SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Setelah keributan yang berlangsung setengah jam yang lalu. Akhirnya Beby bisa menyelesaikan semua tugasnya dengan benar.
Menyiapkan semua kebutuhan Sean, berselingan dengan Leon yang juga menyiapkan dirinya berangkat ke sekolah.
Setelah dipikir-pikir lagi, ternyata lebih susah melayani Sean daripada Leon yang masih kecil.
Sean benar-benar pemilih, dan perfeksionis. Sedangkan Leon hanya diam saja saat Beby menyiapkan segala keperluannya.
Saat semua pekerjaannya sudah selesai ia lakukan, Beby bergegas untuk mandi sesegera mungkin. Karena ia juga akan ikut Leon ke sekolah.
Ia hanya memakai dres abu-abu simple yang membuat lekuk tubuhnya terlihat dan menggerai rambut indahnya.
Tak lupa, ia juga memoleskan wajahnya make up tipis yang membuat wajah kesalnya tertutup hingga membuat wajahnya sedikit lebih segar.
"Cantik sekali kamu, Beby .." gumamnya menatap cermin dihadapannya takjub.
Puas memandangi lekuk tubuhnya yang makin semlehoy. Beby menggandeng tangan Leon untuk keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang makan.
Ceklek...
Beby membuka pintu kamarnya bersamaan dengan Sean yang baru saja keluar dari sebuah kamar di sebelah kamar pria itu, Beby mengerutkan dahinya bingung. Kamar siapa itu ?
"Pagi, tuan..." sapa Beby dengan senyuman lebar yang membuat wajahnya nampak beberapakali lebih cantik.
Sean melirik Beby sekilas yang kini sedang mengandeng tangan putranya, lalu berlalu begitu saja–melewati tubuh Beby serta Leon untuk menuruni tangga terlebih dahulu.
Beby mendengus kesal, dalam hati ia mengumpati Sean. Namun ia tetap mengikuti langkah Sean untuk menuruni tangga menuju ruang makan.
Di ruang makan, seperti biasa Jacob sudah duduk disebelah kiri Sean dan kini tengah menyantap sarapan paginya.
Saat melihat tuannya turun, sontak Jacob berdiri dari duduknya dan membungkuk kearah Sean. "Pagi tuan.." sapanya.
Setelah Sean duduk, baru Jacob mendudukkan kembali dirinya dikursi. Matanya melirik Beby yang menuju ke meja makan ke ruang makan.
"Pagi Beby, mari sarapan," ajak Jacob.
Beby tersenyum tipis, ia mengangkat tubuh kecil Leon untuk duduk disebelah kanan Sean, lalu dirinya duduk disamping Leon.
"Wah, kau sarapan cukup banyak Jacob! Kau bisa membuatku tidak kebagian makanan," goda Beby dengan senyum geli.
Jacob tertawa mendengar candaan Beby, mereka berdua terus mengobrol. Tapi Beby tak lupa untuk mengambilkan sarapan dipiring Leon.
"Hari ini Leon makan telur mata sapi dua, terus sosisnya tiga. Kakak kasih saus tomat sedikit," ucap Beby sembari meletakkan makanan itu diatas piring Leon.
Leon menganggukkan kepalanya mengerti, "baik kak, Leon mau minum jus jeruk gak mau susu!" Leon sedikit berteriak saat melihat Beby ingin menuangkan susu kedalam gelasnya.
Beby menganggukkan kepalanya mengerti dan menuangkan jus itu dalam gelas Leon. Setelahnya ia mengambilkan makanan sama seperti milik Leon kedalam piringnya.
Jacob, Leon, dan Beby makan dalam keadaan hening, sementara Sean di sana sudah mengepalkan tangannya kesal, menatap Beby tajam.
Sementara yang ditatap hanya fokus pada makanannya saja. Merasa tidak melakukan kesalahan apapun.
Hingga....
Tok...tok....tok....
Sean mengetukkan jarinya beberapa kali dimeja hingga semua perhatian orang yang berada di meja makan beralih kepadanya.
"Apa yang aku katakan padamu kemarin, Beby ?" tanyanya dengan suara dingin.
Beby menatap Sean dengan dahi berkerut, melihat Sean lalu menatap piring kotor Sean secara bergantian.
Setelah berhasil mengingat teguran Sean kemarin, Beby membulatkan matanya terkejut. Segera ia berdiri dari duduknya dan mengambil dua lembar roti dengan selai coklat.
"Mau apa kamu ?" tanya Sean lagi.
"Mau siapin sarapan untuk tuan, kan kemarin tuan bilang mau disiapkan sarapan sama Beby..."
"Terus, mana sarapannya ?"
Beby mengangkat dua lembar roti yang ia pegang. "Ini tuan, masih Beby buat––"
Sean menggeram kesal, ia menatap Beby semakin dingin. "Saya mau seperti milik Leon! Saya mau sarapan seperti milik Leon! Saya mau kamu memperhatikan saya seperti kamu memperhatikan Leon! Saya mau diurus seperti Leon! Saya juga mau dibacakan dongeng saat mau tidur!"
Eh ? Gimana tuan Sean itu permintaan terkahinya ??
...o0o...
Mobil mewah pribadi milik Leon kini sudah terparkir cantik di halaman sekolah TK (Taman Kanak-kanak) yang begitu asri.
Dengan kacamata yang bertengger dihidung bangirnya, Beby menggenggam tangan Leon untuk keluar dari mobil dan memasuki TK itu.
Beby tersenyum tipis saat disapa oleh ibu-ibu yang mengantar anaknya juga kesekolah. Beby menelisik penampilan mereka dari atas sampai bawah.
"Barang branded semua! Pasti semua yang bersekolah di sini orang kaya dan terpandang semua!" batin Beby.
Untung saja Beby juga memakai pakaian branded juga. Bukan karena ia memaksakan diri ingin memakai barang branded. Tapi memang semua pakaian Beby bermerk semua.
"Wah, aku pertama kali liat maminya Leon. Biasanya sama pengasuh terus."
"Maminya Leon masih muda ternyata..."
"Pantes Leon ganteng ya, orang maminya juga cantik banget."
Beby hanya bisa meringis mendengar ucapan para ibu-ibu sosialita itu. Mungkin mereka semua dirinya adalah ibu Leon karena penampilannya yang tidak nampak seperti baby sitter.
Merk baju yang digunakan Beby adalah brand terkenal, belum lagi high heel dan juga kacamata yang sedang trend saat ini.
Memang ada pengasuh berpenampilan sepertinya ?
Baru saja akan menepis omongan mereka, seorang guru datang menyapa ia dan ibu-ibu lainnya.
"Wah Leon sekarang berubah penampilan ya," ucap guru itu takjub akan kelucuan dan ketampanan yang dipancarkan oleh wajah bocah itu.
Lalu mata guru itu, menatap seorang wanita yang nampak asing di pengelihatannya. "Loh ini wali muridnya siapa ya ? Kok saya baru kelihatan."
"Oh, ini mamanya Leon, bu," beritahu salah satu ibu itu. "Benarkan Leon, itu mami kamu ?"
Leon menganggukkan kepalanya cepat, ia mengeratkan genggaman tangannya pada telapak tangan Beby.
"Iya aunty, ini maminya Leon!"
Mata Beby membulat sempurna dibalik kacamata hitam yang dipakainya. Ia menatap Leon dengan raut wajah bingung.
"Oh, maminya Leon. Kemana saja Mom, kok baru kelihatan ? Biasanya dia selalu diantar pengasuhnya."
Beby tersenyum kikuk, "pengasuh yang kemarin sudah dipecat sama Daddy-nya. Sa–saya dari Indonesia," jawabnya jujur.
Ibu guru, serta ibu-ibu sosialita itu menganggukkan kepalanya mengerti. "Syukur deh kalo udah di pecat. Saya juga kesel lihat pengasuh itu. Kok bisa berani mukulin Leon sampai kayak gitu."
Deg...
Tubuh Beby menegang, ia baru tahu fakta ini. Dilihatnya Leon dibawahnya, ia meringis–ikut merasakan kesakitan yang Leon alami.
"Sudah tidak dianggap anak oleh Mommy dan Daddynya, ternyata Leon juga di siksa oleh pengasuh nya ? Brengsek! Aku harus aduin ke Sean nanti. Dia harus mendapatkan ganjaran yang sepadan!" batinnya mantap.
Kring....
Bertepatan dengan ibu-ibu yang menggosipkan pengasuh Leon. Bel sekolah TK itu berbunyi, para murid berlarian memasuki kelas mereka.
"Mi, Leon masuk kelas dulu ya..."
Beby meringis mendengar nama panggilan baru untuknya itu. Mami ? Beby menganggukkan kepalanya kearah Leon. "Masuklah, kak–ah maksudnya Mami tunggu diruang tunggu ya..."
Leon menganggukkan kepalanya dengan senyum lebar, ia berlari kecil untuk masuk kedalam kelasnya.
Sedangkan Beby kini bergandengan akrab dengan salah satu ibu-ibu sosialita itu untuk menuju ruang tunggu bersama.
"Syukur deh, kalo maminya Leon pulang ke sini lagi. Jadi Leon ada yang ngurus," ucap Vany, saat mereka sudah susuk di ruang tunggu.
"Benar, Leon sudah tampak seperti bocah gembel tak terurus saat bersama pengasuhnya dulu. Padahal Leon selalu datang dengan mobil mewah, jadi tak mungkin Leon anak orang kurang mampu."
Beby tersenyum tipis, jujur ia tak tahu harus mengatakan apa.
"Kalau boleh tau, Mom, memang ada masalah apa dengan Daddynya Leon kok sampai kabur ke Indonesia ?" tanya Rachel.
Beby menggaruk tengkuknya yang tak gatal, otaknya bergerak cepat memikirkan kebohongan apa yang harus ia ucapkan pada ibu-ibu super kepo ini.
"Hm biasalah masalah keluarga, saya pulang ke rumah orang tua..."
Salah satu wanita di sana mendengus kasar, "lain kali kalo ada masalah rumah tangga sebaiknya di selesaikan hari itu juga. Karena pasti yang mendapatkan dampak buruknya itu adalah anak kita sendiri. Bukan untuk maminya Leon saja tapi untuk kita semua, Mom. Pernah suatu hari tetangga saya bertengkar hebat dengan suaminya, lalu....."
Beby menguap, ia tak mendengarkan lagi gosip ibu-ibu ini, ia menyenderkan tubuhnya ke sofa sembari memejamkan mata.
Hingga tak terasa waktu berlalu begitu cepat, mungkin Beby tertidur sudah satu jam lamanya. Dan ia bangun dari tidurnya saat merasakan ada seseorang yang menggoyangkan lengannya dengan sedikit keras.
"Mom bangun mom...."
"Mom....."
Beby mengerjapkan matanya, lalu langsung terduduk kaku saat mengingat dirinya masih berada di sekolah Leon.
"Ya ada apa, Mom ?" tanya Beby, yang mengikuti cara bicara mereka.
"Cepat ke kelas Leon, Mom. Dia bertengkar hebat dengan temannya!"
Mata Beby membulat terkejut, tak membuang waktu, ia segera berlari bersama dengan Vany untuk menuju kelas Leon. Ia masih belum tahu letak kelas Leon.
BRAKK...
Pintu kelas itu sedikit dibuka kasar oleh seorang guru wanita yang juga ikut datang bersamaan dengan Beby dan Vany di kelas Leon.
"LEON ANAK HARAM!"
"LEON GAK PUNYA MOMMY!"
"LEON GAK PUNYA DADDY!"
"LEON BAUK GAK PERNAH MANDI....HIH...."
"Temen-temen jangan mau temenan sama Leon. Dia jarang mandi, dia kan kayak gembel!"
Sedangkan Leon hanya bisa menangis di pojok ruangan kelas itu saat teman-teman mulai menghinanya.
Tangisan Leon terdengar begitu menyakitkan di telinga Beby, tanpa sadar wanita itu menangis. Ia berjalan menghampiri Leon lalu dibawanya tubuh ringkih itu dalam gendongannya.
"Cup sayang jangan menangis...."
Mata Beby menatap tajam guru yang sedari tadi hanya diam memperhatikan Leon di buly tanpa ada niatan menolong.
"Tolong segera panggil wali murid dari siswa yang membully Leon untuk datang ke sini sekarang! Saya akan hubungi Daddynya Leon untuk datang kemari! Saya tidak terima anak saya dibully begini!" ucap Beby dengan nafas memburu.
...o0o...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
🌹🪴eiv🪴🌹
ketok e mau kejeduk po py kui pak sean
🤣🤣🤣🤣😜😜😜😜😜😜😜😜
2022-10-16
1
Trisnawati Ilyas
ngakakzz....Ceo dingin dan tak tersentuh berubah wujud jadi hello kitti yg manja dan kekanakan🤣🤣🤣🤣
2022-10-15
0
Ass Yfa
miris nasib Leon...dibuly tak dianggep dadynya....Beby....yg beri kasih sayang Leon....
2022-07-29
0