SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Sean memasuki kamarnya dengan berlari kecil, wajahnya memerah karena rasa malu setelah mendengar ucapan Beby yang wanita itu tak sadari mengarah kepada Sean.
Ceklek....
Pintu kamar Sean terbuka, ia segera menuju cermin besar disebelah lemarinya lalu menatap pantulan tubuhnya di sana.
"Astaga, kenapa mukaku merah begini ? Sudah seperti terkena dampak alergi seafood," gumamnya menyentuh wajah tampannya.
Lalu ia mendengus tubuhnya sendiri. "Ini bilang norak ?" Sean tersenyum miring. "Dia saja yang tidak tahu brand parfum terkenal," sambungnya.
Tak ingin berlama-lama, Sean segera memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang ke-dua kali hari ini.
Suara shower pada kamar mandi itu, menjelaskan bagaimana dinginnya mandi pada malam hari.
Beberapa menit kemudian, Sean keluar kamar mandi dengan handuk yang melingkar pada pinggang, hanya menutupi sedikit area sensitifnya.
Ia mengambil baju putih polos dan dipadukan dengan boxer berwarna hitam. Biarlah Beby melihat besar dan gagahnya burung iprit Sean.
"Astaga, kenapa aku tampan sekali ?" gumamnya menatap kaca dengan senyum kecil. Saat ini dia telah menyisir rambut setengah gondrongnya. "Jika aku tidak mencintai Clara terlalu dalam seperti ini, aku mungkin sudah menjadi Playboy!"
Sean bangga kepada dirinya sendiri, hanya mencintai Clara seorang. Benar! Sean hanya cinta Clara, wanita yang sudah mengorbankan hidupnya untuk anak seperti Leon.
Saat Sean ingin memakaikan tubuhnya parfum, terlintas wajah Beby dalam pikirannya sekilas. Tangannya yang mau mengambil parfum terhenti di udara.
Ucapannya Beby terngiang di telinganya, sadar atau tidak sadar saat ini Sean telah mengambil ponsel di nakas sebelah ranjang untuk menghubungi asisten pribadinya.
"Selamat malam tuan, ada yang bisa dibantu tuan ?"
"Besok bawakan aku merk parfum baru, dengan wangi yang berbeda dari yang aku punya!"
"Baik, tu–"
Tut...Tut...Tut...
Tanpa menunggu jawaban Jacob, Sean sudah menutup telfonnya secara sepihak. "Mungkin memang benar, wangi parfum ini sedikit norak," gumamnya sembari membuka pintu dan berjalan menuruni tangga.
Sementara Jacob yang masih lembur dengan setumpuk dokumen yang menutupi meja kerjanya menatap layar ponselnya bingung.
"Mustahil!" ucapnya takjub. "Bagaimana mungkin tuan ingin mengganti parfum itu ? Padahalkan itu wangi parfum kesukaan nyonya Clara..." sambungnya.
...o0o...
Beby sudah mengganti posisi tempat duduk Leon. Yang dulunya berada dikursi paling pojok meja makan. Sekarang sudah berada tepat disebelah kanan Sean, sementara untuk yang disebelah kiri adalah tempat khusus asisten bule gila itu. Beby tidak akan mengacau.
Sementara untuk tempat duduk Beby, berada di samping Leon. Entahlah dimana tempat duduk istri bule gila itu.
Dari pagi hingga sekarang, Beby belum melihat ibu kandung Leon.
"Kak, Leon lapar!" ucapnya sembari memegang perutnya.
Beby mengelus kepala Leon sayang, dengan mulut yang masih menyerocos. "Emang Daddy mu itu gendeng! Dari tadi gak turun-turun! Ngapain sih di kamar ? Masih kelonan sama istrinya ?" gerutunya kesal.
Tidak hanya Leon yang lapar! Beby juga sangat lapar. Tadi berangkat pagi-pagi ke mansion Sean dia belum sarapan. Lalu saat sampai di mansion dia hanya makan selembar roti.
Setelah itu dia langsung mulai bekerja, merombak penampilan Leon dan juga seluruh isi lemarinya. Dan saat ini Beby benar-benar sangat lapar!
"Berapa ronde sih tuh orang di kamar, lama banget. Dia di sana keenakan main sama istrinya, kita di sini udah mau busung lapar!" gerutu Beby.
"Kayaknya segala macam gaya dicoba deh sama dia!"
Leon terus menyenggol lengan Beby, bermaksud mengkode pengasuh barunya itu untuk tutup mulut sesegera mungkin.
"Emang ya mentang-mentang punya uang banyak bisa seenaknya. Gak sadar apa kita juga kelaparan di sini!"
Beby terus berceloteh, mengabaikan Leon yang sedari tadi menyenggol lengan tangannya. "Kak Beby...." ucapnya takut-takut.
"Apasih Leon!" sentak Beby kesal karena tangan kecil bocah itu terus saja menggoyangkan lengannya.
Leon yang duduk dikursinya sudah sedikit gemetar, mengingat ada sosok yang dibicarakan Beby sudah mengeraskan rahangnya.
Pria itu terus mendengarkan segala ucapan Beby yang menjurus kepadanya.
Ia saat ini sedang berada di belakang tubuh Beby, hingga membuat wanita itu tidak sadar jika dirinya sudah berada di meja makan sedari tadi dan mendengarkan segala omongan buruk Beby kepadanya.
"Iya tahu, aku di sini gak dibayar tapi hargain lah sedikit, jangan en––"
Hingga ucapan Beby terputus saat ada sepasang lengan kekar mengurung tubuhnya dari belakang.
Beby menelan salivanya susah payah, sungguh ia tak berani menengokkan kepalanya ke belakang–menatap Sean.
"Lidahmu ingin dipotong ya ? Aku benci ada seseorang yang membicarakan tentang istriku!" bisiknya tepat ditelinga Beby.
Dari belakang Sean bisa lihat gundukan Beby yang sangat besar karena wanita itu hanya menggunakan dress satin berwarna hitam selutut dan potongan didadanya sangat rendah.
Sean menggeram kesakitan, saat merasakan adik kecilnya mulai bergerak tak nyaman–ingin dilepaskan.
"Ma–maafkan saya tuan, saya janji tidak akan pernah membicarakan apapun tentang istri anda!"
Sean sama sekali tak memperdulikan ucapan Beby, matanya masih menatap pegunungan indah yang tak mungkin bisa membuatnya berpaling.
"Hm," gumamnya samar.
Pria itu sama sekali tak merubah posisinya, hingga suara Leon membuatnya harus pergi secara terpaksa dari belakang tubuh Beby.
"Kak Leon lapar ...."
Sean duduk di kursinya, ia menatap Leon dengan alis terangkat saat baru menyadari ada yang berbeda dengan anaknya.
"Kamu apakan bocah ini ?" tanya Sean dengan mata yang tak lepas memandang Leon.
Beby yang sedang menaruh nasi ke piring Leon menatap Sean sekilas lalu melanjutkan kegiatannya. "Saya potongin rambut dia, tuan. Sudah sangat menggimbal. Dan saya juga memberlanjakannya beberapa pakaian. Menggunakan kartu milik Leon yang berwarna hitam, kata Leon itu diberikan oleh Jacob!"
Kini gantian Beby yang mengisi piringnya dengan nasi dan berbagai lauk pauk setelah mengisi penuh piring tuan mudanya.
Sean mengangguk, membenarkan ucapan Beby. "Ya, itu uang jajan Leon. Besok saya berikan kartu untuk kamu, untuk berjaga-jaga jika nanti Leon ingin beli sesuatu. Karena blackcard itu hanya bisa digunakan untuk pembelian lebih dari 10 ribu euro."
***seratus juta rupiah****
Beby menganggukkan kepalanya, "boleh saya pakai juga kan, tuan ? Untuk beli baju dan skincare?"
"Terserah!" jawab Sean yang membuat Beby memekik kesenangan.
Tak ada lagi ucapan yang dilontarkan Sean, ia menatap piring Leon dan Beby yang sudah diisi penuh, sedangkan piringnya sendiri masih kosong melompong.
"Nah Leon, mari kita makan!" seru Beby yang langsung diangguki oleh Leon.
Mereka berdua, tanpa memperdulikan Sean langsung menyantap makanan yang terasa sangat nikmat dilidah mereka.
Mungkin karena efek dari pagi belum makan, hingga membuat makanan yang mereka makan terasa sangat nikmat.
"Leon cobalah ayam bakar madu ini!" seru Beby, ia menyuapkan ayam itu dalam mulut kecil Leon.
Dengan senang hati, Leon menerima suapan Beby dan mengunyahnya dengan mata berbinar. "Enak sekali kak!" jawabnya. "Leon mau lagi!!!"
Beby tersenyum, ia mengambilkan lauk ayak itu dan ditaruhnya dalam piring Leon.
Sementara Sean sudah seperti orang gila yang menonton drama ibu dan anak yang sedang makan disertai dengan cerita-cerita lucu.
Kenapa seperti menonton acara mukbang ? Apa mereka lupa dengan kehadiran ku ?
Sean menelan ludahnya susah payah, ia terlalu gengsi untuk meminta bantuan Beby agar mau mengisi piringnya dengan makanan.
"Sial!! Seseorang cepat taruh makanan kedalam piringku!!!"
...o0o ...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
NayaRaa Chika
kalo besar dan gagah bukan burung iprit dong kak nama nya... 🤣🤣🤣
2022-11-14
0
Trisnawati Ilyas
manja banget sih...emangnya itu tangan alergi sama centong nasi hingga mau makan aja mesti diambilkan ke piringnya....🤭🤭🤭🤭🤭
2022-10-15
0
Ass Yfa
Sean narsis bin pd....dicuekin tuh sama beby emang enak,makan tuh gengsi
2022-07-29
0