SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Indonesia, 2020....
Sesuai janjinya kini Sean sudah menggunakan jas lengkap rancangan seorang designer terkenal untuk menghadiri rapat yang dilaksanakan oleh presiden di tanah air ini.
Bukan hanya dirinya yang diundang secara khusus tapi banyak sekali pengusaha dari berbagai negara yang turut hadir dalam acara ini. Bahkan sang presiden juga mengundang artis internasional untuk hadir dalam acara ini.
"Silahkan tuan, rapat akan dimulai dalam 30 menit mendatang." seseorang dengan setelan serba hitam membukakan pintu ruangan rapat untuk Sean dan asistennya.
Sean menganggukkan kepalanya singkat, lalu memasuki ruangan yang sudah diisi oleh banyak orang itu.
Tak lupa Sean menjabat tangan satu persatu pengusaha terkenal itu.
Inilah yang ia malas kan, jika ada pertemuan begini ia pasti harus berbasa-basi untuk seputar menanyai kabar atau membahas tentang perusahaan mereka agar terkesan lebih ramah.
"Ya begitu lah, bisnis tidak selalu baik. Kadang naik kadang surut, kita nikmati saja ....."
"Benar Mr. Wilson, jadi bisnis itu sebuah roda. Dia tidak akan bisa berjalan jika tidak digerakkan naik dan turun. Benar begitu Mr. Alejandro...."
Sean menganggukkan kepalanya, menyesap sedikit red wine yang tersedia. "Yes, Mr. Roges, tapi seorang pebisnis sejati pasti tidak akan mau perusahaan berada dititik bawah. Dengan cara bersih atau kotor, mereka akan melakukan segala cara agar roda itu tak berputar kebawah," jawabnya dengan senyum licik.
Lalu mereka tertawa dan saling meminum alkohol untuk saling mengakrabkan diri.
Hingga seorang ajudan menyampaikan kedatangan sang presiden.
"Undangan di mohon berdiri, Mr. Januar telah tiba..."
Sang presiden yang terlihat sangat kacau dengan kantung mata yang begitu besar masih bisa menampilkan senyum menawan saat memasuki ruang rapat itu.
"Silahkan duduk semua, mari kita mulai rapat ini...." ucap sang presiden dengan senyum kecil.
Rapat tersebut berlangsung lebih lama dari perkiraan mereka. Sang presiden mengatakan meminta bantuan para pengusaha agar mau berkontribusi untuk menyokong beberapa krisis masalah keuangan yang sedang melanda di Negera ini.
Dengan jaminan berupa, membiarkan para pengusaha itu membuka cabangnya di Indonesia tanpa ada pajak dan potongan dari negara. Dan juga membebaskan para pengusaha yang mau berkontribusi membantunya untuk berdagang di Indonesia dengan mudah.
Rapat ditutup dengan hampir seluruh pengusaha menyetujui kerjasama yang begitu menguntungkan ini, termasuk dengan Sean Alejandro.
Pria dengan otak bisnis itu tentu tidak akan melewatkan kesempatan bodoh yang diberikan oleh presiden yang terdesak uang itu.
"Baiklah, kita bisa membahas perjanjian ini besok. Hari sudah mulai larut, anda sekalian boleh kembali ke hotel," ucap sang presiden final, lalu ia menjadi orang pertama yang keluar dari ruangan itu.
Sean merenggangkan ototnya saat merasakan nyeri di sekujur tubuh karena terlalu lama duduk. Setelah keadaan ruangan ini sepi, barulah Sean dan Jacob meninggalkan ruang rapat.
"Anda ingin makan tuan ?" tanya Jacob saat berada didalam lift.
Sean menggelengkan kepalanya, "baru sepuluh menit lalu aku makan! Aku tidak ingin makan lagi!" titahnya.
Ting....
Pintu lift terbuka, Sean segera keluar dari lift dan berjalan dengan Jacob dibelakangnya menuju mobilnya yang berada di parkiran.
"Anda ingin langsung kembali ke hotel atau ingin pergi ke suatu tempat, tuan ?"
"Hmm, Bar! Aku ingin pergi ke club. Badanku serasa ingin remuk. Mungkin beberapa gelas vodka bisa menyegarkan badanku ...."
Jacob menganggukkan kepalanya mengerti, lalu membukakan pintu untuk Sean.
Setelah tuannya masuk, ia juga ikut duduk dikursi samping kemudi. Ia segera membuka ponsel untuk mencari club malam yang mewah dan juga terdekat dari istana negara ini.
"Kemana tuan ?" tanya sang supir.
"Club Swing Ash!"
...o0o...
Mobil Sean sudah terparkir cantik didepan Club mewah itu yang sayangnya hanya diisi oleh sang supir. Sedangkan orang yang memiliki mobil itu beserta asistennya sudah masuk lebih dulu ke dalam club.
Saat ini Sean sudah duduk tepat di depan bartender, ia menenggak sekali lagi vodka yang disajikan untuknya.
"Kapan Clara akan bangun dari tidurnya, Jacob ?" tanya Sean dengan mata sayunya.
Meskipun mabuk, tapi Sean masih bisa mengontrol dirinya. Ia memiliki daya tahan tubuh yang tinggi. Dan ia sepenuhnya sadar dengan apa yang dia tanyakan kepada sang asisten.
Sementara Jacob yang hendak meminum vodkanya langsung menaruh gelas minuman itu keatas meja setelah mendengar ucapan tuannya.
Jacob menatap tuannya iba, Sean adalah panutannya! Meskipun istrinya bisa dikatakan berada diambang kematian, sekalipun Sean tidak pernah berpaling pada wanita lain.
Bahkan Sean sudah tidak melepas gairah s3kseualnya kepada wanita selama 5 tahun. Terdengar mustahil tapi inilah tuannya.
"Maaf tuan saya tidak tahu, tapi jika Tuhan sudah berkehendak, pasti nyonya Clara akan bisa segera membuka mata."
Sean tertawa mendengar ucapan Jacob, ia menuangkan alkohol lagi dalam dan meminumnya dalam sekali tegukan. "Kau kan sekretaris ku, kau tahu jadwalku, tahu jadwal pelajaran Leon, kau tahu semuanya. Tapi kenapa kau tidak bisa menjawab pertanyaan ku saat aku menanyakan kapan istriku akan bangun ?"
"Kau ingin ku pecat, Jacob ?"
Jacob menelan salivanya susah payah, ia bingung harus menjawab apa. "Na–maafkan saya tuan, tapi kali ini saya benar-benar tidak tahu kapan nyonya akan membuka ma–"
"Ekhem...hai, boleh kenalan gak?" tanya seorang wanita yang terlihat mabuk di sisa-sisa kesadarannya. Wanita itu meremas bahu Sean dengan sedikit keras.
Sean membalikkan badannya menatap seorang wanita yang sudah mengganggu obrolannya dari atas sampai bawah dengan pandangan menilai.
"Oh my God! Please stay away from my Lord, miss!" ucap Jacob sembari menghempaskan tangan wanita itu kasar pada bahu tuannya. Sean tidak bisa dan tidak mau disentuh oleh wanita asing!
***"Astaga Tuhan! Tolong menjauh dari tuan saja, nona!" ***
Wanita itu menggeleng, ia menatap Jacob dengan raut wajah kesal. Sementara Sean ia malah sedikit terpesona dengan tatapan wajah kesal yang sayangannya terlihat sedikit menggemaskan dimatanya. Ingat hanya sedikit menggemaskan!
"Shut the fxxxk up old man! I will never leave my man! He is mine!" tubuh wanita itu sedikit goyang karena pandangnya telah kabur.
***"Tutup mulutmu, pria tua bajingan! Aku tidak akan pernah melepaskan dia! Sekarang dia adalah milikku!" ****
Baru sang asisten akan menyela, tapi Sean sudah lebih dulu mengangkat tangannya didepan wajah sang asisten memintanya untuk diam.
"Am I your's?" tanyanya dengan senyum terangkat.
****"Aku milikmu ?"****
Wanita itu menganggukkan kepalanya cepat, ia mengalunkan tangannya pada leher tegap Sean.
"Yes, my love. You are mine, and I'm yours! I used to think I would give my virginity to my husband. But now I want you to take it..." bisik wanita itu secara sensual ditelinga Sean dengan maksud menggoda.
****"Ya cintaku, kamu milikku dan aku milikmu. Dulu aku fikir akan memberikan kep3rawanku kepada suamiku. Tapi sekarang, aku mau kamu yang mengambilnya...."****
Tak mau menunggu lagi wanita asing itu langsung menyerang bibir tebal Sean dengan bibir manisnya yang menawan.
Ia akan membuat pria itu jatuh dalam pesonanya.
Lama bermain sendiri, akhirnya ia tersenyum tipis saat Sean itu membalas perang bibir dengan cara brutal.
"What is your name, baby girl ?" Sean melepaskan pautan benda kenyal mereka sebentar.
****"siapa namamu, wanita kecil ?"****
"Beby, my name Beby...."
****"Beby, namaku Beby..."****
Sean tersenyum lalu melanjutkan aksi panas mereka, dengan Beby yang sudah berada dipangkuannya.
Tangan Sean meremas kuat bongkahan belakang tubuh Beby, hingga wanita cantik itu merasakan ingin lebih.
"Let's go to private room, darling!" Tanpa menunggu jawaban Beby, Sean sudah menggendong tubuh Beby bak koala menuju lantai atas.
***"Ayo ke ruangan privat, sayang!"***
Sementara di sana sang asisten sudah ketar-ketir, tak biasanya tuannya mau berhubungan dengan wanita malam, bahkan tuannya tak segan-segan bertindak kasar pada wanita itu karena sudah berani menyentuhnya.
Tapi sekarang kenapa tuannya malah merespon baik wanita yang berasal dari Indonesia ini ?
"Astaga, apa tuan lupa dengan nyonya Clara...." batin sang asisten terheran-heran dengan tuannya.
Tidak mungkin kah tuannya lupa dengan istrinya yang sangat ia cintai itu ??
...o0o...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Trisnawati Ilyas
"Mr Januar"🤔🤔🤔
presiden pernovelan ini yaa Thor.....?????
2022-10-15
0
Gauri Utama
Tergiur krn Beby msh pera wan bukan sih??? Jarang2 kan nemu yg pera wan 😏
2022-04-08
0
Yantisejati
belum tau gadis ibdonesia sih,kwk2
2022-03-05
3