Miley Wiz adalah seorang perancang senjata api jenis baru di negara A. Dia cukup tersembunyi dari dunia luar. Identitasnya di luar hanyalah seorang pelukis biasa. Jadi orang lain tidak bisa membedakan antara membuat gambar kerangka senjata baru dengan lukisan biasa.
"Fu*k! Aku tidak memintamu untuk meniduri nya. Aku juga tahu seperti apa kamu saat berhadapan dengan wanita," kata Miley langsung menyesap rokoknya lagi. Tapi foto Dallas dengan wanita berambut hitam yang memunggungi kamera terlihat sangat menggoda.
Pasti wanita yang cantik. Dallas tidak mungkin mencari wanita acak untuk tidur begitu saja.
"Penuhi janji," ucap Dallas lagi dan lagi.
Miley mengibaskan salah satu tangannya seperti mengusir sesuatu. Dia terlihat malas. "Aku tahu, aku tahu."
Sepertinya Miley masih meremehkan keseriusan Dallas. Demi memintanya merancang sebuah senjata api khusus, tantangannya sendiri langsung dilakukan. Ini gila!
Jika Miley memintanya untuk membunuh kerabat, akankah Dallas melakukannya juga?
Tak lama, Miley meminta seseorang orang datang sambil membawa sebuah map cokelat. Dia menyerahkannya pada Dallas tanpa keraguan sedikit pun.
Kali ini, Miley jatuh lagi ke tangan Dallas setelah beberapa tahun lalu ditipu oleh kepintarannya. Dulu, dia juga merancang sebuah senjata api khusus kemiliteran untuk Dallas. Alasannya demi keamanan negara.
Di dunia ini, adakah yang lebih kuat dan secerdas Dallas Alston?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pada malam harinya.
Dallas kembali ke rumah. Dia ingat jika sekarang bertambah satu orang lagi di kediamannya. Para pelayan menyambutnya seperti biasa. Namun sepertinya Dallas tidak melihat keberadaan Chezy.
"Di mana dia?" tanyanya pada Butler Sun. Melihat kepala pelayan itu bingung, Dallas mengerutkan kening. "Nyonya rumah," imbuhnya.
"Oh, itu ... Nyonya Chezy belum kembali sejak pergi tadi pagi," jawab pria paruh baya yang memakai seragam pelayan lengkap. Ekspresinya sama sekali tidak marah atau tidak puas.
Dallas menyipitkan mata. "Belum kembali?"
Melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul sebelas malam, ke mana wanita itu pergi kali ini? Apakah belanja begitu lama?
Dallas tidak puas. Tentu saja dia tidak suka jika Chezy pulang terlalu malam. Apakah wanita itu lupa jika saat ini identitasnya adalah istri Dallas nya.
Dia tidak mengatakan apa-apa lagi dan pergi ke ruang kerja yang merupakan replika dari ruang kantornya sendiri.
Dallas akhirnya tidak tahan lagi dan mencoba menelepon Chezy. Nomor teleponnya aktif tapi wanita itu tidak langsung mengangkatnya. Butuh beberapa saat bagi Dallas menunggu wanita itu menerima panggilan teleponnya. Saat panggilan terhubung, dia segera bertanya.
"Di mana kamu sekarang?!" Nada suara Dallas bahkan tidak lembut sama sekali.
Saat Chezy menjawab, Dallas mendengar sayup-sayup suara musik yang agak berantakan. Memikirkan kemungkinan besar di mana Chezy saat ini, Dallas bahkan lebih tidak senang lagi.
"Kamu pulang sekarang! Dalam waktu lima belas menit, aku ingin kamu ada di halaman rumah!"
Tidak menunggu Chezy protes, Dallas segera menutup panggil telepon.
Tak lama setelah itu, suara telepon rumah yang terpasang di meja kerjanya berdering. Tidak ada yang tahu nomor telepon rumahnya selain keluarga besar Alston sendiri. Jadi Dallas sudah menebak siapa pihak lain.
"Ada apa?" tanyanya tanpa basa-basi saat mengangkat telepon rumah. Suasana hatinya tidak baik saat ini. Dan pastinya mudah tersinggung.
"Inikah caramu berbicara dengan kakek?" Suara pria tua dari ujung telepon agak marah.
Dallas melembutkan sedikit nada bicaranya. "Nah, kakek, ada apa?"
"Kakek tidak bisa menghubungi nomor telepon pribadimu. Apakah kamu sibuk akhir-akhir ini?"
"Aku selalu sibuk." Dallas menjawab acuh tak acuh, menatap selembar kertas berisi lukisan senjata api yang sebelumnya diberikan oleh Miley.
"Kembalilah besok dan bawa wanita yang ada di rumahmu. Gaines bilang kamu menikah diam-diam. Dallas, kamu masih punya tunangan, jangan main-main!" tegur pria tua itu di seberang telepon.
"Aku tahu." Dallas berkompromi.
Setelah percakapan singkat, pihak lain menutup telepon lebih dulu. Dallas terlalu malas untuk memikirkan orang-orang di rumah besar. Namun dia harus memberikan beberapa ceramah pada Chezy sebelum pergi ke rumah keluarga besar Alston.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain sebuah bar, Chezy cemberut. Setelah mendapatkan panggilan dari Dallas, dia terpaksa harus kembali lebih awal. Marine dan Hadwin juga ada untuk menemaninya. Lebih tepatnya, mereka bertiga keluar untuk membicarakan misi lebih lanjut.
Suara irama musik bar yang khas membuat suasana sedikit riuh. Chezy, Marine dan Hadwin memesan tempat duduk VIP, jauh dari keramaian. Lokasinya juga agak gelap sehingga tidak banyak yang tahu seperti apa rupa ketiganya secara jelas.
Melihat Chezy mengambil tas selempang kecilnya, Marine mengerutkan kening.
"Kamu mau ke mana? Ini baru pukul sebelas malam. Mereka belum muncul."
"Sial! Aku harus kembali. Pria itu menelepon dan memintaku untuk kembali sebelum lima belas menit berlalu," jelas Chezy mengutuk di hatinya.
Marine dan Hadwin saling melirik. Dallas sepertinya cukup posesif.
"Masalah ini aku serahkan pada dua senior yang luar biasa." Chezy menggertakkan giginya dan melangkah meninggalkan bar.
Hadwin menggelengkan kepala. "Jika dia tidak terjerat dengan tuan muda kedua keluarga Alston, misi kita mungkin akan selesai lebih cepat," ucapnya.
Wanita di sampingnya menatap Hadwin tidak senang. "Jadi maksudmu, ini semua salahku?"
"Tidak, tentu saja ini bukan salahmu," jawab Hadwin buru-buru lalu tersenyum senatural mungkin. Jangan mengganggu harimau betina yang sedang tidur atau konsekuensinya tidak terbayangkan.
Marine mendengkus, menyesap anggur merahnya. Huh, kamu hanya tidak mau mengakuinya, batinnya.
Bagaimana Chezy bisa sampai di halaman rumah Dallas dalam waktu lima belas menit. Jelas jarak antara bar dan rumah itu membutuhkan setidaknya setengah jam.
Chezy curiga jika Dallas hanya ingin mempersulitnya.
Apakah dia akan dihukum?
Kali ini Chezy keluar dan bertemu dua rekan timnya untuk membahas rencana lebih jauh. Mereka mendapatkan info jika beberapa anggota pembunuh berantai itu selalu datang ke bar terpencil di sudut ibu kota. Jadi ketiganya sepakat untuk mengamati.
Namun Chezy lupa jika masih ada orang lain yang tidak akan senang dirinya belum kembali sejak tadi pagi.
"Pak, bisa lebih cepat?" pintanya pada sopir taksi.
"Maaf Nona, ini sudah terlalu cepat. Lagi pula, bahaya jika mengebut di jalanan yang agak ramai seperti ini—"
"Hentikan mobilnya," tukas Chezy.
Pengemudi taksi itu bingung. Awalnya pengemudi berpikir jika Chezy akan turun di pinggir jalan karena kesal. Namun siapa yang tahu, wanita itu membuka pintu bagian pengemudi, meminta si sopir untuk duduk di sisi lain.
"Ini, Nona ... Bukankah tidak pantas?" Pengemudi terkejut saat melihat Chezy duduk di kursi pengemudi, memakai sibuk pengaman dan bersiap tancap gas.
"Kenapa tidak pantas? Aku bisa mengemudi lebih cepat!" Chezy langsung tancap gas saat si sopir hendak berkata sesuatu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Risti Dani
Keren Chezy
2022-10-22
0
Elly Watty
ini baru novel yg beda, dg karakter cewek yg super duper cuek selengek'an n masa bodoh tp herannya kog sedikit yg baca, giliran karakter cewek yg diselingkuhi n nangis2 mlah bnyak pembacanya, apa mindsetnya org2 lokal g berubah?
2022-10-07
2
Vin G
iya lah, gara2 kamu bego 😏
2022-09-19
1