Pagi menjelang, Tinka melihat sekitar ternyata masih di apartment Adrien, dia lihat di selimut sampingnya ternyata Adrien tidak ada, dia mengecek bajunya masih utuh masih pakai kaos Adrien dan tak terbuka, matanya tertuju ke jam dinding ternyata sudah pukul 06.30.
Ehmmm..Adrien tak melakukan hal yang senonoh padaku dan ke mana dia?, gumam Tinka.
Tinka beranjak dari tempat tidur Adrien dan melangkah ke arah dapur karena Tinka yakin Adrien pasti di dapur, benar saja Tinka melihat Adrien yang sedang asik di dapur.
"Kau sudah bangun?, apa aku terlalu berisik membuat mu terbangun?" Tanya Adrien yang tahu kehadiran Tinka di belakangnya.
"Kau sangat menyukai memasak ya Adrien, dan aku suka masakan mu, sangat suka!" Puji Tinka kepada Adrien yang langsung mematikan kompor menatap Tinka tersenyum girang dan langsung menyiapkan makanan di piring.
"Ini sarapan nya Princess!" Adrien meledek Tinka sambil memberikan sepiring penuh pancakes dan maple syrup di beri blackberry atasnya.
"Hmm..aku lapar sekali, wanginya aku suka" Tinka langsung menyantap makanan Adrien.
"Kau tahu, aku suka kalau kau menyukai makanan buatanku" ucap Adrien sambil makan bersama Tinka.
"Adrien, kenapa kau suka memasak?" tanya Tinka sambil mengunyah sarapan nya dan mulutnya yang penuh.
"Aku di adopsi oleh keluarga chef dari Italy, mereka memiliki restoran Pizza dan Pasta di Paris, aku terbiasa membantu mereka dan mulai menyukai nya, mereka keluarga yang baik, aku memiliki adik perempuan dia anak adopsi juga, tapi sudah menikah punya satu putra dan tinggal di Italy, suatu hari Ayah angkatku meninggal karena kanker, ibu angkatku sangat drop dan menjual restorannya, dan menyekolahkanku di sekolah chef di Paris, Ibu angkatku pulang ke Italy tinggal bersama adik angkatku, kadang setahun sekali aku menjenguk mereka" ucap Adrien menjelaskan.
"Lalu aku bekerja di hotel bintang lima terkenal di Paris menjadi chef utama selama 6 tahun, dan bisa menabung, karena aku bercita-cita ingin memiliki cafe ku sendiri, anak yatim piatu sepertiku memiliki impian yang besar, dan sekarang voila aku memilikinya, aku bersyukur sekali..dan bagaimana denganmu Princess kamu pasti anak orang berada?" ucap Adrien menjelaskan.
"Aku.....ehmm..Bagaimana kau bertemu Lauren?" Tinka mengalihkan pertanyaan Adrien.
"Ehmmm...soal Lauren, aku bertemu di sekolah chef di Paris kita berkencan 4 bulan, dan saat aku bekerja di hotel selama 6 tahun aku tidak bertemu dengannya, aku bertemu lagi dengannya saat dia makan di hotel tempat aku bekerja, dia bilang ingin bertemu koki hotel yaitu aku dia mengkritik masakanku, lalu dia terkejut bertemu denganku dan kita berkencan lagi, awalnya ke Bali ini aku berlibur dan berpikir mungkin aku ingin membuka cafe di sini, lalu aku membuka nya bersama Lauren tapi dia terlalu ambisius dan kita selalu bertengkar berbeda pendapat jadi aku memutuskannya dan dia melanjutkan sekolahnya, setelah itu aku mengurus semua dokumen tinggal ku di Bali Indonesia, dan sekarang sudah 3 tahun aku di sini, dan menyukainya " ucap Adrien panjang.
"Bagaimana denganmu?, kau dari Indonesia mana?, aku yakin kau bukan orang Bali?, ceritakan tentangmu please.." Adrien penasaran dan mendesak Tinka.
"Pantas bahasa Indonesia mu sangat lancar. Aku berasal dari Sumatera Utara yaitu Medan Indonesia, dulu kuliah di German, di Lancaster University Leipzig jurusan sastra, lalu pulang ke Indonesia dan jadi beban orang tua" ucap Tinka sambil terkekeh mengingat dirinya yang dulu.
"Wow..Kau anak manja..Bagaimana kisah asmara mu?" ucap Adrien semakin ingin tahu.
"Asmaraku biasa saja Adrien " ucap Tinka malas.
"Kenapa kau ke Bali?" tanya Adrien lagi.
"Aku ingin mandiri, dan Bali tempat Healing terbaik" ucap Tinka tersenyum dan melanjutkan makannya.
"Adrien, kenapa kau sangat menyukai anak-anak?, kulihat sikapmu saat di yayasan waktu itu" tanya Tinka.
"Ya..di manapun aku berada aku harus mencari tempat anak-anak terlantar atau yatim piatu, karena dulu waktu aku kecil aku merasakan apa yang mereka rasakan, di buang, di abaikan, kurang kasih sayang, aku ingin mereka merasakan ada yang perduli terhadap mereka" ucap Adrien.
"Apakah kau menyukai anak-anak?" tanya Adrien kepada Tinka.
"Iya aku menyukai mereka" ucap Tinka tak bersemangat.
"Ada apa dengan wajahmu?, ada yang salah dengan anak-anak?" Adrien menatap wajah Tinka.
"Bukan, tidak ada apa-apa, aku tidak ingin membahasnya, bisa kita melakukan hal lain?" Tinka mengalihkan cepat.
Maafkan aku Adrien karena hal-hal yang berhubungan dengan anak-anak membuatku sedih, aku bisa mengingat baby jane lagi, batin Tinka.
Tinka tak ingin membuka rahasia nya kepada Adrien saat ini apalagi soal putrinya baby Jane, karena bagi Tinka untuk saat ini Adrien lah kebahagiaan nya, dia tak ingin kehilangan orang yang di cintainya lagi.
"Ehmmm baiklah...apa yang ingin kau lakukan hari ini? Oh iya kau ingin membeli dress untuk acara pernikahan Ricky besok?" tanya Adrien.
"Tidak aku tidak mau ke mana-mana, aku punya dress yang ku bawa sendiri, saat ini Aku ingin bersamamu saja.." ucap Tinka.
Adrien tersenyum memeluk Tinka, dan hari itu mereka habiskan berdua di apartment Adrien.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments