" Mommy." teriak ketiga anaknya yang terlihat begitu antusias ketika melihat kepulangan Zila, ibu mereka.
Zila segera memeluk mereka dengan sayang, hatinya menghangat melihat para jagoan kecilnya yang berbahagia.
" Mommy, ayo kami tunjukkan sesuatu." Leona, gadis kecil cantik kuncir kuda berponi menyeret ibunya paksa seakan tidak sabar ingin menunjukkan penemuannya.
" Ada apa sayang?" tanya Zila saat dibawa memutari rumah hingga sampai di taman belakang.
" Mommy, lihatlah kelakuan anak mommy yang nomor dua." seru Leona dengan gembira. Leo yang merasa terpanggil pun memulai aksinya.
" Mom, aku menabung uang jajan ku dan aku mengajak mbak Mely membeli panah yang tajam ini. Lihat ya mom." pinta Leo dengan wajah sombong nya.
Leo dengan wajah seriusnya memulai posisi dan mengincar target dengan hati-hati. Saat itu tanpa diminta Leon berdiri jauh di depan Leo dengan membawa sebuah botol kaca di atas kepalanya.
Ya, karna memang sendari tadi yang di jadikan target oleh Leo adalah Leon.
Zila sangat panik saat melihat kelakuan berbahaya yang dilakukan para jagoan kecil nya.
" Leon, jangan sayang, itu sangatlah berbahaya." Teriak Zila khawatir dengan apa yang akan terjadi dengan putra jenius nya itu.
Zila ingin sekali menangis sekarang, apakah ini yang selalu mereka mainkan setiap hari ?
" Mommy tenang saja. Leo sangat pandai memainkannya." ucap Leon santai karna ia sudah tau kehebatan saudaranya.
" Ya tuhan, sayang ku. Yang kalian lakukan ini bukanlah permainan. Ini sangat membahayakan nyawa kalian. Tidak sayang, jangan lakukan... ha... " ucapan Zila terhenti seketika berganti rasa panik saat anak panah itu melesat menuju putra pertamanya.
" Aaaaaaaaaaaa....." Zila tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa berteriak putus asa sambil memejamkan kedua matanya.
Pyarrr Botol yang asalnya berada diatas kepala putranya menjadi terpental dan pecah.
Zila sungguh kaget dengan permainan yang selalu dilakukan anaknya.
" Sayang, apakah kalian memainkan hal ini setiap hari?" tanya Zila tidak percaya dengan penglihatannya, ia tidak habis fikir dengan jalan fikiran para jagoannya.
" Mom, ini adalah kegiatan yang sangat menyenangkan." jujur Leo.
" Oh ya tuhan, mommy hanya khawatir dengan keadaan kalian saja. Kalian masih kecil untuk melakukan sesuatu seperti orang dewasa. Dan kamu Leo. Setidaknya target kamu bukan manusia. Kamu juga Leon, kamu bisa saja terluka saat di jadikan target seperti itu. Mommy tidak marah pada kalian, mommy hanya tidak ingin kalian terluka. Itu saja. Bisakah kalian mengerti permintaan seorang ibu yang hanya ingin melihat anaknya baik-baik saja." jelas Zila yang hanya di dengarkan oleh mereka karna mereka memang merasa bersalah telah membuat ibunya khawatir.
" Mommy, Leo minta maaf. Mulai sekarang Leo akan bermain dengan target yang akan Leo letakkan di tempat yang bukan manusia." sesal Leo karna sudah membuat Ibunya bersedih, sungguh ia sangat tidak suka jika ibunya menangis.
Zila hanya bisa menghela nafasnya berat. Bagaimana bisa ia melahirkan anak yang begitu berbakat.
Pertama kejeniusan Leon, juga Leo yang ternyata punya bakat bisa memanah tepat sasaran di usia dini.
Zila sangat yakin kalau bakat Leo di asah pasti Leo juga bisa menjadi seorang penembak jitu nantinya.
Kemudian matanya menatap kearah Leona yang belum kelihatan apa kehebatannya, namun ajaibnya ketika sedang dilamunkan Leona langsung berkata.
-to be continued-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Siti Amenah
wah anak jenius
2023-07-17
0
Novi Yantisuherman
anak jenius cuman di novel aja
klo dunia nyata meh banyak yg jago tiktok doang
2022-04-22
1
Wirda Lubis
kecil sudah memanah
2022-04-14
2