CHAPTER 4 - SIAPA SEAN ?

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...

TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...

KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.

SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.

FOLLOW AKUN RATU DONG 🥺

...o0o...

ITALIA, 2020

Disebuah ruangan kamar yang sangat luas itu, ada seorang pria dengan pakaian jas lengkapnya tengah menatap seseorang yang terbaring lemas dengan mata terpejam diatas ranjang yang sangat empuk.

Pria itu tampan sangat tampan bahkan.

Namun sayang seribu kali sayang, wajah tampannya selalu saja menampilkan raut kesedihan yang begitu dalam.

Tidak pernah ada tawa, dan senyum dihidupnya. Yang selalu ada di otak tampannya itu hanya bagaimana kesembuhan seseorang yang berada diatas ranjang itu.

"Sayang, kapan kamu mau membuka matamu ? Anak kita sudah berusia lima tahun," ucapnya lirih.

Caleo Sean Alejandro, nama pria tampan itu. Sean, tak henti-hentinya menatap wajah sang istri yang nampak pucat diatas ranjang. Dengan tangan kiri yang diberi suntikan infus.

"Bangunlah Clara! Aku sangat merindukanmu....." bisiknya lirih ditelinga sang istri.

Pria berusia 36 tahun itu menahan air mati-matian air matanya yang siap keluar. Tepat pada hari ini, istrinya telah menjalani koma selama 5 tahun.

Dan itu benar-benar membuatnya frustasi.

Sebenarnya sifat Sean itu sangat ramah, murah senyum dan mudah berbaur. Tapi karena ia kehilangan setengah jiwanya, ia merasakan kekosongan batin yang begitu menyiksa.

Sejak 5 tahun lalu saat istrinya mengalami pendarahan hebat setelah melahirkan dan berakibat koma, Sean berubah menjadi pria dingin yang tak tersentuh. Bahkan pada orangtua dan anak kandungnya sendiri, Sean menjaga jarak.

"Bangunlah sayang, apa mimpimu itu jauh lebih indah daripada aku ?" tanyanya dengan senyum getir.

Tangan Sean tak ada henti-hentinya mengelus lembut pipi sang istri, Clara. Meskipun wajah Clara pucat dan tampak mengerikan karena kantong matanya yang besar dan rambut yang tak terurus. Tapi bagi Sean, tak ada satupun wanita yang bisa menandingi istrinya.

"Apa kamu gak mau gendong Leon ? Dulu siapa yang mau minta anak ?" tanya Sean, "padahal aku dulu bilang gak usah punya anak aja, lihat kan gara-gara Leon jadi kamu yang harus jadi korban!"

"Lebih baik aku gak punya anak, asal kamu selalu sehat sayang," sambungnya.

Tidak ada respon sama sekali, tapi Sean akan tetap berbicara pada sang istri.

"Hari ini kita akan berpisah beberapa hari sayang, aku harus ke Indonesia untuk menghadiri rapat penting bersama presiden di sana. Aku harap kamu gak marah ya sama aku..." Sean menggenggam tangan Clara yang begitu kecil dan rapuh. "Sebenarnya aku malas sekali datang ke negara itu, tapi karena aku mendapat undangan khusus dari presiden langsung, jadi aku tidak bisa untuk tidak hadir sayang...."

Sean senang melakukan ini, meskipun tak mendapatkan respon istrinya tapi Sean akan terus berceloteh.

Setidaknya menceritakan masalah hidupnya kepada sang istri akan membuatnya sedikit merasakan kelegaan.

"–ya gitu lah, kamu tahu kan di sana terkenal sama macet. Apa aku harus bawa private jetku ke sana ya ? Buat jadi kendaraan pribadiku..."

Ceklek....

Tiba-tiba seorang pria yang nampak lebih muda dari Sean nampak memasuki kamar itu. Pria dengan setelan jas mahal sama seperti milik Sean.

"Maaf menganggu waktu anda dengan Nyonya, tuan. Tapi satu jam lagi, pesawat kita akan berangkat," ucap asisten pribadi Sean, Jacob.

Sean melirik Jacob singkat dengan wajah dinginnya yang mampu membuat sang tangan kanan itu berkeringat dingin.

Lalu ia menatap sang istri kembali dengan senyum kecil. "Aku berangkat, love...." ucap Sean mengecup kening istrinya lama.

Sean berdiri dari duduknya, dan berjalan keluar dari kamar dengan perasaan tak rela. Ini pertama kalinya ia harus meninggalkan istrinya dalam jangka waktu yang lama.

Sementara di atas ranjang, wanita yang tertidur lemas di atas ranjang mulai mengeluarkan air matanya. Tubuhnya tak bisa digerakkan, tapi ia selalu setia mendengarkan cerita suaminya.

...o0o...

Sean berjalan menuruni tangga rumahnya sembari mengancingkan kancingan yang berada di pergelangan tangan kirinya.

Matanya menelisik ruang makan ini, ada bocah berumur 5 tahun yang sedang makan sembari menundukkan kepalanya takut.

Tubuh bocah laki-laki itu bergetar hebat saat tahu ayahnya ikut makan bersamanya pagi ini di meja makan.

"Siapkan aku makan!" pinta Sean sembari duduk di meja makan.

Dengan segera seorang maid wanita muda yang terlihat cantik dengan lipstik merah menyala berlari kecil ke arah meja makan.

Mengoleskan selai pada roti Sean dengan wajah merah merona–malu, sedangkan Sean kini fokus sibuk memainkan ponselnya.

"Silahkan dimakan tuan," ucap Maid itu, Sean melirik maid dengan pakai super ketat itu lalu menganggukkan kepalanya.

Maid tersenyum sumringah setelah di tatap Sean dan segera bekerja kembali ke dapur.

Sean memakan makanannya dalam diam, ditemani sang asisten yang sedang membaca majalah disampingnya.

"Da–daddy akan pe–pergi bekerja ?" tanya seorang bocah laki-laki yang berada paling ujung kursi di meja makan itu.

Mendengar suara anak kecil, sontak kedua pria dewasa itu mengalihkan perhatian mereka pada bocah itu.

Sean menatapnya tanpa minat lalu melanjutkan makannya lagi, tanpa harua repot-repot menjawab pertanyaan konyol anaknya.

Berbeda dengan Jacob yang tersenyum tipis mendengar pertanyaan tuan mudanya. Ia menatap Leonardo dengan meringis kecil, ia menyumpahi dirinya sendiri karena tidak sadar dengan keberadaan tuan mudanya karena tubuh Leon yang kecil dan lagi pria muda itu duduk dikursi paling ujung. "Benar tuan muda, Daddy anda akan bekerja ke luar negeri. Jadi tuan Leon harus bisa menjaga Mommy ya selama Daddy pergi..."

Leon menganggukkan kepalanya kecilnya–menggemaskan. "Ba–baiklah, Leon akan jaga Mom–"

BRAKK....

Sean memundurkan kursinya dengan begitu keras hingga suara kecil Leon terhenti. Bocah laki-laki itu menatap takut ayahnya.

"Selesai!" ucapnya mencoba mengatakan pada sang asisten bahwa ia selesai makan. "Berangkat!"

Tanpa menunggu jawaban Jacob, Sean sudah lebih dulu meninggalkan ruang makan.

Sementara Jacob menatap tuan mudanya dengan iba. Tuannya masih belum menerima fakta jika bukan Leon yang menyebabkan istrinya koma.

Koma yang dialami Camilla murni takdir! Dan tidak ada sangkut pautnya dengan anak kandung mereka.

Jacob berdiri dari duduknya sembari memberikan Leon senyuman hangat. "Paman berangkat dulu ya, jangan lupa pesan paman untuk menjaga Mommy ya..." Leon menganggukkan kepalanya beberapa kali.

"Baik paman!" jawabnya lantang.

Jacob tersenyum lalu pamit kepada Leon untuk segera menyusul Sean. Ia tidak mau mejadi sasaran amukan bos dinginnya itu.

"Semoga Daddy mu segera berubah ya, tuan muda ....."

...o0o...

GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?

YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....

TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...

BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.

SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰

TERIMA KASIH SEMUANYA

Terpopuler

Comments

Yantisejati

Yantisejati

,lanjut tor,pgn tau kelanjutanya

2022-03-05

1

Liedya

Liedya

ouh gallardive

2022-02-16

1

Triiyyaazz Ajuach

Triiyyaazz Ajuach

omegat ada visualnya daddynya blue train 😄😄

2022-02-11

5

lihat semua
Episodes
1 CHAPTER 1 – SIAPA ITU BEBY ?
2 CHAPTER 2 - BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN UANG?
3 CHAPTER 3 - MALAM DENGAN PRIA ASING
4 CHAPTER 4 - SIAPA SEAN ?
5 CHAPTER 5 - MALAM DENGAN PRIA ASING (2)
6 CHAPTER 6 - TIDUR
7 CHAPTER 7 - KEHILANGAN DIA
8 CHAPTER 8 - BERANGKAT
9 CHAPTER 9 - PESAWAT
10 CHAPTER 10 - BANGKRUT?
11 CHAPTER 11 - KESEPAKATAN YANG MENGUNTUNGKAN
12 CHAPTER 12 - DATANG KE KANDANG SINGA
13 CHAPTER 13 - KASIAN SEKALI....
14 CHAPTER 14 - BAU!!
15 CHAPTER 15 - MUKBANG
16 CHAPTER 16 - ENAK KAN ?
17 CHAPTER 17 - PAGI YANG CERAH
18 CHAPTER 18 - SEKOLAH
19 CHAPTER 19 - BOS TAMBANG NIH
20 CHAPTER 20 - RUMAH SAKIT
21 CHAPTER 21 - BERTIGA!
22 CHAPTER 22 - SEMOGA TIDAK!
23 CHAPTER 23 - MARAH ?
24 CHAPTER 24 - SINGKIRKAN?
25 CHAPTER 25 - TERNYATA DIA DI JUAL
26 CHAPTER 26 - AKU BERI KESEMPATAN
27 CHAPTER 27 - KENAPA MIRIP ?
28 CHAPTER 28 - MEREPOTKAN
29 CHAPTER 29 - BANGUNLAH...
30 CHAPTER 30 - PERANG DINGIN
31 CHAPTER 31 - MINUMLAH.
32 CHAPTER 32 - JANGAN NANGIS!
33 CHAPTER 33 - KEMBALI ?
34 CHAPTER 34 - TERIMA ATAU TIDAK?
35 CHAPTER 35 - SADAR
36 CHAPTER 36 - ADIK IPAR ?
37 CHAPTER 37 - HUSSS!! SANA!
38 CHAPTER 38 - WANITA ASIA
39 CHAPTER 39 - TERTARIK
40 CHAPTER 40 - DARI SIAPA ?
41 CHAPTER 41 - SEAN vs DOMINIC
42 CHAPTER 42 - AMARAH SEAN
43 CHAPTER 43 - BERDARAH
44 CHAPTER 44 - PENGAKUAN DOMINIC
45 CHAPTER 45 - PERASAAN YANG TIDAK ENAK
46 CHAPTER 46 - PENGASUH CLARA
47 CHAPTER 47 - JANGAN DIBUAT BERCANDA
48 CHAPTER 48 - SELAMAT TINGGAL
49 CHAPTER 49 - BENCI DAN CINTA
50 CHAPTER 50 - JANGAN SEMBUNYI
51 CHAPTER 51 - PERGI JAUH
52 CHAPTER 52 - DIMANA ?
53 CHAPTER 53 - ULAH DOMINIC
54 CHAPTER 54 - VANIA ANEH ? SERBUK APA ?
55 CHAPTER 55 - SELIDIKI....
56 CHAPTER 56 - JADI DIA ?!?!
57 CHAPTER 57 - FAKTA MENGEJUTKAN
58 CHAPTER 58 - AMARAH DAN PENYESALAN
59 CHAPTER 59 - PENYESALAN DAN EKSEKUSI
60 CHAPTER 60 - PULANG
61 CHAPTER 61 - TAK SENGAJA BERTEMU
62 CHAPTER 62 - APA YANG TERJADI
63 CHAPTER 63 - OBAT APA ?
64 CHAPTER 64 - KEPIKIRAN
65 CHAPTER 65 - POSITIF
66 CHAPTER 66 - KATAKAN DIMANA ?
67 CHAPTER 67 - KAPAN NIKAH?
68 CHAPTER 68 - BERTEMU
69 CHAPTER 69 - JADI BENAR ?
70 CHAPTER 70 - SALAHKU ATAU KAMU ?
71 CHAPTER 71 - MARAH...
72 CHAPTER 72 - MERASA DIKHIANATI
73 CHAPTER 73 - MENYELESAIKAN PERMASALAH
74 CHAPTER 74 - TES!
75 CHAPTER 75 - TIDAK....
76 CHAPTER 76 - AKU BUKAN DIA
77 CHAPTER 77 - BERKELAHI
78 CHAPTER 78 - SIASAT TERAKHIR SEAN
79 CHAPTER 79 - AKHIR
80 CHAPTER 80 - KECELAKAAN
81 CHAPTER 81 - MENYIAPKAN PEMAKAMAN
82 CHAPTER 82 - JADI ?
83 CHAPTER 83 - END... ???
84 NASIB SEAN
85 AKHIRNYA DARI SEMUANYA
Episodes

Updated 85 Episodes

1
CHAPTER 1 – SIAPA ITU BEBY ?
2
CHAPTER 2 - BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN UANG?
3
CHAPTER 3 - MALAM DENGAN PRIA ASING
4
CHAPTER 4 - SIAPA SEAN ?
5
CHAPTER 5 - MALAM DENGAN PRIA ASING (2)
6
CHAPTER 6 - TIDUR
7
CHAPTER 7 - KEHILANGAN DIA
8
CHAPTER 8 - BERANGKAT
9
CHAPTER 9 - PESAWAT
10
CHAPTER 10 - BANGKRUT?
11
CHAPTER 11 - KESEPAKATAN YANG MENGUNTUNGKAN
12
CHAPTER 12 - DATANG KE KANDANG SINGA
13
CHAPTER 13 - KASIAN SEKALI....
14
CHAPTER 14 - BAU!!
15
CHAPTER 15 - MUKBANG
16
CHAPTER 16 - ENAK KAN ?
17
CHAPTER 17 - PAGI YANG CERAH
18
CHAPTER 18 - SEKOLAH
19
CHAPTER 19 - BOS TAMBANG NIH
20
CHAPTER 20 - RUMAH SAKIT
21
CHAPTER 21 - BERTIGA!
22
CHAPTER 22 - SEMOGA TIDAK!
23
CHAPTER 23 - MARAH ?
24
CHAPTER 24 - SINGKIRKAN?
25
CHAPTER 25 - TERNYATA DIA DI JUAL
26
CHAPTER 26 - AKU BERI KESEMPATAN
27
CHAPTER 27 - KENAPA MIRIP ?
28
CHAPTER 28 - MEREPOTKAN
29
CHAPTER 29 - BANGUNLAH...
30
CHAPTER 30 - PERANG DINGIN
31
CHAPTER 31 - MINUMLAH.
32
CHAPTER 32 - JANGAN NANGIS!
33
CHAPTER 33 - KEMBALI ?
34
CHAPTER 34 - TERIMA ATAU TIDAK?
35
CHAPTER 35 - SADAR
36
CHAPTER 36 - ADIK IPAR ?
37
CHAPTER 37 - HUSSS!! SANA!
38
CHAPTER 38 - WANITA ASIA
39
CHAPTER 39 - TERTARIK
40
CHAPTER 40 - DARI SIAPA ?
41
CHAPTER 41 - SEAN vs DOMINIC
42
CHAPTER 42 - AMARAH SEAN
43
CHAPTER 43 - BERDARAH
44
CHAPTER 44 - PENGAKUAN DOMINIC
45
CHAPTER 45 - PERASAAN YANG TIDAK ENAK
46
CHAPTER 46 - PENGASUH CLARA
47
CHAPTER 47 - JANGAN DIBUAT BERCANDA
48
CHAPTER 48 - SELAMAT TINGGAL
49
CHAPTER 49 - BENCI DAN CINTA
50
CHAPTER 50 - JANGAN SEMBUNYI
51
CHAPTER 51 - PERGI JAUH
52
CHAPTER 52 - DIMANA ?
53
CHAPTER 53 - ULAH DOMINIC
54
CHAPTER 54 - VANIA ANEH ? SERBUK APA ?
55
CHAPTER 55 - SELIDIKI....
56
CHAPTER 56 - JADI DIA ?!?!
57
CHAPTER 57 - FAKTA MENGEJUTKAN
58
CHAPTER 58 - AMARAH DAN PENYESALAN
59
CHAPTER 59 - PENYESALAN DAN EKSEKUSI
60
CHAPTER 60 - PULANG
61
CHAPTER 61 - TAK SENGAJA BERTEMU
62
CHAPTER 62 - APA YANG TERJADI
63
CHAPTER 63 - OBAT APA ?
64
CHAPTER 64 - KEPIKIRAN
65
CHAPTER 65 - POSITIF
66
CHAPTER 66 - KATAKAN DIMANA ?
67
CHAPTER 67 - KAPAN NIKAH?
68
CHAPTER 68 - BERTEMU
69
CHAPTER 69 - JADI BENAR ?
70
CHAPTER 70 - SALAHKU ATAU KAMU ?
71
CHAPTER 71 - MARAH...
72
CHAPTER 72 - MERASA DIKHIANATI
73
CHAPTER 73 - MENYELESAIKAN PERMASALAH
74
CHAPTER 74 - TES!
75
CHAPTER 75 - TIDAK....
76
CHAPTER 76 - AKU BUKAN DIA
77
CHAPTER 77 - BERKELAHI
78
CHAPTER 78 - SIASAT TERAKHIR SEAN
79
CHAPTER 79 - AKHIR
80
CHAPTER 80 - KECELAKAAN
81
CHAPTER 81 - MENYIAPKAN PEMAKAMAN
82
CHAPTER 82 - JADI ?
83
CHAPTER 83 - END... ???
84
NASIB SEAN
85
AKHIRNYA DARI SEMUANYA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!