Zila melangkah menuju parkiran tempat dimana mobilnya berada. Kakinya berjalan cepat sesekali menendang apapun yang menghalangi jalan kakinya.
Masih teringat dengan jelas gimana respon bos brengsek itu ketika mendengar ia punya tiga anak.
*Flash back
" *J*adi kau sudah punya anak tiga dan tidak punya suami ? mari melakukan kesepakatan. Kau bebas dari tanggung jawab dan menikahlah denganku." Rafa.
" *H*ei. kau mudah sekali mengajak menikah seorang ibu. Kau gila juga ya ternyata." geram Zila. Bagaimana bisa orang ini masih ngotot memaksanya menikah.
" **A*yolah, hanya sementara biar aku ngga di recokin terus sama mama. Nanti kalau aku sudah menemukan gadis yang selama ini aku cari, nanti kamu bisa bebas." ucap Rafa yang saat itu telvonnya Mark sudah berada di tangan Zila.
" *H*ei, kau kaya, kan. Banyak uang juga. Kenapa kau tidak menyewa saja salah satu ****** yang ada di kota ini. Pasti banyak yang antri." saran Zila.
" *K*urang ajar kamu, ya. Aku ini laki-laki baik-baik juga bertanggung jawab. Buat apa cari ******. ck." geram Rafa.
" Bukan aku, tapi kamu yang menyebalkan. Apa kamu ini adalah pria tua penuh keriput juga sudah sangat jelek. Atau jangan-jangan kau adalah pria gendut dengan wajah yang menakutkan sehingga kau mau menikah dengan seorang ibu beranak tiga." ucap Zila menggebu, ia sudah tidak perduli dengan reputasinya lagi, yang penting bagaimana cara ia bebas dari mahluk aneh ini.
" *K*urang ajar kamu ya, aku ini pria tampan, mapan, penuh pesona." sanggah Rafa tidak terima.
" *K*alau merasa tampan.." ucapan Zila terhenti karna dipotong langsung oleh Rafa.
" *P*okoknya aku ngga mau tau, pokoknya kamu harus bertanggung jawab dan kita harus menikah." tambah Rafa tidak bisa di ganggu gugat.
Ia sudah cukup lelah menghadapi ibunya, dan ia tidak mau harus mencari wanita mana lagi yang harus ia manfaatkan.
*Flash Back End*
Setelah memasuki mobilnya Zila mengendarainya dengan sangat kencang, emosinya membuatnya tidak sadar kalau ia sedang ngebut dijalan raya.
Ia menuju sekolah triples dan memutuskan untuk menunggu disana walau ia tau pelajaran masih lama.
Hanya saja ia tidak punya mood mau pergi kemana gara-gara kejadian gila beberapa saat lalu, jadi disinilah dia sekarang. Disekolah anaknya.
Sedangkan di tempat lain.
" Bagaimana hasilnya." tanya seorang pria melalui sambungan telepon, tangannya memegang sebuah rokok yang hampir saja habis. disamping pria itu ada dua ****** yang berpakaian sangat minim sedang menyenangkan dirinya.
" S**epertinya kemarin ada yang meretas keamanan perusahaan AS, seluruh karyawannya kalang kabut karna komputer tiba-tiba eror dan menjadi rusak tidak bisa di gunakan lagi. Saya yakin pasti kerugiannya sangat besar**." jawab orang di seberang telepon.
" Ha ha ha bagus. Sepertinya dia punya banyak musuh juga. Terus pantau terus pergerakan lebah kecil itu, kita diam di tempat saja dulu. Belum waktunya kita menyambutnya. Karna informasi yang kau berikan kepada ku telah menyenangkan ku, maka ambillah bonus mu." jawab pria itu yang kemudian langsung mematikan sambungan telepon nya.
" *D*asar lebah kecil, tunggu saja hadiah dariku. Kau tidak akan bisa lolos lagi karna aku punya kartu As mu." batin pria itu dalam hati.
Rokok ditangannya yang tinggal sedikitpun dimatikan paksa, dan tak lupa wajahnya smirk jahat juga terpampang di bibirnya.
-to be continued-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
shadowone
😂😂😂😂😂
2023-08-09
1
Wirda Lubis
lanjut
2022-04-14
3
Rohana Taduengo
thor ceritanya terlalu rumit di pahami😘
2022-04-02
3