Seminggu sudah Adira tinggal di Mansion besar milik Aderald, Mansion itu juga adalah markas utama Black Blood Devil. Awalnya Adira sangat kaget begitu dirinya sampai di mansion besar itu yang ternyata adalah markas mafia juga. Adira tidak menyangka bahwa orang yang telah menolongnya adalah seorang mafia, dia sempat takut dan berniat ingin pergi dari tempat itu. Tapi Aderald berusaha memberi penjelasan padanya bahwa BBD bukan lah mafia yang membunuh sembarang orang seperti para mafia lainnya, BBD hanya akan membunuh orang yang bersalah saja. Aderald juga kembali mengingatkan Adira, bukan kah dirinya ingin membalas dendam pada keluarga Revanga? maka inilah saatnya bagi dia untuk balas dendam, dengan menjadi wanita yang kuat dan juga tidak mudah untuk di tindas. Setelah mendengar penjelasan Aderald, akhirnya Adira pun mau bergabung dengan BBD.
Dalam seminggu ini Adira menghabiskan waktunya untuk menenangkan diri, dia belum memulai aktipitas apa pun, tapi sangat terlihat jelas jika Adira perlahan-lahan mulai ceria kembali, dia tidak lagi terpuruk dalam kesedihan. Sedikit demi sedikit dia juga sudah bisa tersenyum walau senyumnya tak sehangat dulu lagi.
"Apakah kamu siap untuk memulai latihan ini?"tanya Aderald, kini mereka sedang berada di lapangan mansion tempat para anggota berlatih.
"Sangat siap."Jawab Adira yakin.
Aderald pun langsung saja memulai untuk melatih Adira, dia mengajarkan beberapa teknik dasar ilmu bela diri. Dari mulai karate, taekwondo dan juga Muay thai. Aderald turun tangan langsung untuk melatih Adira, dia tidak menyuruh tangan kanan mau pun anggotanya.
Aderald melatih Adira dengan sabar, lembut dan juga telaten. Meskipun belum ada senyuman yang terpancar di wajah dinginnya, tapi kelembutan Aderald membuat Adira nyaman, di sini Adira merasa sangat di hargai, tidak ada lagi orang yang memperbudak dan juga menghina nya. Dia seperti punya keluarga baru di tempat ini, apalagi Aderald memperlakukan nya dengan sepesial, dia tidak mengijinkan Adira melakukan pekerjaan apa pun karna semua tugas mansion ini di kerjakan oleh para pelayan yang di gaji sangat besar tentunya oleh Aderald.
Setelah Adira sudah memahami teknik dasar beladiri yang di ajarkan olehnya, Aderald pun membawa Adira untuk ber istirahat,
"Sebaiknya kamu segera membersihkan diri, sehabis itu kamu temui aku di ruang kerja, karna ada suatu hal yang ingin aku bicarakan padamu."ucap Aderald.
"Baiklah, kalau begitu aku permisi."Adira melangkah kan kakinya menuju kamar yang telah Aderald siap kan untuk nya.
"Dia harus mengetahui tentang semua ini."lirih Aderald kemudian dia juga pergi ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri.
********
Adira menatap kagum isi lemari pakaiannya, pasalnya di sana terdapat jejeran pakaian berendit dengan berbagai model dan juga merek ternama tentunya.
"Wau, benarkah ini semua untuku? baik sekali dia."gumam Adira.
Setelah menatap puas jejeren baju itu Adira pun mengmbil satu buah dres berwarna navy kemudian dia mengenakan nya, kebetulah dia baru saja selesai mandi.
"Apa ya, yang ingin Derald bicarakan? sepertinya sangat serius sekali."ucap Adira sembari melangkah keluar dari kamarnya.
Begitu sampai di luar Adri pun langsung saja bertanya kepada kepala pelayan yang kebetulan sedang lewat, dia menanyakan di mana letak ruang kerja Aderald.
"Ini Non ruang kerja tuan Aderald."ucap kepala pelayan yang mengantarkan Adira.
"Baik, terimakasih ya, bi."Adira tersenyum begitu ramah.
"Sama-sama Nona, kalau begitu saya permisi."pelayan itu pun berlalu pergi dari hadapan Adira.
Setelah pelayan itu pergi Adira langsung saja mengetuk pintu ruang kerja Aderald.
"Masuk."
Terdengar sahutan dari dalam, Adira pun langsung saja masuk kedalam ruangan itu, ternyata di sana Aderald tidak sendiri dia tengah bersama dengan David.
"Duduk lah."perintah Aderald.
Adira pun duduk di sopa yang berada di hadapan Aderald dan juga David.
"Ada apa? sepertinya ada hal serius yang ingin kau bicarakan padaku?"tanya Adira.
"Ya, ini memang sangat serius. Ini menyangkut asal-usul dan juga jati dirimu."Jawab Aderald.
"Asal-usul ku? kamu tau tentang asal-usul ku?"Adira menatap Aderald penasaran.
"Tadinya aku hanya menebak saja, lalu aku memerintah anak buah ku untuk menyelidiki kebenarannya dan ternyata dugaan ku benar, kau adalah orang yang selama ini ku cari."Jelas Aderald.
"Bisa kau jelaskan apa maksud semua ini? jujur saja aku tidak mengerti."ucap Adira.
"Baiklah, jadi begini. Orang tua ku dulu mempunyai seorang sahabat yang bernama Bams putra Ginanjar, dia mempunyai seorang istri yang bernama Ayudiyah Ginanjar dan juga seorang putri kecil yang baru berusia satu tahun. Orang tua ku dan juga mereka begitu akrab dan juga sangat dekat bahkan mereka berniat menjodohkan putra-putri mereka, yaitu aku yang pada saat itu baru berusia dua tahun dengan putri kecil sahabat orang tua ku. Namun naas ketika pasangan pasutri itu hendak pergi keluar kota, mereka di bunuh dengan secara keji oleh klan mafia yang telah di sewa oleh seseorang tapi pada saat orang tuaku menemukan jasat mereka, putri kecil itu tidak ada, kemungkinan di bawa oleh orang-orang yang telah membunuh orang tua mu."tutur Aderald.
"Jadi, putri kecil itu adalah aku?"tanya Adira dengan berkaca-kaca.
"Ya, itu adalah dirimu. Maafkan orang tuaku, mereka saat itu sudah mencarimu kemana-mana tapi mereka tidak menemukan mu. Mereka hanyalah orang biasa yang tidak mempunyai kekuasaan apa pun, beruntung orang tua mu telah membantu mereka untuk memulai usaha hingga mereka bisa bertahan hidup."ujar Aderald.
"Siapa yang telah membunuh orang tua ku?"tanya Adira dengan wajah penuh amarah.
"Haris, dia adalah ayah dari suami mu."
"Maksud mu, ayah Revan lah yang telah membunuh orang tua ku?"ucap Adira dengan tatapan mengintimidasi.
"Benar sekali dan itu juga lah alasan Revan menikahi mu. Dia membutuhkan tanda tangan mu untuk mengambil alih seluruh harta ke kayaan orang tua mu, karna di sana tertulis dirimu lah yang menjadi ahli waris tersebut."Aderald menatap Adira dengan begitu lembut.
"Jahat sekali mereka, mengapa mereka melakukan ini semua kepada ku dan juga orang tua ku. Apa salah kami?"air mata Adira menetes begitu deras di pipi yang sedikit caby itu.
"Jangan menangis, kamu harus kuat, kamu tidak boleh lemah. Aku akan membantu mu untuk membalas semua kejahatan mereka."ujar Aderald.
"Benarkah?"
"Tentu saja, selama ini aku sudah berusaha berjuang dari nol hingga sukses seperti saat ini. Aku tidak mau kejadian orang tua ku terulang kembali, mereka merasa sangat bersalah karna tidak bisa menemukan mu, tidak ada satu orang pun yang mau membantu mereka, karna mereka hanyalah orang biasa yang tak mempunyai kekuasaan. Jadi aku ingin menjadi orang sukses agar aku bisa membantu orang-orang yang lemah."
"Niat mu sungguh mulia, aku pikir kau adalah seorang mafia jahat, yang suka menindas dan membunuh orang yang tidak bersalah."
"Tidak semua klan mafia seperti itu, tapi pada dasarnya klan mafia di pandang buruk jadi tetap saja mafia yang tidak seperti itu pun mereka pandang dengan buruk."
"Hm, ya. Memang seperti itu sih, lalu apa yang harus aku lakukan sekarang? bagaimana caranya menuntut balas kepada Revan dan juga keluarganya?"
"Kamu harus berubah menjadi cantik, bahkan lebih cantik dari istri kedua Revan. Buatlah dia jatuh cinta padamu sampai dia tergila-gila, setelah itu kamu bisa memulai aksi balas dendam mu, hancurkan mereka dari dalam."ujar Aderald.
"Tapi, apa aku bisa menjadi cantik?"lirih Adira tidak percaya diri.
"Tentu, kamu itu memang pada dasarnya cantik, hanya saja karna kamu tidak merawat diri kecantikan mu jadi tertutupi. Aku akan membantu mu untuk berubah, asal kamu punya tekad."ucap Aderald.
"Terimakasih, aku bahagia sekali bisa mengenal mu."Adira tersenyum dengan tulus.
"Tetaplah tersenyum, jangan lagi ada tangis kesedihan menghiasi wajah mu. Mulai saat ini dan seterusnya aku akan selalu ada untuk mu, menjaga mu dan juga membantu mu."Aderald tersenyum tipis bahkan nyaris tidak terlihat.
Sejenak Adira terpesona dengan senyum manis Aderald.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
💮Aroe🌸
jadi orang tuanya sahabatan😍 nama anaknya juga mirip mirip😊
🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️
2022-03-08
1
Vanya Ringostar
Lanjut thor
2022-03-07
1