Kallen hanya tersenyum. Dia merasa bahwa karyawan baru di toko bunganya saat ini terlihat lebih baik dari pada pelamar sebelumnya.
Tidak banyak pelanggan hari ini, Chezy tidak merasa sibuk sama sekali. Dia hanya bertugas melayani pembeli dan menarik perhatian mereka untuk membeli bunga. Dia sangat fasih berbicara sehingga membuat calon pembeli tidak ragu.
Kallen yang selalu datang setiap satu bulan sekali ke toko bunga tanpa sengaja melihat Chezy tersenyum pada calon pembeli. Senyumnya membuat orang ceria. Rambut hitamnya diikat ekor kuda. Bahkan jika dia memakai seragam karyawan, penampilannya seperti bos pemilik toko tersebut.
Tiba-tiba saja Kallen terkejut. Apa yang dia pikirkan saat ini? Dia belum pernah memperhatikan wanita lebih dari lima detik pada pandangan pertama. Tapi ia telah diam-diam memperhatikan Chezy selama hampir seperempat detik.
"Bos, hari ini aku hanya bisa kerja sampai siang. Ada urusan keluarga siang ini dan aku harus pergi," kata Chezy seraya masuk toko.
Kallen yang duduk di sofa terbatuk ringan. "Tidak apa-apa."
"Maaf, aku sudah lancang sebagai karyawan baru."
"Bukan masalah besar. Aku tidak terlalu ketat dengan urusan pribadi karyawan."
Entah kenapa, Kallen hanya bisa menyetujuinya. Mungkin karena wanita itu sudah bekerja dengan baik hari ini.
Sebelum menjelang siang hari, sebuah mobil hitam mewah parkir di halaman toko bunga. Chezy sudah melepas seragam kerjanya dan pamit pada Kallen. Dia tahu jika Dallas sudah menjemputnya.
Melihat wanita itu memasuki mobil hitam yang baru saja tiba, Kallen merasa tidak asing dengan plat nomor mobilnya. Hanya saja di mana dia pernah melihatnya?
Saat Chezy masuk, seorang pria berpakaian formal dan berkacamata hitam turun dari kursi pengemudi. Lalu masuk ke mobil merah muda milik Chezy.
"Sopir?" gumam Kallen.
Kallen menggelengkan kepala. Chezy masih baru di tokonya. Dia mungkin akan tahu di masa depan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Chezy dan Dallas pulang ke rumah untuk bersiap-siap. Terutama Chezy harus membersihkan diri dulu karena berkeringat setelah bekerja di toko bunga.
Dallas tidak repot-repot berganti pakaian. Dia tinggal di kantor seharian, duduk sambil mengurus banyak dokumen. Tidak perlu bergerak banyak dan mengeluarkan keringat.
Siang ini Chezy memakai gaun selutut yang dibeli oleh Dallas sebelumnya. Setidaknya cocok dengan pakaian formal pria itu.
"Bagaimana penampilanku?" tanyanya meminta pendapat.
"Tidak buruk," komentar Dallas seraya menyesap rokoknya
Pria itu berkata tanpa memikirkan perasaan orang lain. Bahkan enggan memujinya cantik. Chezy tidak berkata apa-apa lagi. Sepertinya Dallas suka sekali merokok.
Setelah siap, mereka akhirnya meninggalkan rumah menuju kediaman keluarga besar Alston.
Di perjalanan, Chezy sempat melihat timeline berita harian yang jarang sekali dibuka. Tanpa sengaja, dia melihat foto Dallas di salah satu akun resmi berita pasar saham harian.
Dia terkejut, melirik pria itu. Dallas sepertinya pintar bermain saham hingga mencapai keuntungan di setiap kesempatan.
Dallas merasakan seseorang memperhatikan, dia melirik Chezy dan bertanya masalahnya. Wanita itu hanya menggelengkan kepala seraya menutup halaman berita dengan cepat.
Lebih baik tidak mengatakan apa-apa.
"Aku yakin kamu tidak akan rapuh saat bertemu dengan keluarga besar ku. Jangan pedulikan mereka." Dallas memberi tahunya lagi.
"Bukankah mereka keluarga mu? Aku harus sopan 'kan?"
"Tidak perlu terlalu sopan. Kecuali kakek ku yang sedikit masuk akal, yang lainnya jangan peduli."
"Baiklah. Aku tahu."
Melihat wanita itu sama sekali tidak gugup, Dallas menaikkan sebelah alisnya. Biasanya jika kasus tersebut menimpa wanita lain, mungkin akan gugup. Tapi Chezy sangat tenang. Ini membuatnya semakin ingin tahu apa rahasia yang disimpannya.
Mengingat jika informasi Chezy tidak bisa ditemukan kejanggalan, semuanya seperti sudah ada secara alami. Tapi Dallas sensitif terhadap informasi seperti itu. Dia masih curiga dan sedang mencari tahu lebih dalam.
Sayangnya seseorang sepertinya sengaja menyembunyikan semua jejak yang ditemukannya.
Keduanya tiba di keluarga besar Alston sebelum makan siang.
Rumah kekuatan Alston bahkan lebih besar daripada halaman rumah pribadi Dallas. Ada air mancur tiga tingkat berbentuk angsa di tengah halaman serta beberapa bunga musim panas yang tengah mekar.
Keduanya memasuki ruang dan disambut oleh kepala pelayan yang ada di sana. Tidak semua anggota keluarga Alston hadir. Lagi pula ini hanya formalitas kecil untuk melihat wanita seperti apa yang dinikahi Dallas secara diam-diam.
"Kakek, aku kembali," ujar Dallas saat melihat seorang pria berambut putih sudah duduk di sofa ruang tamu.
Pria tua itu memakai setelan kemeja abu-abu dengan rompi tipis. Tangannya memegang kruk untuk memudahkannya berjalan tanpa bantuan orang. Meski Kakek Alston telah berusia lanjut, tidak ada masalah fisik apapun selain masalah tulang tua.
"Ya." Kakek Alston tidak melupakan etiket sebagai keluarga bangsawan. Dia menatap Chezy dari atas hingga bawah, hanya mengerutkan kening dan mengangguk.
Ada beberapa anggota keluarga lain yang menatap Chezy, pemasaran dengan pihak lain. Mereka terkejut karena ternyata Chezy tidak terlihat seperti wanita biasa yang lusuh dan pemalu. Jelas ini tenang dan tersenyum pada mereka.
Awalnya mereka ingin menyindir wanita di samping Dallas tapi mereka sendiri yang canggung pada akhirnya.
"Apakah ini wanita yang kamu nikahi secara acak?"
Nyonya Alston yang duduk di samping seorang pria paruh baya yang merupakan suaminya, tampak tidak senang. Dia berpakaian rapi saat ini, menunjukkan dirinya sebagai nyonya rumah yang bermartabat.
Nyonya Alston terbiasa memakai riasan dan menggelung rambutnya, bibit merah meronanya cocok untuk usia paruh baya. Tapi wajahnya terawat dengan baik. Dari pandangan pertama sudah jelas jika dirinya tidak suka dengan Chezy.
Hanya sedikit cantik tapi tidak memiliki status, apa untungnya bagi keluarga mereka?
Ketika Nyonya Alston menatap wanita muda yang duduk di sampingnya dengan mata memerah, merasa lebih kasihan.
Kenapa Dallas tidak menyukai Sonya yang jelas wanita cantik, berpendidikan dan memiliki status yang baik?
"Mari bicara setelah makan siang," kata Kakek Alston langsung meredakan suasana canggung di ruang tamu.
Mereka berkompromi. Tidak mungkin melanggar perkataan orang yang lebih tua.
Dallas tidak banyak bicara. Dia merangkul Chezy dan membawanya ke rumah makan dengan santai. Di sisi lain, wanita bernama Sonya melihatnya dengan kebencian. Kenapa semuanya menjadi seperti ini?
Wanita itu melirik Gaines yang berjalan tak jauh darinya. Tapi tidak mendapatkan tanggapan. Jika Gaines tidak bilang bahwa Dallas menikahi wanita lain diam-diam, dia mungkin tidak akan membiarkan nyonya Alston meminta wanita itu untuk datang.
Dia harus membuat wanita itu kehilangan muka di depan keluarga Alston.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Sandisalbiah
Sonya hanya wanita parasit... dan suka dgn sikap Chezy yg tak mudah di intimidasi..
2024-02-29
0
fifid dwi ariani
lancar usahanya
2022-09-16
0
" sarmila"
pkknya selalu semangat thor
ter the best n the best best best
2022-03-30
0