"Apa kesalahan buruk mu Tinka?" Tiba-tiba Adrien bertanya penasaran dan membuat Tinka menoleh ke arahnya.
"Aku tak bisa memberitahukan nya Adrien, someday I will" jawab Tinka. Dan mereka berdua terdiam.
Tin!..Tin!
Suara klakson mobil Abel, dan Dila membuka jendela memberi isyarat mulai jalan lagi. Dan Tinka pun membuka kaca memberi tanda ok.
Sampailah mereka di hotel yang tak jauh dari tempat acara pernikahan Ricky, agar bisa beristirahat dan mempersiapkan untuk pesta malam hari.
Adrien dan Abel ke resepsionis hotel untuk mengambil kunci kamar mereka dan memasukan koper mereka ke kamar mereka masing-masing.
"Kita Istirahat dulu, atau kamu mau makan siang?, kita bisa berjalan-jalan sebentar di sekitar hotel, gimana?" tanya Adrien kepada Tinka.
"Boleh, aku lapar" jawab Tinka.
"Aku telepon Abel dulu siapa tahu mau ikut makan siang" ucap Adrien.
"Ok!" jawab Tinka singkat.
"Abel tidak ikut pesan room service aja, Dila nya tidur karena kelelahan berlatih dari kemarin buat pertandingan kata Abel" ucap Adrien.
"Kita berdua saja ya" Adrien mengajak Tinka dan Tinka mengangguk.
Mereka memasuki lift sambil bergandengan tangan. Sampailah di lobby dan mereka akan keluar. Saat pintu lift terbuka tiba-tiba Adrien terperanjat kaget sosok yang dia lihat depan pintu lift, yaitu Lauren.
"Hi...Adrien apa kabar?" tiba-tiba Lauren menyapa mereka.
Tinka kebingungan melihat perempuan bule yang tingginya sama dengannya dengan rambut blonde di ikat ponny tail menyapa Adrien.
"Who is she?" tanya Lauren lagi sambil memperhatikan Tinka dengan seksama.
"Hi Lauren..she is my fiance " jawab Adrien.
What fiancee???!!...Tinka terheran dengan pernyataan Adrien. Dan Tinka terdiam tertegun bertemu dengan Lauren.
"Hi..whats your name?, you can't speak English?, eh...siapa nama kamu?" tanya Lauren yang membuat Tinka gugup.
"I can speak English very well, my name is Tinka" jawab Tinka percaya diri.
"Oh hi Tinka, are you Indonesians?" tanya Lauren lagi penasaran.
"I think we don't need to talk with you!" ucap Adrien kasar pada Lauren.
"Ayo Tinka kita pergi" ajak Adrien menggandeng tangan Tinka.
"OK, see you tonight!!" ucap Lauren melambaikan tangan, sedangkan Adrien dan Tinka sudah berjalan menjauhi Lauren.
Saat di restoran depan hotel yang menyediakan makanan khas Indonesia Adrien dan Tinka duduk sambil menikmati makanan yang mereka pesan.
"Kenapa kau terlihat marah pada Lauren?" Tanya Tinka penasaran.
"Aku tidak suka dia mengintimidasi mu, aku tidak suka kamu tidak nyaman" jawab Adrien sambil memakan ayam bakar yang dia pesan.
"Ternyata itu Lauren, cantik ya" ucap Tinka sambil tersenyum menggoda Adrien.
"Cantik?, she is a beast...you better than her" jawab Adrien.
Oh Adrien, you don't know about me, aku juga seperti beast meninggalkan anakku untuk melarikan diri, batin Tinka mengutuk sikapnya.
"Adrien, you said I'm your fiance, why?" tanya Tinka.
"Aku berharap you really are " jawab Adrien.
"Atau kamu sengaja ya buat manasin Lauren?" tanya Tinka.
"Aku ingin kita tak membicarakan Lauren lagi, aku ingin kita menikmati holiday kita" ucap Adrien memegang tangan Tinka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments