SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Baru saja kemarin pindah rumah, hari ini Beby dan keluarganya sudah pindah rumah lagi menuju mansion lama mereka.
Senyum sumringah tercetak jelas pada wajah ibu dan juga neneknya. Sangat kentara sekali dengan Ayahnya yang menatap dengan pandangan kosong isi mansionnya.
Sementara Beby sendiri hanya mendengus kecil, ia mendudukkan dirinya pada sofa disalah satu ruangan mansionnya.
Setelah ia menyetujui kesempatannya untuk mengurus bule gila itu beserta anaknya, Sean langsung menyatakan seluruh Robert–Ayah Beby sudah terlunasi. Tidak hanya itu Sean juga membayar hutang Robert yang berada di bank. Padahal sama sekali Beby tak menginginkan itu.
Ya tapi apa boleh buat, hutang bank sudah terbayarkan dan sertifikat rumah sudah dikembalikan.
Jadi Beby bersama keluarganya menjual rumah baru mereka dan kembali ke mansion besar dan mewah milik mereka. Para pekerja yang dulu mengundurkan diri satu persatu mulai datang untuk meminta kerja kembali.
"Kamu memang hebat, Beb. Ibu pikir kamu gak bisa lawan Mr. Alejandro. Ternyata kamu bisa, gak sia-sia kamu kuliah 5 tahun gak lulus-lulus," cicit Risna–ibu Beby dengan senyum lebar.
"Haha iya, Bu. Beby tadi berhasil negosiasi sama Mr. Alejandro," jawab Beby dengan senyum kecut, ia menatap Ayahnya yang mengelus rambutnya lembut dengan senyum yang dipaksakan.
"Beby memang luar biasa," ucap Mina dengan wajah yang lebih cerah dari sebelumnya. Neneknya yang kemarin nampak pucat dan tak bertenaga. Kini sudah mulai lebih baik dan ceria.
Risna menggandeng tangan ibunya untuk menaiki tangga. "Mama pasti capek, ayo aku tunjukin kamarnya Mama." Risna membawa Mina menuju kamar uang berada di lantai atas meninggalkan Beby dan Robert berdua diruang keluarga.
"Kamu yakin mau mau menjadi orang setia Sean ?" tanya Robert hati-hati kepada sang anak.
Beby mengalihkan pandangannya kearah Robert dengan senyum kecil lalu mengangguk sekilas.
Ia berdiri dari duduknya, berjalan untuk duduk tepat disamping sang ayah. "Tentu Ayah, ini semua demi kebaikan kita. Aku gak mau kalau perusahaan ayah bangkrut, Beby sama Ibu gak siap untuk hidup miskin. Apalagi nenek, pasti dia syok dan yang Beby takutkan nanti jantungnya akan kumat."
"Biarlah Beby yang menyerahkan diri pada pria itu. Toh Beby rasa pria itu hanya akan memperkejakan Beby paling setahun atau dua tahun saja. Ayah tak perlu cemas, bagaimana pun caranya, Beby pasti akan kembali ke rumah ini." Tangannya terulur untuk menggenggam erat kedua tangan Ayahnya.
Ada sedikit rasa kelegaan saat Beby menyebutkan akan pulang ke rumah, Robert mendekatkan dirinya pada Beby dan memeluk tubuh anaknya itu singkat.
"Beby akan pergi besok pagi. Katakan pada Ibu juga nenek kalo Beby kembali ke Indonesia untuk kuliah. Jangan bilang apapun soal perjanjian atau soal Sean!" pinta Beby.
Robert menganggukkan pelan, ia semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh sang anak. "Baiklah, pastikan kamu kembali ke rumah Beby. Apapun yang kamu butuhkan, langsung telfon saja Ayah. Jam berapapun akan Ayah angkat!"
"Pasti Yah! Ayah percaya sama Beby!"
...o0o...
"Sayang, hari ini aku meminta ijin kepadamu. Ada seseorang yang akan menjadi pengasuh baru anak kita. Dia adalah orang yang aku tiduri beberapa hari lalu," ucap Sean, saat ini ia tengah berada di kamar pribadi istrinya.
Seperti biasa, setiap pagi Sean akan meminta ijin berangkat ke kantor dan juga bercerita singkat pada sang istri.
"Tapi kami tidak perlu khawatir, Clara. Ayahnya memiliki hutang dengan ku, dan hampir satu tahun dia tidak membayarkan hutangnya. Jadi aku meminta anaknya untuk merawat Leon, pengasuh yang biasanya merawat sangat tidak becus. Berapa kali Leon harus bertengkar dengan temannya di sekolah karena dididik tidak benar oleh pengasuh itu. Maka dari itu aku menjadikan Beby pengasuh Leo tanpa digaji."
Sean mengecup lama punggung tangan kanan sang istri. "Kau tidak perlu khawatir, Clara. Aku tidak akan pernah lagi tergoda oleh wanita itu. Saat aku meniduri Beby, aku tidak sadar. Aku mabuk. Dan aku tidak akan pernah lagi melakukan hal itu, karena semua yang ada di tubuhku hanya milikmu, Cl––"
Tok...tok...tok..
"Tuan sudah waktunya berangkat," teriak Jacob dibalik pintu ruang pribadi Clara.
Sean mendengus kesal, ia mengecup kening istrinya. "Aku berangkat, cepat buka mata sayang. Aku menunggu!"
Setelah mengatakan itu seperti biasa Sean membawa dirinya keluar kamar untuk menuju meja makan.
Jacob dengan cepat menarik kursi untuk Sean. "Dia belum datang ?" tanyanya saat sudah menduduki kursi itu.
"Siapkan makan!" titah Sean setengah berteriak, tak lama seorang maid datang dan mulai menyiapkan tuannya itu sarapan.
Dahi Jacob berkerut, tak mengerti maksud Sean. "Dia siapa tuan ?"
"Ekhem," dehem Sean melirik Jacob tajam. "Aku sangat tidak suka memiliki asisten yang daya pikirnya lama. Siapkan aku asisten baru!"
Jacob menelan ludahnya susah payah, otaknya berfikir keras mencoba menelaah siapa dia itu. "Ahh... anak Roberto..." gumam Jacob dengan senyum lebar.
"Belum datang tuan, sepertinya sebentar lagi akan datang. Karena dia sendiri yang bilang akan datang pukul 7 pagi."
Sean melirik jam tangannya, "sekarang tujuh lewat 10 menit."
"Mu–mungkin sebentar lagi, tuan...."
Sean tak menggubris lagi ucapan Jacob. Ia makan makanannya dengan tenang. Sesekali sudut matanya melirik anak semata wayangnya yang duduk diam di ujung meja makan.
Hingga makanan Sean juga sudah selesai ia santap. Tapi ia juga masih belum berangkat bekerja.
"Hm, paman Jacob," panggil Leon dengan suara kecil.
"Ada apa tuan muda ?" tanyanya sembari mengunyah makanan dalam mulutnya.
Leon menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Ehm, pengasuh Leon hari ini tidak bekerja ya ? Lalu Leon berangkat ke sekolah bersama siapa ?" tanyanya sembari melirik takut-takut kearah Daddy-nya.
Jacob tersenyum tipis, "dia sudah tidak bekerja di sini tuan muda. Hari ini tuan muda akan kedatangan pengasuh baru yang lebih cantik dan baik dari sebelumnya. Tuan muda tunggu ya, jika dia datang terlambat tuan muda tidak perlu sekolah."
Dengan perlahan Leon menganggukkan kepalanya. Dan tidak ada percakapan uang terjadi dalam ruang makan itu.
Sementara Jacob dan Leon sibuk memakan makanannya. Sean malah terlihat begitu gelisah sekarang.
Entah sudah berapa kali Sean bergerak tak tenang di kursinya pada meja makan. Berulangkali pula Sean menatap jam yang berada dipergelangan tangan kirinya.
Sementara Jacob menatap tuannya bingung, "tuan sekarang sudah pukul setengah delapan, apa sebaiknya kita berangkat ke perusahaan sekarang ?"
Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Sean, ia menghentakkan kakinya pelan dilantai.
"Kalau sampai dia benar-benar tidak datang, aku bersumpah akan menghancurkan peru–"
"Nah ini tuan Sean," ucap seseorang yang baru saja memasuki ruang makan yang berhasil memotong ucapan Sean.
Sean mengalihkan pandangannya kearah maid serta seorang wanita yang begitu cantik luar biasa yang saat ini sedang membawa dua koper itu.
"Permisi tuan, maaf menganggu waktu makannya. Nona ini bilang sudah ada janji dengan tuan dan mendesak ingin masuk ke mansion jadi saya bawa kemari," ucap maid itu dengan kepala tertunduk.
Sean menganggukkan kepalanya, "ya, kau pergilah!" titah Sean pada maid itu tapi matanya tak pernah lepas memandang Beby.
"Dan kau," Sean menunjuk Beby, "duduk di sebelahku sekarang!"
Wanita cantik itu langsung berjalan anggun menuju Sean, dengan setelan pakaian berwarna pink yang membuat tubuhnya semakin kelihatan putih bersinar dan wajahnya ia beri riasan tipis dengan maksud agar tidak terlihat pucat.
Tapi kenyataannya, make up itu malah membuat aura kecantikannya semakin menjadi-jadi.
Sean yang melihat tubuh Beby semakin mendekat, berusaha mengalihkan pandangannya kearah lain seraya menarik dasi yang terasa begitu mencekik lehernya.
"Aku datang, aku tidak berbohong!" ucap Beby sembari mendudukkan dirinya pada kursi di meja makan itu.
Dan dengan tak tahu malunya Beby langsung mengambil roti dan tak lupa ia olesi dengan selai favoritnya.
"Tidak perlu buatkan untukku, aku sudah selesai mak–"
Ucapan Sean lagi-lagi terpotong saat Beby memasukan gulungan roti itu kedalam mulutnya. "Awku tiwdak membwuatkan ini untwuk mu!" jawabnya dengan mulut berisi makanan.
Bukannya merasa jijik, jantung sialan milik Sean malah berdebar kencang karena terpesona. Sial! aku harus cepat berangkat ke kantor! batinnya.
"Terserah aku tak peduli, itu anakku," tunjuk Sean pada seorang laki-laki yang sedang makan di ujung meja. Beby mengikuti arah pandang Sean dan memandang bocah itu dengan seksama.
"Kau urus dia, ajari dia, dan kau juga harus melayaniku di rumah." Sean berdiri dari duduknya menatap sinis Beby. "Buang pikiran kotor mu itu, aku tidak akan pernah sudi menyentuhmu. Maksud layani disini adalah, menyiapkan segala kebutuhan ku!"
"Jangan goda aku! Aku sudah memiliki istri!" setelah mengatakan itu Sean langsung pergi keluar meninggalkan Beby yang terpaku dengan mulut terbuka–shok sekali everybody....
"BULE GILA SIALAN!!! YANG MAU GODA ANDA JUGA SIAPA!!" teriak frustasi.
Beby menenggak habis air putih yang berada didalam gelasnya, lalu netra matanya menelisik penampilan majikan barunya.
"Ada benar dia akan Sean, si pengusaha kaya raya itu ?" gumam Beby bingung. Matanya menatap Leon dari atas hingga bawah. "Badan kurus kering seperti anak yang tidak mendapatkan asupan gizi yang baik, kulitnya berwarna putih pucat seperti tidak pernah memakan vitamin. Baju sekolahnya sangat kusut." Beby nampak prihatin menatap Leon.
Tanpa sadar Beby menjatuhkan wajahnya di piringnya. "Astaga, aku sangat bernasib buruk sekali. Sudah ayahnya gila sekarang aku harus berhadapan dengan bocah tak terurus seperti dia. Sepertinya setelah ini aku harus mandi kembang 7 rupa untuk buang sial...."
Sementara Leon mengerjapkan matanya perlahan, menatap pengasuh barunya yang nampak memiliki gelagat aneh. "Kenapa dia ?"
...o0o...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
susi_berlianaqu
meskipun anak gak keurus tp setidaknya punya pakaian yg rapih kan byk maid di mension...🤔
2022-05-05
0
Momy Victory 🏆👑🌹
bapaknya kaya raya tapi anaknya gak keurus, kasihan banget Leon gak salah klo mamanya koma,itu diluar dirinya!!!
2022-04-12
0
Momy Victory 🏆👑🌹
mau pergi kerja di Club ya Beby? pakai baju kurang bahan?
2022-04-12
0