AS Corporation adalah perusahaan besar yang berkembang pesat saat dipimpin oleh sang pewaris. Dengan nama lengkap Rafa Aufa Sarfaraz.
Dengan jeli Leon membaca semua data perusahaan. Leon sangat marah saat tau kalau ayahnya sangatlah kaya.
Bukan kekayaannya yang membuatnya iri, hanya saja Leon merasa terluka. Uang sebanyak itu untuk apa? seharusnya ayahnya bisa mencari keberadaan ibunya juga keberadaan para anaknya.
Tiba-tiba sebuah ide melintas di kepalannya, sedikit mengerjainya tidak apa kan ?
Jari mungil itu kembali berselancar, suara keyboard begitu memekakkan telinga siapa saja yang mendengarnya.
Rencananya ia akan mengirimkan virus yang akan terkirim besok pagi dan otomatis akan membuat semua orang disana kalang kabut.
Setelah memastikan semuanya selesai Leon menutup laptopnya dan beranjak tidur sepertinya ia bakalan mimpi indah.
Keesokan harinya, Rafa menjadi sangat sibuk karna semua komputer yang ada di perusahaan mati total. Banyak pekerjaan yang terganggu karna hal ini
" Brengsek. Siapa yang berani bermain - main dengan ku. Akan ku cincang dia kalau ketemu. Tunggu saja. Mark."
" Iya Tuan."
" Suruh Roy menyelidiki siapa yang berani membuat kekacauan di perusahaan ku. Pastikan secepatnya dapat." Geram Rafa.
Mark pun keluar dari ruangan itu sambil menggerutu dalam hati, siapakah yang berani menantang bos, ck ck benar benar manusia tidak sayang nyawa.
Sedangkan ditempat lain.
" Leon ini masih pagi. Kamu sudah membantu mommy sendari tadi kamu tidak lelah?" tanya Zila karna sesungguhnya ia sangat mengkhawatirkan keadaan Leon.
" Tenang mom. Aku baik baik saja. Suasana hatiku sedang bahagia pagi ini. Maaf ya mom kalau aku terlalu bersemangat. tapi aku benar-benar senang bisa membantu mommy memasak." Leon hanya menjawab sambil cengengesan.
Ia sedang senang karna habis mengerjai orang yang ia anggap sebagai Daddynya. Itulah mengapa ia dengan senang hati membantu ibunya bersih bersih.
Pembicaraan mereka terhenti saat mereka menata rapi masakan yang sudah matang diatas meja makan.
" Oh ya mom." seru Leon di sela aktivitas mereka.
" Ada apa sayang." tanya Zila penasaran karna jarang sekali Leon bersikap ceria kayak pagi ini.
" Mommy. Mommy tau Daddy ada dimana?" tanya Leon hati-hati, ia tidak mau kalau nanti pertanyaannya sampai bisa melukai hati ibunya.
" Em. Leon, Mommy tidak mengenal Daddy sayang." jawab Zila.
" Tapi mom, bukanya kalau ada Mommy pasti harus ada Daddy kalau cuma Mommy saja pasti aku ngga ada itu kata tante Mely, memangnya bagaimana cara Mommy bertemu dengan Daddy ?." tanya Leon.
Zila terdiam mendengar pertanyaan itu. Anaknya ini lebih dewasa pemikiran nya, memang hal itu membuat Zila merasa terbantu apalagi disaat masa sulitnya tapi juga bisa membuat Zila merasa bingung dan tersudut seperti saat ini.
" Leon, tidak semua hal harus diceritakan pada anak berusia 7 tahun seperti kamu, nak. Dunia ini kejam tidak sebaik yang terlihat jadi Mommy harap kamu bisa menjaga para adik kamu ya. Jangan berbicara dengan orang asing apalagi kalau diajak pergi. Jangan mau, ya." tutur Zila mengalihkan pembicaraan.
Ia tidak ingin anaknya tau apa yang dialaminya. Jujur saja, kalau Zila jujur Leon akan memahaminya.
" Baik Mom. Mommy tenang saja. Selama mereka bersamaku mereka aman." ucap Leon sambil meletakkan piring dan sendok terakhir pada tempatnya.
" Sudah Mom, aku akan membangunkan adik adikku dulu ya, Mommy." pamit Leon langsung bergegas pergi kekamar.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Ay
apa yg kau marahkan seharusnya salahkan ibumu bukany minta tanggung jawab malah pergi sambil maki"😌
2022-10-08
1
Wirda Lubis
Leon pintar
2022-04-14
3
Kaspo Kaspo
.
2022-04-01
2