Harus merasakan apa yang anaku rasakan.

Happy reading💕💕

Dira mulai mengerejapkan matanya, dia merasakan sakit dan juga ngilu yang mendera di bagian punggungnya. Dira kini sudah membuka matanya lalu dia mengingat-ngingat kejadian sebelum dirinya tak sadarkan diri.

"Abian, Naina."Dira mengingat kedua anaknya yang dibawa oleh Tamara dan juga Renata.

"Dimana mereka?"ucap Dira panik, dia pun segera berdiri dengan tertatih lalu dia bergegas pergi mencari keberadaan kedua anaknya.

"ABIAAAN, NAINAA. Kalian dimana?"teriak Dira semakin panik karna dia tidak menemukan keberadaan kedua anaknya setelah dia mengelilingi setiap sudut rumah.

"KALIAN BAWA KEMANA KEDUA ANAKU?"teriak Dira begitu menggelegar saat melihat Tamara dan juga Renata yang baru saja memasuki rumah.

"Rupanya upik abu sudah sadar,"Renata berjalan menghampiri Dira dan di susul oleh Tamara.

"Kemana anak-anaku? kalian apakan mereka?"ucap Dira menatap tajam kedua wanita itu.

"Kamu tenang saja, mereka berdua berada di tempat yang aman."Jawab Renata tersenyum licik.

"Dimana mereka iblis sialan?"geram Dira sembari menarik kerah baju Renata,

"Wau, ternyata Udik mulah berani ya!"Renata menepis tangan Dira guna melepaskan tangan itu, karna dirinya mulai kesusahan bernafas saking eratnya cengkraman Dira.

"JAWAB, atau aku tidak akan melepaskan cengkeaman ini."Dira semakin menarik kerah baju itu sehingga membuat Renata kelabakan.

"Uhuk, lepas..kan BODOH."Renata berusaha melepaskan tangan Dira.

"Lepaskan Renata wanita sialan."Tamara mendorong kasar tubuh Dira hingga dia terjengkang.

Dira bergegas bangkit, lalu dia membalas mendorong Tamara dengan begitu kuat, sehingga Tamara tersungkur di lantai.

Brukkk,

Tamara meringis saat bokongnya mendarat di lantai yang begitu dingin.

"Sialan kamu, Udik."Renata menyerang Dira dengan menjambak kasar rambutnya, Dira juga tak tinggal diam dia juga membalas jambakan Renata dengan lebih kasar.

Bughhhh,

Dira memukul perut Renata keras hingga dia meringis.

"Ahh, ****."umpat Renata.

Dira pun segera mendorong Renata saat dia tengah meringis.

Brukk,

"UDIIIKK."teriak Renata menggelegar.

Dira pun segera berlari untuk mencari kedua anaknya, ada satu tempat yang belum dia cek, kemungkinan kedua iblis itu membawa anak-anaknya kesana. Dira segera berlari dengan begitu kencang menuju ketempat itu.

"ABIAN, NAINA, APA KALIAN ADA DI DALAM?"teriak Dira sembari berusaha mendobrak pintu gudang yang di gembok itu.

Prankkk.

terdengar suara benda terjatuh dari dalam, mungkin itu mereka yang memberi tahu bawha mereka sedang berada di dalam sana, pikir Dira.

"Itu kalian ya, sayang. Bentar ya, tungu Mamah sedang berusaha membuka pintu ini."ucap Dira sembari mencari sesuatu untuk memukul gembok yang bertengger itu.

Kebetulan sekali Dira melihat sebuah balok, lalu dia pun segera mengambilnya. Dira bergegas memukulkan balok itu dengan sekuat tenaga, hingga akhirnya gembok itu pun terbuka.

Dira segera membuka pintu itu dengan kasar, dan segera berlari kedalam gudang.

Dira langsung menitikan air matanya saat dirinya sudah berada disana, sungguh kejam sekali kedua iblis itu, sampai hati mereka memperlakukan kedua anaknya dengan begitu keji seperti ini, apa salah mereka berdua? mereka hanyalah seorang anak yang tidak tau apa-apa?

Dira melepas ikatan kedua anaknya dengan berderai air mata, hati dira begitu sakit bak di tikam ribuan belati tajam, anak yang selama ini dia jaga dia besarkan dengan penuh kasih sayang, sekarang dengan teganya mereka di perlakukan seperti ini oleh Nenek dan juga tantenya sendiri. Dimana hati nurani mereka, apa tidak ada sedikit pun rasa belas kasihan di hati mereka?

"Sayang, kalian tidak papa kan? hm. Maafin Mama ya, Mama tidak bisa menjaga kalian berdua."Dira langsung berhambur memeluk kedua anaknya itu, setelah dia berhasil membuka ikatan dan juga lakban yang menempel di mulut mereka.

"Nai, takut Mah."suara Naina terdengar begitu lirih, tubuhnya juga bergetar dia menangis ketakutan.

"Kamu tenang ya, sayang. Mamah ada disini."Dira semakin mendekap kedua anaknya.

Sementara Abian, dia hanya terdiam dengan tatapan yang sulit di artikan. Entah apa arti tatapan itu, yang jelas Dira melihat kemarahan yang begitu besar di mata Abian.

"Abang tidak papa?"Dira menatap manik mata putra sulungnya.

"Abang tidak papa, Mah."Abian tersenyum manis kepada Dira.

"Adek, mana yang sakit? maafin abang ya, abang gak bisa nolongin adek."sambung Abian mengelus pipi Naina.

"Nai, gak papa abang. Abang jangan sedih ya, kan abang juga di ikat jadi abang gak bisa bantu Nai."Naina tersenyum manis di sela tangisannya.

"Abang sayang Nai."Abian memeluk Naina erat.

"Nai juga sayang, abang."Naina membalas pelukan Abian.

"Abang janji, abang akan selalu menjaga Nai sampai kapan pun."

"Abang janji,"Naina melepaskan pelukannya lalu dia mengagkat jari kelingkingnya.

"Ia, abang janji dan kita tak akan pernah terpisahkan."Abian menyatukan jari kelingkingnya dengan kelingking Naina.

Adira begitu terharu melihat kedua anaknya yang saling menyayangi, Dira sangat bersyukur telah dikaruniai kedua anak seperti mereka.

"Ternyata benar, bu. Si udik ini sudah menemukan anaknya."ucap Renata yang sedang berkacak pinggang di depan pitntu bersama Tamara.

"Mau apa lagi kalian, hah?"Marah Dira menatap nyalang mereka.

"Mau memberi pelajaran padamu, karna kau telah melepaskan tawanan ku."ujar Renata sembari berjalan mendekati mereka dan di ikuti oleh Tamara.

"Mereka adalah anak-anaku. Bukan tawanan kalian."Dira segera mendekap kedua anaknya.

"Mereka adalah tawanan ku, karna mereka sudah berani membangkang."

"Mereka hanyalah anak kecil yang tidak berdosa, sampai hati kalian tega menyakiti mereka. kalian benar-benar biadab, kalian adalah iblis berhati batu."

Renata pun geram dengan ucapan Adira, hingga dia hendak memukul Dira, tapi sebuah pukulan yang begitu keras telah mendarat di tubuhnya terlebih dahulu.

"Kurang ajar kau bocah."ternyata pelakunya adalah Abian.

"Jangan pernah tante menyakiti, Mamaku."teriak Abian marah dengan wajah yang memerah.

Rupanya tadi Abian mengendap-ngendap untuk mengambil balok yang di gunakan oleh ibunya tadi untuk membuka gembok.

"Abang,"Dira tidak menyangka akan keberanian anaknya.

"Mamah, tenang ya. Abang akan melindungi Mamah."bibir mungil itu berucap dengan begitu menggemaskan.

"Terimakasih."Adira sangat terharu.

"Heh bocah tengik, kamu benar-benar tidak tau sopan santun ya. Lihat Dira hasil didikan mu, anak mu tumbuh dengan sangat liar bagaikan seorang pereman."ucap Tamara yang sedari tadi menahan amarah.

"Mereka seperti itu bukan karna didikan ku, tapi karna lingkungan sekitar yang mengajarkan mereka untuk kuat dan harus pandai menjaga diri. Mereka sadar lingkungan yang saat ini mereka tempati adalah neraka tempat bersemayam para ibis."Adira berjalan mendekati Tamara.

Adira mendorong Tamara dengan begitu kuat hingga dia terduduk di kursi tempat kedua anaknya terikat tadi, Adira segera mengikat Tamara yang sedang berontak itu dengan begitu kuat, sedangkan Renata dia tidak bisa membantunya karna dirinya sedang di pukuli oleh Abian dengan brutal dan tak beraturan.

Setelah selesai mengikat Tamara, kini Adira beralih menarik Renata yang sedang meringis kesakitan itu, Dira juga menundukan Renata dikursi dan langsung mengikatnya, Renata tidak tinggal diam dia terus meronta-ronta, Abian pun turut serta membantu ibunya mengikat Renata, hingga dia berhasil terikat.

"Ini kan yang kalian lakukan kepada kedua anaku. Dan sekarang kalian rasakan bagaimana rasanya di ikat seperti mereka."ucap Adira.

"Lepaskan sialan."Renata meronta-ronta.

"Tidak semudah itu, kalian harus merasakan dahulu, apa yang anak-anaku rasakan."

"Da.."

Ucapan Tamara terhenti karna Dira sudah melakban mulutnya, begitu pun juga dengan Renata.

"Nikmatilah!"

"Hm hm hm."

"Enak kan? rasanya."ucap Abian tersenyum mengejek.

Jangan lupa tinggalkan jejak😍😘

Terpopuler

Comments

💮Aroe🌸

💮Aroe🌸

makan tu lakban! makan!😤

puas!

2022-03-01

1

circle

circle

sukurin.. bahagia Aku lihatnya 🤣

2022-02-21

1

Lavinka

Lavinka

mampus tuh si Renata sama nenekny. lagian tega banget sih melakukan hal keji begitu sama anak kecil.

2022-02-20

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!