Double Date

Sudah 3 minggu Tinka bekerja di RISE cafe, Tinka merasa bahagia apalagi bersama Adrien dia banyak menghabiskan waktu berdua, kadang Adrien ke apartment nya untuk mengajari Tinka memasak, tapi Tinka belum pernah ke apartment Adrien.

"Ka Adrien tiga hari lagi acara pernikahan Ricky dan kita belum mempersiapkan apa yang mau di bawa buat kado" ucap Abel tiba-tiba.

"Oh iya gak kerasa, nanti pulang kerja aku dan Tinka cari kado, kita double date aja Abel, kamu bisa ajak Dila" ucap Adrien pada Abel.

" Dila sibuk, tapi nanti ku coba ajak, biar berkenalan dengan ka Tinka juga" ucap Abel melirik Tinka sambil tersenyum.

"Kamu kapan nyusul Ricky, pacaran dah 3 tahun lebih ga ngelamar Dila?" tanya Adrien.

"Wah ternyata Abel sudah punya pacar" ucap Tinka nimbrung pembicaraan mereka.

"Ih malu, dia sibuk banget..kenapa gak ka Adrien dan ka Tinka duluan, kalian dah pacaran ya?!!, gak bilang sama aku" ucap Abel kesal.

"Baru juga beberapa hari, tapi aku siap serius, gak tahu Tinka?" ucap Adrien melirik Tinka yang sedang merapihkan piring.

Tinka melihat Adrien sambil tersenyum.

Serius?, entahlah aku sudah siap apa belum?, batin Tinka.

"Cieee...ah jadi nyamuk di sini, aku ke depan aja nunggu pelanggan, jangan lupa pulang kerja kita jadikan double date?, biar aku telepon Dila" ucap Abel sembari meninggalkan pantry dan Adrien mengangguk.

Adrien menghampiri Tinka.

"Kamu jadi pasanganku ya di pernikahannya Ricky, aku gak mau sendiri" kata Adrien di samping sink cuci piring.

Tinka mengangguk dan mengarahkan badannya berhadapan dengan Adrien.

"Kamu tidak takut berhubungan denganku?, kalau aku orang jahat gimana?, kamu gak tahu siapa aku?" kata Tinka melihat Adrien yang berhadapan dengannya.

"Gak apa-apa pelan-pelan, mungkin saat ini kamu gak mau terbuka sama aku, mungkin suatu saat kamu akan bilang semuanya, yang terpenting sekarang aku di sini jagain kamu dan sayangi kamu" ucap Adrien mengecup kening Tinka.

Tinka tersenyum bahagia mendengar perkataan Adrien yang membuatnya lega, tapi Tinka masih ragu untuk membuka semuanya karena dia pun sudah mulai menyayangi Adrien, Tinka berpikir apabila dia buka semuanya tentang nya Adrien akan membenci nya dan berpaling darinya seperti yang di lakukan Kevin.

Jam tutup Cafe, Mereka bertiga pun merapihkan dan membersihkan semuanya.

"Rajin banget ini cowokku!" ucap seorang gadis yang tiba-tiba muncul membawa helm di depan pintu, berambut pendek seperti cowok, tomboy dan bebadan agak berisi.

"Haii Dila, apa kabar?!" ucap Adrien menyambut gadis bernama Dila yang tak lain adalah pacar Abel.

"Baik ka Adrien, ini pasti ka Tinka ya?, pacar baru ka Adrien, cantik banget, salam kenal aku Dila" ucap Dila menghampiri Tinka dan menyodorkan tangannya lalu Tinka tersenyum ke arahnya dan menyambut tangan Dila.

"Tinka" ucap Tinka tersenyum ramah.

"Lembut banget tangan ka Tinka, wangi lagi, beruntungnya ka Adrien" ucap Dila meledek Adrien.

"Iya dong " jawab Adrien.

"Udah jangan menggoda, dua orang itu lagi kasmaran" Abel yang tiba-tiba memotong pembicaraan mereka terkekeh melihat keduanya.

"Aku ambil mobil dulu ya di apartment, kalian tunggu sini, Dila motormu masukan aja ke cafe" ucap Adrien bergegas keluar cafe dan meninggalkan mereka bertiga.

"Ka Tinka, cantik banget ramah lagi, lebih cantik daripada Lauren, mantan ka Adrien yang suka marah-marah itu" ucap Dila tiba-tiba.

"Sayang, hussh!" Abel memotong.

"Emang bener" jawab Dila.

"Memang kenapa Lauren?" Tanya Tinka penasaran.

"gak apa-apa ka" ucap Abel.

"Lauren itu mantan ka Adrien 6 bulan lalu, sama-sama orang Italy, ka Adrien kan orang Italy, mereka berdua datang ke sini 3 tahun lalu buka cafe berdua, tapi pelayan cafe selalu gonta ganti karena gak ada yang cocok sama Lauren, orang bilang dia kasar, terlalu ambisius, Abel dan Ricky yang paling lama sama mereka, Ricky dekat dengan Lauren karena adik Lauren pacar Ricky, mungkin pas pernikahannya nanti datang. Terus mereka putus kata Abel, Adrien sudah gak tahan sifat bossy dan pemarahnya, kabarnya Lauren ke Paris lanjutin sekolah chef nya, gitu ka Tinka" Dila menjelaskan dengan seksama dan Tinka mendengar kan dengan serius.

"Kamu tuh sayang, dah kayak rem mobil yang blong, nyerocos terus!" ucap Abel sambil menjitak kepala Dila.

"Tapi kamu sayang kan!" ucap Dila kepada Abel melirik dan Tinka tersenyum melihat tingkah mereka berdua.

Tin!..Tin!..Tin!

Bunyi klakson mobil city car ( Audi A3 ) Adrien. Mereka bertiga keluar cafe, Abel mengunci pintu cafe.

Sampailah mereka di sebuah mall besar di kota itu, perjalanan yang mereka tempuh hanya 15 menit.

Mereka masuk ke mall, Adrien menggandeng tangan Tinka dan mereka mulai memilih hadiah yang cocok untuk pernikahan Ricky. Dengan adanya Dila dengan mereka suasana jadi lebih ramai apalagi Adrien menanggapi kekonyolan Dila sedangkan Abel dan Tinka hanya tertawa terbahak-bahak.

"Habis ini kita makan malam ya" ucap Adrien.

"Yeayyy Asiiiik, abis itu nonton bioskop juga dong ka Adrien " pinta Dila.

"Boleh Ayo" ucap Adrien.

"Ouchh!!" teriak Dila di cubit Abel, dan mereka tertawa semua.

3 jam mereka bersama nonton dan makan bersama.

Tinka sangat senang malam itu mereka bergembira.

Tinka dan Adrien pun pulang ke apartment mereka setelah mengantarkan Abel dan Dila. Mereka berdua keluar dari mobil yang sudah di parkir di basement apartment.

"Kamu suka hari ini?" tanya Adrien sambil menggandeng tangan Tinka dan Tinka mengangguk.

"Aku antarkan ke apartment mu ya?" ucap Adrien.

"Adrien, terimakasih sudah membuat hari-hari ku lebih indah" ucap Tinka di dalam lift yang sepi karena sudah malam. Adrien mengusap kepala Tinka dan mencium bibir Tinka.

"I'll do anything for you!, so please trust me!" ucap Adrien sambil memegang bibir Tinka.

Tinka tersenyum tersipu, mereka pun sampai di pintu nomor 205 pintu apartment Tinka.

"Masuk ya, besok tidak usah ke cafe kalau lelah" ucap Adrien kepada Tinka.

"Ehmm..Adrien, thank you!" ucap Tinka lalu mencium pipi Adrien.

"Tunggu..apa kau perlu aku temani malam ini?" ucap Adrien sambil memegang tangan Tinka.

"Biar aku kirim pesan ke Abel, besok cafe tutup satu hari, mungkin kita bisa habiskan berdua malam ini, selama ini kan aku ke tempatmu hanya mengajari memasak, kita jarang sekali berbincang mengobrol, aku ingin lebih dekat lagi, atau kau mau ke apartment ku, kamu belum pernah ku ajak ke sana, gimana? please!, kita gak ngapa-ngapain tapi hanya mengobrol, kalau kamu mau" desak Adrien kepada Tinka.

"Baiklah..tapi ke tempatmu ya!" ucap Tinka ke Adrien sambil tersenyum.

"yess!" Adrien girang, Mereka pun memasuki lift lagi dan memencet lantai 5 ke tempat Adrien, sampailah mereka di depan kamar 525 apartment Adrien.

"Silahkan masuk princess " ucap Adrien sumringah.

Tinka mulai masuk ke apartment Adrien, dia melihat sekeliling, rapih sekali tempatnya lebih rapih dari tempatku, banyak pajangan plate dari berbagai negara dan piala chef nya, wow tempatnya rapih dan tertata, batin Tinka.

"Aku ganti baju santai ya, kamu mau aku pinjamkan kaos ku kalau mau" ucap Adrien.

"Ehmm..boleh" jawab Tinka.

Adrien ke kamarnya mengganti pakaiannya dengan kaos dan celana pendek, lalu memberikan kaosnya yang lumayan besar untuk Tinka. Tinka mengganti bajunya dengan kaos Adrien di kamar mandi dan menaruh bajunya di tasnya.

"Sini duduk di sofa, aku kirim pesan dulu ke Abel ya" ucap Adrien, Tinka duduk di sofa.

"Ini ada chips, tapi kalau kamu lapar aku akan memasak" ucap Adrien lagi tapi Tinka menggelengkan kepalanya.

"Tadi di mall sudah makan masih lumayan kenyang" ucap Tinka ke Adrien. Adrien pun duduk di samping Tinka sambil menyalakan tivi dan makan chips berdua dengan Tinka.

"Ehm..Tinka, apa kau mulai menyukai ku? kenapa?" tanya Adrien memulai pembicaraan.

"Iya, aku menyukai Adrien, karena Adrien orang baik dan pintar memasak" ucap Tinka tersenyum.

"Apa sebelumnya kamu pernah mempunyai seorang pacar?" tanya Adrien semakin menjalar pertanyaan nya.

"Aku punya, tapi di selingkuhi, dia selingkuh dengan sekretaris ayahnya" jawab Tinka

"Benarkah!, sayang sekali wanita cantik sepertimu " membuat Adrien terheran.

"Mungkin aku bukan wanita yang baik menurutnya" ucap Tinka.

"Maksudnya?!" tanya Adrien.

"Baginya wanita yang baik yang seperti ibunya" jawab Tinka.

"Laki-laki yang buruk membandingkan wanita lain ke wanita lainnya, padahal belum tentu sikapnya baik" ucap Adrien kesal. Mendengar itu membuat Tinka tersenyum dan tiba-tiba Tinka menguap.

"Tidurlah di pangkuanku Tinka kalau kau lelah, aku setiap hari memperhatikan mu merapihkan piring-piring di cafe, aku tahu kau lelah, tapi dengan semua pakaian, gadget yang kamu pakai, kau bukan perempuan yang terbiasa melakukan itu semua, makanya aku sering memanggil mu princess, apa yang kau sembunyikan?, dan kenapa kau butuh bekerja?" tanya Adrien semakin penasaran.

"Apakah begitu jelas?, aku hanya ingin mandiri, aku ingin mencoba mencari biaya sendiri untuk aku bisa makan sehari-hari " ucap Tinka sambil merebahkan badannya di pangkuan Adrien.

Apa aku harus memberitahukan nya soal baby jane dan pernikahan ku?, tapi pasti Adrien langsung membenciku karena dia sangat menyayangi anak-anak, sedangkan aku tak punya siapa-siapa lagi di sini, belum saatnya aku memberitahukan itu, sampai waktu yang tepat dan aku siap pergi dari sini menemui baby jane, tapi apa Adrien akan menjadi cinta terakhirku?, batin Tinka penuh pertimbangan.

"Ko bengong?, kamu bukan buronan kan?" ucap Adrien menundukan kepalanya dan menatap Tinka.

"Kalau kau buronan kabur dari penjara, aku harus sembunyikan kamu agar tak ke mana-mana, tapi buronan secantik kamu pasti kasusnya mencuri, mencuri hati pria " meledek Tinka sambil tertawa.

Tinka pun ikut tertawa.

"Gak lah, Oh iya, aku tahu sedikit soal Lauren dari Dila, Dila bilang mungkin Lauren akan hadir di pernikahan Ricky karena dia menikah dengan adiknya Lauren, apa tidak apa-apa kamu pergi denganku?" tanya Tinka.

"Aku tak suka membicarakan Lauren, karena aku sudah melupakan nya, soal di acara Ricky, aku ingin kamulah yang menemani ku, kita akan di sana 3 hari, di acara Ricky 1 hari dan sisanya aku ingin menyewa villa untuk kita berdua, di sana terkenal dengan pegunungan yang indah, dan aku sudah infokan Abel untuk cafe turup 3 hari, bagaimana kamu mau?" tanya Adrien dan Tinka mengangguk menyetujuinya.

Adrien menundukan kepalanya mencium bibir Tinka dan Adrien mengangkat Tinka ke tempat tidur nya.

"Aku ingin kau tidur di sini, biar aku tidur di sofa" ucap Adrien pada Tinka sambil menaruhnya di tempat tidur Adrien perlahan.

"Adrien..aku ingin di sini sama kamu" pinta Tinka.

"Aku tak akan tahan Tinka" ucap Adrien.

"Please..." Tinka memohon.

"Ehmm..baiklah " Adrien naik ke tempat tidur nya dan mereka tidur berpelukan menghilangkan lelah melewati malam itu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!