SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Saat sedang asyik-asyiknya memakan hidangan makan malam bersama dengan Leon, tiba-tiba saja mereka dikejutkan oleh tindakan Sean yang pergi meninggalkan meja makan.
Beby melihat kepergian Sean dengan raut wajah bingung, lalu matanya beralih pada piring pria itu yang nampak masih kosong bersih, tak bernoda.
Sean belum makan sama sekali.
Ada apa ? Kenapa pergi ? Apa makanannya tidak enak ? Eh, tapi kan Sean belum mencobanya atau mungkin...
Mata Beby melirik kearah Leon yang nampak masih melihat punggung lebar sang ayah yang sedang menaiki tangga menuju kamar pribadinya.
"Kak kenapa Daddy gak makan ?" tanya pria kecil itu lirih, Leon berbalik–menatap Beby dengan mata berkaca-kaca. "Apa mungkin karena Leon duduk disamping Daddy ? Jadi Daddy tidak suka berdekatan dengan Leon ?" tanyanya beruntun.
Gotcha!!!
Pertanyaan itu juga bersarang di kepala Beby, mungkin saja pria kaya itu tak berselera makan karena ada Leon disampingnya.
Beby mengerutkan dahinya bingung, sepertinya di sini ada masalah yang cukup rumit antara Sean, istrinya dan juga Leon. Istri Sean yang tidak ikut makan malam sudah membuktikan jika terjadi masalah dengan keluarga kecil Sean.
Ia jadi teringat ucapan ibu-ibu salon tadi pagi. "Kalo menurut saya nih Bun, kayanya itu anak hasil perselingkuhan ibunya. Jadi ibunya hamil sama orang lain terus suaminya sahnya benci sama ank itu, soalnya bukan anak kandungnya!" Ibu-ibu tadi yang mengucapkan itu bisa saja mengucapkan fakta.
"Kak...kak..." Leon menggoyangkan lengan Beby beberapa kali. Lamunan Beby buyar, ia mengerjakan matanya beberapa kali lalu tersenyum tipis kearah Leon. "Kok kakak diem aja sih ? Jadi bener ya Daddy gak nafsu makan karena ada Leon yang duduk disampingnya ?"
Dengan cepat Beby menggelengkan kepalanya. Ia mengelus kepala Leon sayang, "enggak dong. Kan kakak sudah bilang kalo setelah penampilan Leon berubah, Daddy sama Mommynya Leon bakal lebih sayang sama Leon. Nah, soalnya kenapa Daddy pergi dan tidak ikut makan malam bersama kita, itu karena–ehm..." Mata Beby bergerak kesegela arah mencari alasan. "Karena Da–Daddy mau makan sama Mommy mu..iya.. gitu..." lanjutnya sembari meringis.
Leon menganggukkan kepalanya mengerti, "ya sudah ayo dilanjutkan makannya, habis ini kita kerjakan PR dan kakak bakal ceritain dongeng sama kamu!"
Leon bersorak senang, cepat-cepat ia memakan makanannya hingga pipi kecil Leon menggembung lucu.
Beby yang melihat itu diam-diam menghela nafas lega. Leon ternyata percaya dengan bualannya. Syukurlah.....
Mereka melanjutkan makan dengan sembari bercerita, hingga makan yang ada dalam piring mereka tandas tak bersisa.
Setelah membersihkan tangan di wastafel, Beby menggendong Leon untuk menuju ke kamar tuan mudanya itu dengan arah Leon.
Selama perjalanan menuju kamar Leon, Beby memandang takjub lantai dua Sean yang luasnya hampir setengah Mall yang tadi pagi mereka kunjungi.
Ada banyak sekali guci-guci mahal, lalu sorot matanya seakan harus fokus dengan lukisan yang begitu besar tertempel di dinding.
Sean dan seorang wanita yang super cantik tengah beradu gaya dengan pakaian pengantin.
Dapat Beby tebak wanita super cantik itu adalah istri Sean.
"Ehm, Leon," panggilnya, Beby berhenti tepat di depan pigura pengantin itu. "Itu yang disebelah Daddy Sean siapa ?"
"Itu Mommynya Leon!"
Beby menganggukkan kepalanya, ternyata benar tebakannya. Padahal Sean sudah memiliki istri cantik begini, tapi masih saja jajan ke club. Memang lelaki buaya darat. batin Beby.
"Itu kak kamar Leon, yang pintunya ada gambar jerapah!" tunjuk Leon pada pintu kamarnya.
Meski ingin menatap wajah istri Sean lebih lama, tapi Beby segera melangkahkan kakinya berjalan memasuki kamar Leon.
"Kalo sudah ketemu istrinya Sean, aku bakalan ngadu kalo aku ditiduri sama suaminya! Biar aku bisa lepas secepat mungkin dari tawanan bule gila itu!"
...o0o...
Berbeda dengan Beby dan Leon yang saat ini tengah menyelesaikan pekerjaan rumah (PR), kini Sean bergerak dan berguling ke kanan dan ke kiri dengan perasaan tak nyaman.
Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, tapi matanya masih belum bisa terpejam.
Krucuk....
Krucuk....
Perut Sean berbunyi dengan begitu keras, hingga pemilik perut itu sendiri dibuat kaget oleh suara tanda cacing-cacing diperutnya memberontak karena kelaparan.
Ia mengusap perut sixpack-nya, lalu berdiri dari posisinya tidurnya. "Ini sudah jam sepuluh malam, aku yakin sudah tidak ada orang didapur!"
Setelah menimang beberapa saat, Sean berjalan membuka pintu dan keluar menuju dapur, namun sebelum turun ke lantai bawah.
Ia menyempatkan untuk mengintip kamar anaknya yang kebetulan bersebelahan dengannya.
Bukan, bukan karena Sean kepo atau ingin melihat wajah Beby, bukan loh ya! Tapi karena Sean ingin–ingin, ingin apa ya ? Ya, pokoknya Sean ingin! Ini kan rumahnya, mansionnya, jadi terserah dia dong mau ngintip kamar siapa!
Benar kan ?
Beruntung kamar Leon tak ditutup sepenuhnya, jadi Sean masih bisa mendengar dan melihat apa yang Beby lakukan kepada anaknya.
"Dan akhirnya sang putri terbangun dari tidurnya karena sang pangeran tepat waktu menyelamatkan Putri itu. Lalu mereka hidup bahagia selamanya. Tamat!"
Sayup-sayup Sean mendengar Beby menceritakan kisah dongeng pada sang anak yang sudah terlelap dalam mimpi.
Sean berbalik dan berjalan menuruni tangga dengan senyum miring. "Hidup bahagia selamanya? Haha, mustahil! Dikehidupan nyata itu tidak berlaku!" gumamnya tanpa sadar.
Akhirnya Sean sudah tiba di dapur, ia menatap meja makan yang sudah kosong tanpa ad satupun makanan di sana.
Lalu Sean berinisiatif memasuki area dapur, dalam hati ia berdoa semoga setidaknya ada makanan yang masih bisa ia makan.
Pria itu tersenyum lebar saat melihat ada tudung saji di meja dapur. "Kalo ada tudung saji, pasti didalamnya ada makanan!" batinnya memekik senang.
Namun rupanya senyum itu harus hilang saat ini juga, karena saat Sean membuka tudung saji itu hanya ada piring-piring kosong tanpa ada makanan di atasnya.
"Sial!" umpat Sean kesal.
Krucuk....
"Mie! Aku makan mie instan saja!" ucapnya, ia membuka laci-laci yang berada didapur itu untuk mencari keberadaan mie instan.
Hingga tidak sadar suara yang ia buat itu bisa membangunkan seisi mansion.
"Astaga, tuan sedang apa ?"
Sean memekik terkejut, ia melototkan matanya menatap Beby kesal. "Ada apa kemari? Mengangetkan!" bukannya menjawab, Sean malah balik bertanya pada Beby. Lalu ia kembali ke pencahariannya, mencari stok mie instan di dapur.
Semetara Beby yang mendengar penuturan Sean, mengerucutkan bibirnya sebal. Ia membuka kulkas dan menuangkan air dingin pada gelasnya.
"Saya haus, makanya saya ambil minum di dapur. Maaf kalo bikin tuan kaget."
Sean tak merespon, ia masih fokus mencari keberadaan penyelamat perutnya itu.
"Tuan cari apa ? Kok sampai bongkar-bongkar lemari dapur ?"
"Ck, dimana sih.." gumam Sean tanpa memperdulikan pertanyaan Beby.
Beby mendengus kesal, ia berjalan mendekati Sean dan menarik bahu pria itu agar menatapnya.
Kini mereka saling bertatapan, jantung Sean berdebar dengan gilanya. Apalagi Beby sekarang hanya memakai kain tipis begini, mata Sean melirik kedada Beby. Sh**it Beby tidak memakai penyangga! Sean menelan salivanya susah payah.
"Tuan mau cari apa ? Biar saya yang cari. Tugas saya selain menjadi pengasuh Leon kan juga pengasuh Mr. Leandro!"
"Em–Mie, mie instan," jawabnya ingin Sean mengalihkan pandangannya dari pegunungan itu, tapi–tapi tidak bisa! Oh Tuhan tolong!
Beby menghela nafas panjang, tangannya bergerak untuk menyatukan rambutnya menjadi satu lalu digulungnya membentuk konde.
Leher putih jenjang Beby menyambut mata Sean.
"Pasti tuan lapar nih, lagian suruh siapa tadi gak makan malam!"
Beby bergerak membuka kulkas lalu diambilnya bahan-bahan yang setidaknya bisa Sean makan malam ini.
"Biar Beby masakin, tuan. Tuan duduk saja di kursi sana!" unjuk Beby pada kursi di bar dapur. "Saya masak nasi goreng seafood ya, tuan gak alergi kan ?"
"Ti–tidak," Sean menggeram kesakitan, adiknya ingin meluncur sekarang!
"Ok, tunggu 15 menit!"
Dengan lihai Beby mengerakkan tubuhnya kesana kemari untuk menggoreng nasi itu. "Lagian tadi kenapa gak makan malam ?"
"Gak ada yang siapin!"
Beby berdecak, "kan bisa minta Beby yang ambilin!"
"Gak peka!"
"Tuan ada yang gengsinya gede, gak mau minta tolong sama Beby!"
"Oh," jawab Sean.
Bongkahan bagian belakang tubuh Beby bergoyang bersama dengan tangan Beby yang saat ini sedang menggerakkan spatula di panci penggorengan dan sialnya di mata Sean itu terlihat seperti gerakan sensual...
"Tuan, mengenai Leon ada yang ingin saya bicarakan.."
Sean mengigit bibir bawahnya agar tak mengeluarkan suara aneh, saat ini tangannya sedikit bermain dengan adiknya.
"Kalo menurut saya Leon itu harusnya leb–"
"Saya ke kamar mandi!"
Tanpa menunggu jawaban Beby, Sean berlari untuk memasuki kamarnya dan segera memasuki kamar mandinya.
20 menit kemudian....
Masakan Beby sudah sepenuhnya matang dan tersaji di meja makan. Beby kini juga tengah meminum susunya sembari menunggu kedatangan Sean dari kamar mandi.
"Tuan lama sekali, aku sudah mengantuk!"
Sementara di kamar mandi~~~
Sean sedang asik bermain dengan sang adik yang sedari tadi ia dilepaskan. Ia menggerakkan dengan cepat hingga ia memekik tatkala merasakan nikmat.
Tak berselang lama dari itu Sean susah menyelesaikan urusannya di kamar mandi, dan saat ini sudah menuruni tangga untuk kembali ke dapur.
"Sudah matang, tuan silahkan di coba!" Sean menarik kursi di meja makan sana dan segera menyantap masakan Beby.
Mata Beby berbinar saat Sean dengan lahap memakan masakannya.
"Gimana tuan, Beby enak kan ?"
"Uhuk...uhukkk...."
...o0o...
Aduh sesebapak ngapain di kamar mandi ?? 🥺😭
RATU KASIH KHUSUS BUAT YANG MINTA DOUBLE UP KEMARIN 😘😘
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Ass Yfa
keselek kan,salfok sih....yg ensk nadi gorengnya Sean....🤭🤭
2022-07-29
0
susi_berlianaqu
gegara Sean lihat bongkahan gunungnya Beby, adiknya berontak lalu main solo di kamar mandi😂😂😂
2022-05-05
0
Momy Victory 🏆👑🌹
dengan arah Leon, maksudnya arah apa Thor?
2022-04-12
0