"Nyonya ini benar-benar patuh pada wanita yang masih menjadi tunangan Dallas. Bahkan menerima sarannya untuk menyuapku dengan uang, berpikir aku sangat miskin?" Chezy hanya menebak.
Dia telah menyelidiki Nyonya Alston dari awal hingga kehidupan hari ini. Sifat dan sikapnya sangat jelas. Jadi, satu-satunya orang yang bisa membantu Nyonya Alston mendapatkan banyak uang pasti dari keluarga Marweth.
"Apa maksudmu dengan menyalahkan Sonya? Apakah uangnya tidak cukup?" Nyonya Alston menjadi tidak sabar.
"Nyonya, tolong beri tahu Sonya, uang ini tidak cukup. Jika ingin memintaku dengan tulus meninggal Dallas, apakah dia mau memberikan keluarga Marweth padaku?"
Wajah Nyonya Alston sedikit pucat. Dia tidak bicara untuk sementara waktu, berpikir, bagaimana Chezy tahu jika uang ini dari Sonya?
"Kamu—" Nyonya Alston ingin mencari alasan. Sangat memalukan jika diketahui dia menggunakan uang orang lain untuk menyuap wanita ini pergi.
Senyum di wajah Chezy menghilang, tergantikan dengan wajah datar yang agak dingin.
"Nyonya tidak memiliki uang sebanyak ini sebagai uang saku. Satu-satunya yang bisa nyonya lakukan adalah menggunakan uang keluarga Marweth!" jelas Chezy tanpa keraguan.
Chezy tahu ini berkat informasi yang diperoleh oleh Marine sejak Nyonya Alston mengundangnya untuk minum kopi di kafe.
Marine mendapatkan jejak keuangan keluarga Marweth yang dipakai sebanyak satu juta dollar dalam bentuk cek. Lalu uang itu digunakan untuk membeli barang lelang. Tapi itu semua hanyalah kebohongan untuk menutupi jejak pengeluaran uang. Hal ini dilakukan agar Dallas tidak curiga jika seandainya Chezy menerima uang tersebut dan meninggalkan negara A.
Sonya tidak sepintar itu meski licik dan mampu menarik perhatian di depan banyak orang. Orang di balik semua ini pasti Gaines.
"Bagaimana kamu tahu masalah ini? Apakah kamu mata-mata?" Nyonya Alston tidak lagi menunjukkan kebaikan atau kebohongannya lagi. Dia sepenuhnya marah kali ini.
Jika bukan karena statusnya sebagai istri keluarga ternama, dia sangat ingin menyiram wanita di depannya ini dengan secangkir kopi panas.
"Aku hanya memiliki pemikiran yang cerdas. Apa yang salah jika aku menebak semua alur kehidupan orang kaya saat menangani orang miskin yang menghalangi mata? Bukankah ujung-ujungnya juga uang?" Chezy mencibir.
"Nyonya bahkan datang ke tempat di mana aku bekerja dan bertemu dengan bos mu untuk membiarkannya memecatku bukan? Sayang sekali tidak ada hasil." imbuhnya.
"Kamu tahu begitu banyak tentang ini! Pemilik toko bunga itu sangat muda. Kamu pasti selingkuh di belakang Dallas dan tidur dengannya sebagai jaminan tempat kerja 'kan?" tuduh Nyonya Alston.
"Huh, ini harus aku tanyakan pada tunangan Dallas yang baik. Apakah dia setia pada Dallas selama ini atau bermain di belakang dengan pria lain?"
Nyonya Alston bangkit dan menampar meja cukup keras. Untung saja tidak banyak pelanggan di kafe tersebut karena lokasinya cukup tertutup. Chezy sulit ditangani. Nyonya Alston salah menilainya. Dia tidak sepolos saat datang ke keluarga Alston.
"Sonya adalah wanita yang baik dan lembut. Aku telah menyaksikannya tumbuh dari kecil saat datang ke keluarga Alston. Jangan samakan Sonya dengan dirimu. Jelas kamu hanya pantas tinggal di lumpur dan Sonya adalah putri di langit!"
Chezy yang baru saja menyesap kopinya tak kuasa menahan tawa. "Bagaimana nyonya tahu dia lembut dan baik hati? Nyonya hanya menyaksikannya saat dia datang ke keluarga Alston, tapi tidak mengawasinya selama dua puluh empat jam di keluarga Marweth," tuturnya semakin menarik.
"Tutup mulutmu!" Nyonya Alston mulai terengah-engah karena menahan marah. Wajahnya sedikit memerah dan kepalanya mulai pusing.
Cukup sudah! Dia tidak bisa berdebat dengan wanita ini lagi. Jika tidak, dia mungkin akan pingsan.
"Jadi intinya kamu tidak mau menerima cek ini 'kan?" tanyanya memastikan.
"Oh, ini ... tentu saja tidak mungkin."
Chezy menggulung semua cek itu dan memasukkannya ke cangkir kopinya sendiri. Segera kertas cek ternoda eh air kopi dan tidak mungkin digunakan lagi.
Chezy sama sekali tidak tertarik dengan cek. "Dallas menberiku uang saku yang banyak, mobil, pakaian dan status. Kenapa aku harus meninggalkannya?"
Wajah Nyonya Alston menjadi lebih pucat. "Kamu ... Kamu benar-benar wanita tak tahu diri!" Dia bersusah payah untuk mengucapkan kalimat tersebut. "Kalau begitu tunggu dan lihat saja! Kamu akan menyesalinya!"
Nyonya Alston melangkah meninggalkan kafe tersebut dengan kemarahan yang tidak lagi terbendung. Jika ini bukan tempat yang ramai orang, dia sudah menampar wanita itu.
Melihat Nyonya Alston pergi, Chezy mencibir. Dia masih belum berniat untuk pergi dan menyesap kopinya lagi.
Tak lama kemudian, dia menunjukkan ekspresi pahit. "Cek tetaplah selembar kertas, tidak enak saat dicampur dengan kopi mahal. Hah ... Sayang sekali."
Chezy hanya bisa merelakan kopi mahal itu terbuang sia-sia. Kemudian seorang pelayan datang sambil memberikan selembar kertas tagihan dua cangkir kopi. Dia terkejut.
"Apakah wanita yang memesan tadi belum membayar kopinya?"
Pelayan itu menggelengkan kepalanya dengan sopan.
Chezy melihat berapa dollar yang harus dibayar lalu mencibir, "Katanya istri pria kaya tapi bahkan tidak mampu membayar dua cangkir kopi."
Si pelayan hanya tersenyum diam-diam, tidak mau berpikir banyak. Yang penting uangnya ada untuk membayar dua cangkir kopi mahal.
Chezy mengeluarkan beberapa lembar dollar dari tas bahunya kemudian meninggalkan tempat tersebut.
Wanita itu sama sekali tidak menyadari jika tak jauh dari tempatnya duduk sudah ada Dallas yang sedang minum secangkir kopi. Karena sofa kafe yang tinggi dan cukup nyaman, orang lain tidak akan tahu pihak mana saja yang duduk di tempat lain. Semacam privasi dari pihak kafe.
"Kali ini sepertinya aku menemukan mainan yang menarik," ujar Dallas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Sandisalbiah
hati² Dallas.. bisa jadi kamu yg bakal jd mainan Chezy.... kamu jgn mengikuti jejak ibumu yg sombong tp tdk bermodal...
2024-02-29
0
fifid dwi ariani
sehat selalu
2022-09-16
0
Romi Yati
hebat chazi....puter balik
2022-04-28
0