Chezy tidak memedulikan Miley yang mengerang kepanasan dan meminta dia menyentuhnya. Chezy mengambil cek dan mengisi nominal uang yang diinginkan. Lalu tersenyum puas.
Setelah sadar nanti, Miley mungkin akan muntah darah dan marah padanya. Tapi dia tidak peduli.
Chezy keluar bar tanpa ada hambatan. Dia berniat untuk pergi ke tempat Marine dan Hadwin kali ini, bermalam di apartemen.
Siapa tahu, dia justru berpapasan dengan Kallen di halaman supermarket.
"Chezy?" Kallen terkejut, begitu pula Chezy.
Wanita itu mengangguk dan tersenyum padanya. "Bos, apakah kamu baru saja berbelanja?" Dia melihat Kallen membawa dua kantong belanjaan.
"Ya. Kenapa kamu di sini? Apakah kamu minum?" Kallen bisa mencium sedikit anggur dari tubuh Chezy.
"Tidak apa-apa, minumlah sedikit untuk menghormati teman. Aku baru saja akan pulang."
"Kenapa suamimu tidak menemanimu?"
"Dia sepertinya masih sibuk dengan urusannya."
Kallen dan Chezy berbicara cukup lama seraya menunggu Marine menjemput. Untungnya kurang dari seperempat jam, Marine datang.
"Bos, biarkan aku mengantarmu pulang," kata Chezy.
"Tidak perlu. Aku bersama ibuku sebelumnya. Dia sedang membeli sesuatu di toko sebelah. Kalau begitu berhati-hatilah di jalan." Kallen menolak tawarannya dan tersenyum datar.
"Kalau begitu sampai jumpa besok di tempat kerja." Chezy mengangguk, segera masuk mobil.
"Ya."
Kallen hanya bisa melihat kepergian mobil yang ditumpangi Chezy, lalu menggelengkan kepala. Dia tidak berpikir lebih jauh dan segera menyusul ke tempat di mana ibunya berada.
Di depan sebuah toko makanan siap saji, Nyonya Parker telah menunggu putranya kembali. Tapi sudah lebih dari seperempat jam, anak itu belum juga datang. Dia hanya menunggu dengan tenang. Mungkin putranya sedang memilih sesuatu dan menimbang-nimbang.
Saat melihat sosok pria jangkung menghampirinya, Nyonya Parker sedikit kesal.
"Kenapa kamu begitu lama?"
"Maaf, Bu. Aku bertemu seorang teman di jalan. Mengobrolah sebentar," jawab Kallen tersenyum pada ibunya. Dia mengambil alih barang belanjaan ibunya.
"Pria atau wanita?" Nyonya Kallen sedikit menggoda putranya.
Oh, kapan dia akan memiliki menantu?
Anak orang lain sudah menikah dan memiliki anak. Tapi putranya masih lajang bahkan tidak mau berkencan. Nyonya Parker sedikit khawatir dengan masa depan putranya.
"Bu ..." Kallen tidak mau ibunya berulah lagi.
"Ibu hanya bertanya."
"Wanita."
Nyonya Parker tampak memiliki lampu hijau di hatinya tapi segera redup lagi setelah Kallen mengklarifikasi.
"Sudah menikah. Jangan memikirkan sesuatu yang tidak-tidak," kata Kallen agak masam di hatinya.
"Oh, sayang sekali. Jangan merusak hubungan orang lain. Apakah kamu tahu?"
"Tahu. Aku tidak sebajin*an itu."
Akhirnya mereka segera masuk mobil yang diparkirkan tak jauh dari sana dan kembali ke rumah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Alston Group, Dallas sedang meninjau beberapa dokumen yang harus ditandatangani. Sesekali dia akan membolak-balik dokumen dengan mengerutkan kening. Tampak serius.
Asisten Jill berkeringat dingin di punggungnya. Dallas datang ke perusahaan pada malam hari seperti ini. Seharusnya Asisten Jill menyelesaikan semuanya sebelum fajar tapi tiba-tiba saja ada masalah dengan perusahaan luar negeri.
Setelah Dallas melakukan rapat video dengan pihak lain, semua dokumen ditangani olehnya.
Pintu kantor nya diketuk dari luar.
"Masuk!" Dallas sama sekali tidak peduli dengan pihak lain yang mengetuk pintu, dia sangat serius.
Segera pintu dibuka, seorang wanita berkemeja putih dengan rok sepan hitam masuk. Suara sepatu high heels hitamnya memecahkan keheningan di ruangan tersebut.
Wanita itu tersenyum malu saat melihat Dallas sedang sibuk. Setelah menyibakkan rambutnya ke belakang, dia meletakkan dokumen di atas meja kerja pria itu.
"Bos, tuan Parker ingin membahas kerja sama dengan perusahaan kita di bidang fashion," lapor wanita itu yang merupakan sekretaris Dallas.
"Kapan?"
"Besok malam."
"Atur jadwalnya."
"Ya." Sekretaris itu tampak senang dan dengan baik langsung mencatat kegiatan penting Dallas. Kemudian menyerahkannya pada Asisten Jill.
Melihat bahwa sekretaris belum keluar juga, Dallas mengalihkan perhatiannya sebentar.
"Ada hal lain?" tanyanya dingin.
Wanita berubah pucat dan menggelengkan kepala. Dia segera meninggalkan ruangan tanpa mengucapkan apa-apa lagi.
Asisten Jill tersenyum sedikit. Siapa yang tidak tahu bahwa sekretaris itu sangat menyukai Dallas.
Tak lama, smartphone Dallas berdering. Ada beberapa pesan yang dikirim bersamaan hingga membuatnya sedikit kesal. Pada saat kerja, Dallas tidak suka bermain ponsel.
Namun saat melihat nama pengirimnya, dia penasaran.
Apa yang dilakukan Miley saat ini?
Pesan itu dari nomor telepon Miley. Ada beberapa foto yang dikirim. Dallas mengunduhnya satu persatu dan melihat semua foto tersebut. Tiba-tiba saja wajahnya menjadi gelap. Rahangnya mengeras dan tatapan matanya menjadi lebih dingin.
"Miley!" geramnya.
Asisten Jill yang tak jauh di sampingnya merasa jika suhu di ruangan tersebut tidak benar. Bos tiba-tiba saja menggumamkan nama Miley.
Apakah perang dingin antara bos dan Miley akan terjadi?
"Bos," panggil Asisten Jill saat melihat Dallas melihat layar smartphone tanpa berkedip.
Dallas tiba-tiba saja bangkit dan meninggalkan ruangan setelah melemparkan pekerjaannya lagi pada Asisten Jill.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dallas kembali ke bar yang sebelumnya didatangi. Dia pergi ke ruang belakang di mana ada banyak kamar VIP yang khusus digunakan untuk para tamu. Setelah bertanya pada pelayan tentang nomor kamar di mana Miley berada, dia tanpa segan lagi mendobraknya sekuat tenaga.
Dallas melihat suasana di kamar agak redup dan ambigu, wajahnya sudah dipastikan memiliki permusuhan pada Miley. Pria itu berjanji tidak akan menyentuh Chezy dan hanya ingin mengujinya. Tapi sekarang apa? Bermain menyentuh wanitanya.
"Miley, berhenti untukku!" geramnya hendak menghajar pria yang kini telanjang di tempat tidur.
Namun pandangan Dallas tertuju pada gaun yang tergeletak di lantai. Lalu mengerutkan kening. Ini bukan gaun yang dipakai Chezy.
Miley tidak mendengar suara apapun saat ini selain fokus untuk menyalurkan hasratnya yang terus datang dan datang lagi. Chezy memberinya obat perangsang yang cukup ampuh hingga membuatnya tak bisa berhenti.
"Katakan padaku, siapa yang lebih kuat. Apakah aku atau Dallas?" goda Miley dengan wajah memerah. Dia sepertinya suka dengan suara erangan wanita di bawahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Sandisalbiah
😂😂😂😂
dasar konyol... kalian berniat mengerjai Chezy tp sekarang kalian yg masuk dlm perangkap nya...
2024-02-29
1
Vevy Dyana
pinter skli
2022-11-26
0
Risti Dani
Ternyata Dallas tak sejahat itu...
2022-10-22
0