CHAPTER 16 - ENAK KAN ?

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...

TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...

KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.

SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.

...o0o...

Saat sedang asyik-asyiknya memakan hidangan makan malam bersama dengan Leon, tiba-tiba saja mereka dikejutkan oleh tindakan Sean yang pergi meninggalkan meja makan.

Beby melihat kepergian Sean dengan raut wajah bingung, lalu matanya beralih pada piring pria itu yang nampak masih kosong bersih, tak bernoda.

Sean belum makan sama sekali.

Ada apa ? Kenapa pergi ? Apa makanannya tidak enak ? Eh, tapi kan Sean belum mencobanya atau mungkin...

Mata Beby melirik kearah Leon yang nampak masih melihat punggung lebar sang ayah yang sedang menaiki tangga menuju kamar pribadinya.

"Kak kenapa Daddy gak makan ?" tanya pria kecil itu lirih, Leon berbalik–menatap Beby dengan mata berkaca-kaca. "Apa mungkin karena Leon duduk disamping Daddy ? Jadi Daddy tidak suka berdekatan dengan Leon ?" tanyanya beruntun.

Gotcha!!!

Pertanyaan itu juga bersarang di kepala Beby, mungkin saja pria kaya itu tak berselera makan karena ada Leon disampingnya.

Beby mengerutkan dahinya bingung, sepertinya di sini ada masalah yang cukup rumit antara Sean, istrinya dan juga Leon. Istri Sean yang tidak ikut makan malam sudah membuktikan jika terjadi masalah dengan keluarga kecil Sean.

Ia jadi teringat ucapan ibu-ibu salon tadi pagi. "Kalo menurut saya nih Bun, kayanya itu anak hasil perselingkuhan ibunya. Jadi ibunya hamil sama orang lain terus suaminya sahnya benci sama ank itu, soalnya bukan anak kandungnya!" Ibu-ibu tadi yang mengucapkan itu bisa saja mengucapkan fakta.

"Kak...kak..." Leon menggoyangkan lengan Beby beberapa kali. Lamunan Beby buyar, ia mengerjakan matanya beberapa kali lalu tersenyum tipis kearah Leon. "Kok kakak diem aja sih ? Jadi bener ya Daddy gak nafsu makan karena ada Leon yang duduk disampingnya ?"

Dengan cepat Beby menggelengkan kepalanya. Ia mengelus kepala Leon sayang, "enggak dong. Kan kakak sudah bilang kalo setelah penampilan Leon berubah, Daddy sama Mommynya Leon bakal lebih sayang sama Leon. Nah, soalnya kenapa Daddy pergi dan tidak ikut makan malam bersama kita, itu karena–ehm..." Mata Beby bergerak kesegela arah mencari alasan. "Karena Da–Daddy mau makan sama Mommy mu..iya.. gitu..." lanjutnya sembari meringis.

Leon menganggukkan kepalanya mengerti, "ya sudah ayo dilanjutkan makannya, habis ini kita kerjakan PR dan kakak bakal ceritain dongeng sama kamu!"

Leon bersorak senang, cepat-cepat ia memakan makanannya hingga pipi kecil Leon menggembung lucu.

Beby yang melihat itu diam-diam menghela nafas lega. Leon ternyata percaya dengan bualannya. Syukurlah.....

Mereka melanjutkan makan dengan sembari bercerita, hingga makan yang ada dalam piring mereka tandas tak bersisa.

Setelah membersihkan tangan di wastafel, Beby menggendong Leon untuk menuju ke kamar tuan mudanya itu dengan arah Leon.

Selama perjalanan menuju kamar Leon, Beby memandang takjub lantai dua Sean yang luasnya hampir setengah Mall yang tadi pagi mereka kunjungi.

Ada banyak sekali guci-guci mahal, lalu sorot matanya seakan harus fokus dengan lukisan yang begitu besar tertempel di dinding.

Sean dan seorang wanita yang super cantik tengah beradu gaya dengan pakaian pengantin.

Dapat Beby tebak wanita super cantik itu adalah istri Sean.

"Ehm, Leon," panggilnya, Beby berhenti tepat di depan pigura pengantin itu. "Itu yang disebelah Daddy Sean siapa ?"

"Itu Mommynya Leon!"

Beby menganggukkan kepalanya, ternyata benar tebakannya. Padahal Sean sudah memiliki istri cantik begini, tapi masih saja jajan ke club. Memang lelaki buaya darat. batin Beby.

"Itu kak kamar Leon, yang pintunya ada gambar jerapah!" tunjuk Leon pada pintu kamarnya.

Meski ingin menatap wajah istri Sean lebih lama, tapi Beby segera melangkahkan kakinya berjalan memasuki kamar Leon.

"Kalo sudah ketemu istrinya Sean, aku bakalan ngadu kalo aku ditiduri sama suaminya! Biar aku bisa lepas secepat mungkin dari tawanan bule gila itu!"

...o0o...

Berbeda dengan Beby dan Leon yang saat ini tengah menyelesaikan pekerjaan rumah (PR), kini Sean bergerak dan berguling ke kanan dan ke kiri dengan perasaan tak nyaman.

Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, tapi matanya masih belum bisa terpejam.

Krucuk....

Krucuk....

Perut Sean berbunyi dengan begitu keras, hingga pemilik perut itu sendiri dibuat kaget oleh suara tanda cacing-cacing diperutnya memberontak karena kelaparan.

Ia mengusap perut sixpack-nya, lalu berdiri dari posisinya tidurnya. "Ini sudah jam sepuluh malam, aku yakin sudah tidak ada orang didapur!"

Setelah menimang beberapa saat, Sean berjalan membuka pintu dan keluar menuju dapur, namun sebelum turun ke lantai bawah.

Ia menyempatkan untuk mengintip kamar anaknya yang kebetulan bersebelahan dengannya.

Bukan, bukan karena Sean kepo atau ingin melihat wajah Beby, bukan loh ya! Tapi karena Sean ingin–ingin, ingin apa ya ? Ya, pokoknya Sean ingin! Ini kan rumahnya, mansionnya, jadi terserah dia dong mau ngintip kamar siapa!

Benar kan ?

Beruntung kamar Leon tak ditutup sepenuhnya, jadi Sean masih bisa mendengar dan melihat apa yang Beby lakukan kepada anaknya.

"Dan akhirnya sang putri terbangun dari tidurnya karena sang pangeran tepat waktu menyelamatkan Putri itu. Lalu mereka hidup bahagia selamanya. Tamat!"

Sayup-sayup Sean mendengar Beby menceritakan kisah dongeng pada sang anak yang sudah terlelap dalam mimpi.

Sean berbalik dan berjalan menuruni tangga dengan senyum miring. "Hidup bahagia selamanya? Haha, mustahil! Dikehidupan nyata itu tidak berlaku!" gumamnya tanpa sadar.

Akhirnya Sean sudah tiba di dapur, ia menatap meja makan yang sudah kosong tanpa ad satupun makanan di sana.

Lalu Sean berinisiatif memasuki area dapur, dalam hati ia berdoa semoga setidaknya ada makanan yang masih bisa ia makan.

Pria itu tersenyum lebar saat melihat ada tudung saji di meja dapur. "Kalo ada tudung saji, pasti didalamnya ada makanan!" batinnya memekik senang.

Namun rupanya senyum itu harus hilang saat ini juga, karena saat Sean membuka tudung saji itu hanya ada piring-piring kosong tanpa ada makanan di atasnya.

"Sial!" umpat Sean kesal.

Krucuk....

"Mie! Aku makan mie instan saja!" ucapnya, ia membuka laci-laci yang berada didapur itu untuk mencari keberadaan mie instan.

Hingga tidak sadar suara yang ia buat itu bisa membangunkan seisi mansion.

"Astaga, tuan sedang apa ?"

Sean memekik terkejut, ia melototkan matanya menatap Beby kesal. "Ada apa kemari? Mengangetkan!" bukannya menjawab, Sean malah balik bertanya pada Beby. Lalu ia kembali ke pencahariannya, mencari stok mie instan di dapur.

Semetara Beby yang mendengar penuturan Sean, mengerucutkan bibirnya sebal. Ia membuka kulkas dan menuangkan air dingin pada gelasnya.

"Saya haus, makanya saya ambil minum di dapur. Maaf kalo bikin tuan kaget."

Sean tak merespon, ia masih fokus mencari keberadaan penyelamat perutnya itu.

"Tuan cari apa ? Kok sampai bongkar-bongkar lemari dapur ?"

"Ck, dimana sih.." gumam Sean tanpa memperdulikan pertanyaan Beby.

Beby mendengus kesal, ia berjalan mendekati Sean dan menarik bahu pria itu agar menatapnya.

Kini mereka saling bertatapan, jantung Sean berdebar dengan gilanya. Apalagi Beby sekarang hanya memakai kain tipis begini, mata Sean melirik kedada Beby. Sh**it Beby tidak memakai penyangga! Sean menelan salivanya susah payah.

"Tuan mau cari apa ? Biar saya yang cari. Tugas saya selain menjadi pengasuh Leon kan juga pengasuh Mr. Leandro!"

"Em–Mie, mie instan," jawabnya ingin Sean mengalihkan pandangannya dari pegunungan itu, tapi–tapi tidak bisa! Oh Tuhan tolong!

Beby menghela nafas panjang, tangannya bergerak untuk menyatukan rambutnya menjadi satu lalu digulungnya membentuk konde.

Leher putih jenjang Beby menyambut mata Sean.

"Pasti tuan lapar nih, lagian suruh siapa tadi gak makan malam!"

Beby bergerak membuka kulkas lalu diambilnya bahan-bahan yang setidaknya bisa Sean makan malam ini.

"Biar Beby masakin, tuan. Tuan duduk saja di kursi sana!" unjuk Beby pada kursi di bar dapur. "Saya masak nasi goreng seafood ya, tuan gak alergi kan ?"

"Ti–tidak," Sean menggeram kesakitan, adiknya ingin meluncur sekarang!

"Ok, tunggu 15 menit!"

Dengan lihai Beby mengerakkan tubuhnya kesana kemari untuk menggoreng nasi itu. "Lagian tadi kenapa gak makan malam ?"

"Gak ada yang siapin!"

Beby berdecak, "kan bisa minta Beby yang ambilin!"

"Gak peka!"

"Tuan ada yang gengsinya gede, gak mau minta tolong sama Beby!"

"Oh," jawab Sean.

Bongkahan bagian belakang tubuh Beby bergoyang bersama dengan tangan Beby yang saat ini sedang menggerakkan spatula di panci penggorengan dan sialnya di mata Sean itu terlihat seperti gerakan sensual...

"Tuan, mengenai Leon ada yang ingin saya bicarakan.."

Sean mengigit bibir bawahnya agar tak mengeluarkan suara aneh, saat ini tangannya sedikit bermain dengan adiknya.

"Kalo menurut saya Leon itu harusnya leb–"

"Saya ke kamar mandi!"

Tanpa menunggu jawaban Beby, Sean berlari untuk memasuki kamarnya dan segera memasuki kamar mandinya.

20 menit kemudian....

Masakan Beby sudah sepenuhnya matang dan tersaji di meja makan. Beby kini juga tengah meminum susunya sembari menunggu kedatangan Sean dari kamar mandi.

"Tuan lama sekali, aku sudah mengantuk!"

Sementara di kamar mandi~~~

Sean sedang asik bermain dengan sang adik yang sedari tadi ia dilepaskan. Ia menggerakkan dengan cepat hingga ia memekik tatkala merasakan nikmat.

Tak berselang lama dari itu Sean susah menyelesaikan urusannya di kamar mandi, dan saat ini sudah menuruni tangga untuk kembali ke dapur.

"Sudah matang, tuan silahkan di coba!" Sean menarik kursi di meja makan sana dan segera menyantap masakan Beby.

Mata Beby berbinar saat Sean dengan lahap memakan masakannya.

"Gimana tuan, Beby enak kan ?"

"Uhuk...uhukkk...."

...o0o...

Aduh sesebapak ngapain di kamar mandi ?? 🥺😭

RATU KASIH KHUSUS BUAT YANG MINTA DOUBLE UP KEMARIN 😘😘

GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?

YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....

TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...

BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.

SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰

TERIMA KASIH SEMUANYA

Terpopuler

Comments

Ass Yfa

Ass Yfa

keselek kan,salfok sih....yg ensk nadi gorengnya Sean....🤭🤭

2022-07-29

0

susi_berlianaqu

susi_berlianaqu

gegara Sean lihat bongkahan gunungnya Beby, adiknya berontak lalu main solo di kamar mandi😂😂😂

2022-05-05

0

Momy Victory 🏆👑🌹

Momy Victory 🏆👑🌹

dengan arah Leon, maksudnya arah apa Thor?

2022-04-12

0

lihat semua
Episodes
1 CHAPTER 1 – SIAPA ITU BEBY ?
2 CHAPTER 2 - BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN UANG?
3 CHAPTER 3 - MALAM DENGAN PRIA ASING
4 CHAPTER 4 - SIAPA SEAN ?
5 CHAPTER 5 - MALAM DENGAN PRIA ASING (2)
6 CHAPTER 6 - TIDUR
7 CHAPTER 7 - KEHILANGAN DIA
8 CHAPTER 8 - BERANGKAT
9 CHAPTER 9 - PESAWAT
10 CHAPTER 10 - BANGKRUT?
11 CHAPTER 11 - KESEPAKATAN YANG MENGUNTUNGKAN
12 CHAPTER 12 - DATANG KE KANDANG SINGA
13 CHAPTER 13 - KASIAN SEKALI....
14 CHAPTER 14 - BAU!!
15 CHAPTER 15 - MUKBANG
16 CHAPTER 16 - ENAK KAN ?
17 CHAPTER 17 - PAGI YANG CERAH
18 CHAPTER 18 - SEKOLAH
19 CHAPTER 19 - BOS TAMBANG NIH
20 CHAPTER 20 - RUMAH SAKIT
21 CHAPTER 21 - BERTIGA!
22 CHAPTER 22 - SEMOGA TIDAK!
23 CHAPTER 23 - MARAH ?
24 CHAPTER 24 - SINGKIRKAN?
25 CHAPTER 25 - TERNYATA DIA DI JUAL
26 CHAPTER 26 - AKU BERI KESEMPATAN
27 CHAPTER 27 - KENAPA MIRIP ?
28 CHAPTER 28 - MEREPOTKAN
29 CHAPTER 29 - BANGUNLAH...
30 CHAPTER 30 - PERANG DINGIN
31 CHAPTER 31 - MINUMLAH.
32 CHAPTER 32 - JANGAN NANGIS!
33 CHAPTER 33 - KEMBALI ?
34 CHAPTER 34 - TERIMA ATAU TIDAK?
35 CHAPTER 35 - SADAR
36 CHAPTER 36 - ADIK IPAR ?
37 CHAPTER 37 - HUSSS!! SANA!
38 CHAPTER 38 - WANITA ASIA
39 CHAPTER 39 - TERTARIK
40 CHAPTER 40 - DARI SIAPA ?
41 CHAPTER 41 - SEAN vs DOMINIC
42 CHAPTER 42 - AMARAH SEAN
43 CHAPTER 43 - BERDARAH
44 CHAPTER 44 - PENGAKUAN DOMINIC
45 CHAPTER 45 - PERASAAN YANG TIDAK ENAK
46 CHAPTER 46 - PENGASUH CLARA
47 CHAPTER 47 - JANGAN DIBUAT BERCANDA
48 CHAPTER 48 - SELAMAT TINGGAL
49 CHAPTER 49 - BENCI DAN CINTA
50 CHAPTER 50 - JANGAN SEMBUNYI
51 CHAPTER 51 - PERGI JAUH
52 CHAPTER 52 - DIMANA ?
53 CHAPTER 53 - ULAH DOMINIC
54 CHAPTER 54 - VANIA ANEH ? SERBUK APA ?
55 CHAPTER 55 - SELIDIKI....
56 CHAPTER 56 - JADI DIA ?!?!
57 CHAPTER 57 - FAKTA MENGEJUTKAN
58 CHAPTER 58 - AMARAH DAN PENYESALAN
59 CHAPTER 59 - PENYESALAN DAN EKSEKUSI
60 CHAPTER 60 - PULANG
61 CHAPTER 61 - TAK SENGAJA BERTEMU
62 CHAPTER 62 - APA YANG TERJADI
63 CHAPTER 63 - OBAT APA ?
64 CHAPTER 64 - KEPIKIRAN
65 CHAPTER 65 - POSITIF
66 CHAPTER 66 - KATAKAN DIMANA ?
67 CHAPTER 67 - KAPAN NIKAH?
68 CHAPTER 68 - BERTEMU
69 CHAPTER 69 - JADI BENAR ?
70 CHAPTER 70 - SALAHKU ATAU KAMU ?
71 CHAPTER 71 - MARAH...
72 CHAPTER 72 - MERASA DIKHIANATI
73 CHAPTER 73 - MENYELESAIKAN PERMASALAH
74 CHAPTER 74 - TES!
75 CHAPTER 75 - TIDAK....
76 CHAPTER 76 - AKU BUKAN DIA
77 CHAPTER 77 - BERKELAHI
78 CHAPTER 78 - SIASAT TERAKHIR SEAN
79 CHAPTER 79 - AKHIR
80 CHAPTER 80 - KECELAKAAN
81 CHAPTER 81 - MENYIAPKAN PEMAKAMAN
82 CHAPTER 82 - JADI ?
83 CHAPTER 83 - END... ???
84 NASIB SEAN
85 AKHIRNYA DARI SEMUANYA
Episodes

Updated 85 Episodes

1
CHAPTER 1 – SIAPA ITU BEBY ?
2
CHAPTER 2 - BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN UANG?
3
CHAPTER 3 - MALAM DENGAN PRIA ASING
4
CHAPTER 4 - SIAPA SEAN ?
5
CHAPTER 5 - MALAM DENGAN PRIA ASING (2)
6
CHAPTER 6 - TIDUR
7
CHAPTER 7 - KEHILANGAN DIA
8
CHAPTER 8 - BERANGKAT
9
CHAPTER 9 - PESAWAT
10
CHAPTER 10 - BANGKRUT?
11
CHAPTER 11 - KESEPAKATAN YANG MENGUNTUNGKAN
12
CHAPTER 12 - DATANG KE KANDANG SINGA
13
CHAPTER 13 - KASIAN SEKALI....
14
CHAPTER 14 - BAU!!
15
CHAPTER 15 - MUKBANG
16
CHAPTER 16 - ENAK KAN ?
17
CHAPTER 17 - PAGI YANG CERAH
18
CHAPTER 18 - SEKOLAH
19
CHAPTER 19 - BOS TAMBANG NIH
20
CHAPTER 20 - RUMAH SAKIT
21
CHAPTER 21 - BERTIGA!
22
CHAPTER 22 - SEMOGA TIDAK!
23
CHAPTER 23 - MARAH ?
24
CHAPTER 24 - SINGKIRKAN?
25
CHAPTER 25 - TERNYATA DIA DI JUAL
26
CHAPTER 26 - AKU BERI KESEMPATAN
27
CHAPTER 27 - KENAPA MIRIP ?
28
CHAPTER 28 - MEREPOTKAN
29
CHAPTER 29 - BANGUNLAH...
30
CHAPTER 30 - PERANG DINGIN
31
CHAPTER 31 - MINUMLAH.
32
CHAPTER 32 - JANGAN NANGIS!
33
CHAPTER 33 - KEMBALI ?
34
CHAPTER 34 - TERIMA ATAU TIDAK?
35
CHAPTER 35 - SADAR
36
CHAPTER 36 - ADIK IPAR ?
37
CHAPTER 37 - HUSSS!! SANA!
38
CHAPTER 38 - WANITA ASIA
39
CHAPTER 39 - TERTARIK
40
CHAPTER 40 - DARI SIAPA ?
41
CHAPTER 41 - SEAN vs DOMINIC
42
CHAPTER 42 - AMARAH SEAN
43
CHAPTER 43 - BERDARAH
44
CHAPTER 44 - PENGAKUAN DOMINIC
45
CHAPTER 45 - PERASAAN YANG TIDAK ENAK
46
CHAPTER 46 - PENGASUH CLARA
47
CHAPTER 47 - JANGAN DIBUAT BERCANDA
48
CHAPTER 48 - SELAMAT TINGGAL
49
CHAPTER 49 - BENCI DAN CINTA
50
CHAPTER 50 - JANGAN SEMBUNYI
51
CHAPTER 51 - PERGI JAUH
52
CHAPTER 52 - DIMANA ?
53
CHAPTER 53 - ULAH DOMINIC
54
CHAPTER 54 - VANIA ANEH ? SERBUK APA ?
55
CHAPTER 55 - SELIDIKI....
56
CHAPTER 56 - JADI DIA ?!?!
57
CHAPTER 57 - FAKTA MENGEJUTKAN
58
CHAPTER 58 - AMARAH DAN PENYESALAN
59
CHAPTER 59 - PENYESALAN DAN EKSEKUSI
60
CHAPTER 60 - PULANG
61
CHAPTER 61 - TAK SENGAJA BERTEMU
62
CHAPTER 62 - APA YANG TERJADI
63
CHAPTER 63 - OBAT APA ?
64
CHAPTER 64 - KEPIKIRAN
65
CHAPTER 65 - POSITIF
66
CHAPTER 66 - KATAKAN DIMANA ?
67
CHAPTER 67 - KAPAN NIKAH?
68
CHAPTER 68 - BERTEMU
69
CHAPTER 69 - JADI BENAR ?
70
CHAPTER 70 - SALAHKU ATAU KAMU ?
71
CHAPTER 71 - MARAH...
72
CHAPTER 72 - MERASA DIKHIANATI
73
CHAPTER 73 - MENYELESAIKAN PERMASALAH
74
CHAPTER 74 - TES!
75
CHAPTER 75 - TIDAK....
76
CHAPTER 76 - AKU BUKAN DIA
77
CHAPTER 77 - BERKELAHI
78
CHAPTER 78 - SIASAT TERAKHIR SEAN
79
CHAPTER 79 - AKHIR
80
CHAPTER 80 - KECELAKAAN
81
CHAPTER 81 - MENYIAPKAN PEMAKAMAN
82
CHAPTER 82 - JADI ?
83
CHAPTER 83 - END... ???
84
NASIB SEAN
85
AKHIRNYA DARI SEMUANYA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!