SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Berkali-kali Beby menghembuskan nafas panjang lalu melirik Leon yang juga kini menatapnya bingung.
Ia memijit pelipisnya yang berdenyut nyeri. "Hei kamu, jam berapa biasanya berangkat sekolah ?"
Leon mengerjapkan matanya lucu, tapi tampak begitu mengerikan bagi Beby yang mengerikan. Bagaimana tidak mengerikan jika mata bocah itu bulat tapi wajahnya sangat tirus dan tubuhnya kurus kerempeng.
Sean benar-benar ayah yang pelit! Membayar hutang keluarga Beby bisa, masa hanya memberikan asupan makanan pada anak kandungnya sendiri tidak bisa ?
Eh ? Leon beneran anak kandung kan ?
"Jam setengah delapan, Leon sudah berangkat. Gerbang sekolah Leon tutup jam delapan!" jawabnya dengan mulut kecilnya.
Beby mengenggukkan kepalanya mengerti. "Ahh, rupanya nama anak ini Leon...." batinnya. Ia melihat jam dipergelangan tangan kirinya, sudah jam setengah delapan.
"Masih ada waktu setengah jam lagi," gumam Beby.
"Coba Leon sini, deketan sama kakak," panggilnya dengan tangan yang melambai kearah Leon, mengistirahatkan bocah laki-laki berumur 5 tahun itu untuk segera mendekatinya.
Leon menganggukkan kepalanya, ia mendorong meja agar kursi tertarik kebelakang sehingga ia ada cela untuk turun.
Kaki kecilnya melangkah menuju Beby, "ada apa, kakak ?" tanyanya.
Beby meringis saat melihat penampilan Leon secara dekat. Seharusnya wajah anak kecil seusia Leon masih bersih dan lembut, tapi Beby melihat kekusaman yang nampak nyata, dan terlihat banyak sekali bruntusan pada wajah Leon.
Ia menyumpah serapahi Sean dalam hati, bisa-bisanya ada orang tua seperti Sean didunia ini!
"Ayo kak, berangkat sekolah. Nanti Leon terlambat!" pinta Leon menarik ujung baju yang digunakan Beby.
"Kamu mau berangkat dengan pakaian dan penampilan seperti itu ?" tanya Beby kesal, ia menyentuh rambut Leon sebentar. "Udah berapa lama kamu gak potong rambut, Leon ?" geram Beby.
Leon ikut-ikutan menyentuh rambutnya, "Leon gak pernah potong rambut kak. Katanya pengasuh Leon dulu, penyebab Daddy sama Mommy benci Leon itu karena Leon terlahir sebagai laki-laki. Dad sama Mom mau punya anak perempuan, jadi mereka kecewa dan membenci Leon deh."
"Jadi Leon gak pernah potong rambut, Leon mau rambut Leon panjang. Biar Leon dikira perempuan sama Mom dan Dad!" sambungnya dengan semangat.
PLAK.....
Beby menampar wajahnya sendiri karena kesal, ia mengacak rambutnya frustasi. "...ya gak gitu juga Leon....."
"HAH....." Beby menghela nafas panjang lalu berdiri dari duduknya dan membawa Leon dalam gendongan dipinggang. "Dengarkan kakak, Leon dibenci sama Mom dan Dad bukan karena mereka ingin memiliki anak perempuan. Tapi karena penampilan Leon yang acak-acakan begini!"
"Tapi tenang, mulai saat ini kakak akan menjadi pengasuh yang baik sama kamu!" sambungnya yang membuat Leon mengerjabkan matanya bingung.
Mata Beby menatap maid yang sedang sibuk di dapur itu. "Hei, kamu kemari!" panggil Beby pada maid dengan lipstik merah yang terlibat lenggang dibanding para maid lain.
Maid yang dipanggil berjalan ogah-ogahan kearah Beby. "Ada apa ?" tanyanya jutek.
Alis Beby berkerut menatap maid itu kesal, bisa-bisanya tidak sopan kepada atasan! gerutunya kesal dalam hati. "Bawa kedua koperku ke kamar Leon! Se–ka–rang!" titah Beby dengan mata sedikit melotot.
"Huh?" tanya maid itu dengan senyum sinis. "Situ siapa mau atur-atur saya ? Nyonya dirumah ini juga bukan ? Kamu kan maid juga di sini, cuma bedanya kamu khusus melayani tuan muda Leon!" jawab maid itu tak mau kalah.
Beby tertawa sinis menatap maid itu kesal. "Aku bukan maid!" sentaknya cepat. "Aku...aku...." otak Beby berfikir keras, harus dengan jabatan apa dia memperkenalkan diri ? Dia memang maid pribadi Leon. "Aku asisten kedua Mr. Alejandro yang ditugaskan khusus untuk menjaga Leon!"
Ia mengigit bibir bawahnya agar tak tersenyum, cerdas juga ternyata otakku!
Tangan maid dengan lipstik merah menyala itu terkepal kuat, menatap Beby nyalang.
"Apa lihat-lihat ? Sana cepat bawakan koperku ke kamar Leon. Mulai hari ini kamar Leon juga merupakan kamarku. Jangan samakan kamarku dengan kamar pembantu seperti mu!" titahnya lagi dengan senyum sinis.
Lalu Beby beralih menatap Leon, "ayo Leon kita berangkat, beli banyak baju baru, beli vitamin buat kamu, sama potong rambut. Pakai uang kakak dulu, nanti biar diganti sama Daddy kamu," ucapnya dengan senyum tipis. "Diganti 5 kali lipat," lanjut Beby dalam hati seraya tertawa jahat.
"Baiklah, kakak."
Setelahnya Beby langsung pergi keluar dari ruang makan itu untuk menuju Mall dengan diantar supir pribadi Leon. Meninggalkan maid bergincu merah itu yang kesusahan membawa barang-barang Beby ke lantai atas.
...o0o...
Entah sudah berapa lama Jacob mondar-mandir, keluar-masuk kedalam ruang kerja milik tuannya itu.
"Jacob!!" teriak seseorang dari ruangan super mewah dihadapannya itu.
Jacob yang baru saja ingin duduk di kursinya langsung berjingkrak kaget dan segera berlari kecil untuk masuk ke meja kerja Sean.
"Ada apa, tuan ?"
Sean melemparkan dokumen yang cukup tebal tepat didepan wajah Jacob, beruntung asistennya itu bisa menangkis serangan dadakan itu, jika tidak mungkin Jacob akan pingsan dengan hidung berdarah karena terkena tumpukan kertas.
"A–ada apa, tu–"
"Aku minta laporan bulan Juni i, kenapa diberikan laporan bulan Juli ? Suruh tim produksi buat ulang laporannya!" titah Sean.
Tangan Jacob berangkat di dahinya membentuk tanda hormat bak murid yang sedang upacara. "Siap pak!"
Baru saja Jacob berbalik untuk keluar dari ruangan, tapi suara Sean mengehentikan langkahnya. "Suruh mereka agar cepat mengerjakannya. Aku ingin jam 7 kita sudah pulang ke rumah!"
Jacob kembali berbalik menganggukkan kepalanya kearah Sean. "Siap, tuan." Lalu ia melanjutkan langkahnya menuju luar ruangan menuju lantai 7, tempat dimana devisi produksi berada.
Dalam perjalanan Jacob bertanya-tanya, kenapa tuan ingin cepat pulang? Tak biasanya... batinnya bingung.
Waktu berjalan dengan cepat, hingga saat ini jam sudah menunjukkan setengah tujuh malam, dan Sean sudah membereskan semua pekerjaannya.
Ia merapikan dirinya lalu bangkit dari duduknya untuk keluar dari ruang kerjanya dengan senyum tipis yang ia tahan-tahan agar tak merekah sempurna.
Ceklek....
Mendengar suara ruangan didepannya membuat Jacob yang memang memiliki meja kerja disamping ruang kerja Sean langsung berdiri dari duduknya.
"Mau kemana tuan ? Masih ada satu laporan lagi yang harus di rev––"
"Pulang. Aku merindukan Clara," jawabnya.
Tak menunggu jawaban asistennya, Sean langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menuju lift.
Sementara Jacob mengerutkan dahinya bingung, kenapa dengan tuannya? Sejak berangkat sudah senyum-senyum sendiri, sekarang mau kembali kerumahnya juga senyum - senyum tidak jelas....
Jacob mengangkat kedua bahunya acuh, "mungkin memang benar jika tuan sangat merindukan istrinya," gumamnya dengan senyum sedih, ia kembali duduk ke kursinya dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.
"Tuan memang sangat setia, setiap saat selalu memikirkan nyonya Clara. Semoga saja nyonya bisa cepat membuka mata ..."
Tap....tap.... tap....
Terdengar suara sepatu bertemu dengan lantai diseberang meja kerja Jacob, secara reflek pria itu mengalihkan pandangannya keasal suara dengan wajah terkejutnya.
"Ah, tuan anda kembali ? ada apa ?" tanyanya bingung. "Anda pulang saja untuk menemui nyonya Clara, biar saya yang menyelesaikan semua peker–"
"Jacob, siapkan aku setelan jas baru. Sebelum pulang aku ingin mandi dan membersihkan badan," sela Sean cepat lalu masuk kedalam ruangannya.
Jacob mengangguk, lalu segera keluar dari meja kerjanya menuju ruangan Sean dengan dahi yang berkerut semakin dalam. "Ba–baik tuan," jawabnya sembari melirik Sean yang sudah masuk ke kamar pridadinya yang berada diruang kerja itu.
"Tumben sekali tuan Sean pakai acara mandi segala untuk menemui nyonya Clara ? Padahal biasanya juga tidak pernah. Oh aku tau...pasti tuan Sean ingin langsung masuk ke kamar nyonya Clara saat sudah tiba dirumah, eh tapi kenapa tidak mandi di rumah saja ?" batinnya bingung.
Tuannya yang aneh!
...o0o ...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Ass Yfa
tuh kan ada beby dirumah jadi harud prefek
2022-07-29
0
susi_berlianaqu
Tuannya sdg tergila² sm pengasuhnya leon..makanya berkelakuan yg aneh²🤣🤣🤣
2022-05-05
0
susi_berlianaqu
bisa bgt boongnya pen ketemu clara..padahal udh kangen sm Beby😂😂
2022-05-05
0