CHAPTER 14 - BAU!!

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...

TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...

KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.

SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.

...o0o...

Dengan kacamata besar yang bertengger pada hidung mancungnya, Beby keluar dari mobil Alphard milik Leon saat pintu itu sudah terbuka secara otomatis.

Setelah Beby keluar, Leon dengan kaki kecilnya mengikuti pengasuh barunya itu untuk keluar dari mobil.

"Kakak kenapa kita di sini ? Bukannya Leon harus ke sekolah?" tanyanya bingung.

Beby menundukkan tubuhnya, lalu mengangkat tubuh mungil Leon untuk digendongnya dipinggul kiri.

"Kata siapa hari ini kita ke sekolah ?" jawab Beby seraya melangkahkan kakinya memasuki mall. "Hari ini kakak bakal rubah Leon jadi ganteng, biar Mommy sama Daddy mu yang gendeng itu bisa sadar. Punya anak kok ditelantarin!" sambung Beby mendengus malas, ia menggelengkan kepalanya masih berfikir heran.

Bisa-bisanya ada anak konglomerat yang mempunyai anak yang sangat tidak terawat begini. Bukan hanya tidak terawat tapi anak Sean ini benar-benar seperti kekurangan gizi!!!

Sedangkan Leon yang mendengarkan penuturan Beby dengan bahasa yang tak ia mengerti itu hanya melongo digendonggan Beby. "Daddy gendeng ? Gendeng itu apa ?" batinnya bingung.

Tak terasa langkah kaki Beby sudah menapaki lantai dua Mall super megah ini. Beby berdecak kagum, tak menyangka ada Mall semewah ini, di Indonesia biasanya tak sebesar ini....

OMG pasti Beby akan sangat banyak menghabiskan uang di sini. Tapi tak apa, ayah Leon kan mesin ATM berjalan.

"Nah Leon, ayo kita pertama ke barbershop, kamu harus potong rambut kamu yang ngegimbal ini!!"

Leon menganggukkan kepalanya patuh saat Beby sudah membawakan masuk ke sebuah salon pria dan didudukkan kesalah satu kursi khusus anak-anak.

"Bisa saya bantu, nyonya ?" tanya seorang barber–tukang cukur rambut saat Beby langsung mendudukkan Leon dikursi tanpa menuju kasir terlebih dahulu.

Beby menatap barber itu dengan senyum tipis, lalu ia menyentuh rambut Leon yang menggimbal. "Ini tolong di rapihkan, potong aja terserah modelnya apa aja. Yang penting rapih dan kelihatan fresh."

Barber pria itu mengangguk, dan mulai mengerjakan rambut bocah dihadapannya ini, ia menyemprotkan spray agar rambut Leon lebih lemas dan mulai memotong.

Sementara Beby duduk di kursi tepat pada belakang Leon dan mulai membaca majalah yang tersedia di sana.

Sayup-sayup Beby mendengar ada suara yang membicarakan tentang Leon, ia melirik kesamping, ada dua orang ibu-ibu yang nampaknya sedang menunggu anak mereka selesai cukur rambut sambil bergosip.

"Kasian yang anak yang rambutnya panjang itu," unjuk ibu 1 pada tubuh Leon diam-diam. "Kayaknya korban broken home deh..." sambungnya sembari berbisik ke Ibu 2.

Ibu 2 menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Ibu 1. "Bener Bun, padahal anaknya ganteng loh itu. Kok bisa tidak dirawat ya."

"Jangan-jangan ibunya hamil diluar nikah lagi, terus ayahnya gak mau tanggung jawab kayaknya di sinetron itu Bun...."

Mata Beby sontak membulat, ia menatap Leon juga dengan pandangan prihatin. "Kayaknya benar deh kata ibu-ibu itu, Leon anak hamil di luar nikah. Terus Sean gak mau sama anaknya, dan jadinya Leon diabaikan dan hanya diurus pengasuh."

"Kalo menurut saya nih Bun, kayanya itu anak hasil perselingkuhan ibunya. Jadi ibunya hamil sama orang lain terus suaminya sahnya benci sama ank itu, soalnya bukan anak kandungnya!"

Sekali lagi mata Beby melotot mendengar dugaan-dugaan yang mungkin saja benar mengenai Leon.

Secara anak itu benar-benar tidak diurus oleh kedua orangtuanya. Apalagi tadi pagi Beby tidak melihat ibu Leon. Hanya Sean saja selaku ayahnya.

Tanpa sadar badan Beby kian mendekat dengan wajah yang masih tertutupi oleh majalah kearah ibu-ibu itu, saat suara mereka mulai mengecil. P4ntatnya tak terasa kian menggeser menuju ibu-ibu yang masih satu kursi dengannya, hingga tanpa sadar badan Beby sudah sangat mepet dengan salah satu ibu tadi.

"Haduh kenapa kok jadi duduknya mepet saya begini ya ?" tanya Ibu 1.

"Jangan-jangan nguping nih pasti, mbaknya!" seru ibu 2 dengan semangat.

Beby menurunkan majalah dari wajahnya lalu tersenyum manis kearah ibu-ibu itu. "Oh astaga, ini kayaknya kursinya licin deh," jawabnya dengan pura-pura terkejut. "Tadi aku duduk di situ kenapa jadi sekarang aku di sini ?" imbuhnya berbohong. Ia masih mempertahankan mimik terkejutnya.

Sementara kedua ibu-ibu itu hanya memutar bola matanya malas, baru saja ingin mencela omongan Beby, tapi malah ada dua orang barber mendatangi meja mereka dan mengatakan jika kedua anak mereka sudah selesai cukur rambut.

Saat kedua ibu-ibu itu pergi keluar salon, baru Beby bisa bernafas lega. "Bego, bego, bego!!!" umpatnya pada dirinya sendiri, ia memukul-mukul kepalanya kesal. "Bisa-bisanya nguping ketahuan!!" sambungnya.

"Nyonya, anaknya sudah selesai." Barber itu mendatangi meja Beby.

Beby menganggukkan kepalanya, menutup majalah dan berjalan menuju Leon. Matanya berbinar dan terkejut saat mendapati wajah Leon sudah nampak bercahaya dan lebih bersinar.

"Oh Tuhan, kamu benar-benar tampan Leon!!" pekik histeris.

Tak kunjung menghilang keterkejutannya, Beby langsung menggendong Leon kembali keluar dari salon pria itu setelah membayar.

Kaki jenjangnya langsung masuk kesalah satu toko penjual pakaian anak-anak yang sangat besar. Ia menyuruh Leon untuk mencoba berbagai macam pakaian.

Hingga tidak sadar jika mereka sudah berada di toko pakaian itu selama 5 jam. Dan membuat para pegawai menjadi kelimpungan dengan hot mother Beby and Baby Leon yang memborong pakaian-pakaian di toko itu.

"Kakak sudah, Leon capek...." ucapnya lirih.

Beby meringis melihat jam dipergelangan tangan kirinya, jam 6 petang. Beby memanggil beberapa pelayan di toko pakaian itu.

"Bawa ke kasir semua ya !" suruhnya.

Mata pegawai toko itu mengerjap. "Se–semua nyonya ? 7 troli ini ?" tanyanya tergugu-gugu dan Beby menganggukkan kepalanya cepat.

Sontak pegawai toko itu langsung bergerak cepat membawa barang-barang Beby menuju kasir disusul Beby yang sudah menggendong Leon dibelakangnya. "Untung masih ada uang di yang diberikan oleh Pak Arjuna, nanti saat pulang aku akan meminta ganti lima kali lipat!" batinnya sepakat.

Cekk....

Cekk....

Cekk....

Cekk....

Cekk....

Cekk.... (..100x)

Suara mesin kasir itu terdengar berulangkali, Beby tersenyum puas melihat pakaian-pakaian baru Leon dimasukkan kedalam paper bag.

"Totalnya 20 ribu euro, nyonya."

***dua ratus lima puluh juta rupiah***

Beby menganggukkan kepalanya, baru saja ia ingin mengeluarkan kartu kredit dari dalam tasnya. Leon lebih dulu menyerahkan sebuah kartu warna hitam dari balik saku seragam sekolahnya.

Beby dibuat melongo saat Leon menyerahkan black card itu kepada kasir. "Kata paman Jacob, kalo belanja pakaian kartu itu saja, kak. Itu diberikan Daddy pada Leon!"

Tanpa sadar, Beby menganggukkan kepalanya–membiarkan Leon membayar seluruh belanjaan mereka.

Saat sudah selesai membayar, Beby menurunkan Leon dari gendongannya. Ia membawa 7 paper bag, sementara Leon membawa 2 paper bag yang ukurannya sama-sama besar.

Walau susah payah, akhirnya Leon bis membawa belanjaan itu hingga masuk kedalam mobil.

Mobil mereka kini mulai bergerak meninggalkan Mall. Hingga disuatu jalan mata Beby menatap ada sebuah apotek yang masih buka.

"Pak, tolong berhenti di sebrang jalan itu!" pinta Beby sembari menunjuk apotek.

Supir itu segera menuruti permintaan Beby dan berhenti tepat didepan apotek. "Kamu tunggu di sini, kakak mau beli obat sebentar!" ucapnya pada Leon, dan bocah itu hanya bisa menganggukkan kepalanya.

Tanpa menunggu lagi, Beby segera memasuki apotek itu. "Ada yang bisa saya bantu, kak ?"

Beby tersenyum manis, "aku mau vitamin untuk anak-anak dan obat penambah nafsu makan."

"Penambah nafsu makan ada, kalo vitaminnya itu vitamin apa kak ? Vitamin A, B atau–"

"Semua vitamin kak, dari vitamin A sampai Z!" jawab Beby lantang tanpa ada nada bercanda dalam ucapannya.

...o0o...

Entah sudah berapa lama Sean berada didalam mobilnya. Ia terus saja merapikan jas nya dam tak lupa menyemprotkan parfum yang ia bawa dari perusahaan.

Sementara wajah sang supir sudah mulai memerah karena tak kuat dengan aroma parfum yang dikeluarkan Sean ditambah mesin mobil ini sudah mati dan tidak ada AC yang menyala.

"Oh tidak, aku rasa rambutnya terlalu miring ke kiri..."

"Bagaimana jika kita ganti ke sebelah kanan ?"

"Tidak-tidak, sebelah kiri lebih baik!"

Supir itu menutup mulutnya, saat merasakan ada cairan dalam kerongkongannya yang mendesak ingin keluar.

"Apa aku sudah tampan ?" tanya Sean sembari menatap cermin depan yang ada didalam mobil itu.

Ia tersenyum menyeringai saat melihat pantulan dari kaca yang memperlihatkan wajah tampannya.

"Aku sudah tampan, hanya tinggal sedikit parfum lagi dan ak–"

"TIDAK TUAN!!" jawab supir itu dengan berteriak, jangan lupakan wajah memerahnya yang terkesan membuatnya sangat marah. Padahal sebenarnya ini hanya ingin muntah!

Mata Sean menajam, melihat supir itu yang berani memotong ucapannya dan lagi berteriak tepat didepan wajahnya.

"Ma–maksud saya, a–anda sudah sangat tampan tuan. Tidak perlu ditambahkan apapun, karena anda sudah sangat perfect!" jawabnya cepat dengan hati-hati.

Raut wajah Sean yang menajam tiba-tiba mengendur, ia perlahan tersenyum tipis. "Tentu aku tampan!"

Supir itu tersenyum lega, saat Sean tak lagi marah. "Pasti tuan, memang anda ingin menemui siapa hingga berdandan rapi begini ?" tanya supir itu bingung.

Otak Sean serasa kosong mendengar penuturan supir sialan itu. Untuk siapa memang dirinya berdandan rapi begini ? batinnya ikut bertanya.

"Ekhem..." Sean berdehem, "tentu untuk Clara, siapa lagi wanitaku ?" tanyanya ketus.

Tak ingin bersama lagi dengan supirnya, Sean segera keluar dari mobil dan berjalan memasuki rumah.

Entah mengapa, tapi jantungnya seketika berdebar hebat, padahal tidak ada hal baru di rumahnya ini.

Hingga saat kakinya menapak di meja makan, ia melihat ada seorang wanita menggunakan kain satin hitam tipis duduk bersebelahan dengan anaknya.

Jantung Sean kian berdebar dengan gilanya.

Ia berjalan mendekat kearah mereka, untuk ikut makan malam. Dan mengabaikan Beby yang berhasil menarik perhatiannya untuk sesaat.

"Aku dengar hari ini Leon tidak mas–"

"Hatcim....hatcim...."

Sean menatap Beby seraya duduk dikursinya yang nampak bersin-bersin setelah kedatangannya.

"Leon tidak masuk seko–"

"Hatcim....hatcim...."

"Hatcim....hatcim...."

Beby terus menerus bersin, gerakan tangannya yang akan mengambilkan Leon makanan terhenti diudara.

"Astaga, manusia mana yang memakai parfum bau begini?" tanyanya ketus.

"Hatcim....hatcim...."

Lagi-lagi Beby bersin, dan itu membuat tubuh Sean menegang. "Berapa banyak orang itu memakai parfum dalam tubuhnya? Dasar norak?" ejek Beby.

"Ekhem, aku ke atas dulu untuk mandi. Jangan mulai makan malam tanpa aku!" pinta Sean.

Setelah mengatakan itu, ia langsung lari terbirit-birit menuju kamarnya seraya melepas jas yang ia kenakan.

Melihat Sean berlari, membuat Beby dan Sean saling pandang. "Ada apa dengan Daddy mu itu .....hatcim...." tanya Beby.

Leon menggelengkan kepalanya, "tidak tahu kak. Ini pertama kalinya, aku lihat Daddy bersikap aneh begitu..."

...o0o ...

LEON YANG DULU...

LEON HABIS POTONG RAMBUT SAMA BEBY

SANGAT BERBEDA BUKAN 😭🙏

jangan lupa like+komen+giftnya kakak 😘

GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?

YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....

TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...

BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.

SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰

TERIMA KASIH SEMUANYA

Terpopuler

Comments

Ass Yfa

Ass Yfa

Sean kena virus cinta... 😂😂

2022-07-29

0

susi_berlianaqu

susi_berlianaqu

nah kan enak dilihatnya kalo rambut dan badannya terawat jd kelihatan ganteng😂😂😍😍

2022-05-05

0

Momy Victory 🏆👑🌹

Momy Victory 🏆👑🌹

diluar negeri ada sinetron ya?

2022-04-12

0

lihat semua
Episodes
1 CHAPTER 1 – SIAPA ITU BEBY ?
2 CHAPTER 2 - BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN UANG?
3 CHAPTER 3 - MALAM DENGAN PRIA ASING
4 CHAPTER 4 - SIAPA SEAN ?
5 CHAPTER 5 - MALAM DENGAN PRIA ASING (2)
6 CHAPTER 6 - TIDUR
7 CHAPTER 7 - KEHILANGAN DIA
8 CHAPTER 8 - BERANGKAT
9 CHAPTER 9 - PESAWAT
10 CHAPTER 10 - BANGKRUT?
11 CHAPTER 11 - KESEPAKATAN YANG MENGUNTUNGKAN
12 CHAPTER 12 - DATANG KE KANDANG SINGA
13 CHAPTER 13 - KASIAN SEKALI....
14 CHAPTER 14 - BAU!!
15 CHAPTER 15 - MUKBANG
16 CHAPTER 16 - ENAK KAN ?
17 CHAPTER 17 - PAGI YANG CERAH
18 CHAPTER 18 - SEKOLAH
19 CHAPTER 19 - BOS TAMBANG NIH
20 CHAPTER 20 - RUMAH SAKIT
21 CHAPTER 21 - BERTIGA!
22 CHAPTER 22 - SEMOGA TIDAK!
23 CHAPTER 23 - MARAH ?
24 CHAPTER 24 - SINGKIRKAN?
25 CHAPTER 25 - TERNYATA DIA DI JUAL
26 CHAPTER 26 - AKU BERI KESEMPATAN
27 CHAPTER 27 - KENAPA MIRIP ?
28 CHAPTER 28 - MEREPOTKAN
29 CHAPTER 29 - BANGUNLAH...
30 CHAPTER 30 - PERANG DINGIN
31 CHAPTER 31 - MINUMLAH.
32 CHAPTER 32 - JANGAN NANGIS!
33 CHAPTER 33 - KEMBALI ?
34 CHAPTER 34 - TERIMA ATAU TIDAK?
35 CHAPTER 35 - SADAR
36 CHAPTER 36 - ADIK IPAR ?
37 CHAPTER 37 - HUSSS!! SANA!
38 CHAPTER 38 - WANITA ASIA
39 CHAPTER 39 - TERTARIK
40 CHAPTER 40 - DARI SIAPA ?
41 CHAPTER 41 - SEAN vs DOMINIC
42 CHAPTER 42 - AMARAH SEAN
43 CHAPTER 43 - BERDARAH
44 CHAPTER 44 - PENGAKUAN DOMINIC
45 CHAPTER 45 - PERASAAN YANG TIDAK ENAK
46 CHAPTER 46 - PENGASUH CLARA
47 CHAPTER 47 - JANGAN DIBUAT BERCANDA
48 CHAPTER 48 - SELAMAT TINGGAL
49 CHAPTER 49 - BENCI DAN CINTA
50 CHAPTER 50 - JANGAN SEMBUNYI
51 CHAPTER 51 - PERGI JAUH
52 CHAPTER 52 - DIMANA ?
53 CHAPTER 53 - ULAH DOMINIC
54 CHAPTER 54 - VANIA ANEH ? SERBUK APA ?
55 CHAPTER 55 - SELIDIKI....
56 CHAPTER 56 - JADI DIA ?!?!
57 CHAPTER 57 - FAKTA MENGEJUTKAN
58 CHAPTER 58 - AMARAH DAN PENYESALAN
59 CHAPTER 59 - PENYESALAN DAN EKSEKUSI
60 CHAPTER 60 - PULANG
61 CHAPTER 61 - TAK SENGAJA BERTEMU
62 CHAPTER 62 - APA YANG TERJADI
63 CHAPTER 63 - OBAT APA ?
64 CHAPTER 64 - KEPIKIRAN
65 CHAPTER 65 - POSITIF
66 CHAPTER 66 - KATAKAN DIMANA ?
67 CHAPTER 67 - KAPAN NIKAH?
68 CHAPTER 68 - BERTEMU
69 CHAPTER 69 - JADI BENAR ?
70 CHAPTER 70 - SALAHKU ATAU KAMU ?
71 CHAPTER 71 - MARAH...
72 CHAPTER 72 - MERASA DIKHIANATI
73 CHAPTER 73 - MENYELESAIKAN PERMASALAH
74 CHAPTER 74 - TES!
75 CHAPTER 75 - TIDAK....
76 CHAPTER 76 - AKU BUKAN DIA
77 CHAPTER 77 - BERKELAHI
78 CHAPTER 78 - SIASAT TERAKHIR SEAN
79 CHAPTER 79 - AKHIR
80 CHAPTER 80 - KECELAKAAN
81 CHAPTER 81 - MENYIAPKAN PEMAKAMAN
82 CHAPTER 82 - JADI ?
83 CHAPTER 83 - END... ???
84 NASIB SEAN
85 AKHIRNYA DARI SEMUANYA
Episodes

Updated 85 Episodes

1
CHAPTER 1 – SIAPA ITU BEBY ?
2
CHAPTER 2 - BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN UANG?
3
CHAPTER 3 - MALAM DENGAN PRIA ASING
4
CHAPTER 4 - SIAPA SEAN ?
5
CHAPTER 5 - MALAM DENGAN PRIA ASING (2)
6
CHAPTER 6 - TIDUR
7
CHAPTER 7 - KEHILANGAN DIA
8
CHAPTER 8 - BERANGKAT
9
CHAPTER 9 - PESAWAT
10
CHAPTER 10 - BANGKRUT?
11
CHAPTER 11 - KESEPAKATAN YANG MENGUNTUNGKAN
12
CHAPTER 12 - DATANG KE KANDANG SINGA
13
CHAPTER 13 - KASIAN SEKALI....
14
CHAPTER 14 - BAU!!
15
CHAPTER 15 - MUKBANG
16
CHAPTER 16 - ENAK KAN ?
17
CHAPTER 17 - PAGI YANG CERAH
18
CHAPTER 18 - SEKOLAH
19
CHAPTER 19 - BOS TAMBANG NIH
20
CHAPTER 20 - RUMAH SAKIT
21
CHAPTER 21 - BERTIGA!
22
CHAPTER 22 - SEMOGA TIDAK!
23
CHAPTER 23 - MARAH ?
24
CHAPTER 24 - SINGKIRKAN?
25
CHAPTER 25 - TERNYATA DIA DI JUAL
26
CHAPTER 26 - AKU BERI KESEMPATAN
27
CHAPTER 27 - KENAPA MIRIP ?
28
CHAPTER 28 - MEREPOTKAN
29
CHAPTER 29 - BANGUNLAH...
30
CHAPTER 30 - PERANG DINGIN
31
CHAPTER 31 - MINUMLAH.
32
CHAPTER 32 - JANGAN NANGIS!
33
CHAPTER 33 - KEMBALI ?
34
CHAPTER 34 - TERIMA ATAU TIDAK?
35
CHAPTER 35 - SADAR
36
CHAPTER 36 - ADIK IPAR ?
37
CHAPTER 37 - HUSSS!! SANA!
38
CHAPTER 38 - WANITA ASIA
39
CHAPTER 39 - TERTARIK
40
CHAPTER 40 - DARI SIAPA ?
41
CHAPTER 41 - SEAN vs DOMINIC
42
CHAPTER 42 - AMARAH SEAN
43
CHAPTER 43 - BERDARAH
44
CHAPTER 44 - PENGAKUAN DOMINIC
45
CHAPTER 45 - PERASAAN YANG TIDAK ENAK
46
CHAPTER 46 - PENGASUH CLARA
47
CHAPTER 47 - JANGAN DIBUAT BERCANDA
48
CHAPTER 48 - SELAMAT TINGGAL
49
CHAPTER 49 - BENCI DAN CINTA
50
CHAPTER 50 - JANGAN SEMBUNYI
51
CHAPTER 51 - PERGI JAUH
52
CHAPTER 52 - DIMANA ?
53
CHAPTER 53 - ULAH DOMINIC
54
CHAPTER 54 - VANIA ANEH ? SERBUK APA ?
55
CHAPTER 55 - SELIDIKI....
56
CHAPTER 56 - JADI DIA ?!?!
57
CHAPTER 57 - FAKTA MENGEJUTKAN
58
CHAPTER 58 - AMARAH DAN PENYESALAN
59
CHAPTER 59 - PENYESALAN DAN EKSEKUSI
60
CHAPTER 60 - PULANG
61
CHAPTER 61 - TAK SENGAJA BERTEMU
62
CHAPTER 62 - APA YANG TERJADI
63
CHAPTER 63 - OBAT APA ?
64
CHAPTER 64 - KEPIKIRAN
65
CHAPTER 65 - POSITIF
66
CHAPTER 66 - KATAKAN DIMANA ?
67
CHAPTER 67 - KAPAN NIKAH?
68
CHAPTER 68 - BERTEMU
69
CHAPTER 69 - JADI BENAR ?
70
CHAPTER 70 - SALAHKU ATAU KAMU ?
71
CHAPTER 71 - MARAH...
72
CHAPTER 72 - MERASA DIKHIANATI
73
CHAPTER 73 - MENYELESAIKAN PERMASALAH
74
CHAPTER 74 - TES!
75
CHAPTER 75 - TIDAK....
76
CHAPTER 76 - AKU BUKAN DIA
77
CHAPTER 77 - BERKELAHI
78
CHAPTER 78 - SIASAT TERAKHIR SEAN
79
CHAPTER 79 - AKHIR
80
CHAPTER 80 - KECELAKAAN
81
CHAPTER 81 - MENYIAPKAN PEMAKAMAN
82
CHAPTER 82 - JADI ?
83
CHAPTER 83 - END... ???
84
NASIB SEAN
85
AKHIRNYA DARI SEMUANYA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!