Entah mengapa akhir akhir ini Zila merasa hidupnya jadi tambah rumit dengan sejuta masalah yang tiba tiba datang menimpannya.
Temui aku di L's Cafe sekarang juga. Rafa.
Begitu isi pesan singkat yang masuk dalam hp nya.
Sebenarnya bukan tanpa alasan Rafa minta bertemu disana, Rafa tidak tau kalau Cafe itu milik Zila sendiri, tapi memang Rafa memilih bertemu disana karna disana aman juga nyaman.
Akhirnya setelah mengantar triples ke sekolah, Zila langsung meluncur ke Cafe miliknya. Dan disinilah mereka sekarang, saling melempar tatapan sengit.
" Mau apa lagi, bukankah semua sudah selesai ?" tanya Zila malas jika harus berhubungan lagi dengan mahluk yang menurutnya jadi-jadian ini.
" Hei, jaga bicaramu aku disini yang berkuasa." ucapnya masih dengan menunjukkan nada sengaknya.
" Iya, ya terserah padamu saja Tuan Muda yang terhormat." Zila mencibir disertai bibir dimanyun kan kedepan.
" Ck menyebalkan. Mama ingin bertemu dengan mu bocah culun, ingat kau harus bersandiwara dengan baik. Jangan sampai mama sama nenek curiga kalau kita cuma menikah karna kesepakatan." ancam Rafa dengan wajah sombong nya.
Zila hanya memutar bola matanya malas, dalam hati ia geram, mengapa ia bisa berada dalam lingkaran hidup pria menyebalkan ini
" Aku ini wanita dewasa yang sudah punya anak tiga. Bukan bocah lagi, ingat itu." geram Zila, entah mengapa ia suka sekali memandang wajah pria ini, apa karna wajah pria ini sangat mirip dengan putranya ?
Kemudian mereka memutuskan untuk mengunjungi ibu Susi, ibunya Rafa.
Dalam perjalanan mereka terdiam dengan pemikiran mereka masing-masing.
" Emm, kau selalu bilang dari awal kalau kamu sedang tidak serius menjalani hubungan karna kau sedang berusaha menemukan wanita mu?" tanya Zila lirih, sebenarnya ia sangat ingin tau kehidupan seperti apa yang dijalani oleh lelaki yang sudah sah menjadi suaminya ini.
" Ya." Ucap Rafa.
" Bagaimana kau bisa kehilangannya?" tanya Zila menahan sesak.
" Bukan kehilangan, lebih tepatnya kami tidak sengaja bertemu. Dan aku merasa kita memang sudah ditakdirkan." jawab Rafa sambil tersenyum simpul mengingat kejadian dimana ia sebenarnya saat itu sedang terjebak, dan wanita yang berada di kamar nya juga ternyata hanyalah terjebak, bukan ****** yang sesungguhnya.
Yah, wanita yang selama ini di cari Rafa adalah wanita yang telah mengambil perjakaannya dan Rafa lah yang telah merebut keperawanan gadis itu.
Dan Tanpa Rafa ketahui wanita itu adalah Zila.
" Kau mencintai nya ?" tanya Zila menahan tangis.
Tanpa Zila sadari, ia ternyata tidak terima kalau Rafa menyukai wanita lain. Hatinya berdenyut mendengar penuturan itu, boleh kah ia egois? ia ingin memiliki lelaki ini seorang karna lelaki ini sudah mengambil masa depannya.
" Ya, karna dia telah membawa segenap hati dan juga jiwa ku." Rafa tersenyum kecil mengingatnya.
Semenjak kejadian malam itu ia selalu menanti pertemuan dengan gadis yang sudah mengambil perjakaannya.
" Apakah dia cantik ?" tanya Zila, kali ini Zila melihat bagaimana wajah Rafa yang sedang mengagumi wanita lain, entah mengapa rasanya Zila tidak suka melihat wajah itu.
" Yah, sejujurnya aku lupa gimana wajahnya, tapi aku bisa mengingat rasanya." ucap Rafa sambil tertawa.
Kening Zila berkerut bingung, maksudnya apa ?
Tapi ia menepis pertanyaan itu ketika mobil sudah sampai di depan rumah mantan majikannya.
Huft Zila merasa takdir sedang mempermainkannya. Bagaimana bisa ternyata orang yang menodainya adalah anak bu Susi, orang yang sudah menolong nya dan memberi pekerjaan padanya bahkan tiba-tiba ia sudah menjadi menantu dalam keluarga ini bahkan dulu statusnya adalah pembantu.
.
.
.
.
-to be continued-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Shuhairi Nafsir
mengapa nga mau berterus terang. . Dan yang dicari tu adalah diri mu. mengapa harus kamu sakit hati
2022-04-30
0
Rostanti Arahman
lupa wajah ingat rasa 😂 😅 🤣
2022-04-15
2
Eni Purwanti
cerita terlalu terburu-buru. seperti dikejar setan 😁😁😁😁😈😈
2022-03-29
3