Godaan Niko

SEORANG wanita mendekati Niko yang kini duduk sendiri sembari memainkan ponselnya setelah kepergian Ana dan Deby. Dia tersenyum penuh selubung saat sudah berhadapan dengan Niko.

"Boleh aku duduk di sini?" Tanya wanita itu.

"Silakan. Lagipula aku akan pergi." Jawab Niko.

"Maaf, bisa duduk sebentar? Aku ingin bicara denganmu." Wanita itu duduk di hadapan Niko. "Perkenalkan, aku Una. Dan kau?" Wanita itu yang ternyata Una, memperkenalkan diri.

"Niko."

"Mm,,,Niko, maaf tadi aku mendengar sedikit pembicaraanmu dengan dua wanita tadi, Ana dan temannya."

Niko yang awalnya cuek dan tak peduli pada Una, mulai menyelidik wanita di depannya setelah wanita itu menyebut nama Ana. Matanya memicing penuh selidik.

"Kau terkejut aku mengenal Ana? Aku sekretaris suaminya dan juga,,, madunya. Aku tahu kau mencintai Ana, kan? Aku bisa membantumu." Una tersenyum licik seperti ular.

"Apa maksudmu?"

"Aku ingin menawarkan kerja sama yang menguntungkan bagi kita berdua."

🌹🌹🌹

"Dari mana saja kamu?" Tanya Pras tajam saat Una baru kembali setelah jam makan siang berakhir.

"Kenapa? Kamu merindukanku?" Tanya Una dengan nada menggoda dan percaya diri.

"Mana berkas produk terbaru?" Suara Pras masih datar dan dingin.

Una tersenyum sinis, dia mengambil berkas yang diinginkan Pras pada lemari meja kerjanya. "Ini, Mas."

Pras langsung menyambar berkas itu dari tangan Una lalu masuk ke ruangannya.

Una tersenyum miring. Lihat saja, Mas. Aku akan membuat keluargamu hancur!

🌹🌹🌹

PRAS pulang sebelum hari gelap. Dia melihat istri dan anak-anaknya sedang bercanda di ruang keluarga, Ana tiduran di karpet dengan menggeliat-geliat karena digelitiki 2 buah hatinya. Rok yang Ana kenakan tersingkap hingga memperlihatkan paha mulusnya.

Pras terpaku bukan hanya karena melihat keakraban istri dan anaknya saja, tetapi juga bagian tubuh istrinya yang tersingkap. Dia mendekati anak dan istrinya dengan mengendap-endap agar tidak diketahui oleh mereka.

"Aaa!!" Ana berteriak saat merasakan usapan di pahanya seraya bengun dari tidurannya. "Mas! Kamu ngagetin aja!"

Pras tertawa.

"Papa!" Panggil anak-anaknya.

Pras langsung memeluk keduanya dan mencium mereka gemas. "Asik banget sih mainnya sampai ga tau Papa pulang."

Ana membenarkan bajunya yang tersingkap di mana-mana, dia lalu mengambil tas kerja suaminya yang tergeletak di karpet. "Mau dibuatkan minum apa, Mas?"

"Kopi aja, tapi jangan kemanisan ya takut diabetes karena kamu udah manis." Jawab Pras disertai gombalannya.

"Sudah punya anak, tidak lucu lagi kalau gombal." Gerutu Ana seraya berlalu menaruh tas Pras kemudian ke dapur.

Pras menurunkan kedua anaknya, membiarkan mereka bermain lagi. Dia lalu ke dapur, mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang. "Gombalan dan rayuan itu masih diperlukan hingga kita menua, Sayang. Agar rumah tangga kita tetap harmonis."

Ana berbalik dan tersenyum. "Bagaimana dengan sekretaris kamu?"

"Aku bersumpah sudah mengakhirinya. Aku sadar jika hanya kamu yang mampu membuat jantungku berdebar. Dan hanya kamu yang mampu membuatku merasakan cinta dan kebahagiaan."

Indra penciuman mereka beradu dan disusul dengan indra pengecap mereka di sore itu. Sore yang begitu indah bagi Ana, setelah mendengar pengakuan suaminya akan posisinya di hati laki-laki itu.

Setelah makan malam, anak-anak tidur. Tinggallah Ana yang sibuk membereskan mainan kedua buah hatinya. Meski lelah, Ana selalu memunguti satu persatu mainan mereka yang tercecer ke mana-mana agar tidak hilang. Agar tidak kebingungan saat anaknya menanyakan di mana mainan itu.

Pras menyalakan VCD player lagu-lagu karoke koleksi mereka dulu. Dia sudah memegang dua buah mikrofon. "Duduklah di sini, Yang. Untuk menghilangkan lelahmu, kita mengenang masa-masa kita pacaran dulu dan awal nikah."

Ana tersenyum lalu duduk di samping suaminya dan mengambil salah satu mikrofon yang dipegang suaminya. Mereka berkaroke bersama.

🌹🌹🌹

SETELAH keberangkatan Pras ke kantor, Ana kedatangan tamu. Tapi bukan tamu yang membawa kebahagiaan untuknya, melainkan tamu yang membuatnya kesal jika mengingat pertemuan terakhir mereka.

"Dari mana kamu tahu alamatku?" tanya Ana ketus.

"Dari seseorang yang mengenalmu, juga suamimu." Jawab tamu itu.

"Ada perlu apa kamu datang ke sini?"

"Jangan terlalu ketus, An. Siapa tahu akulah orang yang kamu cari yang akan membahagiakanmu seumur hidupmu."

Kalian dengar, percaya diri sekali kan tamu itu? Ana mencebik kesal, ingin sekali dia melempar tamu itu hingga keluar pagar. Tapi apalah dayanya yang hanya mampu menggendong anak-anaknya di kedua tangannya, tanpa mampu mengangkat tubuh laki-laki menyebalkan yang ada di hadapannya.

"Sebaiknya kamu pergi, Nik. Aku bahagia bersama Mas Pras!"

"Dengan adanya wanita selingkuhan suamimu, kau bahagia? Atau kau hanya memperlihatkan kebahagiaan semu padaku?"

Dari mana dia tahu tentang perselingkuhan Mas Pras? Deby tidak mungkin memberi tahu karena dia juga tidak menyukai Niko.

Ana berpikir keras, dia tidak ingin terlihat menyedihkan dan merana di depan Niko, laki-laki yang ada di hadapannya. "Dulu memang Mas Pras selingkuh, tapi aku sudah memenangkannya. Dia sudah berpisah dengan wanita itu dan kembali padaku." Ana mengucapkannya dengan nada angkuh sembari mendongakkan kepalanya penuh percaya diri.

Beberapa hari berikutnya, Niko selalu datang ke rumah Ana untuk menggoda wanita itu. Ana takut jika suaminya melihat keberadaan laki-laki itu di rumahnya, meskipun Ana tidak pernah mengizinkan laki-laki itu menginjakkan kakinya di dalam rumah.

🌹🌹🌹

HARI ini jadwal Pras di kantor sangat padat hingga membuatnya sangat sibuk. Dia sudah memberi tahu istrinya jika dia akan pulang terlambat. Jam lima sore dia masih berkutat dengan berkas-berkas, belum lagi jam 6 nanti akan ada rapat dengan seorang klien di salah satu restoran.

"Sudah waktunya rapat dengan PT Lemontree, Mas."

Pras langsung memberikan tatapan tajam pada sekretarisnya.

"Maaf ,,, Pak." Ralat Una.

Pras membereskan berkas-berkas yang berserakan di mejanya lalu menyambar kunci mobilnya lalu keluar dengan Una yang setia mengekori.

Rapat dimulai jam 6 lewat 10 menit serta berjalan lancar. Pras berniat langsung pulang karena malam kian merambat.

"Kamu mau apa?" Tanya Pras saat Una hendak membuka pintu mobilnya.

"Kita pulang kan, Pak?"

"Kamu naik taksi saja."

"Tapi, Pak..."

"Aku sudah terlambat pulang, jadi kamu pulang sendiri naik taksi." Pras langsung masuk ke mobilnya tanpa mempedulikan lagi Una yang menatapnya tak suka.

Pras melihat ada mobil lain di halaman rumahnya. Saat melihat istrinya sedang duduk di kursi teras bersama seorang laki-laki, amarahnya langsung memuncak. Dia segera memarkirkan mobilnya lalu keluar dari mobil dengan langkah lebar menghampiri istrinya dan laki-laki itu, yang ternyata dia mengenalnya.

"Mas, syukurlah kamu sudah pulang." Sambut Ana tersenyum tapi tak dihiraukan oleh suaminya.

"Sedang apa kamu di sini!?" Tanya Pras tajam menusuk gendang telinga.

"Aku sedang menemui istrimu." Jawab laki-laki itu santai seperti mengejek Pras.

"Lebih baik kamu pergi dari sini, Niko." Usir Ana.

"Kenapa? Apa karena suamimu sudah pulang sekarang kamu mengusirku, An?" Tanya laki-laki itu yang memang Niko adanya. "Biasanya juga kamu tidak menyuruhku pergi."

"Jadi kalian sering bertemu!?" jelas sekali Pras menahan emosinya.

"Apa maksud kamu, Nik? Sejak kamu datang juga aku sudah menyuruhmu pergi." Ana yang merasa dipojokkan oleh Niko, membela diri.

Pras menggelengkan kepala pada istrinya. "Aku tidak menyangka, An."

"Mas, aku tidak seperti yang Mas pikirkan. Aku tidak mela--"

"Cukup!" Seru Pras memotong pembelaan Ana.

"Aku sedang menawarkan kehangatanku pada istrimu yang kau selingkuhi." Niko sedang memancing di air keruh.

"Tutup mulutmu dan pergi dari rumahku!" gertak Pras.

Ana masih diam membisu, tak mampu berkata apa-apa. Dia tidak tahu harus berkata apa pada suaminya dan juga laki-laki yang beberapa hari ini datang menggodanya.

**Cirebon, 8 Maret 2022

Baca juga karya teman Emak yaaa tapi siapkan hati dan tisu, karena mengandung bawang 😂 dan bikin darah tinggi 🤭

Author : Novi Putri Ang

Judul : Kembaranku Maduku

Melati Atmaja dan Mawar Atmaja adalah saudara kembar yang terpisah sejak mereka kecil. Mereka dipertemukan kembali setelah mereka dewasa. Diam-diam Mawar mencintai Rafael, suami dari kakak kembarnya sendiri. Melati yang dianggap mandul dan tidak bisa memberikan keturunan selalu dihina oleh ibu mertuanya. Hingga Mawar merebut suami kakaknya dan didukung oleh mertuanya, karena saat itu Mawar sedang mengandung anak Rafael, setelah mereka melakukan hubungan terlarang itu.

Bagaimana kisah hidup Melati selanjutnya, setelah saudara kembarnya sendiri menjadi penghancur rumah tangga dalam hidupnya?

Temukan jawabannya di karya milik teman Emak yaa 😘😘**

Terpopuler

Comments

Bhebz

Bhebz

ih ngeri bangets

2022-03-28

0

ennita

ennita

boom like aku kirimkan Thor ..salam dari Malaikat Kecilku 🙏😊

2022-03-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!