Kedua orang berbeda jenis itu sedang menatap dengan sengit satu sama lain.
" Jadi, apa yang ingin kau tanyakan padaku. Waktu mu hanya lima menit saja." ucap Rafa masih dengan tatapan mengintimidasi.
" Menyebalkan. Pelit sekali lelaki ini." ungkap Zila dengan gamblangnya, membuat Rafa menjadi naik pitam.
" Hei, apa maksudmu tadi berkata kalau aku ini pelit sekali." Rafa tidak terima.
" Tidak, hanya saja tadi aku memang merasa begitu. Hasil analisa ku tentang dirimu memang seperti itu." jujur Zila.
" Hei aku ini pengusaha yang dermawan, baik hati juga tidak sombong." Rafa mulai marah lagi.
" Ah sudahlah. Berdebat dengan mu tidak ada untungnya sama sekali membuang waktu saja." kesal Zila.
" Hei seharusnya disini aku yang harus marah karna memang hanya aku yang boleh berkuasa disini." geram Rafa.
" Ya ya ya tuan muda yang baik hati, tidak sombong, dan merasa masih muda padahal sudah hampir kepala tiga." dusta Zila dengan ekspresi konyol yang terkesan di buat-buat.
" Kamu menyebalkan sekali." Rafa berkata sambil mendelik. Tangannya ia lipat kedadanya.
" Ya, aku adalah wanita yang sangat menyebalkan. Bahkan sangking menyebalkannya kamu sampai memaksa aku buat menikah denganmu." karna kesal, Zila menutup pintu kamar mandi dengan keras.
Rafa kesal dan tidak bisa berbuat apa-apa, alhasil dia memporak porandakan kamar pengantin itu.
Barang yang tertata rapi di banting kesana kemari, bunga mawar yang tertata indah diatas ranjang pun menyebar kemana-mana akibat dari kemarahan Rafa.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka dan nampaklah Zila yang sudah cantik dengan bajunya yang kebesaran.
Tanpa memperdulikan tatapan bengis dari Rafa yang masih terduduk diatas ranjang berantakan dengan raut kusut nya, Zila dengan damai menguncir kuda rambutnya dan memakai kaca mata tebalnya.
Yah, ia berpenampilan culun seperti biasanya.
" Kau punya banyak uang, kenapa hanya karna paksaan mama kamu jadi mirip orang gila beneran kayak gini." sindir Zila.
" Jaga ucapan mu." ucap Rafa masih dengan tatapan bengisnya.
" Aku punya mulut untuk berbicara, dan aku juga yang akan mempertanggung jawabkan apa saja yang dikatakan oleh mulut ku jadi terserah aku." Kata Zila.
Memang seperti itulah sifatnya. Kalau ia tidak suka sama seseorang, ia akan bersikap kasar. Tapi akan bersikap lembut pada orang yang juga memperlakukannya lembut.
" Permisi.." lanjut Zila sambil membuka pintu dan meninggalkan kamar pengantin yang sudah kayak kapal pecah sekarang.
Zila berjalan terburu buru sambil membenarkan tas kecilnya, karna berjalan tanpa melihat depannya tanpa sengaja Zila menabrak seseorang.
" Oh maafkan saya Tuan." sesal Zila sambil menunduk.
" No Problem." jawab pria itu sambil menunjukkan senyum terramahnya.
" Kenzo." orang Asing itu mengenalkan diri.
" Saya Zila Tuan. Maaf ya, Tuan. Saya kurang hati-hati." ucap Zila menunjukkan penyesalannya.
" Tidak apa nona manis, senang bertemu dengan mu." ucap pria itu dan langsung berlalu pergi meninggalkan Zila.
Zila juga bergegas pulang untuk segera menemui buah hatinya yang seharian ini ia tinggalkan bersama pengasuh saja, rasanya ingin sekali Zila bermanja-manja sama mereka agar bisa melupakan masalah yang seharian ini menimpanya.
Sedangkan pria itu, Kenzo. Ia berbalik dan menatap kepergian Zila dengan wajah yang tidak bisa di artikan.
" Leon, Leo, Leona.. siapa yang harus aku permainkan lebih dulu ?" bisiknya pelan yang hanya dia sendiri yang bisa mendengarnya.
Dan ternyata pertemuan pertama di loby hotel itu memang sudah direncanakan olehnya. Siapakah dia, mengapa ia sangat membenci Rafa ?
-to be continued-
Mohon Kritik dan sarannya 🙏
@_sitinurhalimah1
|fb : pengikut siti Khadijah|
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Wirda Lubis
Kenzo siapa hati hati zila pada anak kembar mu
2022-04-14
3
¢ᖱ'D⃤ ̐Sri Wahyuni
waduh Kenzo siapa ya..sampe tau nama anak-anaknya Zila.. penasaran.semangat Thor
2022-04-14
1
Eni Purwanti
wah musuhnya rafaa tuh. hati hati Zila anak anakmu....
2022-03-29
6