Zila saat itu tengah bersiap untuk mendatangi Cafe miliknya setelah diantar Rafa pulang. Dilihatnya kondisi Cafe yang lebih ramai dari biasanya.
Seperti biasa, ia akan ikut membantu para karyawannya agar tidak kualahan. Zila mulai berfikir, harus kah tambah karyawan lagi ?
Entahlah lihat saja nanti omset yang ia dapatkan akhir bulan, kalau naik terus kayaknya ia harus menambah karyawan lagi.
Zila berencana mengantar masakan di meja VIP nomor 3 dengan pesanan yang paling mahal.
Wajahnya melempar senyum manis pada pelanggan yang terlihat seperti sepasang kekasih itu, seorang wanita cantik dengan seorang pria yang lumayan tampan tapi terlihat sudah agak tua.
" Aku sangat yakin rencana kita pasti akan berhasil." kata si perempuan cantik bak model itu.
" Lula, pikirkan baik baik. Rafa adalah pengusaha yang terkenal kejeniusan nya, aku sangat yakin ia tidak sebodoh itu." kata si lelaki itu.
" Kau lupa kalau dia hanya pintar otak nya saja Tuan Kenan. Dalam adu kekuatan dia pasti sudah kalah, sama seperti ayahnya." seru Lula menggebu gebu.
Sejenak, tuan Kenan menghentikan percakapan mereka dan melirik Zila.
Zila kemudian menunjukkan wajah tidak tau apa apa.
" Selamat menikmati." seru Zila lalu pergi meninggalkan tempat itu.
Siapa mereka ? apakah Rafa yang mereka maksud adalah suamiku ? Zila menggeleng kan kepalanya pelan ketika menyadari kalau tadi baru saja ia mengiyakan fakta kalau Rafa itu suaminya.
🌷🌷🌷🌷
Setelah sampai di perusahaan nya, Rafa di kejutkan oleh kedatangan Zila yang entah ada urusan apa sampai berani menemuinya.
" Kau, apa yang kau lakukan di perusahaan ku?" tanya Rafa dengan tampang garang. Padahal tadi Rafa sudah mengantarnya dengan selamat mengapa ia balik lagi.
" Ck menyebalkan sekali padahal aku disini punya niat yang baik." ucap Zila mengikuti Rafa sampai ruang kerjanya.
" Kau suka sekali mengganggu ku, ya." galak Rafa.
" Santai saja dong Rafa. kita ini kan suami istri, kita harus bisa saling membantu." ucap Zila dengan wajah tenangnya.
" Jadi kau datang kemari karna butuh bantuan ku?" tanya Rafa tidak percaya begitu saja pada wanita culun ini.
Zila menjawab nya dengan anggukan kepala, tak lupa juga ia menunjukkan wajah melasnya.
Imut nya wajahnya, ingin ku cubit saja. Pikir Rafa.
" Ekm, apa yang kau butuhkan?" tanya Rafa.
" Begini Tuan Muda yang terhormat, dalam surat berjanjian itu kan tertulis anda akan memberi uang kepada saya. Bagaimana kalau saya bekerja untuk anda. Soalnya kalau uang itu diberikan secara cuma-cuma anda akan merugi." ucap Zila menawarkan.
" Tidak perlu. Uang segitu tidak ada apa-apanya buat ku. Lagian perusahaan ku tidak membutuhkan bantuan mu sama sekali." gertak Rafa.
" Tuan, saya ini lulusan bisnis juga. Saya lulusan terbaik hanya dalam waktu tiga tahun. Yah, walau tanpa pengalaman tapi saya juga pasti bisa tuan." desak Zila, pokoknya ia harus bisa berkerja bersama Rafa karna ia ingin memastikan kalau semua akan baik-baik saja.
" Aku bilang tidak, ya tidak. Kenapa kamu ngotot sekali ingin kerja. Bukankah enak kalau tinggal terima uang saja. Kalau kurang nanti ku tambah kamu tidak usah khawatir." sarkas Rafa.
" Ya ampun Tuan. Ayolah, hanya setiap pagi. Kalau nanti sudah waktunya menjemput anak anak nanti saya akan langsung pulang dan menjemput mereka. Bagaimana? boleh yaaa." pinta Zila dengan wajah memelas.
Rafa hanya bisa pasrah dan mengiyakan permintaan ibu tiga anak ini. Rafa berfikir mungkin saja wanita ini butuh tambahan uang.
.
.
.
-to be continued-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
ha?
enak banget kerjanya zila
2022-04-27
0