Merasakan kebebasan di kedua tangannya, Chezy pada akhirnya meremas seprai dan mata terpejam. Suaranya sedikit teredam di bantal dan wajahnya memerah.
Yang paling dikhawatirkan adalah saat Dallas benar-benar mendapatkan puncaknya sendiri, gerakannya akan menjadi lebih besar. Terkadang pria itu akan mengumpat di dekat telinganya dengan napas berantakan yang sulit untuk dikontrol. Sangat berbeda jauh dengan citra dinginnya yang tidak mungkin berkata kasar.
Wanita itu mulai membuatnya candu. Dia mengerang tapi suaranya seperti sengaja ditahan. Pada akhirnya, dia mendapatkan puncaknya secara bersamaan dengan Chezy.
"Bajin*an!" Chezy marah padanya karena menjambak rambutnya.
Dallas hanya tersenyum puas tanpa rasa bersalah sedikit pun. Heh, jadi kenapa jika dirinya merupakan seorang bajin*an? Dia tidak keberatan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pada hari berikutnya, Dallas memberi tahu Chezy tentang kakek nya yang meminta untuk kembali ke rumah utama. Pria tua itu pasti ingin melihat seperti apa Chezy. Mungkin Gaines sudah memberikan beberapa bahan bakar ke api untuk mengkritiknya.
Tapi Dallas tidak peduli, dia sama sekali tidak memiliki kesan yang baik pada Sonya yang kini berstatus tunangannya.
"Apa yang ada di lantai tiga? Tidak bisakah aku melihatnya?" Chezy yang telah mendapatkan energi di tubuhnya kini sedang sarapan di meja makan. Dia duduk berseberangan dengan pria itu.
Gerakan memotong daging pria itu terhenti sejenak, menatapnya dengan mata peringatan. "Lebih baik kamu tidak datang ke lantai tiga dan jangan sedikit pun untuk mencari tahu apa yang ada di sana. Ingat itu. Apakah kamu tahu?"
Chezy terkejut. Apakah begitu rahasia hingga memperingatinya begitu banyak. Tidak heran Butler Sun memberi tahunya untuk tidak mencoba mencari tahu tentang apa yang ada di lantai tiga. Tuannya tidak pernah mengizinkan siapapun untuk membersihkan lantai tiga.
Apakah Dallas selalu membersihkannya sendiri hanya agar orang tidak tahu.
"Apakah kamu menyembunyikan sesuatu? Mungkinkah kamu menyembunyikan orang lain di sana?" tebaknya bercanda, tidak mau lagi membahas ini.
"Kenapa kamu tiba-tiba bertanya tentang ini?" Dallas kembali ke penampilannya yang pemalas.
Jika Chezy tidak tahu jika di balik penampilan malasnya ini menyembunyikan kegilaan binatang buas saat bercinta, mungkin akan percaya dengan sikap tenangnya.
"Bukan apa-apa. Aku hanya seperti mendengar suara dari lantai tiga dan penasaran."
Saat bangun pagi, dia tanpa sengaja dibangunkan oleh suara benda jatuh di lantai atas. Tidak tahu apa, namun yang pasti benda jatuh ke lantai itu tidak ringan. Jadi dia penasaran.
"Jangan pedulikan. Aku hanya tak sengaja menjatuhkan sesuatu di atas sebelumnya." Dallas memberikan alasan yang bagus.
"Oh, ternyata seperti itu."
Tak lama, Dallas telah menyelesaikan sarapannya. "Bersiaplah siang nanti, aku akan menjemputmu setelah menyelesaikan beberapa urusan di kantor."
"Kalau begitu aku akan pergi ke toko bunga dulu."
"Ya." Dallas tidak mempermasalahkannya.
Setelah itu, asisten Dallas datang untuk menjemputnya. Seorang pria berjas rapi yang tampan, usianya mungkin tidak berbeda jauh dengan Dallas. Pria itu datang sambil memegang tas berisi dokumen penting perusahaan lalu tersenyum pada Chezy.
"Selamat pagi, Nyonya," sapanya.
"Pagi, Asisten Jill." Chezy mengangguk ringan.
Asisten Dallas bernama Jill. Seorang pria berkacamata hitam yang tampak selalu menyembunyikan dirinya.
Tak heran Dallas sedikit menganggur kemarin, ternyata urusan kantor telah diserahkan pada asistennya. Sebagai seorang CEO, tentu saja waktunya sangat terjadwal, sibuk serta mungkin beberapa pertemuan penting di perusahaan serta mitra luar negeri sedang menanti.
Mungkin sebagian perusahaan tertentu akan sangat mementingkan asisten bos besar atau CEO mereka. Asisten inilah yang akan menggantikan berapa urusan bos. Hingga terkadang, seorang asisten dikatakan menderita ketika bos bersantai di luar sana.
"Apakah kamu membawa mobilnya?" tanya Dallas pada Asisten Jill.
"Ada di depan, Bos." Asisten Jill menyerahkan kunci mobil pada Dallas.
Kunci mobil itu diserahkan pada Chezy olehnya. "Aku menyiapkan mobil untukmu agar nyaman saat bepergian. Jika kamu tidak suka modelnya, beri tahu aku dan pilih yang lain."
"Tidak apa-apa." Chezy tidak pernah mempersalahkan jenis mobil. Selama itu hidup dan bisa dikendarai dengan benar.
Setelah itu, Dallas pergi dengan Asisten Jill ke perusahaan Alston Group untuk mengurus pekerjaan. Chezy yang telah menyelesaikan sarapan pada akhirnya pergi ke halaman depan untuk melihat jenis mobil yang dimaksud.
Ternyata itu adalah mobil berwarna merah muda.
"Kenapa harus merah muda?!" teriaknya. Yang benar saja, dia, seorang agen rahasia, harus mengendari mobil sport berwarna merah muda di jalanan?
Ini penghinaan!
Di ambang pintu, Butler Sun menyaksikan Chezy berteriak saat mengetahui jika mobilnya berwarna merah muda. Dia segera menelpon Dallas.
"Tuan, sepertinya nyonya tidak suka warna mobilnya," bisik Butler Sun di telepon.
Dallas yang ada di seberang telepon mungkin tersenyum. "Tidak apa-apa, dia menyukainya."
Setelah percakapan singkat, Butler Sun mengakhiri panggilan telepon. Dia bingung. Jelas nyonya tidak menyukainya tapi tuan berkata nyonya suka itu?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di toko bunga tempat Chezy bekerja saat ini, mobil sedang berwarna merah muda terparkir dengan baik. Beberapa pelanggan sesekali melirik mob tersebut hingga penasaran. Tapi mereka juga merasa lucu saat melihat mobil itu.
Sungguh feminin!
Di teras depan toko, Chezy sedang mengurus beberapa bunga potong yang baru saja dikirim oleh pihak pengelola. Dia mendengkus diam-diam saat mobil merah mudanya menjadi pusat perhatian.
Apakah Dallas mencoba menertawakannya?
"Apakah itu mobilmu?" tanya seorang pria berkemeja putih berjalan menghampiri Chezy.
Wanita itu menoleh ke arah pintu toko. Sosok pria jangkung berwajah Asia tersenyum hangat padanya. Pria itu berpakaian tidak terlalu formal, terkesan lebih santai.
Pria itu bernama Kallen Parker, pemilik toko bunga saat ini. Dia merupakan keturunan darah campuran. Sebelumnya Kallen tinggal di negara J, tempat kelahiran ibunya. Namun setelah ayahnya yang berkebangsaan Negara A memindahkan perusahaan, keluarga akhirnya pindah beberapa tahun yang lalu. Jadi Kallen fasih dalam dua bahasa dari negara kelahiran orang tuanya.
Kallen memiliki mata agak sipit. Setiap kali mengerutkan kening, matanya sedikit tenggelam.
"Iya. Apakah itu terlalu mencolok?" tanya Chezy sedikit malu.
"Tidak apa-apa. Cocok untukmu," jawab Kallen seraya menggelengkan kepala.
Chezy hanya mendesah diam-diam. Cocok dari mananya? Jika aku keluar dari mobil tersebut dengan pakaian hitam sambil memegang pistol, apakah masih cocok dan lucu? Pikirnya.
"Aku tidak menyukainya," gumam Chezy.
"Apa?" Kallen kurang mendengar apa yang dikatakan wanita itu.
"Oh, bukan apa-apa. Aku merasa bunga di sini sangat cantik." Chezy menggelengkan kepala, tersenyum canggung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Anjay Kerot
pada hal itu mobil sport Lo kok yg ada ekspresi kaget😨
2023-11-13
0
Eskael Evol
jangan² Dallas lah sinpembunuh berantai
2023-05-15
0
Risti Dani
Pinky
2022-10-22
0