Di Penuhi Cemburu

Hari sudah pagi Tinka harus bersiap-siap tapi dia masih tertidur, Dia terbangun mendengar bel pintu apartmentnya berbunyi, lalu dia lihat Adrien sudah ada di depan pintu apartmentnya. Tinka membuka pintu.

"Kau tak apa-apa?, tadi malam ku telepon kau seperti lemas, apa kau sakit?, tak usah bekerja kalau kau sakit akupun tak pergi ke cafe aku akan menemanimu seharian ini" ucap Adrien yang mengkhawatirkan kekasihnya.

"Aku tak bisa ijin Adrien ini kan hari pertama aku bekerja, aku tak apa-apa " jawab Tinka.

"Kamu berangkat jam berapa?, mau aku temani dulu, mata mu sembab, apa kau menangis tadi malam?, aku membuatkan Fettuccini, your favorite " ucap Adrien bersemangat sambil menyiapkan makanan yang di bawanya.

"Aku berangkat 7.30 mulai jam 08.00, aku sungguh tidak apa-apa Adrien " jawab Tinka malas karena mengingat Adrien dan Lauren kemarin.

"Masih ada waktu ini masih jam 06.00, aku temani ya sampai kamu berangkat, kita makan bersama" ucap Adrien.

"Tak usah kau perdulikan aku Adrien, aku baik-baik saja, lagian di cafe mungkin yang lain sudah menunggumu " ucap Tinka sambil merapihkan perlengkapan yang akan di bawanya dan baju ganti, karena Claris bilang harus bawa baju ganti.

"Baiklah..kau selalu begini Tinka, tak pernah terbuka padaku, semuanya kau rahasiakan dariku, entah kau anggap apa aku?, aku sayang padamu tapi aku tak tahu tentangmu sama sekali" Adrien pergi dengan penuh amarah meninggalkan Tinka.

"Adrien.." ucap Tinka lirih, membuat matanya berkaca.

Apakah aku berlebihan kepada Adrien?, Dia sudah baik padaku tapi aku selalu menyembunyikan sesuatu darinya, karena aku takut kehilangan nya, Oh iya Aku harus bersiap ini hari pertamaku, ingat Tinka kau harus kuat. Setelah ini aku akan bicara pada Adrien dan meminta maaf, Tinka bergumam sendiri.

Tinka melihat Fettuccini yang sudah di siapkan Adrien membuat nya semakin merasa bersalah.

Pukul 07.30 Tinka menaiki taxi, dia sudah memakai make up yang menutupi kesedihan nya dan memakai seragam resepsionis hotel yang rapih, dia tampak cantik.

Di perjalanan, taxi yang di naiki Tinka melewati cafe Adrien, cafe yang selalu ramai, tapi dia teringat Adrien tadi pagi yang mengkhawatirkan nya malah dia acuhkan, Tinka merasa bersalah.

Sesampainya di hotel dia hanya sendiri dan teman-teman nya belum datang. Hotel masih sepi dan hanya security dan Office boy berlalu lalang membersihkan hotel, mereka menyapa Tinka dan Tinka memperkenalkan diri ramah.

Teman Tinka pun datang Claris dan Risa, tapi Risa hanya sebentar karena dia sudah mulai resign, yang tersisa di meja resepsionis hanya Tinka dan Claris.

"Claris, ajarin aku ya, harus bagaimana?" ucap Tinka.

"Iya donk kamu partner aku, aku jelasin ya soal shift, kita di sini di bagi beberapa shift, pagi dari jam 08.00-03.00 sore, seharian dari jam 08.00 pagi-10.00 malam, malam dari jam 03.00 sore-10.00 malam, lalu off sehari, begitu terus, kita hari ini pagi, besok kita yang seharian sampai 10.00 malam" Claris menjelaskan.

"Apakah ada resepsionis lain selain kita?" tanya Tinka.

"Ada, tapi aku kurang mengenal mereka, karena kalau kita sudah satu team atau partner, itu terus tidak di gantikan, jadi aku partner kamu selamanya " ucap Claris tersenyum pada Tinka.

"Tinka..kamu tinggal di mana?, kamu bukan asli sini ya?, penampilanmu dan handphone barang branded semua, kamu yakin ingin bekerja?" tanya Claris sambil merapihkan barang-barang di meja resepsionis dan mengecek ketersediaan kamar.

"Aku di LUXURY apartments, aku ingin mandiri, ehmm..di sini ada berapa kamar?" tanya Tinka lagi masih penasaran.

"Wow, kamu tinggal di luxury apartment itu kan apartment orang-orang berduit Tinka..oh ya di sini ada 100 kamar dan hanya 3 lantai" ucap Claris kagum.

Tiba-tiba datang Robert, dia melihat Tinka langsung menghentikan langkahnya di meja resepsionis.

"Pagi Mr. Robert! " Claris dan Tinka menyapanya.

"Ehmmm..Tinka ya namamu?, aku ingin bicara di kantor denganmu boleh?, aku tunggu ya sekarang" ucap Robert sambil tersenyum ke arah Tinka dan berlalu ke arah kantornya.

"Wihh..langsung tanpa basa basi, Tinka kamu beruntung pertama bekerja langsung di notices, tahu gak?!, Mr. Robert itu duda kaya, dia punya Hotel, Restoran dan aula berlatih Muay thai terkenal di Bali, sudah 5 tahun menduda, dia di Indonesia sudah 8 tahun, eh cepetan di panggil boss sana" ucap Claris mendorong Tinka yang sedari tadi hanya terdiam mendengarkan cerita Claris.

Seorang duda?, sama denganku aku seorang janda, batin Tinka.

Knok!..Knok!..

"Masuk" ucap Robert di dalam ruangan.

Tinka gugup dan dia mulai masuk tapi hanya berdiri terdiam.

"Duduk donk, masa mau berdiri terus" ucap Robert yang memperhatikan Tinka.

"Baik Mr. Robert " jawab Tinka.

"Panggil Robert saja, Tinka kamu dekat dengan Dila?, dia salah satu atlet Muay thai terbaikku, sore ini ada pertandingan jam 04.00 sore ini, aku ingin ajak kamu menonton pertandingan nya, aku gak ada teman yang bisa ku bawa, mungkin kamu mau, ehmm..gimana?, kamu hari ini shift sampai jam 3 sore kan?" ajak Robert pada Tinka.

Aduhh..padahal aku ingin bertemu Adrien dan meminta maaf, tapi aku tak mungkin menolak boss ku apalagi hari pertama bekerja, dan hanya menonton pertandingan Muay thai saja kan? dan disana kan ada Dila. pikir Tinka.

"Gimana?, aku gak akan ngapa-ngapain kamu kok kita hanya nonton, kamu hanya menemani aku saja" ucap Robert mengajak Tinka.

"Baiklah" ucap Tinka.

"Selesai shift, tunggu aku di lobby hotel ya" ucap Robert pada Tinka.

"Baik..ehmm..saya bekerja lagi, saya permisi" ucap Tinka mulai berdiri dari kursi.

"Tinka..jangan terlalu kaku, anggap aku temanmu, mungkin kita bisa saling dekat" ucap Robert tersenyum.

Dan Tinka tersenyum mengangguk pergi menuju meja resepsionis nya lagi.

"Ngomong apa Mr. Robert?" tanya Claris penasaran.

"Cuma mau ajak aku nonton Muay thai sehabis kerja" jawab Tinka singkat.

"Wah jangan-jangan Mr. Robert suka sama kamu" ucap Claris menggoda Tinka.

"Gak lah, ada-ada aja" jawab Tinka tersenyum kepada teman barunya, mereka pun mulai sibuk banyak tamu mulai check in dan check out.

☆☆☆☆☆☆

Sementa itu di RISE CAFE

"Kamu kenapa Adrien?, dari tadi diam tak bersemangat" tanya Lauren.

"Aku sedang banyak pikiran" jawab Adrien sambil membuat pasta dan mengingat kejadian pagi tadi dengan Tinka.

"Terimakasih kemarin sudah temani aku pulang, biasanya kamu mengacuhkanku, kemarin aku senang melihatmu tertawa bersamaku, karena ada insiden Abel terjatuh, dan itu lucu" ucap Lauren.

"Iya...tapi sesuai perjanjian kita hari itu ya Lauren, beri aku waktu 2 bulan untuk mengembalikan modal milikmu yang 45% yang kita pakai untuk cafe ini dan aku sudah mengikuti syaratmu agar Tinka tidak bekerja di sini untuk sementara, setelah itu aku ingin kau tidak mengganggu ku lagi dan menjauhiku serta cafe ini, aku akan bawa Tinka ke cafe ini lagi" ucap Adrien sinis.

"Ehmm...baiklah, tapi selama 2 bulan ini, aku ingin kau menganggap ku teman bukan musuhmu, dan kamu tahu, aku masih mencintaimu " ucap Lauren tertunduk lesu.

"Maaf Lauren, aku sudah tidak ingin bersamamu" jawab Adrien ketus.

Tiba-tiba Abel masuk ke pantry.

"Ehmm..maaf mengganggu..hari ini Dila ada pertandingan jam 04.00 sore, aku harus antar dia jam 03.00 sore ini, aku boleh ijin untuk bersih-bersih dan pulang duluan menjemput Dila, bolehkah ka Adrien?, please.." bujuk Abel.

"Tentu saja Abel, aku boleh ikut menonton?" tanya Adrien kepada Abel.

"Tentu ka..ajak ka Tinka juga" bisik Abel karena Lauren melihatnya sinis.

"Tinka mungkin sibuk, ini hari pertamanya bekerja" jawab Adrien lesu, teringat kejadian pagi tadi.

"Kalau begitu aku ikut sama kamu, boleh ya Adrien please..aku juga ingin lihat Dila bertanding, ingat Adrien kita kan berteman kan" tiba-tiba Lauren menyahut.

"Ehmmm baiklah, jam 04.00 ya Abel, akan ku bawa mobilku" ucap Adrien tersenyum pada Abel.

☆☆☆☆☆☆☆☆

Tinka melihat jam di handphone nya sudah menujukan pukul 03.00 sore, dan dia bersiap mengganti seragam nya untuk pergi bersama Robert ke pertandingan Muay thai, selain itu shift selanjutnya sudah mulai datang, dan temannya Claris juga sudah pulang.

Tinka menunggu di lobby sambil bermain handphone nya menunggu setengah jam, dia sambil melihat pesan, tidak ada pesan dari Adrien dan melihat foto Adrien di profile chat nya.

I miss you, Adrien!, batin Tinka.

"Wow, you look beautiful!!" tiba-tiba Robert datang menghampiri Tinka, dan semua staff hotel melihat nya dan berbisik-bisik.

"Kau memakai baju biasa terlihat lebih cantik dan fashionable, ayo kita ke depan supir sudah menunggu kita" Ajak Robert pada Tinka. Dan Tinka mengikutinya.

Di dalam mobil Robert selalu menatap ke arah Tinka dan membuat Tinka merasa risih.

" Kamu tinggal di mana Tinka? Aku akan mengantarmu pulang nanti" tanya Robert membuyarkan keheningan.

"Di luxury apartment " jawab Tinka.

"Wait, di luxury kan sewanya lumayan mahal Tinka, you aren't an ordinary person " ucap Robert terkejut dan Tinka hanya tersenyum, di benaknya hanya Adrien, walaupun Robert berbicara panjang lebar.

Sampailah mereka di sebuah Aula besar untuk olah raga milik Robert, mereka masuk lewat jalur VIP, karena ramai penonton, Robert pun menggandeng tangan Tinka.

Adrien dan Lauren pun memasuki Aula itu bersama para penonton lain, dan melambaikan tangan pada Abel dan Dila yang ada di bawah dekat arena, karena Dila siap bertanding.

Adrien melihat sekeliling, sungguh terkejut Adrien melihat Tinka di gandeng seorang pria, Adrien hanya terdiam dan wajahnya di penuhi emosi.

"Adrien, apakah itu Tinka?, dia bergandengan dengan Robert kan ? kalau tidak salah, salah satu pengusaha asing yang sukses di Bali" ucap Lauren memanasi Adrien.

Sedangkan Tinka melihat Abel dan Dila melambaikan tangan pada Adrien, Tinka sangat terkejut, di sana ada Adrien dan juga Lauren.

Kenapa Adrien ada di sini dan mengajak Lauren?, kenapa dia tak mengajakku, aku kan dekat dengan Abel dan Dila juga?, tak mengirim pesan padaku?, padahal aku menunggu pesannya. Batin Tinka bersedih.

Tinka melihat Adrien beranjak pergi bersama Lauren, dan meninggalkan Aula itu.

Tinka hanya terdiam di situ melihat Dila bertanding, Robert di sampingnya begitu semangat sedangkan Tinka hanya terdiam lesu, dia pun tak mengucapkan sepatah katapun sampai acara selesai dan pulang.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!