Berjalan Berdua

Hari ini RISE cafe sibuk seperti biasanya, Adrien, Tinka dan Abel sudah mulai dekat, mereka bercanda, tertawa dan menikmati sebagai pegawai cafe.

"Nanti sore kamu ikut aku ya!" ucap Adrien kepada Tinka yang sedang asik mencuci piring.

"Baiklah" senyum Tinka ke arah Adrien.

"Apa kau bisa memasak Tinka?" tanya Adrien kepada Tinka, cafe sedang senggang dan mereka mengobrol.

"Aku tidak bisa memasak" ucap Tinka kepada Adrien sambil tertunduk malu.

"Kau benar-benar seorang princess ya!" kekeh Adrien menggoda Tinka.

"Kau boleh mengajariku memasak, kalau kau mau" jawab Tinka.

"Baiklah...mungkin bisa aku mampir ke apartment mu besok, hari ini aku akan mengajakmu ke suatu tempat, bagaimana?" tanya Adrien sembari asik memotong sayuran.

"Boleh.." jawab Tinka tersenyum.

Mereka berdua pun asik berbincang di Pantry tak terasa waktu sudah hampir penutupan cafe.

"Akhirnya selesai juga, ka Adrien jadi pergi ke KASIH BUNDA?" tanya Abel yang tiba-tiba muncul.

"Kali ini Tinka akan ikut, kalau Tinka mau?" Adrien melirik Tinka.

"Biasanya juga sendiri, manja banget minta di temani Tinka" ucap Abel menggoda. Membuat Adrien memerah.

"Ya tentu saja!" ucap Tinka sumringah.

"Kalian gemes sekali, ya udah ya have fun, bye!!" Abel pun berpamitan pulang.

"Kita ke apartment dulu ya ada yang mau ku ambil, oh iya kamu gak apa-apa kan naik motor atau mau pakai mobil?" ucap Adrien bertanya pada Tinka.

"Apa saja boleh " ucap Tinka tersenyum.

"Kita naik motor biar cepat, dan tidak terlalu malam pulangnya" ucap Adrien.

"Baiklah " jawab Tinka.

Waduh, bagaimana ini aku tak pernah naik motor. Batin Tinka.

Sesampainya di apartment Tinka menunggu di depan Lobby, Adrien mengambil sesuatu ke apartment nya dan turun sudah memakai jaket lalu memberi jaket dan helm untuk Tinka. Lalu dia ke basement mengambil motornya, Tinka masih menunggu di depan Lobby.

Darimana dia mempunyai helm dan jaket untuk ukuran perempuan?, mungkinkah ini punya perempuan bernama Lauren?, kemarin dia menyebutkan nama itu. Dan mau di bawa ke mana aku?, Pikir Tinka dalam hati.

Adrien muncul menggunakan motor besarnya (Kawasaki ninja H2R) berwarna hitam, wow dia tampan menaiki motor, batin Tinka.

"Ayo!" ucap Adrien sambil membuka helm. Tinka mengangguk dan menaiki motor bersama Adrien.

Aduhhh, haruskah aku memegang pinggangnya, karena aku takut sekali, ini pertama kali aku menaiki motor. Batin Tinka was-was.

"Berpegangan lah!" ucap Adrien menarik tangan Tinka ke pinggang nya.

Oh my God, aku gugup sekali, aku dekat sekali dengan Adrien. pikir Tinka.

20 menit mereka mengendarai motor berdua melewati pinggiran pantai yang indah, membuat Tinka senang sekali, Aku baru kali ini berdua naik motor dengan seseorang dan ternyata seru sekali, Tinka bergumam senang sekali.

Sampailah di sebuah bangunan kecil dengan Tulisan di atas gedungnya "KASIH BUNDA" yang terdapat lapangan luas di depannya dan banyak permainan anak-anak seperti ayunan, seluncuran dan permainan jungkat-jungkit.

Tempat apa ini?, apa sebuah play ground?, Tinka penasaran.

"Om Adrien datang !!!!" ucap anak-anak kecil berlarian kira-kira berumur 2-6 tahun ada 7 anak laki-laki dan perempuan.

"Haiiiiiii, kalian gembira sekali, sebentar ya om lepas helm dan jaket dulu" ucap Adrien dan mulai melepas jaket dan helm nya.

"Ayo Tinka, kau buka helm dan jaketmu" ucap Adrien mengajak Tinka sambil tersenyum.

Tinka kebingungan begitu banyak anak-anak yang mengelilingi nya dengan riuh girang.

" Om Adrien pacarnya cantik" ucap anak perempuan yang sedari tadi menatap Tinka.

"Alena..cemburu ya" Adrien menggoda anak perempuan itu dan anak itu cemberut.

"Kenalin ini tante Tinka" ucap Adrien kepada anak-anak yang ramai itu, Tinka tersenyum dan melambaikan tangan ke arah mereka.

"Haloo..Adrien, wah sekarang tidak datang sendiri" ucap perempuan paruh baya berhijab dan dua perempuan di sampingnya yang melihat kami tersenyum.

"Halo, bu Aisha..ini Tinka..oo iya ini buat anak-anak bulan ini, bersyukur penjualan cafe ku sedang bagus" ucap Adrien sambil mengeluarkan amplop coklat yang di berikan ke bu Aisha itu.

"Adrien dan Tinka terimakasih!, ayo masuk ke kantor, ada minuman bisa ngobrol dulu, anak-anak main dulu ya nanti om Adrien menemui kalian lagi!! " ucap bu Aisha.

"bulan ini ada beberapa anak-anak yang baru ya bu?, soalnya ada wajah-wajah kecil yang agak asing" tanya Adrien sambil berjalan menuju kantor lalu kita duduk di dalam kantor bu Aisha.

"Iya..ada dua baru dan dua anak bayi" ucap bu Aisha.

" Ada bayi juga?, boleh lihat bu" ucap Adrien bersemangat.

"Boleh, Ayo ke tempat bayi, ada dua bayi lucu keduanya perempuan " bu Aisha mengajak Tinka dan Adrien ke ruangan bayi.

Sesampainya di ruangan bayi, bayi-bayi itu sedang tertidur pulas cantik.

"Ko ada ya seorang ibu meninggalkan anaknya yang masih bayi lucu lagi" ucap Adrien terheran.

Mendengar ucapan Adrien membuat Tinka mengingat baby jane putrinya, tiba-tiba Tinka terisak dadanya terasa sesak, dan meminta ijin kepada mereka keluar ruangan bayi.

"Maaf, saya menunggu di luar saja" ucap Tinka beranjak pergi keluar.

Melihat tingkah Tinka membuat Adrien bertanya-tanya, Apa yang kau sembunyikan Tinka, batin Adrien .

"Ka Tinka sudah lama kenal dengan Adrien?, dia orang asing tapi baik sekali pada anak-anak yatim di sini sudah hampir dua tahun jadi donatur tetap di sini, dia tidak pernah bawa perempuan lho ka Tinka, baru ini" senyum terkekeh bu Aisha.

Tinka pun membalas senyum bu Aisha dan melihat Adrien di ruangan bayi sambil menggendong bayi, Laki-laki itu penyayang sekali sama anak-anak, batin Tinka.

Setelah mereka berkeliling dan bermain, tak terasa hampir senja.

"Om Adrien pamit ya, sudah sore sudah jam 05.00, bulan depan Om bawakan mainan gimana?" ucap Adrien pada anak-anak.

"Asikkkkk!" teriak anak-anak riang.

"Saya dan Tinka pamit ya bu" ucap Adrien bersalaman dengan bu Aisha dan Tinka pun sama.

Di perjalanan Adrien berjalan pelan, tidak seperti saat berangkat. Lalu motornya berhenti di pinggiran pantai yang indah.

"Kita berhenti dulu, boleh?" ucap Adrien kepada Tinka sambil membuka helmnya. dan Tinka mengangguk.

Mereka berdua duduk di pasir pantai sore hari melihat mentari mulai tenggelam.

"Ehmmm..Tinka, maaf kalau aku lancang, aku ingin bertanya boleh?" tanya Adrien dan Tinka mengangguk sambil tersenyum.

"Kenapa kau datang sendiri ke kota ini?, seorang wanita cantik sepertimu, sendiri an? tapi kalau kamu tidak mau memberitahukanaku juga gak apa-apa" sanggah Adrien.

"Aku..menghindari sesuatu" ucap Tinka yang berpikir panjang.

"ehmmm...apa kau sudah memiliki kekasih?" Adrien mendekatkan wajahnya.

Pertanyaan macam apa ini, aku seorang janda baru bercerai dengan suamiku, jelas aku tidak punya kekasih, batin Tinka bergumam.

"Aku tidak punya kekasih, tapi..." ucapan Tinka terputus.

Tiba-tiba mereka terdiam.

"Tinka...apa aku boleh mengenalmu lebih dalam lagi?, maksudku aku ingin jadikan kamu orang yang terpenting di hatiku" ucap Adrien serius.

"Tapi kau tidak mengenal ku dengan baik Adrien, mungkin kalau ku beritahukan kau akan membenciku" ucap Tinka menunduk dan mulai meneteskan air matanya.

Adrien, tak mungkin kau mencintaiku apabila kau tahu, aku adalah ibu yang meninggalkan anaknya sendiri yang masih bayi untuk lari dari kenyataan, aku perempuan yang mengorbankan anaknya sendiri demi melindungi perselingkuhan suaminya, aku sungguh bodoh, kau pasti membenci ku. Batin Tinka menangis.

"Aku memang tak mengenal mu Tinka, dan mungkin ada sesuatu rahasia hidupmu yang tak mau kau bagi denganku, aku tidak apa-apa, tapi aku...menyukai mu" ucap Adrien menatap Tinka.

Tinka melihat ke arah Adrien, dan berpikir, apakah aku harus memulai sesuatu yang baru?, aku pun menyukai Adrien, apalagi sakit yang Kevin berikan padaku aku tak bisa melupakan nya, apakah aku layak bahagia dengan Adrien?

"Tapi..kalau kau tidak menyukai ku tidak apa-apa kita masih partner kerja kan?" ucap Adrien tersenyum.

Tiba-tiba Tinka memeluk Adrien dan mencium pipi Adrien.

Adrien terhentak dan menarik dagu Tinka mereka pun berciuman di pinggir pantai yang indah sambil menyaksikan sunset.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!