_Banyak uang tidak menjamin kebahagiaan seseorang. Tapi waktu juga kasih sayang_
.
.
.
8 tahun berlalu....
Dalam hati Zila menyesal melarikan diri dari rumah. Ia merasa dengan hidup mandiri dan sukses dengan usahanya akan membuatnya puas.
Tapi ternyata semua itu tidak berguna sama sekali. Zila sudah punya uang banyak, bukannya merasa bangga tapi malah malu pulang kerumah.
L's Cafe adalah usaha yang didirikan oleh Zila dengan modal yang ia dapatkan dari kerjanya sebagai babu.
Tempat yang awalnya cuma sewa kini sudah menjadi miliknya.
Kerjaan Zila datang ke Cafe cuma memantau, soalnya ia lebih menghabiskan waktunya untuk anak - anaknya.
Bahkan sudah ada cabangnya walau baru 2 saja. Cafe itu cukup luas dan strategis dekat dengan perusahaan besar juga 2 perusahaan menengah.
Kampus besar juga berdiri tak jauh dari sana jadi Cafe yang cabangnya tak jauh dari tempat itu selalu ramai setiap harinya.
Karyawan nya juga para mahasiswa yang menggunakan waktu luangnya buat menambah rupiah.
Juga ada sepasang suami istri yang saat itu menolong Zila saat tak sadarkan diri di tengah jalan.
Ya, Zila pernah pingsan karna kondisi janinnya yang rentan.
Dulu ia hamil kembar 3, karna itu perutnya membesar lebih lebar dari pada perempuan hamil pada umumnya.
Leon, Leo, dan Liona adalah nama mereka. sampai saat itu juga Zila belum berani pulang ke rumah.
Siang itu terik matahari ☀️ tengah bersinar begitu panas. Sebuah mobil biasa terlihat tengah terpakir di depan sekolah.
" Mommy." teriak ketiga kembar itu ketika melihat Zila, mommy tercinta mereka.
" Bagaimana sekolah nya sayang ?" tanya Zila setelah mereka semua masuk kedalam mobil.
" Baik mom. Membosankan sekali." gerutu Leo. ia memang agak ceriwis berbeda dengan Leon yang pendiam.
Kadang Zila sedikit khawatir karna leon tidak pernah menangis bahkan sejak bayi. Leon adalah yang paling pertama lahir, Zila hampir frustasi karna tidak mendengar tangisan anaknya.
Saat bayi, ketika haus ia tidak menangis seperti saudaranya, tapi cuma bergeliat saja.
Kini Leon menjadi anak yang paling berprestasi. Bahkan kelasnya 2 tahun di atas adik - adiknya karna kejeniusannya.
" Mom, aku mau pizza." pinta Liona setelah sendari tadi menceritakan teman - temannya di sekolah.
" Aku juga mau mom. Yang paling besar." seru Leo tak kalah antusias dari Liona.
Zila cuma tertawa kecil menuruti permintaan buah hatinya. Tangan halusnya mengelus - elus kepala Leon yang selalu tenang.
Ia berfikir, siapakah ayah dari ketiga anaknya ? apakah ia adalah orang yang jenius seperti Leon. Atau yang pemarah tapi penyayang seperti Leo. Bisa juga yang pemberani seperti Leona.
Entahlah. Ia berharap takkan pernah bertemu dengan bajingan menyebalkan itu.
🌷🌷🌷🌷
Setelah mengantarkan anaknya ke sekolah Zila berniat untuk memantau Cafe yang sudah didirikannya.
" Selamat pagi, mbak." sapa Nuri, tangan kanan Zila yang sudah bekerja semenjak Cafe ini berdiri.
Awalnya Nuri hanya karyawan biasa dan masih kuliah. Namun setelah lulus ia di angkat jadi pengganti Zila karna kejujuran dan kedisiplinan nya.
" Pagi juga, Nuri." jawab Zila sopan. Memang itulah sifatnya. Ia sangat menghargai orang lain. Mengingat ia juga pernah di posisi mereka.
Sesekali bu Susi datang ke Cafe ini untuk berbincang. Namun ia belum memperkenalkan anaknya pada mantan majikannya itu, ia tidak mau membohongi banyak orang.
Hanya karyawan dan pengasuhnya saja yang tau kalau ia sudah punya anak. Ya,, sendari kecil memang ia menyewa pengasuh, Meli adalah pengasuh pertamanya disusul Yana setelah Cafenya berkembang pesat.
Karna tak mungkin ia bisa merawat tiga anak sendirian. Belum lagi ia harus memberi makan mereka dan makan butuh uang.
-to be continued-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Siti Amenah
wah seru ne
2023-07-16
1
May Tanty
Cerita nya bagus..saya suka cerita anak CEO kembar lagi..cerita nya juga gak ber Belit Belit..
2022-10-05
1
Wirda Lubis
kayak nya seru
2022-04-14
2