_
" Mantu mama sudah datang." ucap Susi kegirangan. Jiwa ibu-ibu nya meronta ingin memanjakan menantu satu-satunya miliknya.
" Ayo sayang masuk, nenek sudah menunggumu." ajak bu Susi setelah Zila menyalami tangannya.
Rafa hanya menghela nafas pasrah saat ibunya melupakannya ketika ia sudah punya menantu.
" Mama, sebenarnya yang anak kandung itu siapa, mengapa mama terasa pilih kasih diantara kami berdua." protes Rafa.
Ia kesal ibunya sudah tidak perduli lagi dengannya padahal pernikahan mereka masih seumur jagung, dan kasih sayang ibunya sudah berpindah.
" Kamu ini sudah besar Rafa, sudah bisa mencetak manusia baru seharusnya kamu bisa bersikap lebih dewasa dan harus sering mengalah dengan istri mu." sentak ibunya
" Mana ada seperti itu, yang ada seorang istri yang harus bisa menjaga mood suaminya biar harmonis dan bahagia." ucap Rafa.
" Kenapa ? memangnya Zila selalu memarahi mu ?" selidik ibunya.
Rafa yang mendapat pertanyaan itu mendadak kalang kabut dan bingung sendiri ia hanya asal bicara saja tadi, tidak seserius ini.
Sedangkan Zila hanya bisa pasrah kalau saja ia akan dipermalukan di tempat ini.
" Bukan, ma. Mama menyebalkan sekali, aku hanya bicanda saja tadi, mana mungkin pengantin baru saling bertengkar. yang ada semua pertengkaran kecil selalu berakhir di atas ranjang." ucap Rafa tanpa mikir, ia hanya beralasan.
" Apa ?" teriak Zila sama Rafa bersamaan.
Rafa kaget karena alasannya kenapa bisa sampai sana, jujur saja hanya itu yang berjalan di pikiran nya.
Zila juga kaget bagaimana bisa lelaki ini berbicara sesuatu yang unfaedah. Tanpa sadar Zila menutup kedua bola yang menempel diatas perutnya mencoba melindungi isinya dari pria yang sudah ia 'Cap' mesum ini.
" Oh ya tuhan, berarti mama bentar lagi bakal punya cucu ya, ahhhh senangnya. Lanjutkan saja kalau gitu. Ayo masuk dulu kalian berdua. Kamu juga Rafa kenapa dianggurin Zila nya." omel bu Susi lagi pada Rafa. Karna dari tadi mereka hanya berbicara di depan rumah.
Kali ini Rafa menerima omelan itu dengan pasrah karna tidak mau salah bicara lagi, walaupun dalam hati ia menggerutu.
S**alah lagi.pikirnya.
Pembicaraan di meja makan sangat menyakitkan di dengar Rafa ataupun Zila.
Karna bu Susi selalu saja membicarakan soal anak. Wanita paruh baya itu sangat Antusias menanti kehadiran buah hati ditengah pernikahan mereka.
Mama, bagaimana bisa anaknya jadi, buat saja tidak pernah dan aku tidak mau membuat anak dengan wanita beranak tiga ini. pikir Rafa.
Huft ma, kau sudah punya cucu, ma. Tiga malahan. Bagaimana ya reaksi kalian semua kalau kebenarannya nanti akan terungkap. Apakah kalian semua akan membuang aku dan para jagoan ku setelah tau apa yang terjadi? tapi, aku tidak salah dalam kejadian itu. Disana aku juga korban. Batin Zila menjerit.
.
.
.
.
" Ma, kami pulang saja, ya." pamit Rafa memulai pembicaraan karna ia sudah sangat bosan dengan obrolan mamanya.
" Kok buru-buru sih kalian. Memangnya kalian mau kemana ?" tanya bu Susi.
" Kemana lagi, ma. Tentu saja ke apartemen." dusta Rafa.
Bagaimana pun juga ia tidak tega harus memisahkan Zila dengan para anaknya.
" Baiklah jika itu memang keinginan kalian. Bagaimana kalau kalian mulai memikirkan untuk membeli sebuah rumah? kalian nanti akan memiliki anak dan butuh halaman yang luas untuk anak-anak bermain. Uang kamu kan banyak Rafa, kamu harus memikirkan nya." desak ibunya.
" Iya mama, kami masih ingin menikmati masa berduaan kami." dusta Rafa lagi.
Zila miris mendengar nya.
.
.
.
-to be continued-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Eni Purwanti
menanti kejujuran harapkan kepastian..... koq jadi nyanyi 😄😄😄😄😄
2022-03-29
3