Sudah 1 minggu Tinka meninggalkan keluarga yang dia cintai. Tinka menyewa sebuah apartment untuk satu tahun kedepan, saat meninggalkan rumahnya Tinka membawa sedikit tabungannya karena dia cukup boros, sering jalan berbelanja dan ke cafe buat ngopi saat masih jadi istri Kevin.
Apartment yang dia sewa berada di luar kota dan dekat sekali dengan wisata pantai, dia menyewa Apartment lumayan mewah dan mahal yang membuat tabungannya cepat terkuras.
Tinka mengganti nomor handphone nya, tapi masih menyimpan nomor lamanya dan data-data di handphone nya masih dia simpan, saat dia rindu dengan putrinya dia melihat foto di gallery, dan masih ada nomor handphone orangtua dan Desy temannya.
Aku pasti bisa sendiri, hari baru dan pengalaman baru, aku tak ingin aktifkan nomor handphone lamaku dulu, pasti mami dan papi telepon aku marah-marah, aku harus mandiri dan buktikan ke mereka. Batin Tinka sembari menatap ke jendela ke arah pantai tak lama perutnya berbunyi tanda dia kelaparan.
"Ehmmm..makan apa ya hari ini?, tabunganku cepet habis kalau aku pesen makanan terus, ongkos ke apartment ku juga lumayan, aku turun saja berkeliling dan beli makanan yang lebih murah" ucap Tinka bersiap ingin pergi ke luar apartment nya. Karena sudah 1 minggu Tinka mengurung diri di apartment nya masih mengingat kesedihannya berpisah dari orang tua nya, dari putrinya dan di selingkuhi suaminya.
Tinka keluar dari apartment bertemu security apartment nya dan memperkenalkan diri.
"Hallo pak, saya Tinka penghuni apartemen 205, mohon bantuannya " ucap Tinka ramah kepada security apartment.
"Hallo Nona Tinka, siap membantu bila ada masalah, saya pak Adi, nanti ada rekan saya pak Bagus yang akan bergantian jaga" ucap security apartment ramah, Tinka pun pamit pergi.
Aku harus mencari banyak koneksi atau teman karena apabila aku kesulitan aku bisa meminta bantuan mereka, pikir Tinka sembari kembali berjalan.
Tinka berjalan menyusuri jalan kecil, dia melihat sekeliling, tempat yang asing baginya, tapi karena Tinka dulu pernah kuliah di luar negeri baginya dia bisa melewatinya. Saat dia berjalan dia melihat sebuah cafe kopi kecil bernama RISE CAFE tapi cukup ramai, pasti murah-murah makanan di situ dan aku akan awali hari dengan kopi, batin Tinka riang karena dia suka sekali dengan kopi, sambil tersenyum dia melangkah masuk ke cafe itu.
"Selamat Datang!!" ucap riuh 3 pegawai kopi yang semuanya laki-laki tersenyum dengan ramah.
Tinka masuk dengan senyum lalu duduk di salah satu kursi dan meja yang kosong.
Tiba-tiba datang pelayan cafe berpenampilan rapih, berbadan kurus, kulit putih dan agak gemulai datang membawa menu.
"Halo ka!, mau pesan apa?" senyum laki-laki gemulai ini dengan ramah.
"Ehmm..aku mau cappuccino latte, untuk makanan best seller nya apa ya?" tanya Tinka sambil melihat harga di menunya. Cukup murah pikirnya.
" Kakak baru ya di sini?, soalnya aku ga pernah liat, kakak cantik banget, oh iya sampe lupa best seller nya pasta kakak, ada Fettuccini, Spagetti, dan Mac and cheese " ucapnya ramah.
"Wah terimakasih, aku pesan Fettuccini saja" ucap Tinka tersenyum kepada pelayan yang ramah itu.
Di pantry cafe terdengar riuh para pelayan mengobrol, aku bermain handphone sambil menunggu makanan ku datang.
"Ini Fettuccini dan cappuccino latte nya kakak" ucap pelayan itu ramah. Tinka membalasnya dengan senyuman.
Tinka langsung melahap makanannya karena dia sudah kelaparan. Tak berapa lama makanan di mejanya pun habis karena Fettuccini enak sekali, sisa kopi yang dia sisakan untuk diam sejenak di cafe itu sambil bermain handphone nya melihat gallery foto nya.
"Saya ambil piringnya ya kakak?, oh iya kakak sendiri aja?" kata pelayan itu.
"Iya boleh, iya aku sendiri dan baru pindah, jadi mohon bantuannya " ucapku tersenyum padanya.
"wah kakak ramah sekali, kenalin aku Abel, baru kali ini lihat kakak, oh iya makanannya enak gak kak?, koki nya owner cafe ini" ucap Abel pelayan itu.
"OH ya, enak sekali makanan nya!" ucap Tinka memuji.
Setelah selesai makan di cafe itu dan memesan take away untuk di apartment nya, Tinka pun beranjak pulang ke apartment nya.
"Datang lagi ke mari ya kakak" ucap Abel
"Baik, terimakasih " ucap Tinka membalas Abel.
Sungguh pelayan yang ramah dan enak lagi makanannya, batin Tinka.
Sudah hampir satu bulan Tinka tinggal di apartment nya dan setiap pagi selalu sarapan di RISE cafe hanya untuk berbincang dengan Abel, mereka pun jadi berteman.
Aku memulai hidup baru di sini, pengalaman baru di sini dan teman-teman yang baru, semoga aku bisa melewatinya dan bertahan, hingga waktunya tiba bertemu baby jane lagi. Pikir Tinka dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments