SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Suasana pagi yang cerah, indah dan nyaman yang seperti Beby rasakan saat masih di Indonesia sama sekali tak ia dapatkan di mansion megah ini.
Saat membuka mata untuk menyambut hari kedua pekerjaan, bukan disambut oleh pelukan hangat Leon ataupun burung berkicau.
Telinganya langsung berdengung saat mendengar teriakkan Sean diluar kamar Leon.
Pria itu benar-benar merusak pagi ceria, tentram, dan indah milik Beby! Benar-benar sialan! Bule gila!
Buru-buru Beby melepaskan lengannya yang menjadi bantalan tidur Leon dengan perlahan, tak mau membuat tuan mudanya itu terbangun dan merengek seharian. Karena moodnya rusak.
"Huh!" Beby menghela nafas lega saat berhasil memindahkan kepala Leon untuk ditaruhnya diatas bantal.
Dengan raut wajah suram ia membuka pintu kamar Leon, lalu masuk ke kamar Sean yang bersebelahan dengan kamar Leon.
Didepan pintu kamar Sean terdapat Jacob yang berdiri tegap dengan kedua tangan yang membawa beberapa paperbag dengan merk parfum terkenal.
"Pagi, Beby," sapa Jacob dengan senyum tipis.
Beby membalas sapaan Jacob dengan senyum tak kalah manis. "Pagi Jacob, kau memang terbiasa datang sepagi ini ?" tanya Beby bingung.
Pasalnya saat melihat jam di dinding kamar Leon tadi, saat ini masih menunjukkan pukul 6 pagi, dan ini sangat amat terlalu pagi untuk bekerja.
Jacob menggeleng mendengar pertanyaan Beby, "tidak Beby, aku biasanya datang jam tujuh atau setengah delapan pagi. Ini terlalu pagi untuk memulai sebuah pekerjaan. Hanya sekarang aku membawakan parfum untuk Mr. Alejandro, karna semalam pria itu menelfonku untuk dibawakan beberapa merk parfum baru.
Beby menganggukkan kepalanya mengerti, mereka berdua terus mengobrol, menunggu sang pemilik kamar membukakan pintu untuk mereka.
"Ya, kau benar. Ini masih jam enam terlalu pagi untuk bekerja. Sepertinya halnya denganmu aku juga di suruh datang ke kamar pria itu. Entah untuk apa, tuanmu itu benar-benar merusak pagi hariku yang indah menjadi muram!"
Pria disebelah Beby itu tertawa kecil mendengar penuturan Beby. "Bukan hanya tuanku, dia juga tuanmu sekarang. Jadi biasakan mulai sekarang untuk–"
Ceklek....
Ucapan Jacob terpotong saat pintu kamar tuan mereka berdua terbuka sempurna, dan jangan lupakan pria yang masih memakai piyama tidur dan rambut acak-acakan itu menatap kearah mereka sinis.
"Lama sekali kerjamu, Beby!" sentak Sean kesal. Ia sungguh tak suka dengan pekerja yang lelet.
Beby menghembuskan nafas panjang, ia tak boleh emosi. Masa baru bekerja dua hari sudah memarahi bos ?
Bisa-bisa semua uang yang diberikan Sean kepada keluarganya ditarik kembali.
"Saya menunggu tuan buka pintu, mana berani saya nyelonong masuk ke kamar tuan. Nanti dikira saya nyuri lagi..." jawab Beby disertai senyum.
Sean berdecak pelan, ia masih menatap sengit Beby. "Mulai sekarang saat aku memanggilmu untuk datang, langsung masuk saja. Kamarku tidak dikunci."
Beby menganggukkan kepalanya mengerti.
"Carikan aku bros jas yang berbentuk serigala di walk in closet. Aku dari tadi mencari tapi tidak ketemu!" titah Sean.
Mau tak mau Beby menganggukkan kepalanya, dan berjalan masuk ke kamar melewati tubuh Sean yang masih berdiri menjulang di depan pintu kamar.
"Permisi tuan," ucap Beby, dan Sean menyampingkan tubuhnya sedikit mepet ke pintu, memberi ruang Beby untuk masuk kamar dan menuju walk in closet.
Saat Beby sudah masuk, mata Sean beralih menatap Jacob. "Langsung masuk, taruh parfum baruku dimeja rias. Aku masih ingin mencari bros jas ku!"
Tanpa menunggu jawaban Jacob, Sean segera masuk ke walk in closet yang berada di kamarnya.
Sementara Jacob masih mematung di tempatnya. Tuan membiarkan wanita lain masuk ke kamar pribadinya? Bukankah tuan berkata kamar ini hanya bisa dimasuki ia, tuan, nyonya Clara serta seorang maid pria yang ingin membersihkan kamar ?
Jacob mengangkat bahunya acuh. Biarlah, ia harus segera menaruh parfum ini di dalam sebelum Sean kembali marah. "Mungkin memang tuan sudah sangat percaya dengan Beby..." gumamnya sembari menata parfum-parfum baru itu agar terlihat rapi.
...o0o...
Saat sudah menemukan bros yang dimaksud oleh Sean, Beby segera memasuki kamar Leon kembali saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
Dengan cepat, Beby membangunkan Leon dan memandikannya dengan air hangat. Dan memakaikan tuan mudanya itu seragam sekolah.
"Nah, sekarang pakai celananya ya Leon," pinta Beby seraya mengode Leon untuk memasukan kakinya kedalam bolongan celana yang sudah ia gulung dibawah kaki Leon.
Baru saja akan memasukkan kakinya kedalam kedalam celana ini, suara teriakan Leon yang menggelegar membuat Leon menurunkan kakinya kembali.
"BEBY!!!"
"BEBY!!!"
"IYA TUAN!" jawab Beby dengan berteriak juga–bukan maksud tidak sopan ia hanya berharap Sean bisa mendengar suaranya.
Beby menaruh kembali celana seragam Leon diatas ranjang. "Leon pakai celana sendiri ya, kakak mau ke kamar Daddy dulu!"
Tanpa menunggu jawaban Leon, Beby langsung berlari kecil memasuk kamar pria itu.
"Ada apa tuan ?"
Sean yang sedang mengancingkan kancing kemejanya didepan kaca menolehkan pandangannya ke Beby sekilas, lalu menatap kembali pantulan tubuhnya di cermin.
"Rapikan rambutku, beri pomade–minyak rambut–agar berkilau dan belah ke sebelah kiri.
Beby menganggukkan kepalanya, lalu menyuruh Sean untuk duduk di kursi agar ia bisa menjangkau kepala pria tinggi itu.
Bak seorang wanita pegawai salon yang mahir, Beby dengan serius mengoleskan minyak rambut itu kepada rambut Sean dengan rapi dan berhati-hati.
Ia sangat fokus hingga tidak sadar sedari tadi wajah bangun tidurnya di perhatikan Sean lewat cermin.
"Sudah selesai tuan, saya kembali ke kamar Leon," ucap Beby yang diangguki oleh Sean.
Beby sudah berada kembali kekamar Leon dan mendapati pria kecil itu tengah dengan susah mengikat tali sepatunya. Dengan sikap, Beby mendudukkan Leon diatas ranjang dan mulai memasangkan sepatu pada kedua kaki Leon.
Setelah selesai, Beby menyuruh Leon duduk di depan cermin untuk ia rapikan rambutnya. Baru saja memegang sisir, suara Sean kembali terdengar.
"BEBY!!"
"BEBY!!"
"YA TUAN!"
Beby menaruh kembali sisir itu dan berlari kecil menuju kamar Sean.
"Ada apa tuan ?"
"Pasangkan dasi," pinta Sean, saat ini pria itu tengah memakai jas rancangan designer terkenal pada tubuh besarnya.
Beby menganggukkan kepalanya, dan berjinjit untuk meletakkan dasi itu pada leher Sean. Ia dengan khusyuk memasang dasi itu, dan mengabaikan Sean yang terus memandanginya.
"Sudah tuan, saya kembali ke kamar Leon!" Sean mengangguk.
Saat sudah tiba dikamar Leon, tuan mudanya itu sudah rapi dengan rambut yang disisir dan bedak tipis diwajahnya, Beby tersenyum senang.
"Ganteng banget, tuan muda Leon," puji Beby yang membuat bocah lima tahun itu tersipu malu.
"Nah kalo sudah selesai semua, sekarang kita masukkan buku-buku pelajaran kedalam tas ya!"
"Ya, kak. Hari ini disekolah Leon ak–"
"BEBY!!"
"BEBY!!"
Ucapan Leon terpotong saat lagi, lagi dan lagi Sean meneriaki nama Beby. Tangan Beby terkepal kuat, tanpa pamit Beby langsung berjalan menuju kamar Sean.
BRAK....
Dibukanya pintu itu dengan kasar dan tidak sabar, sehingga membuat sang pemilik kamar memekik terkejut.
"Sekarang apa lagi tuan ?" tanya Beby yang berkali-kali mengembuskan nafas panjang.
"Pilihkan aku parfum, yang sesuai denganku ..." jawabnya dengan pelan.
Emosi Beby seketika memuncak, secara asal ia memilih botol parfum yang ada dihadapannya lalu diberikan pada Sean.
"Ini tuan!" ia menyerahkan botol parfum itu kepada Sean.
Sean menerima botol itu dan lalu menyemprotkan pada pergelangan tangan kirinya.
Ia mencium wangi parfum yang dipilihkan oleh Beby itu. "Benar! Wangi ini tidak norak! Ternyata kita memliki selera yang sama Beby!" jawab Sean, ia menyemprotkan secara brutal parfum itu pada setiap inci tubuhnya.
Sementara Beby hanya mendengus kesal, padahal ia sama sekali tidak mencium bau parfum itu, dan memilihnya acak. Syukurlah jika Sean suka, ia jadi tidak perlu repot lagi.
"Bagiamana Beby, sudah tidak norak kan baunya? Kamu sudah suka kan Beby ?"
...o0o ...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Trisnawati Ilyas
modus yg terselubung🤣🤣🤣
2022-10-15
0
Ass Yfa
ya ampun...Sean....udah lama nggk ada yg ngurus ya gitu deh apa2 manggl BEBY......
2022-07-29
0
susi_berlianaqu
dasar bos arogan kelakuannya kalah sm anaknya..kalo manggil orang tuh sekalian biar dia jg gak cape bolak baliknya..🙄🙄
2022-05-05
0