SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
"Aku harap dengan amat sangat, agar tuan bisa melupakan malam itu. Dan jangan berfikir jika kita pernah bertemu sebelumnya!"
Alis Sean terangkat mendengar penuturan wanita yang berdiri dihadapannya bergandengan dengan sang nenek.
Kini mereka sudah sampai di Italia, dan posisi mereka saat ini berada di pintu bandara yang mengarah pada jalan raya.
"Anggap saja kemarin aku melayani mu secara gratis, dan kau tidak perlu membalas jasaku!" ucap Beby final.
Wanita cantik itu melepaskan genggaman tangannya dari sang nenek, lalu berjalan mendekat kearah Sean, hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa centi saja.
"Oh ada satu lagi, tuan!" Beby berbisik ketelinga Sean, matanya melirik kearah neneknya beberapa kali. "Jangan mengatakan apapun pada nenekku! Dia punya riwayat jantung yang cukup parah!"
Setelah mengatakan itu, Beby memundurkan tubuhnya dan menggenggam tangan neneknya erat. "Baiklah kalau begitu, kamu permisi dulu. Bye, tuan tampan!" ucap Beby sembari melambaikan tangannya kepada Sean.
Sean terpaku ditempat, aroma mulut Beby masih sama seperti kejadian beberapa hari lalu. Parfum yang digunakan juga masih sama.
Ia memegang dadanya yang berdebar dengan kencang. Matanya sama sekali tak berhenti menyorot taksi yang dinaiki Beby sampai tak terlihat lagi dari ujung matanya.
"Oh God! What's wrong with me..." batinnya bingung.
****"Oh Tuhan! Apa yang dengan diriku..."***
"Tuan, mari," panggil Jacob yang berada beberapa langkah didepan Sean. "Mobil kita sudah sampai!"
Sean menjambak rambutnya keras, lalu berjalan mendahului Jacob untuk masuk ke mobil.
Selama perjalanan, otak Sean benar-benar dipenuhi oleh wanita itu. Beby, Beby, Beby, Beby, Beby.....
Sean ingatlah! Ada Clara! Clara yang berusaha mati-matian melahirkan anakmu, penerus mu dan kau malah memikirkan wanita lain yang bahkan baru kau temui satu kali ?
"Hari ini kosongkan jadwalku! Aku ingin bersama dengan istriku seharian!" pinta Sean, ia menatap luar kaca mobilnya dengan pikiran yang masih melayang.
"Baik, tuan!" jawab Jacob cepat.
Mobil diisi dengan keheningan, sementara Jacob yang sibuk mengotak-atik ponsel untuk menjadwalkan ulang pekerjaan tuannya. Sean masih termenung melihat gedung pencakar langit yang berdiri kokoh di sepanjang jalan.
Hingga kurang dari satu jam, mobil itu masuk dipekarangan mansion yang begitu mewah juga megah.
Tak ingin berlama-lama Sean langsung keluar dari mobil dan berjalan menuju kamar pribadinya.
Ia mandi untuk membersihkan diri juga pikirannya yang melayang entah kemana.
Setelah semua sudah ia lakukan, termasuk makan. Ia langsung menemui sang istri yang terbaring koma.
Ceklek.....
Ia membuka pintu kamar istrinya perlahan, senyum lebar menghiasi wajah tampannya setelah melihat wajah istrinya dari dekat.
Dikecupnya kening itu lama.
"Beberapa hari lalu, aku berbuat kesalahan cukup fatal. Maafkan aku Clara! Maafkan aku...." bisik Sean, ia menggenggam tangan istrinya erat.
"Aku langsung pulang setelah melakukan kesalahan itu. Tak perduli tentang rapat atau pekerjaan yang penting aku bisa mendapatkan maaf darimu!"
"Maafkan aku Clara, maafkan aku...."
Sean menitihkan air matanya hingga mengenai tangan Clara. "Aku meniduri wanita lain. Aku tertarik dengan wanita itu. Maaf sayang, maaf. Aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri...."
Tanpa Sean sadari, wanita yang sedang koma itu bisa mendengar segala ucapannya. Entah apa yang wanita itu rasakan saat ini.
...o0o...
Mobil taksi itu berhenti pada pekarangan mansion mewah yang begitu luas.
Setelah membayar ongkos jalan, dengan perlahan Beby membantu neneknya untuk turun dan mengambil kedua koper besarnya dibagasi.
"Terima kasih, paman," pamitnya sebelum menutup pintu taksi itu.
BRAKK....
"Ayo nek, mari kita masuk,"ajaknya.
Mina berjalan mendahului Beby untuk memasuki area mansion itu.
Keduanya nampak bingung saat melewati pagar mansion yang biasanya dijaga oleh 2 security dan beberapa bodyguard kini nampak kosong. Pos security menjadi tak berpenghuni.
Lalu saat mereka berjalan melewati taman bunga milik ibunya yang biasanya bermekaran kini tampak layu dan sangat amat tak terawat. Padahal ini masih musim semi.
Sebenarnya ada apa ?
Hingga pada akhirnya setelah lama berjalan dari pagar menuju rumahnya, ia sampai tepat didepan pintu besar itu.
"Biar Beby yang pencet belnya," ujar Beby seraya memencet bel itu. Sementara sang nenek sudah sangat terlihat kelelahan.
Ting.... tong.....
Ting....tong.....
Ting....tong.....
Berulangkali Beby memencet bel pintu, tapi tak ada seorang pun yang membukakan pintu untuknya.
"Pada kemana sih ? Gak biasnya sepi begini..." gerutu Beby kesal.
"Coba kamu telfon aja, nak," titah Mina–nenek Beby.
Beby menganggukkan kepalanya, lalu mengeluarkan ponsel dari tasnya. Setelah mengotak-atik ponselnya Beby langsung menaruh ponsel itu didaun telinganya saat panggilannya sudah tersambung.
"Gak diangkat, nek..." sebalnya.
Sudah beberapa kali Beby menelfon tapi tak kunjung diangkat, akhirnya Beby memasukkan kembali ponselnya dalam tas.
"Kayaknya Ibu sama Ayah keluar deh."
Tubuh Mina sudah berkeringat dingin, tubuh wanita renta itu sudah benar-benar kelelahan. "Bagaimana terus nak ? Apa kita balik lagi ke Indonesia ?" ucapnya dengan nafas yang tersengal-sengal.
Beby melototkan matanya, menolak mentah-mentah ucapan Mina. "Yang benar saja, nek. Biaya pesawat kita sudah puluhan juta, dan kita mau balik ke Indonesia? Dalam mimpi saja!" dengusnya kesal.
Beby memundurkan neneknya beberapa langkah. "Diem sini, biar Beby dobrak pintunya!"
Gadis cantik itu memundurkan badannya beberapa langkah, lalu berlari dengan cepat mendekati pintu, melompat dan menendang pintu besar itu dengan kaki kanannya kuat-kuat.
"CIATTTT....."
BRAKK.....
Berhasil, pintu itu terbuka dengan mengalami kerusakan pada bagaian kuncinya. Beby tersenyum lebar menengokkan kepalanya ke belakang menghadap sang nenek. "Terbuka kan, ayo masuk!" ajak Beby sembari menarik kopernya.
"Ayah....."
"Ayah...."
"Ibu......"
Beby memanggil dengan teriakan cukup keras kedua orangtuanya, tapi hanya udara hampa yang menyambut kedatangannya.
"Ini pada kemana semua sih!" gerutunya sebal. Mina duduk disofa dengan menyenderkan tubuh renta-nya pada punggung sofa, sementara Beby menelisik seluruh isi mansionnya yang sudah lama ia tinggali.
Dahi mengkerut tatkala melihat ada sesuatu yang aneh di mansionnya. "Sebentar..... sebentar...."
"Gucci kesayangan Ibu yang harganya 1 Milyar kok gak ada ?"
"TV 101 inchi kita di ruang keluarga kemana ya ?"
"Ruang tamu kan ada 4 AC, kemana perginya semua AC itu ?"
"Lukisan mahal yang ibu beli dari acara lelang juga semuanya sudah tidak ada..."
Beby keluar dari ruang keluarga, berlari kecil menuju ruang tamu, tempat neneknya berada. "Nek, kayaknya mansion Ayah kemalingan deh. Semua barang-barangnya hilang!!!!"
Mendengar itu mata Mina terbuka lebar-lebar, ia menatap cucunya dengan mata berkaca-kaca. "Astaga, bagaimana bisa ? Bukankah mansion ini sudah dilindungi dengan CCTV dan bodyguard, nak ?" tanya nenek yang membuat Beby berfikir ulang.
Benar! Rumah ini dilindungi oleh CCTV dan Bodyguard jadi tidak mungkin jika mengalami kemalingan! batin Beby. Mata Beby menatap neneknya, "jangan-jangan Ayah sudah men–"
"Astaga Ma, Beby...." ucap seseorang dari belakang tubuh Beby.
"Kalian datang kemari ?" tanya pria paruh baya yang nampak kacau sembari tersenyum tipis.
Beby membalikkan badan menatap Ayah dan ibunya yang sudah berjalan kearahnya. Wajah kedua orangtuanya nampak begitu kusut dan muram. Belum lagi rambut ayahnya yang terlihat acak-acakan.
Grep.....
Ibu Beby memeluk tubuh anaknya erat. "Ibu kangen kamu nak....hiks...hiks...."
Ia memejamkan matanya, membiarkan Risna – ibunya memeluknya erat.
"Sebenarnya ada apa ini Robertto ? Risna ?" tanya Mina menatap menantu dan juga anaknya secara bergantian.
Beby melepas pelukannya ibunya perlahan, menatap Ayahnya yang menundukkan kepalanya. "Sebenernya ada apa Ayah ? kenapa Ayah tidak mengirimkan kami uang lagi ? Kenapa rumah kita tampak kosong ? Apa ada ?"
Risna dan Robertto saling pandang, mereka menuntut ibu dan anaknya untuk duduk di sofa itu.
"Pertama-tama Robbert, mau minta maaf sama Mama dan Beby karena tidak bisa membiayai hidup kalian lagi."
"Perusahaan Ayah sedang diambang kehancuran sayang," ucap Robbert menatap Beby dengan mata berkaca-kaca. "Ayah terlilit hutang dengan seorang pengusaha kaya raya. Dan sudah hampir satu tahu Ayah tidak bisa membayar cicilannya. Karena Perusahaan ayah terus mengalami masalah. Dan puncaknya, tiga bulan kemarin ada seseorang yang berkhianat pada perusahaan Ayah."
"Ayah menjual semua barang-barang berharga di mansion kita untuk mengatasi masalah perusahaan. Dan memulangkan semua pekerja di rumah karena tak sanggup membayar."
"Ayah–ayah....hiks...hiks....ayah gagal Beby...." ucapnya lagi lirih.
Beby berdiri dari duduknya, dan memeluk tubuh ayahnya erat. "Kenapa ayah tidak bilang langsung sama Beby, pasti Beby memberatkan Ayah selama setahun terakhir ini..."
"Masalah apapun kita hadapi sama-sama. Kita keluarga, ayah gak sendiri di sini." Beby tersenyum tulus menatap kedua orangtuanya.
"Benar itu, kalau begini kalian membuat aku khawatir," ujar Mina disela tangisannya yang saat ini berada pada pelukan anaknya–Risna.
Ayah Beby tersenyum lebar, lalu menganggukkan kepalanya. Ia memeluk anaknya dengan sangat erat.
"Hari ini kita jual saja rumahnya, atau gadaikan pada bank, tapi kita tidak perlu tebus. Biar saja rumah ini di sita. Kita beli rumah lagi yang lebih kecil tapi juga nyaman."
"Besok aku akan menemani Ayah ke kantor, kita lihat masalahnya seperti apa. Jika memang parah, kita tutup saja perusahaannya. Dan meminta maaf pada seluruh karyawan karena tidak bisa membayar gaji mereka pada bulan ini. Tapi memang masih bisa diperbaiki, Beby berjanji akan membantu menyelesaikan masalah," ujar Beby final.
Robbertto dan Risna menganggukkan kepalanya setuju. "Baiklah sayang, Ayah serahkan perusahaan itu kepadamu. Besok kita ke perusahaan..."
...o0o ...
Ada apa besok diperusahaan ? Ada Bagong atau kucing oyen ?
KOMEN DAN LIKE YA SAYANGNYA RATU 🥺
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Maria Tuhalauruw
semangat Thor
2022-03-11
0
Dark night
Ngak nyagka di Itali bisa pake bahsa Indonesia
2022-03-10
1
Pertiwi Tiwi
jg jg perusahaan ayahya ada masalah sama sean
2022-03-05
0