CHAPTER 15 - MUKBANG

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...

TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...

KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.

SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.

...o0o...

Sean memasuki kamarnya dengan berlari kecil, wajahnya memerah karena rasa malu setelah mendengar ucapan Beby yang wanita itu tak sadari mengarah kepada Sean.

Ceklek....

Pintu kamar Sean terbuka, ia segera menuju cermin besar disebelah lemarinya lalu menatap pantulan tubuhnya di sana.

"Astaga, kenapa mukaku merah begini ? Sudah seperti terkena dampak alergi seafood," gumamnya menyentuh wajah tampannya.

Lalu ia mendengus tubuhnya sendiri. "Ini bilang norak ?" Sean tersenyum miring. "Dia saja yang tidak tahu brand parfum terkenal," sambungnya.

Tak ingin berlama-lama, Sean segera memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang ke-dua kali hari ini.

Suara shower pada kamar mandi itu, menjelaskan bagaimana dinginnya mandi pada malam hari.

Beberapa menit kemudian, Sean keluar kamar mandi dengan handuk yang melingkar pada pinggang, hanya menutupi sedikit area sensitifnya.

Ia mengambil baju putih polos dan dipadukan dengan boxer berwarna hitam. Biarlah Beby melihat besar dan gagahnya burung iprit Sean.

"Astaga, kenapa aku tampan sekali ?" gumamnya menatap kaca dengan senyum kecil. Saat ini dia telah menyisir rambut setengah gondrongnya. "Jika aku tidak mencintai Clara terlalu dalam seperti ini, aku mungkin sudah menjadi Playboy!"

Sean bangga kepada dirinya sendiri, hanya mencintai Clara seorang. Benar! Sean hanya cinta Clara, wanita yang sudah mengorbankan hidupnya untuk anak seperti Leon.

Saat Sean ingin memakaikan tubuhnya parfum, terlintas wajah Beby dalam pikirannya sekilas. Tangannya yang mau mengambil parfum terhenti di udara.

Ucapannya Beby terngiang di telinganya, sadar atau tidak sadar saat ini Sean telah mengambil ponsel di nakas sebelah ranjang untuk menghubungi asisten pribadinya.

"Selamat malam tuan, ada yang bisa dibantu tuan ?"

"Besok bawakan aku merk parfum baru, dengan wangi yang berbeda dari yang aku punya!"

"Baik, tu–"

Tut...Tut...Tut...

Tanpa menunggu jawaban Jacob, Sean sudah menutup telfonnya secara sepihak. "Mungkin memang benar, wangi parfum ini sedikit norak," gumamnya sembari membuka pintu dan berjalan menuruni tangga.

Sementara Jacob yang masih lembur dengan setumpuk dokumen yang menutupi meja kerjanya menatap layar ponselnya bingung.

"Mustahil!" ucapnya takjub. "Bagaimana mungkin tuan ingin mengganti parfum itu ? Padahalkan itu wangi parfum kesukaan nyonya Clara..." sambungnya.

...o0o...

Beby sudah mengganti posisi tempat duduk Leon. Yang dulunya berada dikursi paling pojok meja makan. Sekarang sudah berada tepat disebelah kanan Sean, sementara untuk yang disebelah kiri adalah tempat khusus asisten bule gila itu. Beby tidak akan mengacau.

Sementara untuk tempat duduk Beby, berada di samping Leon. Entahlah dimana tempat duduk istri bule gila itu.

Dari pagi hingga sekarang, Beby belum melihat ibu kandung Leon.

"Kak, Leon lapar!" ucapnya sembari memegang perutnya.

Beby mengelus kepala Leon sayang, dengan mulut yang masih menyerocos. "Emang Daddy mu itu gendeng! Dari tadi gak turun-turun! Ngapain sih di kamar ? Masih kelonan sama istrinya ?" gerutunya kesal.

Tidak hanya Leon yang lapar! Beby juga sangat lapar. Tadi berangkat pagi-pagi ke mansion Sean dia belum sarapan. Lalu saat sampai di mansion dia hanya makan selembar roti.

Setelah itu dia langsung mulai bekerja, merombak penampilan Leon dan juga seluruh isi lemarinya. Dan saat ini Beby benar-benar sangat lapar!

"Berapa ronde sih tuh orang di kamar, lama banget. Dia di sana keenakan main sama istrinya, kita di sini udah mau busung lapar!" gerutu Beby.

"Kayaknya segala macam gaya dicoba deh sama dia!"

Leon terus menyenggol lengan Beby, bermaksud mengkode pengasuh barunya itu untuk tutup mulut sesegera mungkin.

"Emang ya mentang-mentang punya uang banyak bisa seenaknya. Gak sadar apa kita juga kelaparan di sini!"

Beby terus berceloteh, mengabaikan Leon yang sedari tadi menyenggol lengan tangannya. "Kak Beby...." ucapnya takut-takut.

"Apasih Leon!" sentak Beby kesal karena tangan kecil bocah itu terus saja menggoyangkan lengannya.

Leon yang duduk dikursinya sudah sedikit gemetar, mengingat ada sosok yang dibicarakan Beby sudah mengeraskan rahangnya.

Pria itu terus mendengarkan segala ucapan Beby yang menjurus kepadanya.

Ia saat ini sedang berada di belakang tubuh Beby, hingga membuat wanita itu tidak sadar jika dirinya sudah berada di meja makan sedari tadi dan mendengarkan segala omongan buruk Beby kepadanya.

"Iya tahu, aku di sini gak dibayar tapi hargain lah sedikit, jangan en––"

Hingga ucapan Beby terputus saat ada sepasang lengan kekar mengurung tubuhnya dari belakang.

Beby menelan salivanya susah payah, sungguh ia tak berani menengokkan kepalanya ke belakang–menatap Sean.

"Lidahmu ingin dipotong ya ? Aku benci ada seseorang yang membicarakan tentang istriku!" bisiknya tepat ditelinga Beby.

Dari belakang Sean bisa lihat gundukan Beby yang sangat besar karena wanita itu hanya menggunakan dress satin berwarna hitam selutut dan potongan didadanya sangat rendah.

Sean menggeram kesakitan, saat merasakan adik kecilnya mulai bergerak tak nyaman–ingin dilepaskan.

"Ma–maafkan saya tuan, saya janji tidak akan pernah membicarakan apapun tentang istri anda!"

Sean sama sekali tak memperdulikan ucapan Beby, matanya masih menatap pegunungan indah yang tak mungkin bisa membuatnya berpaling.

"Hm," gumamnya samar.

Pria itu sama sekali tak merubah posisinya, hingga suara Leon membuatnya harus pergi secara terpaksa dari belakang tubuh Beby.

"Kak Leon lapar ...."

Sean duduk di kursinya, ia menatap Leon dengan alis terangkat saat baru menyadari ada yang berbeda dengan anaknya.

"Kamu apakan bocah ini ?" tanya Sean dengan mata yang tak lepas memandang Leon.

Beby yang sedang menaruh nasi ke piring Leon menatap Sean sekilas lalu melanjutkan kegiatannya. "Saya potongin rambut dia, tuan. Sudah sangat menggimbal. Dan saya juga memberlanjakannya beberapa pakaian. Menggunakan kartu milik Leon yang berwarna hitam, kata Leon itu diberikan oleh Jacob!"

Kini gantian Beby yang mengisi piringnya dengan nasi dan berbagai lauk pauk setelah mengisi penuh piring tuan mudanya.

Sean mengangguk, membenarkan ucapan Beby. "Ya, itu uang jajan Leon. Besok saya berikan kartu untuk kamu, untuk berjaga-jaga jika nanti Leon ingin beli sesuatu. Karena blackcard itu hanya bisa digunakan untuk pembelian lebih dari 10 ribu euro."

***seratus juta rupiah****

Beby menganggukkan kepalanya, "boleh saya pakai juga kan, tuan ? Untuk beli baju dan skincare?"

"Terserah!" jawab Sean yang membuat Beby memekik kesenangan.

Tak ada lagi ucapan yang dilontarkan Sean, ia menatap piring Leon dan Beby yang sudah diisi penuh, sedangkan piringnya sendiri masih kosong melompong.

"Nah Leon, mari kita makan!" seru Beby yang langsung diangguki oleh Leon.

Mereka berdua, tanpa memperdulikan Sean langsung menyantap makanan yang terasa sangat nikmat dilidah mereka.

Mungkin karena efek dari pagi belum makan, hingga membuat makanan yang mereka makan terasa sangat nikmat.

"Leon cobalah ayam bakar madu ini!" seru Beby, ia menyuapkan ayam itu dalam mulut kecil Leon.

Dengan senang hati, Leon menerima suapan Beby dan mengunyahnya dengan mata berbinar. "Enak sekali kak!" jawabnya. "Leon mau lagi!!!"

Beby tersenyum, ia mengambilkan lauk ayak itu dan ditaruhnya dalam piring Leon.

Sementara Sean sudah seperti orang gila yang menonton drama ibu dan anak yang sedang makan disertai dengan cerita-cerita lucu.

Kenapa seperti menonton acara mukbang ? Apa mereka lupa dengan kehadiran ku ?

Sean menelan ludahnya susah payah, ia terlalu gengsi untuk meminta bantuan Beby agar mau mengisi piringnya dengan makanan.

"Sial!! Seseorang cepat taruh makanan kedalam piringku!!!"

...o0o ...

GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?

YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....

TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...

BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.

SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰

TERIMA KASIH SEMUANYA

Terpopuler

Comments

NayaRaa Chika

NayaRaa Chika

kalo besar dan gagah bukan burung iprit dong kak nama nya... 🤣🤣🤣

2022-11-14

0

Trisnawati Ilyas

Trisnawati Ilyas

manja banget sih...emangnya itu tangan alergi sama centong nasi hingga mau makan aja mesti diambilkan ke piringnya....🤭🤭🤭🤭🤭

2022-10-15

0

Ass Yfa

Ass Yfa

Sean narsis bin pd....dicuekin tuh sama beby emang enak,makan tuh gengsi

2022-07-29

0

lihat semua
Episodes
1 CHAPTER 1 – SIAPA ITU BEBY ?
2 CHAPTER 2 - BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN UANG?
3 CHAPTER 3 - MALAM DENGAN PRIA ASING
4 CHAPTER 4 - SIAPA SEAN ?
5 CHAPTER 5 - MALAM DENGAN PRIA ASING (2)
6 CHAPTER 6 - TIDUR
7 CHAPTER 7 - KEHILANGAN DIA
8 CHAPTER 8 - BERANGKAT
9 CHAPTER 9 - PESAWAT
10 CHAPTER 10 - BANGKRUT?
11 CHAPTER 11 - KESEPAKATAN YANG MENGUNTUNGKAN
12 CHAPTER 12 - DATANG KE KANDANG SINGA
13 CHAPTER 13 - KASIAN SEKALI....
14 CHAPTER 14 - BAU!!
15 CHAPTER 15 - MUKBANG
16 CHAPTER 16 - ENAK KAN ?
17 CHAPTER 17 - PAGI YANG CERAH
18 CHAPTER 18 - SEKOLAH
19 CHAPTER 19 - BOS TAMBANG NIH
20 CHAPTER 20 - RUMAH SAKIT
21 CHAPTER 21 - BERTIGA!
22 CHAPTER 22 - SEMOGA TIDAK!
23 CHAPTER 23 - MARAH ?
24 CHAPTER 24 - SINGKIRKAN?
25 CHAPTER 25 - TERNYATA DIA DI JUAL
26 CHAPTER 26 - AKU BERI KESEMPATAN
27 CHAPTER 27 - KENAPA MIRIP ?
28 CHAPTER 28 - MEREPOTKAN
29 CHAPTER 29 - BANGUNLAH...
30 CHAPTER 30 - PERANG DINGIN
31 CHAPTER 31 - MINUMLAH.
32 CHAPTER 32 - JANGAN NANGIS!
33 CHAPTER 33 - KEMBALI ?
34 CHAPTER 34 - TERIMA ATAU TIDAK?
35 CHAPTER 35 - SADAR
36 CHAPTER 36 - ADIK IPAR ?
37 CHAPTER 37 - HUSSS!! SANA!
38 CHAPTER 38 - WANITA ASIA
39 CHAPTER 39 - TERTARIK
40 CHAPTER 40 - DARI SIAPA ?
41 CHAPTER 41 - SEAN vs DOMINIC
42 CHAPTER 42 - AMARAH SEAN
43 CHAPTER 43 - BERDARAH
44 CHAPTER 44 - PENGAKUAN DOMINIC
45 CHAPTER 45 - PERASAAN YANG TIDAK ENAK
46 CHAPTER 46 - PENGASUH CLARA
47 CHAPTER 47 - JANGAN DIBUAT BERCANDA
48 CHAPTER 48 - SELAMAT TINGGAL
49 CHAPTER 49 - BENCI DAN CINTA
50 CHAPTER 50 - JANGAN SEMBUNYI
51 CHAPTER 51 - PERGI JAUH
52 CHAPTER 52 - DIMANA ?
53 CHAPTER 53 - ULAH DOMINIC
54 CHAPTER 54 - VANIA ANEH ? SERBUK APA ?
55 CHAPTER 55 - SELIDIKI....
56 CHAPTER 56 - JADI DIA ?!?!
57 CHAPTER 57 - FAKTA MENGEJUTKAN
58 CHAPTER 58 - AMARAH DAN PENYESALAN
59 CHAPTER 59 - PENYESALAN DAN EKSEKUSI
60 CHAPTER 60 - PULANG
61 CHAPTER 61 - TAK SENGAJA BERTEMU
62 CHAPTER 62 - APA YANG TERJADI
63 CHAPTER 63 - OBAT APA ?
64 CHAPTER 64 - KEPIKIRAN
65 CHAPTER 65 - POSITIF
66 CHAPTER 66 - KATAKAN DIMANA ?
67 CHAPTER 67 - KAPAN NIKAH?
68 CHAPTER 68 - BERTEMU
69 CHAPTER 69 - JADI BENAR ?
70 CHAPTER 70 - SALAHKU ATAU KAMU ?
71 CHAPTER 71 - MARAH...
72 CHAPTER 72 - MERASA DIKHIANATI
73 CHAPTER 73 - MENYELESAIKAN PERMASALAH
74 CHAPTER 74 - TES!
75 CHAPTER 75 - TIDAK....
76 CHAPTER 76 - AKU BUKAN DIA
77 CHAPTER 77 - BERKELAHI
78 CHAPTER 78 - SIASAT TERAKHIR SEAN
79 CHAPTER 79 - AKHIR
80 CHAPTER 80 - KECELAKAAN
81 CHAPTER 81 - MENYIAPKAN PEMAKAMAN
82 CHAPTER 82 - JADI ?
83 CHAPTER 83 - END... ???
84 NASIB SEAN
85 AKHIRNYA DARI SEMUANYA
Episodes

Updated 85 Episodes

1
CHAPTER 1 – SIAPA ITU BEBY ?
2
CHAPTER 2 - BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN UANG?
3
CHAPTER 3 - MALAM DENGAN PRIA ASING
4
CHAPTER 4 - SIAPA SEAN ?
5
CHAPTER 5 - MALAM DENGAN PRIA ASING (2)
6
CHAPTER 6 - TIDUR
7
CHAPTER 7 - KEHILANGAN DIA
8
CHAPTER 8 - BERANGKAT
9
CHAPTER 9 - PESAWAT
10
CHAPTER 10 - BANGKRUT?
11
CHAPTER 11 - KESEPAKATAN YANG MENGUNTUNGKAN
12
CHAPTER 12 - DATANG KE KANDANG SINGA
13
CHAPTER 13 - KASIAN SEKALI....
14
CHAPTER 14 - BAU!!
15
CHAPTER 15 - MUKBANG
16
CHAPTER 16 - ENAK KAN ?
17
CHAPTER 17 - PAGI YANG CERAH
18
CHAPTER 18 - SEKOLAH
19
CHAPTER 19 - BOS TAMBANG NIH
20
CHAPTER 20 - RUMAH SAKIT
21
CHAPTER 21 - BERTIGA!
22
CHAPTER 22 - SEMOGA TIDAK!
23
CHAPTER 23 - MARAH ?
24
CHAPTER 24 - SINGKIRKAN?
25
CHAPTER 25 - TERNYATA DIA DI JUAL
26
CHAPTER 26 - AKU BERI KESEMPATAN
27
CHAPTER 27 - KENAPA MIRIP ?
28
CHAPTER 28 - MEREPOTKAN
29
CHAPTER 29 - BANGUNLAH...
30
CHAPTER 30 - PERANG DINGIN
31
CHAPTER 31 - MINUMLAH.
32
CHAPTER 32 - JANGAN NANGIS!
33
CHAPTER 33 - KEMBALI ?
34
CHAPTER 34 - TERIMA ATAU TIDAK?
35
CHAPTER 35 - SADAR
36
CHAPTER 36 - ADIK IPAR ?
37
CHAPTER 37 - HUSSS!! SANA!
38
CHAPTER 38 - WANITA ASIA
39
CHAPTER 39 - TERTARIK
40
CHAPTER 40 - DARI SIAPA ?
41
CHAPTER 41 - SEAN vs DOMINIC
42
CHAPTER 42 - AMARAH SEAN
43
CHAPTER 43 - BERDARAH
44
CHAPTER 44 - PENGAKUAN DOMINIC
45
CHAPTER 45 - PERASAAN YANG TIDAK ENAK
46
CHAPTER 46 - PENGASUH CLARA
47
CHAPTER 47 - JANGAN DIBUAT BERCANDA
48
CHAPTER 48 - SELAMAT TINGGAL
49
CHAPTER 49 - BENCI DAN CINTA
50
CHAPTER 50 - JANGAN SEMBUNYI
51
CHAPTER 51 - PERGI JAUH
52
CHAPTER 52 - DIMANA ?
53
CHAPTER 53 - ULAH DOMINIC
54
CHAPTER 54 - VANIA ANEH ? SERBUK APA ?
55
CHAPTER 55 - SELIDIKI....
56
CHAPTER 56 - JADI DIA ?!?!
57
CHAPTER 57 - FAKTA MENGEJUTKAN
58
CHAPTER 58 - AMARAH DAN PENYESALAN
59
CHAPTER 59 - PENYESALAN DAN EKSEKUSI
60
CHAPTER 60 - PULANG
61
CHAPTER 61 - TAK SENGAJA BERTEMU
62
CHAPTER 62 - APA YANG TERJADI
63
CHAPTER 63 - OBAT APA ?
64
CHAPTER 64 - KEPIKIRAN
65
CHAPTER 65 - POSITIF
66
CHAPTER 66 - KATAKAN DIMANA ?
67
CHAPTER 67 - KAPAN NIKAH?
68
CHAPTER 68 - BERTEMU
69
CHAPTER 69 - JADI BENAR ?
70
CHAPTER 70 - SALAHKU ATAU KAMU ?
71
CHAPTER 71 - MARAH...
72
CHAPTER 72 - MERASA DIKHIANATI
73
CHAPTER 73 - MENYELESAIKAN PERMASALAH
74
CHAPTER 74 - TES!
75
CHAPTER 75 - TIDAK....
76
CHAPTER 76 - AKU BUKAN DIA
77
CHAPTER 77 - BERKELAHI
78
CHAPTER 78 - SIASAT TERAKHIR SEAN
79
CHAPTER 79 - AKHIR
80
CHAPTER 80 - KECELAKAAN
81
CHAPTER 81 - MENYIAPKAN PEMAKAMAN
82
CHAPTER 82 - JADI ?
83
CHAPTER 83 - END... ???
84
NASIB SEAN
85
AKHIRNYA DARI SEMUANYA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!