Manusia iblis.

Brakk!

Dira menggebrak meja begitu keras.

"Heh Udik, kurang ajar ya, kamu."

Brakk!

Renata juga menggebrak meja itu dengan lebih keras.

"Aku kurang ajar seperti ini karna kalian yang sudah keterlaluan, kalian benar-benar tidak punya hati."ucap Dira dengan wajah yang memerah.

"Karna memang kamu tidak pantas di kasih hati, kamu itu cuma benalu yang harus kami singkirkan."Tamara mencengkram erat dagu Dira.

"Lepaskan, jangan harap kalian bisa menindas ku lagi. Selama ini aku sudah sabar menghadapi kalian, tapi kesabaran ku juga ada batasnya, aku ini manusia bukan robot yang tidak punya hati."Dira menepis kasar tangan Tamara.

"Tidak semudah itu kamu bisa terbebas dari saya. Ingat Adira, saya itu punya seribu satu cara untuk membuat kamu menderita. Jika saya tidak bisa menindas pisik mu, maka saya akan menindas batin mu."ucap Tamara tersenyum misterius.

"Kalian benar-benar berhati iblis, pikiran kalian hanya di penuhi rencana jahat. Tidak bisakah kalian menerima ku? bagaimana pun sekarang aku sudah menjadi bagian dari keluarga kalian."

"Kamu bukan bagian dari keluarga ini, sampai mati pun aku tidak akan pernah menerima mu, aku tidak sudi mempunyai adik ipar seperti dirimu. Manusia sampah."

"Benar sekali yang di bilang oleh Renata, kamu itu adalah manusia sampah yang tidak berguna, kehadiran mu hanya akan mencemari lingkungan. Jadi, jika kamu tau diri, pergilah dari kehidupan kami. Karna kehadiran mu sangat tidak di inginkan oleh kami."

Cacian dan hinaan seperti ini sudah sering kali diterima oleh Dira, tapi kali ini terasa begitu sakit dan juga menusuk kedalam relum hatinya. Karna tiada lagi yang membelanya tiada lagi yang merangkulnya. Dan yang lebih sakit lagi jika Dira mengingat hal itu, dia merasa jadi wanita yang benar-benar bodoh. Dia sangat mudah sekali di kibuli oleh Revan, hanya dengan kata-kata manisnya saja.

"Nenek sama tante benar-benar jahat, kalian selalu saja menghina Mamah kami, apa salah dia pada kalian? sehingga kalian bisa sekejam ini padanya."Abian mulai geram dengan perlakuan Nenek dan juga tantenya.

"Heh bocah, kamu jangan ikut campur, ini bukan urusan kalian, ini urusan kami para orang dewasa."Renata menatap nyalang Abian.

"Ini jelas urusan kami, karna yang kalian sakiti adalah Mamah kami."

Byurrr!

Renata menyiram Abian dengan jus yang berada di hadapannya.

"Itu adalah hukuman untuk anak kurang ajar seperti kamu."

"Kenapa kau menyiram Abian? dia hanyalah anak kecil yang tidak tau apa-apa."Marah Dira.

"Karna bocah itu sudah kurang ajar kepada ku."sarkas Renata.

"Abang seperti itu karna abang mau membela Mamah, dari orang-orang jahat seperti kalian."ucap Naina polos.

"Ini lagi satu, mau jadi pembangkang juga seperti mereka, hah?"Tamara mencengkram kuat tangan Naina.

"Lepaskan tangan anaku, tidak puaskah kalian menyakiti ku? sehingga kalian menyakiti anaku juga."Dira berusaha melepaskan cengkraman tamara dari tangan Naina.

"Nenek kejam, lepaskan adiku."Abian melangkah ingin membantu sang Mamah.

"Mau kemana kamu bocah, urusan kita belum selesai."Renata menahan pergelangan tangan Abian.

"Lepas Tante, aku mau membantu Mamah."tangan mungil Abian berusaha melepas cengkraman tangan Renata.

"Tidak semudah itu."

Renata menarik Abian dengan begitu kasar, tubuh mungil itu di seret dengan paksa sehingga langkah Abian menjadi terseok seok, sampai jatuh berkali-kali. Tapi Renata tidak peduli, dia membangunkan Abian dengan paksa dan kembali menyeret tubuh mungil itu.

"RENATA, LEPASKAN ANAKU."teriak Dira begitu menggelegar.

"Berisik."ucap Tamara sembari mendorong tubuh Dira hingga terjengkang.

Tangan mungil Naina pun di raih kembali oleh Tamara, dia menyeret Naina begitu kasar tanpa belas kasih. Sungguh hati Tamara bagaikan iblis, bahkan dengan teganya Tamara memperlakukan cucunya sendiri dengan kejam dan tak berprikemanusiaan.

"Lepaskan Nek, sakit."lirih Naina.

"DIAM."bentak Tamara.

"Lepaskan Naina, manusia iblis."Dira berusaha menyusul Tamara.

"Mamah, tolong Nai."ucap Naina ketakutan.

"Kamu tenang ya, sayang. Mamah akan nolongin kamu."Dira berlari dengan begitu cepat hingga dia berhasil meraih pergelangan tangan Tamara.

"Sungguh manusia tak punya hati. Sampai teganya anda memperlakukan cucu anda sendiri dengan tidak manusiawi, dimana hati nurani anda?"Dira mencengkram kuat pergelangan tangan Tamara.

"Lepaskan bodoh, kamu benar-benar kurang ajar. Saya ini ibu dari suami kamu, harusnya kamu itu sopan kepada saya, bukannya melunjak seperti ini."Tamara berusaha melepaskan cengkraman tangan Dira yang begitu kuat karna di liputi amarah.

"Saya dari dulu selalu sopan terhadap anda, bahkan saya tidak pernah melawan sedikit pun saat anda menindas saya, karna saya menghormati anda sebagai ibu dari suami saya. Tapi sekarang saya tidak peduli, karna sekarang anak anda pun sama bajingan nya seperti anda."Dira semakin memperkuat cengkramannya.

"Mamah."lirih Naina yang masih di cengkram oleh tangan Tamara yang satunya lagi.

"Lepaskan, Naina."Dira menatap Tamara dengan sorot mata yang begitu tajam.

"Lepas a......"

Brukkk!

Dira ambruk seketika setelah sebuah balok mendarat begitu kuat di punggungnya.

"Rasain, makannya jadi orang jangan ngelunjak."Renata tertawa puas.

"Bagus Nata,"Tamara tersenyum bangga.

"Sekarang kita bawa bocah ini menyusul abangnya."ucap Renata.

"Mamah, tolongin Nai Mah. Nai takut."teriak Naina saat Tamara menyeret tubuh mungilnya kembali.

Tamara terus menyeret tubuh mungil itu dengan tidak berperasaan. Berkali-kali Naina memohon supaya di lepaskan bocah mungil itu juga merengek kesakitan, tapi semua itu tidak di dengar oleh kedua iblis itu. Mereka sama sekali tidak peduli dengan tangisan yang begitu pilu dari bocah itu yang berharap supaya di lepaskan.

Braak!

Tamara mendorong tubuh mungil Naina masuk kedalam gudang yang begitu kotor dan juga gelap, Naina menangis begitu kencang sehingga membuat Renata kesal dan langsung menyumpal bibir mungil itu dengan sebuah kain.

Naina menangis tertahan, sungguh malang nasib bocah itu, Abian ingin sekali membantu sang adik, tapi apalah daya dirinya juga terikat dengan mulut yang di lakban, dia hanya menangis tanpa suara melihat sang adik yang sedang meronta,

Abian benar-benar benci situasi ini, dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong sang adik, tubuh mungil itu berusaha meronta berharap dia bisa lepas dan segera menolong sang adik, tapi dia hanyalah seorang anak kecil, tenaganya tak cukup kuat untuk lepas dari ikatan yang begitu kuat itu. Dalam hati kecilnya saat ini dia benar-benar membenci kedua wanita iblis itu, Abian tidak peduli jika kedua wanita itu adalah Nenek dan juga tantenya. Karna kelakuan mereka tak menjabarkan seorang keluarga.

"Nikmatilah hukuman kalian, para bocah tengik. Sekarang tau kan akibatnya jika kalian melawan? dan ini belum seberapa, jika kalian berani melawan kami lagi, kalian akan mendapatkan siksaan yang lebih kejam daripada ini."Renata menatap tajam kedua anak itu dengan bersidekap dada.

"Dan jika kalian berani melawan kami lagi, bukan hanya kalian yang kami siksa. Tapi ibu kalian akan merasakan itu juga, bahkan kami akan melakukan hal yang lebih sadis pada ibu kalian. Paham?"timpal Tamara.

"Hm, hm, hm."Abian ingin sekali membalas ucapan mereka, tapi mau bagaimana lagi mulutnya masih terlakban.

Sementara Naina, dia masih berderai air mata, dia sangat ketakutan berada di tempat itu, tambah lagi tubuhnya terasa begitu sakit, karna tubuh mungilnya pun turut mereka ikat.

Jagan lupa tinggalkan jejak😊

Mohon dukungannya ya🙏

Like👍 Comen and Vote😘😘😘.

Terpopuler

Comments

Shuhairi Nafsir

Shuhairi Nafsir

cerita yang goblok lagi lembab. goblok banget kamu Dira. sudah tahu dirimu diinjak lagi dihina mau lagi ditunggu. goblok dibutakan oleh cinta sama suami mu. kabur jauh jauh aja

2022-12-28

0

shofia

shofia

ntar jgn nanggung" berikan karmanya ya thor..

2022-03-30

2

💮Aroe🌸

💮Aroe🌸

bacanya sambil nyuci lap, aku tor... saking greget, lap tadinya kotor langsung bersih dan kering😤


halunya...

2022-03-01

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!