Krim Malam

ANA mematut dirinya di depan cermin salon. Dia meneliti wajahnya, menata rambutnya dengan jari serta memutar tubuh beberapa kali untuk melihat pantulan dirinya di cermin.

Ana hampir tidak percaya, jika wanita cantik di cermin itu adalah dirinya. Aku masih cantik dan menarik. Aku yakin aku bisa merebut Mas Pras dari wanita itu.

Keluar dari salon, Ana menuju sebuah butik yang tak jauh dari salon itu. Ana memilih beberapa pakaian yang akan menunjang penampilannya agar terlihat cantik dan menarik dimata suaminya.

Dress tanpa lengan, atasan berleher sabrina dan lingeri seksi sudah dipilihnya. Ana bergidik geli sendiri saat menempelkan linggeri itu ditubuhnya untuk melihat cocok tidaknya linggeri itu untuknya. Ada juga atasan dengan model crop di bagian perutnya. Sebenarnya Ana ragu untuk mengambil blus crop itu, tapi kebersamaan suaminya yang mesra dengan perempuan lain membuat amarahnya membara. Dia sudah bertekad untuk menggoda kembali suaminya.

Ana mencari toko kosmetik setelah keluar dari butik. Sudah lama dia tidak membeli kosmetik dan tidak memakainya. Ana membeli segala ***** bengek yang menyangkut perawatan wajah seperti krim siang malam dan lainnya. Ana juga membeli parfum favoritnya dulu.

Ana kembali dari perburuan untuk menunjang penampilannya di depan sang suami saat siang menjelang sore. Ana ke rumah orang tuanya terlebih dulu untuk menjemput kedua anaknya.

"Mama??"

Sambutan si sulung yang ragu jika wanita cantik yang berdiri di depannya adalah Ibunya membuat Ana tertawa. Begitu berbedakah dirinya sekarang?"

"Kau sangat cantik, An. Lihat, Arzanka sampai tak percaya jika ini kamu." Puji sang ibu.

"Mama bisa aja.." Ana tersipu. "Sini, Kak. Sama Mama."

Balita 3 tahun itu mendekat ke arah Ana. Ana langsung memeluk putra sulungnya. "Maafin Mama ya, Kak. Mama udah ninggalin kamu sama adik lama." Ana mencium pipi Arzanka.

"Ini benelan Mama?" Tanya balita itu masih ragu.

"Iya, Sayang. Ini Mama. Kenapa?"

"Kok jadi cantik?"

Pasti aku kemarin jelek banget ya, sampe anakku aja ga kenal sama aku. Pantas Mas Pras selingkuh.

***

ANA pulang ke rumah sore hari. Dia langsung masak lalu membereskan rumah. Dia selalu berharap jika Prasetya akan pulang saat makan malam. Tapi harapan tinggal harapan. Pria itu tak pernah pulang saat makan malam, dia baru akan pulang saat malam mulai larut dan anak-anaknya sudah terlelap.

Arzanka dan Arzetta menjadi balita yang haus kasih sayang ayahnya. Ana memakai krim malam sebelum dia tidur. Malam ini dia tidur masih menggunakan piyama karena linggeri yang dibelinya tadi siang belum sempat dia cuci.

Ana ketiduran di kamar saat menidurkan si kecil. Dia tidak mendengar suara mobil masuk garasi, tiba-tiba dia merasakan jika ranjangnya bergerak pertanda ada seseorang yang tidur di sampingnya. Tapi dia terlalu mengantuk untuk membuka mata.

Prasetya menatap istrinya lekat, merasa pangling dengan wanita yang 4 tahun terakhir menemaninya, 5 tahun jika dihitung sejak masa pacaran.

Seperti ada yang berbeda. Ana,,, terlihat lebih cantik dari biasanya.

***

PRASETYA merasa berbeda hari ini. Istrinya kini tak memakai daster serta rambutnya dijepit di bagian tengahnya, tidak dicepol lagi. Dan sepertinya, istrinya itu memakai parfum karena tercium aroma harum dan saat istrinya menoleh, Prasetya dibuat semakin terkejut dengan penampilan istrinya. Hari ini istrinya memakai kosmetik! Sesuatu yang sudah lama diabaikan oleh wanita yang menjadi ibu dari anak-anaknya itu.

Prasetya sarapan dengan pedasaan linglung. Akhirnya dia memilih manghabiskan sarapan secepatnya dan pergi ke kantor. Ana mengantar suaminya sampai teras bersama anak-anaknya.

"Papa..." Panggil si kecil saat Prasetya akan memasuki mobilnya.

"Papa kerja dulu, Arzetta sama Mama ya."

Prasetya mulai melajukan mobilnya dan hanya melirik sekilas pada Ana dengan tatapan yang entah apa artinya.

Ana kembali menjalankan harinya seperti biasa. Hanya bedanya, Ana sudah tidak kumal lagi. Wanita itu tersenyum puas melihat suaminya seperti kebingungan atau,,, terpana?

Ana menelepon Deby untuk menceritakan kejadian pagi tadi pada sahabatnya itu. Deby sangat senang dengan perubahan Ana, Ana pun demikian. Setelah melihat ekspresi suaminya tadi pagi, Ana semakin bersemangat untuk menggoda sang suami. Ana juga mengucapkan terima kasih pada Deby karena sahabatnya itu mengiriminya paket.

Ana sangat terkejut melihat isi paket yang dikirimkan Deby untuknya. Ana langsung menelepon kembali sahabatnya itu.

"Kamu apa-apaan mengirim ini buatku?"

"Supaya Mas Pras tergoda, lah."

"Tapi aku malu, Deb. Pakaian ini terlalu minim dan menerawang."

"Justru itu, An. Laki-laki itu akan mudah tergoda jika dia bisa melihat bagian tubuh yang disukainya dari seorang wanita, seperti bagian dada."

"Tapi aku tidak percaya diri, Deb."

"Kamu harus percaya diri. Kalau tidak, kamu bisa kehilangan Mas Pras-mu itu!"

Ana mendesah pasrah. "Aku coba."

"Kamu harus semangat, An."

Ana mengakhiri panggilan teleponnya dengan Deby. Ana yakin, dia pasti akan berhasil mendapatkan perhatian suaminya lagi. Ana berpikir, kenapa tidak dari dulu dia merubah penampilannya? Kenapa baru sekarang dia berpikir untuk berubah? Setelah suaminya itu selingkuh. Bahkan perubahan ini bukan inisiatifnya, tapi Deby. Dia sangat bersyukur memiliki sahabat seperti Deby yang selalu ada untuknya.

Saat mengambil minum di dapur, Ana tersenyum sendiri melihat tali jemuran di halaman belakang. Tali itu dipenuhi pakaian-pakaian seksi yang dibelinya kemarin untuk menggoda sang suami. Bahkan, paket yang dikirimkan Deby barusan isinya adalah,,, LINGGERI SUPER SEKSI! Lebih seksi dari yang dibelinya kemarin.

Ana melihat anak-anaknya masih tidur dengan nyenyak. Dia membuat secangkir kopi serta setoples cemilan, lalu dibawanya ke ruang keluarga untuk menemaninya menyetrika pakaian.

***

LELAH raga, itu sudah biasa Ana rasakan. Ditambah beberapa bulan terakhir jiwanya juga lelah menghadapi suaminya yang mulai kasar tak hanya padanya, tapi juga pada anak-anak.

Ana sedang di dapur, memasak untuk makan malam. Sementara kedua buah hatinya bermain di ruang keluarga setelah dimandikan.

"Papa..."

Terdengar suara panggilan dari si sulung. Ana menghentikan sejenak kegiatan mengiris bawang dan memasang telinganya tajam. Ana mengerutkan keningnya saat mendengar suara suaminya dari ruang keluarga.

Karena belum percaya seratus persen, Ana melihat layar ponselnya yang tergeletak di meja dapur untuk melihat jam.

Baru jam setengah lima. Kenapa Mas Pras sudah pulang?

"Kamu masak apa?"

Ana terkejut saat mendengar suara bariton suaminya yang menanyakan kegiatannya. Ana semakin merasa heran, apa yang terjadi pada suaminya? Pulang lebih awal, dan kini menanyakan kegiatan yang sedang Ana lakukan. Dua hal yang sudah lama tak dilakukan suaminya sejak beberapa bulan lalu, mungkin tepatnya setelah suaminya memiliki wanita lain di luar.

Ana membalik badannya, mencoba setenang mungkin berhadapan dengan suaminya. Ana merasa gugup, seperti saat dia baru berpacaran dengan Prasetya dulu. Apakah masa-masa manis dulu akan terulang lagi?

Ana tak berani berharap. Itu kalimat pertama yang ditanyakan Prasetya sebagai bentuk perhatiannya setelah beberapa bulan terakhir. Senyum Ana mengembang, berjuta harapan dia sampaikan lewat senyum itu.

"Aku lagi masak semur ikan patin untuk makan malam." Jawab Ana sedikit gugup.

Prasetya hanya mengangguk lalu masuk ke kamar. Prasetya tidak tahu apalagi yang harus ditanyakannya. Dia sendiri tidak tahu kenapa dia seperti ini. Dia menolak ajakan makan malam Una dan memilih pulang.

Menjelang tidur, Prasetya kembali dibuat tercengang dengan kebiasaan baru istrinya. Dia melihat wanita itu duduk di depan meja rias dan mengoleskan krim di wajahnya. Matanya semakin membulat dan menelan ludahnya kasar saat melihat pakaian yang dikenakan istrinya.

**Cirebon, 2 Maret 2022

Baca karyaku yang lain juga ya kakaaaa 😚😚😉**

Terpopuler

Comments

Riena El Fairuz

Riena El Fairuz

yeay ana berhasil

2022-03-10

1

Nonny

Nonny

ak mmpir ka

2022-03-04

1

selvi_19

selvi_19

hallo kak aku like dan favorit dulu ya, nanti kalok dah punya poin aku kasih poin

2022-03-04

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!