Rindu

Pagi yang dingin membuat Tinka terbangun ingin ke kamar mandi dan sesaat melihat Adrien yang masih tertidur di balik selimut.

Tinka membuka tirai jendela yang besar, melihat pemandangan hijau dari atas bukit.

"Indahnya !!" ucap Tinka terkesima dengan pemandangan dari villa itu, Tinka mencari teko listrik buat memasak air karena dia lihat ada kopi sachet di dapur villa, seperti biasa Tinka meminum kopi di pagi hari, sambil duduk di teras hanya dengan mengenakan kemeja Adrien.

Tinka melihat handphone nya dan melihat gallery foto baby jane tetiba dia rindu pada putrinya. Tinka melihat ke arah tempat tidur melihat Adrien masih terlelap, dia pun mengganti nomor ponselnya ke nomor yang lama. Begitu banyak pesan yang masuk, dari mami nya, papinya, Kevin dan dari temannya Desy. Bahkan sudah ada 22 pesan di handphone nya dan 37 panggilan tak terjawab.

"Sudah pasti mereka khawatir aku sudah hampir 4 bulan tak mengabari mereka keadaanku" ucap Tinka lirih.

Tinka mulai membaca satu persatu pesan yang masuk.

-PESAN DARI PAPI-

"Tinka...apalagi yang kau lakukan?, pergi mempermalukan papi di depan keluarga Kevin, Pergilah, dan larilah seperti pengecut"

"Kamu di mana Tinka?!!!...kamu mau membuat ibumu sakit?, apalagi yang kau lakukan selalu membuat masalah, dasar anak manja"

"Tak usah kembali kalau kau masih pengecut, papi anggap kamu sudah dewasa, lakukan apa yang kau mau"

Melihat Pesan dari papinya membuat Tinka merasa bersalah dan mulai menangis, lalu dia membuka pesan dari maminya.

-PESAN DARI MAMI-

"Tinka, kamu pergi begitu saja membuat malu mami papi, kamu tidak memikirkan anakmu, itu Kevin mencarimu"

"Kamu di mana?, Mami khawatir"

"Tinka, Kamu sudah makan?"

"Tinka, jangan melakukan hal buruk, mami memaafkanmu"

"Telepon mami please.."

"Jangan tinggalin mami cepet pulang"

"Tinka..pihak keluarga Kevin sepakat kalian bercerai, Mami papi pun setuju, kamu sudah tidak bersama Kevin, pulanglah.."

"Lihat baby Jane, ingat kamu waktu bayi kalian mirip, pulanglah atau telepon mami..mami setiap hari memikirkanmu, kamu tidak jadi istri yang baik pun tak apa-apa, mami kangen dan sayang Tinka"

Maminya mengirimkan foto baby jane terbaru dan juga video nya.

Melihat pesan dari ibunya membuat Tinka menangis dan berfikir untuk membalas pesan dari ibunya.

-Pesan Tinka buat Mami-

"Tinka, baik-baik saja mii..Tinka ingin mencoba mandiri, Tinka mau membuktikan pada papi dan mami Tinka bukan anak manja, tolong jaga baby jane ya mii..Tinka janji, Tinka di sini baik-baik saja dan bahagia...mami jangan banyak berpikiran buruk, mami jaga kesehatan, Tinka sayang mami" Tinka mengirim pesannya kepada maminya dan mengirim foto selfi dirinya agar maminya melihat nya baik-baik saja. Lalu Tinka mematikan ponselnya, untuk pesan dari Kevin dan Desy mungkin lain kali aku membacanya, aku tak kuat, batin Tinka dan mengganti nomor nya lagi, sambil menangis terisak.

Tiba-tiba Adrien datang menggunakan selimut dan memeluk Tinka.

"Ada apa princess ku?, ku lihat dari tempat tidur kau menangis, ada apa?"

Tinka semakin erat memeluk Adrien dan semakin menangis keras.

"Aku di sini, tak akan pernah meninggalkan mu" ucap Adrien memeluk Tinka.

Adrien terheran dengan sikap Tinka tapi bagi Adrien apapun yang terjadi pada Tinka dia akan selalu ada di sisinya.

Mereka duduk berdua di teras villa dan berpelukan di dalam selimut.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!