CHAPTER 17 - PAGI YANG CERAH

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...

TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...

KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.

SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.

...o0o...

Suasana pagi yang cerah, indah dan nyaman yang seperti Beby rasakan saat masih di Indonesia sama sekali tak ia dapatkan di mansion megah ini.

Saat membuka mata untuk menyambut hari kedua pekerjaan, bukan disambut oleh pelukan hangat Leon ataupun burung berkicau.

Telinganya langsung berdengung saat mendengar teriakkan Sean diluar kamar Leon.

Pria itu benar-benar merusak pagi ceria, tentram, dan indah milik Beby! Benar-benar sialan! Bule gila!

Buru-buru Beby melepaskan lengannya yang menjadi bantalan tidur Leon dengan perlahan, tak mau membuat tuan mudanya itu terbangun dan merengek seharian. Karena moodnya rusak.

"Huh!" Beby menghela nafas lega saat berhasil memindahkan kepala Leon untuk ditaruhnya diatas bantal.

Dengan raut wajah suram ia membuka pintu kamar Leon, lalu masuk ke kamar Sean yang bersebelahan dengan kamar Leon.

Didepan pintu kamar Sean terdapat Jacob yang berdiri tegap dengan kedua tangan yang membawa beberapa paperbag dengan merk parfum terkenal.

"Pagi, Beby," sapa Jacob dengan senyum tipis.

Beby membalas sapaan Jacob dengan senyum tak kalah manis. "Pagi Jacob, kau memang terbiasa datang sepagi ini ?" tanya Beby bingung.

Pasalnya saat melihat jam di dinding kamar Leon tadi, saat ini masih menunjukkan pukul 6 pagi, dan ini sangat amat terlalu pagi untuk bekerja.

Jacob menggeleng mendengar pertanyaan Beby, "tidak Beby, aku biasanya datang jam tujuh atau setengah delapan pagi. Ini terlalu pagi untuk memulai sebuah pekerjaan. Hanya sekarang aku membawakan parfum untuk Mr. Alejandro, karna semalam pria itu menelfonku untuk dibawakan beberapa merk parfum baru.

Beby menganggukkan kepalanya mengerti, mereka berdua terus mengobrol, menunggu sang pemilik kamar membukakan pintu untuk mereka.

"Ya, kau benar. Ini masih jam enam terlalu pagi untuk bekerja. Sepertinya halnya denganmu aku juga di suruh datang ke kamar pria itu. Entah untuk apa, tuanmu itu benar-benar merusak pagi hariku yang indah menjadi muram!"

Pria disebelah Beby itu tertawa kecil mendengar penuturan Beby. "Bukan hanya tuanku, dia juga tuanmu sekarang. Jadi biasakan mulai sekarang untuk–"

Ceklek....

Ucapan Jacob terpotong saat pintu kamar tuan mereka berdua terbuka sempurna, dan jangan lupakan pria yang masih memakai piyama tidur dan rambut acak-acakan itu menatap kearah mereka sinis.

"Lama sekali kerjamu, Beby!" sentak Sean kesal. Ia sungguh tak suka dengan pekerja yang lelet.

Beby menghembuskan nafas panjang, ia tak boleh emosi. Masa baru bekerja dua hari sudah memarahi bos ?

Bisa-bisa semua uang yang diberikan Sean kepada keluarganya ditarik kembali.

"Saya menunggu tuan buka pintu, mana berani saya nyelonong masuk ke kamar tuan. Nanti dikira saya nyuri lagi..." jawab Beby disertai senyum.

Sean berdecak pelan, ia masih menatap sengit Beby. "Mulai sekarang saat aku memanggilmu untuk datang, langsung masuk saja. Kamarku tidak dikunci."

Beby menganggukkan kepalanya mengerti.

"Carikan aku bros jas yang berbentuk serigala di walk in closet. Aku dari tadi mencari tapi tidak ketemu!" titah Sean.

Mau tak mau Beby menganggukkan kepalanya, dan berjalan masuk ke kamar melewati tubuh Sean yang masih berdiri menjulang di depan pintu kamar.

"Permisi tuan," ucap Beby, dan Sean menyampingkan tubuhnya sedikit mepet ke pintu, memberi ruang Beby untuk masuk kamar dan menuju walk in closet.

Saat Beby sudah masuk, mata Sean beralih menatap Jacob. "Langsung masuk, taruh parfum baruku dimeja rias. Aku masih ingin mencari bros jas ku!"

Tanpa menunggu jawaban Jacob, Sean segera masuk ke walk in closet yang berada di kamarnya.

Sementara Jacob masih mematung di tempatnya. Tuan membiarkan wanita lain masuk ke kamar pribadinya? Bukankah tuan berkata kamar ini hanya bisa dimasuki ia, tuan, nyonya Clara serta seorang maid pria yang ingin membersihkan kamar ?

Jacob mengangkat bahunya acuh. Biarlah, ia harus segera menaruh parfum ini di dalam sebelum Sean kembali marah. "Mungkin memang tuan sudah sangat percaya dengan Beby..." gumamnya sembari menata parfum-parfum baru itu agar terlihat rapi.

...o0o...

Saat sudah menemukan bros yang dimaksud oleh Sean, Beby segera memasuki kamar Leon kembali saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi.

Dengan cepat, Beby membangunkan Leon dan memandikannya dengan air hangat. Dan memakaikan tuan mudanya itu seragam sekolah.

"Nah, sekarang pakai celananya ya Leon," pinta Beby seraya mengode Leon untuk memasukan kakinya kedalam bolongan celana yang sudah ia gulung dibawah kaki Leon.

Baru saja akan memasukkan kakinya kedalam kedalam celana ini, suara teriakan Leon yang menggelegar membuat Leon menurunkan kakinya kembali.

"BEBY!!!"

"BEBY!!!"

"IYA TUAN!" jawab Beby dengan berteriak juga–bukan maksud tidak sopan ia hanya berharap Sean bisa mendengar suaranya.

Beby menaruh kembali celana seragam Leon diatas ranjang. "Leon pakai celana sendiri ya, kakak mau ke kamar Daddy dulu!"

Tanpa menunggu jawaban Leon, Beby langsung berlari kecil memasuk kamar pria itu.

"Ada apa tuan ?"

Sean yang sedang mengancingkan kancing kemejanya didepan kaca menolehkan pandangannya ke Beby sekilas, lalu menatap kembali pantulan tubuhnya di cermin.

"Rapikan rambutku, beri pomade–minyak rambut–agar berkilau dan belah ke sebelah kiri.

Beby menganggukkan kepalanya, lalu menyuruh Sean untuk duduk di kursi agar ia bisa menjangkau kepala pria tinggi itu.

Bak seorang wanita pegawai salon yang mahir, Beby dengan serius mengoleskan minyak rambut itu kepada rambut Sean dengan rapi dan berhati-hati.

Ia sangat fokus hingga tidak sadar sedari tadi wajah bangun tidurnya di perhatikan Sean lewat cermin.

"Sudah selesai tuan, saya kembali ke kamar Leon," ucap Beby yang diangguki oleh Sean.

Beby sudah berada kembali kekamar Leon dan mendapati pria kecil itu tengah dengan susah mengikat tali sepatunya. Dengan sikap, Beby mendudukkan Leon diatas ranjang dan mulai memasangkan sepatu pada kedua kaki Leon.

Setelah selesai, Beby menyuruh Leon duduk di depan cermin untuk ia rapikan rambutnya. Baru saja memegang sisir, suara Sean kembali terdengar.

"BEBY!!"

"BEBY!!"

"YA TUAN!"

Beby menaruh kembali sisir itu dan berlari kecil menuju kamar Sean.

"Ada apa tuan ?"

"Pasangkan dasi," pinta Sean, saat ini pria itu tengah memakai jas rancangan designer terkenal pada tubuh besarnya.

Beby menganggukkan kepalanya, dan berjinjit untuk meletakkan dasi itu pada leher Sean. Ia dengan khusyuk memasang dasi itu, dan mengabaikan Sean yang terus memandanginya.

"Sudah tuan, saya kembali ke kamar Leon!" Sean mengangguk.

Saat sudah tiba dikamar Leon, tuan mudanya itu sudah rapi dengan rambut yang disisir dan bedak tipis diwajahnya, Beby tersenyum senang.

"Ganteng banget, tuan muda Leon," puji Beby yang membuat bocah lima tahun itu tersipu malu.

"Nah kalo sudah selesai semua, sekarang kita masukkan buku-buku pelajaran kedalam tas ya!"

"Ya, kak. Hari ini disekolah Leon ak–"

"BEBY!!"

"BEBY!!"

Ucapan Leon terpotong saat lagi, lagi dan lagi Sean meneriaki nama Beby. Tangan Beby terkepal kuat, tanpa pamit Beby langsung berjalan menuju kamar Sean.

BRAK....

Dibukanya pintu itu dengan kasar dan tidak sabar, sehingga membuat sang pemilik kamar memekik terkejut.

"Sekarang apa lagi tuan ?" tanya Beby yang berkali-kali mengembuskan nafas panjang.

"Pilihkan aku parfum, yang sesuai denganku ..." jawabnya dengan pelan.

Emosi Beby seketika memuncak, secara asal ia memilih botol parfum yang ada dihadapannya lalu diberikan pada Sean.

"Ini tuan!" ia menyerahkan botol parfum itu kepada Sean.

Sean menerima botol itu dan lalu menyemprotkan pada pergelangan tangan kirinya.

Ia mencium wangi parfum yang dipilihkan oleh Beby itu. "Benar! Wangi ini tidak norak! Ternyata kita memliki selera yang sama Beby!" jawab Sean, ia menyemprotkan secara brutal parfum itu pada setiap inci tubuhnya.

Sementara Beby hanya mendengus kesal, padahal ia sama sekali tidak mencium bau parfum itu, dan memilihnya acak. Syukurlah jika Sean suka, ia jadi tidak perlu repot lagi.

"Bagiamana Beby, sudah tidak norak kan baunya? Kamu sudah suka kan Beby ?"

...o0o ...

GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?

YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....

TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...

BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.

SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰

TERIMA KASIH SEMUANYA

Terpopuler

Comments

Trisnawati Ilyas

Trisnawati Ilyas

modus yg terselubung🤣🤣🤣

2022-10-15

0

Ass Yfa

Ass Yfa

ya ampun...Sean....udah lama nggk ada yg ngurus ya gitu deh apa2 manggl BEBY......

2022-07-29

0

susi_berlianaqu

susi_berlianaqu

dasar bos arogan kelakuannya kalah sm anaknya..kalo manggil orang tuh sekalian biar dia jg gak cape bolak baliknya..🙄🙄

2022-05-05

0

lihat semua
Episodes
1 CHAPTER 1 – SIAPA ITU BEBY ?
2 CHAPTER 2 - BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN UANG?
3 CHAPTER 3 - MALAM DENGAN PRIA ASING
4 CHAPTER 4 - SIAPA SEAN ?
5 CHAPTER 5 - MALAM DENGAN PRIA ASING (2)
6 CHAPTER 6 - TIDUR
7 CHAPTER 7 - KEHILANGAN DIA
8 CHAPTER 8 - BERANGKAT
9 CHAPTER 9 - PESAWAT
10 CHAPTER 10 - BANGKRUT?
11 CHAPTER 11 - KESEPAKATAN YANG MENGUNTUNGKAN
12 CHAPTER 12 - DATANG KE KANDANG SINGA
13 CHAPTER 13 - KASIAN SEKALI....
14 CHAPTER 14 - BAU!!
15 CHAPTER 15 - MUKBANG
16 CHAPTER 16 - ENAK KAN ?
17 CHAPTER 17 - PAGI YANG CERAH
18 CHAPTER 18 - SEKOLAH
19 CHAPTER 19 - BOS TAMBANG NIH
20 CHAPTER 20 - RUMAH SAKIT
21 CHAPTER 21 - BERTIGA!
22 CHAPTER 22 - SEMOGA TIDAK!
23 CHAPTER 23 - MARAH ?
24 CHAPTER 24 - SINGKIRKAN?
25 CHAPTER 25 - TERNYATA DIA DI JUAL
26 CHAPTER 26 - AKU BERI KESEMPATAN
27 CHAPTER 27 - KENAPA MIRIP ?
28 CHAPTER 28 - MEREPOTKAN
29 CHAPTER 29 - BANGUNLAH...
30 CHAPTER 30 - PERANG DINGIN
31 CHAPTER 31 - MINUMLAH.
32 CHAPTER 32 - JANGAN NANGIS!
33 CHAPTER 33 - KEMBALI ?
34 CHAPTER 34 - TERIMA ATAU TIDAK?
35 CHAPTER 35 - SADAR
36 CHAPTER 36 - ADIK IPAR ?
37 CHAPTER 37 - HUSSS!! SANA!
38 CHAPTER 38 - WANITA ASIA
39 CHAPTER 39 - TERTARIK
40 CHAPTER 40 - DARI SIAPA ?
41 CHAPTER 41 - SEAN vs DOMINIC
42 CHAPTER 42 - AMARAH SEAN
43 CHAPTER 43 - BERDARAH
44 CHAPTER 44 - PENGAKUAN DOMINIC
45 CHAPTER 45 - PERASAAN YANG TIDAK ENAK
46 CHAPTER 46 - PENGASUH CLARA
47 CHAPTER 47 - JANGAN DIBUAT BERCANDA
48 CHAPTER 48 - SELAMAT TINGGAL
49 CHAPTER 49 - BENCI DAN CINTA
50 CHAPTER 50 - JANGAN SEMBUNYI
51 CHAPTER 51 - PERGI JAUH
52 CHAPTER 52 - DIMANA ?
53 CHAPTER 53 - ULAH DOMINIC
54 CHAPTER 54 - VANIA ANEH ? SERBUK APA ?
55 CHAPTER 55 - SELIDIKI....
56 CHAPTER 56 - JADI DIA ?!?!
57 CHAPTER 57 - FAKTA MENGEJUTKAN
58 CHAPTER 58 - AMARAH DAN PENYESALAN
59 CHAPTER 59 - PENYESALAN DAN EKSEKUSI
60 CHAPTER 60 - PULANG
61 CHAPTER 61 - TAK SENGAJA BERTEMU
62 CHAPTER 62 - APA YANG TERJADI
63 CHAPTER 63 - OBAT APA ?
64 CHAPTER 64 - KEPIKIRAN
65 CHAPTER 65 - POSITIF
66 CHAPTER 66 - KATAKAN DIMANA ?
67 CHAPTER 67 - KAPAN NIKAH?
68 CHAPTER 68 - BERTEMU
69 CHAPTER 69 - JADI BENAR ?
70 CHAPTER 70 - SALAHKU ATAU KAMU ?
71 CHAPTER 71 - MARAH...
72 CHAPTER 72 - MERASA DIKHIANATI
73 CHAPTER 73 - MENYELESAIKAN PERMASALAH
74 CHAPTER 74 - TES!
75 CHAPTER 75 - TIDAK....
76 CHAPTER 76 - AKU BUKAN DIA
77 CHAPTER 77 - BERKELAHI
78 CHAPTER 78 - SIASAT TERAKHIR SEAN
79 CHAPTER 79 - AKHIR
80 CHAPTER 80 - KECELAKAAN
81 CHAPTER 81 - MENYIAPKAN PEMAKAMAN
82 CHAPTER 82 - JADI ?
83 CHAPTER 83 - END... ???
84 NASIB SEAN
85 AKHIRNYA DARI SEMUANYA
Episodes

Updated 85 Episodes

1
CHAPTER 1 – SIAPA ITU BEBY ?
2
CHAPTER 2 - BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN UANG?
3
CHAPTER 3 - MALAM DENGAN PRIA ASING
4
CHAPTER 4 - SIAPA SEAN ?
5
CHAPTER 5 - MALAM DENGAN PRIA ASING (2)
6
CHAPTER 6 - TIDUR
7
CHAPTER 7 - KEHILANGAN DIA
8
CHAPTER 8 - BERANGKAT
9
CHAPTER 9 - PESAWAT
10
CHAPTER 10 - BANGKRUT?
11
CHAPTER 11 - KESEPAKATAN YANG MENGUNTUNGKAN
12
CHAPTER 12 - DATANG KE KANDANG SINGA
13
CHAPTER 13 - KASIAN SEKALI....
14
CHAPTER 14 - BAU!!
15
CHAPTER 15 - MUKBANG
16
CHAPTER 16 - ENAK KAN ?
17
CHAPTER 17 - PAGI YANG CERAH
18
CHAPTER 18 - SEKOLAH
19
CHAPTER 19 - BOS TAMBANG NIH
20
CHAPTER 20 - RUMAH SAKIT
21
CHAPTER 21 - BERTIGA!
22
CHAPTER 22 - SEMOGA TIDAK!
23
CHAPTER 23 - MARAH ?
24
CHAPTER 24 - SINGKIRKAN?
25
CHAPTER 25 - TERNYATA DIA DI JUAL
26
CHAPTER 26 - AKU BERI KESEMPATAN
27
CHAPTER 27 - KENAPA MIRIP ?
28
CHAPTER 28 - MEREPOTKAN
29
CHAPTER 29 - BANGUNLAH...
30
CHAPTER 30 - PERANG DINGIN
31
CHAPTER 31 - MINUMLAH.
32
CHAPTER 32 - JANGAN NANGIS!
33
CHAPTER 33 - KEMBALI ?
34
CHAPTER 34 - TERIMA ATAU TIDAK?
35
CHAPTER 35 - SADAR
36
CHAPTER 36 - ADIK IPAR ?
37
CHAPTER 37 - HUSSS!! SANA!
38
CHAPTER 38 - WANITA ASIA
39
CHAPTER 39 - TERTARIK
40
CHAPTER 40 - DARI SIAPA ?
41
CHAPTER 41 - SEAN vs DOMINIC
42
CHAPTER 42 - AMARAH SEAN
43
CHAPTER 43 - BERDARAH
44
CHAPTER 44 - PENGAKUAN DOMINIC
45
CHAPTER 45 - PERASAAN YANG TIDAK ENAK
46
CHAPTER 46 - PENGASUH CLARA
47
CHAPTER 47 - JANGAN DIBUAT BERCANDA
48
CHAPTER 48 - SELAMAT TINGGAL
49
CHAPTER 49 - BENCI DAN CINTA
50
CHAPTER 50 - JANGAN SEMBUNYI
51
CHAPTER 51 - PERGI JAUH
52
CHAPTER 52 - DIMANA ?
53
CHAPTER 53 - ULAH DOMINIC
54
CHAPTER 54 - VANIA ANEH ? SERBUK APA ?
55
CHAPTER 55 - SELIDIKI....
56
CHAPTER 56 - JADI DIA ?!?!
57
CHAPTER 57 - FAKTA MENGEJUTKAN
58
CHAPTER 58 - AMARAH DAN PENYESALAN
59
CHAPTER 59 - PENYESALAN DAN EKSEKUSI
60
CHAPTER 60 - PULANG
61
CHAPTER 61 - TAK SENGAJA BERTEMU
62
CHAPTER 62 - APA YANG TERJADI
63
CHAPTER 63 - OBAT APA ?
64
CHAPTER 64 - KEPIKIRAN
65
CHAPTER 65 - POSITIF
66
CHAPTER 66 - KATAKAN DIMANA ?
67
CHAPTER 67 - KAPAN NIKAH?
68
CHAPTER 68 - BERTEMU
69
CHAPTER 69 - JADI BENAR ?
70
CHAPTER 70 - SALAHKU ATAU KAMU ?
71
CHAPTER 71 - MARAH...
72
CHAPTER 72 - MERASA DIKHIANATI
73
CHAPTER 73 - MENYELESAIKAN PERMASALAH
74
CHAPTER 74 - TES!
75
CHAPTER 75 - TIDAK....
76
CHAPTER 76 - AKU BUKAN DIA
77
CHAPTER 77 - BERKELAHI
78
CHAPTER 78 - SIASAT TERAKHIR SEAN
79
CHAPTER 79 - AKHIR
80
CHAPTER 80 - KECELAKAAN
81
CHAPTER 81 - MENYIAPKAN PEMAKAMAN
82
CHAPTER 82 - JADI ?
83
CHAPTER 83 - END... ???
84
NASIB SEAN
85
AKHIRNYA DARI SEMUANYA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!