Di malam hari Tinka dan Adrien bersiap untuk pergi ke acara pernikahan Ricky, Adrien mengenakan setelan jas dan sangat tampan, sedangkan Tinka mengenakan Halter long dress berwarna navy dan high heels berwarna hitam di padukan tas pesta hitam dengan rambut di gerai, yang membuat Adrien terbelalak melihatnya.
"Kamuu..amazing!!" Adrien terkesiap tak mengedipkan matanya.
"Masa?!" ucap Tinka
"Oh iya, Abel bilang kemarin Dila ke apartment mu?, mau pinjam dress?, Dasar kau princess!" tanya Adrien.
"Iya, dia memohon-mohon pinjam dress, jadi aku kasih buat Dila, Dila gak punya pakaian seperti dress, you know kan Dila itu tomboy girl" jawab Tinka.
"Princess ku yang baik hati" ucap Adrien sambil mencium tangan Tinka dan memegangnya erat membuka pintu hotel bersiap ke acara pernikahan Ricky.
"Ka Tinkaaaa...makasih dress nya suka, ka Tinka itu seperti malaikat turun dari langit, baik banget!" ucap Dila yang memakai dress berwarna hitam selutut sembari lari memeluk Tinka yang bergandengan dengan Adrien.
"Ngerayu aja nih Dila" ucap Adrien sambil menarik Tinka tak mau jauh darinya.
Abel mengejar Dila di belakang sambil menggeleng kan kepalanya.
Mereka bersamaan menaiki lift, sesampainya di Lobby, Lauren terlihat di sana juga bersama keluarganya.
"Hi Adrien long time no see!" ucap seorang perempuan tua yang di gandeng Lauren, beliau ibunya Lauren.
"Hallo.."jawab Adrien tersenyum dengan tangan sambil menggandeng Tinka.
"How are you?, you know, You have to marry with Lauren, she is always thinking about you, talked about you" ucap ibunya Lauren kepada Adrien.
"Mom, Adrien with his fiance " ucap Lauren melotot ke arah ibunya.
"I am sorry, i didn't see that " ucap ibunya Lauren melirik sinis ke Tinka.
"Yes ma'am, this is Tinka my fiance " ucap Adrien memperkenalkan Tinka, dan Tinka tersenyum ke arah mereka.
"But I thought yesterday you said will live in Bali with Adrien and comeback together " ibunya Lauren menatap ke arah Lauren.
"Mom please...I'm sorry, we go first " ucap Lauren ke keluarganya dan pergi meninggalkan Adrien dan teman-teman nya.
"Ih..ngeri banget ketemu Ka Lauren, apalagi ibunya, ihh merinding, eh ka Adrien bilang Tinka tunangannya, sweet bangett" ucap Dila tiba-tiba yang membuat suasana tenang kembali, karena sedari tadi mereka tegang saat ada keluarganya Lauren.
Apa benar Lauren masih mencintai Adrien?, bagaimana kalau mereka kembali bersama?, batin Tinka.
"Hei..my Princess jangan di pikirkan ya tadi kata-kata ibunya Lauren, I always be with you " ucap Adrien dan Tinka mengangguk senang.
Saat di pesta Ricky mereka semua bersenang-senang, berdansa dan mengucapkan selamat kepada Ricky.
"Adrien, boleh kita bicara sebentar, ehmm..Tinka boleh aku pinjam pasangan mu?" tiba-tiba Lauren menghampiri Adrien dan Tinka yang sedang mengobrol.
"Ya silahkan" ucap Tinka tersenyum dan membiarkan Lauren menarik Adrien.
"Apa tidak apa-apa?" tanya Adrien dan Tinka mengangguk.
Mereka berdua pun berbicara berjarak beberapa meter dari Tinka.
"Adrien, Ricky bilang padaku, kau dan Tinka baru berpacaran, dia bukan tunangan mu, Ricky dapat kabar dari Abel beberapa hari yang lalu, kenapa kau berbohong?, aku masih ada kesempatan, aku masih mencintaimu, kita membangun cafe itu bersama, itu mimpi kita berdua" ucap Lauren menggebu.
"Apa maksudmu Lauren?, maaf tapi aku sudah mencintai wanita lain dan jangan ganggu kami" Adrien menegaskan.
"Takkan ku biarkan kau bersamanya Adrien, ingat aku lah wanita yang bersama mu, berjuang bersama mu, aku masih ada kesempatan, takkan ku biarkan kau dan Tinka bahagia, aku akan tinggal di Bali, karena aku berhak atas cafe itu juga, dan aku berhak atasmu" ucap Lauren sembari memegang erat tangan Adrien.
"Lepaskan, kau tak berhak mencampuri kehidupan ku, soal cafe itu akan ku kembali kan semua yang kau berikan, kau sudah gila Lauren, tak mungkin aku bersamamu " ucap Adrien menunjuk wajah Lauren dan menghempaskan tangannya sembari melangkah meninggalkan nya dan kembali kepada Tinka.
"Tinka, aku ingin kita kembali ke hotel, Abel tolong beritahukan Ricky, aku sakit kepala dan ingin istirahat di hotel, besok aku menelepon nya" ucap Adrien dengan wajah penuh amarah dan menggandeng Tinka berjalan menuju hotel.
"Iya ka" jawab Abel.
Sesampainya di hotel Adrien hanya terdiam, saat masuk hotel dia melepaskan jas nya, dan merapihkan barang nya. Tinka hanya terdiam melihatnya.
"Aku ingin kita pergi sekarang, kita ke tempat villa yang sudah ku sewa, aku ingin hanya kita berdua saja menghabiskan dua hari ini" ucap Adrien kepada Tinka sambil mengusap pipinya.
Tinka pun mengangguk dan mulai ikut merapihkan barangnya. Tinka memakai jas Adrien untuk menutupi dress nya dan Adrien hanya memakai setelan kemejanya, mereka keluar hotel bergandengan dan mengembalikan kuncinya ke resepsionis, lalu melangkah memasuki area parkir mobil dan Adrien menyalakan mobilnya sambil membuka navigasi di handphone nya ke arah villa yang dia sewa.
Di perjalanan Adrien hanya terdiam sambil menyetir sedangkan Tinka memperhatikan sikapnya setelah berbicara kepada Lauren, Adrien di penuhi amarah.
Apa yang mereka bicarakan?, sehingga membuat Adrien bersikap seperti ini, pikir Tinka.
"Kau tidak apa-apa Adrien?" tanya Tinka memulai pembicaraan yang membuat Adrien sesaat menoleh ke arahnya.
"Aku tidak apa-apa, Tinka, kau tidak usah khawatir, mulai hari ini, aku akan menjaga mu dan membahagiakan mu" ucap Adrien menoleh ke arah Tinka sambil tersenyum simpul.
Sesampainya di sebuah villa kayu di atas bukit dengan pemandangan pegunungan yang indah, mereka sampai sudah agak larut malam, Adrien menelepon pemilik Villa, tak lama pemilik villa datang dan memberikan kunci pada Adrien.
Mereka berdua pun masuk ke dalam villa itu, dan Tinka merebahkan badannya di tempat tidur masih memakai dress nya. Tinka melihat Adrien keluar kamar dan duduk di kursi teras. Tinka menghampiri Adrien.
"Apa kau tak mau membicarakan nya padaku?" tanya Tinka.
Adrien menatap Tinka dan menghela napas panjang.
"Aku tak tahu apa yang akan ku bicarakan padamu?, aku tak mau membuatmu sedih" ucap Adrien memeluk Tinka.
"Aku ingin kau tersenyum lagi Adrien, dan memanggilku princess " ucap Tinka memeluk Adrien erat.
Adrien mencium Tinka dan mengangkat Tinka ke tempat tidur, mereka berdua bercumbu di dalam villa itu dan melupakan semuanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments