kriiiing!..Kriiing!...kriiing!!
Bunyi alarm handphone Tinka membuatnya kaget, dia mengecek handphone pukul 05.30.
Aku harus bersiap, hari ini hari pertama ku bekerja, aku tidak pernah bekerja sebelum nya, semoga aku bisa. Pikir Tinka menyemangati dirinya sendiri.
Saat dia mulai keluar dari pintu apartment nya, dia pun bertemu banyak orang yang berangkat bekerja saat fajar baru terbit. Tinka keluar lift dan pintu apartmentnya menghirup udara pantai yang dingin karena apartment nya dekat dengan pantai.
"Tinka...kau sudah siap?" ucap Adrien yang tiba-tiba muncul di belakang Tinka.
"Iya, harus siap ini kan hari pertama aku bekerja" ucap Tinka tersenyum dan berjalan bersama Adrien.
"Sini deh sebentar, ada yang mau aku tunjukin" ucap Adrien mengajak Tinka ke sebuah tempat.
"Lihat matahari yang baru muncul, indah ya?!, aku setiap pagi ke sini dulu dan menikmati pemandangan ini, sekitar 5 menit agar semangat buat berangkat bekerja " ucap Adrien kepada Tinka sambil memandang mentari yang baru saja bangkit.
"Iya kau benar, indah sekali" ucap Tinka menimpali Adrien.
"Tinka...kau sangat misterius, tiba-tiba muncul, seperti matahari itu, tapi indah di pandang" ucap Adrien menatap ku.
"Apa?" Tiba-tiba Tinka gugup sekali, maksud Adrien apa?, dia bicara seperti itu?, batin Tinka.
"Gak, maksudnya kamu cantik, Ayo berangkat takutnya kita kelamaan terus Abel nungguin" Adrien mengalihkan pembicaraan nya.
Tinka pun mengangguk dan mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka menuju cafe tempat kerja mereka, sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam.
"Selamat pagi!!..ka Tinka dan ka Adrien, kalian jalan bareng?, seru banget" ucap Abel yang sudah menunggu di depan cafe.
"Pagi !! " Tinka dan Adrien bersamaan menjawab sapa Abel.
"Wah, barengan !!" ledek Abel kepada Tinka dan Adrien membuat keduanya tersipu malu.
Adrien membuka pintu cafe dan mereka mengadakan meeting untuk pembagian tugas, sebelum para pelanggan datang, lalu mereka makan roti sandwich dan hot chocolate buatan Adrien yang dia bawa dari apartment nya, terlebih dahulu.
"Abel kamu di garis depan mencatat pesanan dan mengantar pesanan, ehmmm Tinka kamu ambil pesanan di Pantry dan merapikan piring" ucap Adrien dan mereka bertiga mengangguk bersamaan.
"Tunggu ka Adrien!, Ka Tinka pakai seragam kita dong, biar sama maroon semua, masa dia beda sendiri" ucap Abel pada Adrien.
"OH iya ada baju bekas Lauren nanti ku ambil di gudang" ucap Adrien.
Setelah mereka masuk ke dalam cafe Adrien lari ke belakang mengambil baju untuk Tinka.
"Ini Tinka baju yang bisa kau pakai dulu" ucap Adrien sambil memberikan baju kepada Tinka. Tinka pun ke kamar mandi mengganti pakaiannya.
Wah pas sekali baju ini, baju siapa ini ya? pikir Tinka.
Saat Tinka keluar pelanggan sudah mulai berdatangan dan Adrien menatap Tinka sambil tersenyum dan berjalan ke arah pantry.
Tinka merasa bahagia dan bersyukur sudah mendapatkan pekerjaan walaupun hanya sebagai waitress tapi Tinka senang di kelilingi orang-orang baik, dan perutnya terasa kenyang setelah pagi tadi makan sandwich buatan Adrien.
Laki-laki ini masakannya selalu enak, batin Tinka menyanjung Adrien.
Pelanggan sudah mulai sepi setelah breakfast, hanya tersisa beberapa orang saha yang masih duduk-duduk sembari minum kopi.
Abel membersihkan meja, Tinka sibuk mencuci piring di Pantry dan Adrien sibuk memotong sayuran dan memarut keju.
"Tinka..sepertinya kau tidak pernah melakukan ini?" ucap Adrien sambil memperhatikan Tinka yang sedari tadi mencuci piring di ulang-ulang.
"Maksudnya mencuci piring?" tanya Tinka.
"Iya dari kemarin aku perhatikan kamu mencucinya di ulang-ulang" ucap Adrien sambil mengambil satu piring kotor dan mengajari Tinka caranya dan Tinka memperhatikan dengan seksama.
"Cukup sekali saja kasih sabun dan bilas, kalau piring sudah bersih, sudah cukup dan kamu tidak terlalu lelah " ucap Adrien menjelaskan.
Tinka mengangguk mendengar kan Adrien, Padahal aku takut kalau piringnya tidak bersih kan aku malu, batin Tinka menggerutu.
"Terimakasih " ucap Tinka sambil tersenyum.
Tak terasa sudah pukul 03.00 sore mereka pun harus menutup cafe dan merapihkan semuanya. Tiba-tiba ada lelaki gempal datang membawa banyak belanjaan menggunakan mobil untuk persediaan cafe Adrien.
"Adrien, ini pesanan mu, wahhh siapa wanita cantik ini?, kenalkan dong, atau jangan-jangan dia pacarmu ya?" ucap Pria itu kepada Adrien
"ini Tinka dia menggantikan Ricky untuk sementara" jawab Adrien dan Tinka tersenyum ke arah lelaki itu, tak lama lelaki itu pun pergi.
Adrien memberikan Spagetti kepada kedua pegawai nya untuk di bawa pulang dan Tinka senang sekali.
Tinka dan Adrien pun pulang bersama.
"Besok pulang kamu akan ku ajak ke sebuah tempat, apa kau mau ikut?" tanya Adrien kepada Tinka dan Tinka mengangguk menyetujuinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments