Brukk,
Revan membuka pintu gudang dengan begitu kasar.
"Loh, kok wanita itu tidak ada, apa dia melarikan diri Revan?"ucap Tamara saat melihat gudang itu kosong tidak ada sosok Adira di dalam sana.
"Sepertinya begitu bu, ayok kita cari dia, dia pasti belum jauh dari sini."ujar Revan.
Mereka pun segera berjalan dengan tergesa untuk mencari keberadaan Dira, seluruh isi rumah dan juga halaman telah mereka telusuri, tapi nihil Adira tidak nampak batang hidung nya sama sekali. Kemudian mereka pun melakukan pencarian ke sekitaran rumah dengan menggunakan mobil.
************
Sementara itu Adira kini tengah berjalan di jalanan yang cukup sepi, dia menyusuri jalanan itu dengan langkah gontai. Pikiran Adira melayang jauh kebelakang, andai saja dia tidak lemah, andai saja dia bisa melawan, mungkin anak-anaknya kini masih hidup. Adira terus saja menyalahkan dirinya sendiri.
"Buat apa lagi aku hidup? aku sudah tidak punya tujuan. Ingin balas dendam pun tidak bisa, aku tidak akan bisa mengalah kan mereka. Mereka terlalu kuat, kekuasaan nya juga sangat besar, apalah aku yang tak punya apa-apa ini."lirih Adira sembari berdiri di pinggir jembatan yang di bawahnya terdapat aliran sungai yang begitu deras.
"Lebih baik aku menyusul kedua anaku saja, aku sudah tidak sanggup lagi hidup dalam belenggu kesedihan ini. Aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk mereka."Adira memanjat untuk menaiki pembatas jembatan itu.
Setelah dia berada di atas pembatas jembatan, dia pun merentang kan kedua tangannya kemudian dia menutup kedua kelopak matanya, Adira menarik nafas panjang dia sudah bersiap untuk melompat dan...
Brukkkk,
Seseorang menarik tangan Adira kebelakang hingga tubuh Adira menjadi oleng lalu terjatuh menimpa tubuh kekar orang itu.
Dira pun sontak saja membuka kedua kelopak matanya, hal pertama yang dia lihat adalah sepasang bola mata biru nan jernih yang sedang menatapnya. Sesaat mata mereka saling bertemu sebelum akhirnya Adira memalingkan wajahnya.
"Bisa kah kau bangun dari atas tubuh ku."suara nge bas dan juga dingin itu seketika menyadarkan Adira, dia pun langsung saja bangkit dari atas tubuh pria itu.
"Ah, maaf tuan. Lagi pula mengapa anda menyelamat kan saya? seharusnya anda membiarkan saja saya mati."ucap Adira dengan raut wajah penuh kesedihan.
"Apa dengan mati masalah mu akan selesai?"tanya orang itu dingin.
"Setidaknya dengan mati aku tidak akan menderita lagi, aku tidak akan merasakan rasa bersalah ini lagi. Lagi pula untuk apa aku hidup? aku tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini."lirih Adira di sertai deraiyan air mata.
"Aku memang tidak tau apa masalah mu, tapi jika kau butuh teman untuk bercerita, kau bisa menceritakan masalah mu padaku."ucap orang itu, entah mengapa dia merasa kasihan pada wanita di hadapan nya ini, padahal sebelum nya dia tidak pernah peduli terhadap orang lain apa lagi terhadap seorang wanita.
"Apa kamu ingin menjahati ku?"ujar Dira takut.
"Untuk apa aku menjahati mu, jika memang benar begitu untuk apa aku tadi menyelamat kan mu, ku biarkan saja kau mati terseret aliran sungai yang begitu deras itu."ujarnya dengan berwajah datar.
"Ah, maafkan aku, aku pikir kau ingin menjahati ku."ucap Dira.
"Ya, aku maaf kan. Ayok ikut aku, kau bisa menceritakan semua masalah mu padaku."orang itu menatap Dira dengan iba.
"Ikut kemana?"
"Aku akan membawa mu untuk membeli pakaian, lalu kita akan pergi ke suatu tempat."Jawab orang itu.
"Ah, sebaiknya kita berkenalan dahulu, Nama ku Lisander Aserald Laleigh. Nama mu?"Dia mengulurkan tangannya kearah Dira.
"Nama ku Adira Malikasafiya, tuan."Adira menyambut uluran tangan pria itu.
"Panggil saja aku Aderald."ucapnya.
"Ah, baik lah, A-deral."
"Ayok kita berangkat, kau bisa bercerita padaku di mobil."ajak Aderald.
Aderald pun mengajak Adira untuk menuju ke mobilnya, sesampainya di sana Aderal pun langsung saja melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Kau bisa mulai bercerita padaku tentang semua masalah mu, hingga kau berniat ingin mengakhiri hidup mu."Aderald melirik kearah Adira sekilas lalu dia kembali fokus ke jalanan.
Adira pun terlihat menarik nafas panjang kemudian dia mulai bercerita tentang apa saja yang terjadi kepadanya selama ini tentang ke kejaman keluarga suaminya hingga perselingkuhan suaminya yang berujung memberinya madu. Dia juga menceritakan tentang pernikahan nya yang di penuhi sandiwara suaminya dan dia juga tidak tau apa penyebab semua itu.
"Mereka juga lah yang telah menyebabkan kedua anaku meninggal, mereka pembunuh, mereka telah membunuh kedua anaku."ucap Adira sembari terisak pilu.
"Jangan menangis, kedua anak mu pasti sedih melihat ibunya terpuruk seperti ini."entah mengapa Aderald merasa iba pada wanita ini.
"Mereka jahat, mereka iblis, mereka sangat biadab. Mereka telah membunuh anaku hiks."Adira menangis begitu pilu sehingga Aderald yang mendengarnya pun ikut merasakan kesedihan itu.
Seettt,
Tiba-tiba Aderald mengerem mobilnya dengan begitu mendadak.
"Apa kau ingin membalas mereka?"Aderald membalikan posisinya hingga menghadap Adira.
"Ya, aku ingin sekali membalas semua sakit dan juga ke kejian mereka. Tapi aku tidak tau bagaimana caranya, mereka mempunyai kekuasaan, sedangkan aku, aku tidak punya apa-apa."jelas Adira lirih.
"Aku akan membantu mu."ucap Aderald yakin.
"Apa kamu serius?"tanya Adira tidak percaya.
"Aku serius, asal kau mau keluar dari keterpurukan ini. Jangan lagi berlarut dalam kesedihan, buktikan pada mereka bahwa kau itu adalah wanita yang kuat."Jawab Aderald dengan menatap Adira lekat.
"Aku mau, aku akan berusaha untuk bangkit dan keluar dari keterpurukan juga kesedihan ini. Aku ingin membalas semua yang telah mereka perbuat pada ku dan juga anak-anaku dengan setimpal."ucap Adira semangat.
"Good, kalau boleh aku tau, siapa suami mu? sepertinya dia cukup berpengaruh di kota ini jika aku mendengar dari cerita mu."tanya Aderald.
"Dia adalah Revan Erlangga Revanga, pemimpin dan juga pemilik dari perusahaan Revanga group."Jawab Adira.
"Revanga group?"
"Iya, Revanga group. Apa kau mengenalnya?"
"Tidak, hanya saja nama itu begitu pamiliar di ingatan ku."
"Revanga group? jadi Adira adalah istri dari anaknya Haris. Apa jangan-jangan? aku harus mencari inpormasi ini lebih lanjut."batin Aderald.
Aderald pun kembali melajukan mobilnya ke tempat tujuannya, yaitu mall. Dia berniat akan membelikan Adira pakaian.
"Kenapa kita kesini?"tanya Adira heran pasalnya Aderald membawanya ke butik pakaian wanita.
"Pilih lah, aku yang akan membayarnya."ucap Aderald.
"Tapi,"
"Tidak ada tapi-tapian, pilih atau aku tidak akan membantu mu."ancam Aderald.
"Baiklah."
Adira pun memilih beberapa set pakaian yang sekiranya cocok dengannya, setelah itu dia membawanya kepada Aderald yang sedang menunggunya di kasir.
Selesai berbelanja pakaian Aderald pun membawa Adira ke salon yang paling ternama dan ternyata itu adalah salon milik Mira, Adira pun begitu senang karna dia telah bertemu kembali dengan Mira.
Adira melakukan beberapa stritmen perawatan wajah dan juga kulit, Mira sendiri yang turun tangan untuk membantu Adira.
"Kulit mu akan kembali mulus dengan rutin perawatan, bekas jerawat yang ada di wajah mu juga akan hilang dan kamu akan kembali cantik."ucap Mira.
"Benarkah?"tanya Adira antusias.
"Tentu, hanya saja kau harus rutin berkunjung kesini, aku juga akan membawa mu ke tempat kebugaran supaya tubuh mu bisa terbentuk dan juga kencang."ujar Mira.
"Tapi biaya nya pasti mahal sekali."lirih Adira.
"Bukan kah aku yang membawa mu kesini, jadi aku juga yang akan membiayai sekuruh perawatan mu."ucap Aderald yang sedari tadi menyimak pembicaraan mereka.
"Siapa dia Dir? pacar baru mu ya? apa kau sudah berpisah dari suami kejam mu itu?"Mira memberondong Adira dengan berbagai pertanyaan.
"Ok, aku akan menjelaskan nya padamu Mir."Adira pun menjelaskan apa saja yang terjadi padanya hingga berujung di sini bersama dengan Aderald.
"Kejam sekali mereka, mereka itu bukan manusia tapi iblis, sungguh biadab sekali. Aku setuju dengan langkah yang kau ambil saat ini, aku akan selalu membantu dan juga mendukung mu Dira."ucap Mira tulus.
"Terimakasih, Mira. Terimakasih juga untuk mu Aderald."Adira menatap Mira dan juga Aderald secara bergantian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
💮Aroe🌸
pahlawan tidak bertopeng😁 gifting, adira💪
2022-03-07
2
💮Aroe🌸
mirip mirip gimanaaaa gitu namanya😁
2022-03-07
1