Di ruang kerja, Dallas yang awalnya terbatuk keras sebelumnya sedikit tidak nyaman di tenggorokannya. Sayangnya tidak ada segelas air putih pun di meja.
Apakah semua pelayan di rumah ini mulai malas? Bahkan tidak ada air minum?
Memikirkan Chezy yang akan memasak Spanish chickpea and spinach stew, dia tanpa sadar tersenyum.
"Chezy, satu persatu, rahasiamu akan ku ungkap."
Kepalanya benar-benar berdenyut. Dia memilih untuk berbaring lagi dan memejamkan mata.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dapur, Chezy sudah menyiapkan semua bahan yang diperlukan. Tapi ada beberapa bahan yang hilang sehingga Butler Sun pergi ke supermarket terdekat untuk membeli bahan-bahan yang tersisa.
"Nyonya, tuan tidak suka bawang putih. Jadi dilewat saja untuk bagian tersebut," kata Butler Sun saat kembali dari supermarket.
"Dia benar-benar tidak suka bawang putih?"
Awalnya Chezy mengira jika Butler Sun hanya sedang bercanda dengannya. Bau bawang putih memang sedikit tidak nyaman.
"Apakah dia alergi?" tanyanya.
"Ya. Jika tuan tidak sengaja memakan hidangan yang mengandung bawang putih, tubuhnya akan dipenuhi ruam."
Chezy memikirkan Dallas yang saat ini demam. Jika ditambah makan hidangan yang mengandung bawang putih, pasti ruam-ruam muncul. Ini memperparah kondisinya.
Padahal Chezy ingin balas dendam pada pria itu. Sayangnya saat ini momennya tidak pas.
"Baik, aku mengerti."
Butler Sun tersenyum. "Apakah ada yang bisa aku bantu, Nyonya?"
Sebenarnya Butler Sun sedikit terkejut karena Dallas meminta orang lain untuk membuatkan makanan. Meski ini bukan kali pertama Chezy masuk dapur di rumah tersebut, namun Butler Sun masih sedikit terpesona.
Tuannya belum pernah melihat nyonya memasak, jadi tidak tahu betapa indahnya semua gerakan tangan nyonya saat memasak, batin Butler Sun kagum.
"Tidak perlu, aku akan mengurusnya sendiri atau pria itu akan mengomel lagi nanti."
"Kalau begitu jika ada sesuatu, panggil saja."
"Ya." Chezy mengangguk.
Butler Sun keluar dapur dan mengurus pekerjaan rumah lainnya.
Sementara Chezy sudah mencincang halus bawang merah dan bawang bombai. Lalu panaskan minyak zaitun di panci penggorengan, kemudian menumis kedua bahan tersebut hingga harum dan kecoklatan.
Setelah itu, tambahkan jinten bubuk, satu setengah sendok teh bubuk paprika, cabai bubuk serta garam lalu tumis lagi hingga merata. Lalu Chezy juga membuat pasta tomat sebelumnya lalu tambahkan ke panci penggorengan. Setelah proses ini, dia memasaknya di api kecil hingga mengental.
Setelah memastikan sausnya mengental, Chezy menambahkan bubuk lada hitam, gula merah, aduk rata lagi. Kemudian tambahkan kacang chickpea. Jangan lupa menambahkan bayam. Tutup panci penggorengan selama kurang lebih tiga menit.
Setelah waktunya pas, aduk rata sebentar sebelum akhirnya mematikan kompor.
Chezy sedikit berkeringat. "Memasak itu menyebalkan," gumamnya.
Memastikan jika rasanya pas, Chezy segera menyiapkan piring, membentuk nasi merah agar terlihat rapi. Taruh hidangan tadi di samping nasi seperti ala restoran berkelas.
Melihat hasilnya, dia tersenyum puas. "Keahlianku belum pudar. Jika kakakku melihat ini, dia pasti akan menjadikanku koki di rumah."
Dia segera membawa hidangan tersebut ke ruang kerja.
Dallas mencium aroma yang sangat harum menguar di ruangan, segera membuka matanya. Sejak awal, dia tidak bisa tidur, memikirkan apa yang dilakukan Chezy saat ini.
Setelah menunggu cukup lama, Dallas akhirnya melihat wanita itu datang membawa nampan berisi sepiring spanish chickpea and spinach stew yang terlihat menggugah selera serta segelas air.
Dallas sudah haus sejak awal. Dia duduk sambil merasakan denyutan di kepalanya lalu minum lebih dulu.
"Suami, ini makanan yang kamu inginkan!" Chezy cemberut. Meletakkan makanannya di atas meja.
"Apakah ini cara pelayan yang baik, istriku?" goda Dallas acuh tak acuh.
"Kamu—!"
"Oh, kepalaku sakit sepanjang waktu. Aku tidak tahu apakah makanan ini akan membuatku lebih baik," gumam Dallas.
Chezy menahan api amarah di hatinya lalu tersenyum kaku sambil menawarkan makanan di depannya. Dia langsung mengubah nada bicaranya menjadi lebih lembut.
"Suamiku, ini spanish chickpea and spinach stew yang kamu inginkan. Aku membuatnya dengan penuh cinta. Cobalah, apakah rasanya enak atau tidak."
Dallas melihatnya menggertakkan gigi, hatinya sedikit lebih baik. Wanita yang penuh kebencian ini sungguh mampu melawannya di mana-mana.
"Ya." Jarang sekali dia berdamai.
Chezy duduk di seberangnya, menunggu hasil penilaian.
Sebenarnya, Dallas tidak berpikir jika Chezy akan membuat hidangan yang disajikan secantik mungkin. Tapi makanan di depannya ini sudah seperti hidangan di restoran kelas atas. Apakah dia membuatnya sendiri atau dibantu Butler Sun?
"Apakah kamu menggunakan bawang putih?"
"Tidak."
Pria itu pasti vampir 'kan? Hanya vampir yang tidak suka bawang putih, batin Chezy.
"Ingatlah di masa depan, jika memasak untukku, jangan sekali-kali memasukkan bawang putih."
Dallas memberanikan diri untuk mencoba rasanya.
Siapa yang menduga, dia tertegun selama beberapa waktu sebelum akhirnya mengambil suapan lain.
"Bagaimana?" tanya Chezy. Dia yakin dengan masakannya sendiri.
"Tidak buruk, lumayan. Walaupun masih jauh dari standar restoran kelas atas," komentarnya dengan ekspresi datar.
Chezy memegang nampan sedikit mengencang.
"Kalau begitu akan keluar dulu. Butler Sun akan menyiapkan obat demam untukmu."
"Tidak perlu obat. Pergilah."
"Apakah kamu takut minum obat?" gumamnya tanpa sengaja sebelum akhirnya meninggalkan ruang kerja.
Melihat pintu tertutup, Dallas sempat mendengar langkah kaki wanita itu menjauh. Dia tanpa segan untuk melahap makanan di depannya dengan sentuhan kepuasan di wajahnya.
"Ini bahkan lebih enak daripada dugaan ku," gumamnya lalu terkekeh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kamar tidur, Chezy membersihkan diri dan berniat untuk tidur sebentar sebelum berangkat ke toko bunga siang nanti. Dia masih sedikit mengantuk.
Setelah memastikan jika Marine dan Hadwin tidak mengirim pesan penting padanya, dia pun memejamkan matanya. Namun baru saja hendak bermimpi, smartphone nya berdering.
Chezy terbangun. Dengan kesal segera menerima panggilan telepon.
"Siapa ini?"
"Aku suamimu!" Suara Dallas di seberang telepon selalu dingin seperti biasanya.
"Suamiku?" Chezy melihat nama si penelepon.
Oh, ini 'Pria Cabul'. Itulah nama yang tertera untuk kontak Dallas di smartphone Chezy.
"Ada apa?" tanyanya malas.
"Datang dan bantu aku ke kamar."
"Kamu tidak lumpuh. Datang sendiri, bukankah hanya demam?" Chezy lebih kesal.
"Aku suamimu. Jangan lupakan itu. Ingat kontraknya."
"Kamu melanggar poin kontrak sejak kemarin malam. Apa hubungannya ini denganku sekarang?" Chezy menuduhnya.
Dallas di seberang telepon tidak berbicara untuk sementara waktu. Namun masih bersikeras untuk meminta Chezy datang.
Akhirnya, Chezy membantu Dallas berdiri dengan baik dan menopangnya ke kamar.
Dallas adalah pria jangkung. Saat merangkul pundak Chezy, rasanya agak canggung. Dallas khawatir tubuhnya terlalu berat, jadi sengaja berjalan lebih baik.
"Kenapa tubuhmu begitu kecil?" tanyanya tanpa sengaja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84
huh gengsi mu terlalu tinggi tuan😒😂
2024-09-19
1
Sandisalbiah
benar.. Dallas ini titisan vampir krn alergi dgn bawang putih... dan nyonya Alston itu titisan kuyang... jd ibu dan ank cocok...
2024-02-29
2
Nur Hayati
kesel melihat chezy di bawah tekanan Dallas ... ayo balikan keadaan... jangan terlalu ditekan katanya agen rahasia...
2024-02-10
0