SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Entah berapa lama seorang wanita yang sangat cantik tertidur diatas ranjang hingga dengan perlahan mata itu terbuka karena udara dingin yang mencekam kulitnya.
Matanya mengerjap perlahan hingga mata kecoklatan yang sangat menawan itu terbuka dengan sempurna.
"Eung....aku dimana ?" tanyanya saat menatap sekeliling ruangan yang nampak begitu asing baginya. Ia mencoba menggerakkan badannya untuk terduduk, namun gagal karena rasa sakit yang begitu dahsyat pada area s3l4ngkangannya. "Shh...perih sekali," ucapnya kesakitan dengan air mata yang menetes pada sudut matanya.
Ia mencoba melawan rasa sakitnya dan bangun dari tidurnya, namun lagi-lagi ada sesuatu yang menghalanginya. Ada beban berat yang menyanggah perutnya.
"Shh...apa lagi sih ini!" kesalnya, dengan cepat ia membuka selimut yang menutupi tubuh polosnya dan matanya sontak membulat terkejut karena ada lengan besar yang melilit perutnya.
Otak Beby mendadak blank seketika, ia memutar kepalanya menghadap seseorang yang memeluk perutnya erat.
Matanya kembali membelalak terkejut, saat mendapati pria tampan dengan mata terpejam tanpa sehelai benang pun.
Ia mencoba mengingat kejadian semalam, "astaga apa yang kemarin aku lakukan dengan pria ini ?" tanyanya mengigit kuku jari-jarinya takut. "Semalam aku ada janji dengan pak Arjuna, lalu kita minum dan pak Arjuna tak sadarkan diri."
Beby menerawang menatap langit kamar hotel ini. "Lalu.... lalu......" ia berusaha mengingat potongan cerita yang terjadi semalam.
Ia menjentikkan jarinya saat mendapati memori yang sempat hilang dari data otaknya. "Astaga! Aku yang menggoda pria tampan ini duluan! Sial!!!!" Beby mengacak rambutnya frustasi.
Tubuh Beby bergetar karena rasa takut yang melanda. Ia sudah kehilangan barang berharganya. Ia sudah kehilangan mahkotanya oleh laki-laki yang masih terlelap disampingnya.
Dengan perlahan tapi pasti, Beby menyingkirkan lengan yang melilit perutnya dengan kuat.
Saat sudah berhasil Beby berjalan mengendap-endap, menghiraukan rasa sakitnya untuk memungut pakainya yang berserakan di lantai.
Setelah selesai, ia mengambil tasnya dan segera pergi keluar secara perlahan dari kamar hotel yang gelap gulita ini.
Ceklek....
"Huh..." Beby menutup pintu kamar hotel itu. "Akhirnya aku bisa keluar tanpa ketahuan," ucapnya dengan bangga.
Namun rasa bangga itu harus hilang dengan cepat, saat ia membalikkan badan dan mendapati seseorang dengan setelan jas mahal sedang berdiri di depan pintu kamar yang ia tempati ini dengan membawa satu nampan berisi makanan dan juga susu dan jus.
"A–aku, a–aku harus pergi, pemisi...." ucapnya gugup menatap pria bule itu lalu seger berlari dengan terbata-bata menuruni tangga.
Sungguh rasanya malu bercampur perih di kakinya. S3l4ngkangannya terasa seperti ada yang mengganjal, dan tidak bisa digerakkan.
Tapi Beby tetap berusaha menuruni tangga, meskipun ia tampak menjadi pusat perhatian orang-orang yang juga turun dan naik di tangga yang sama dengannya.
Matanya menatap sekeliling lantai satu ini, ternyata ia tidak tidur di hotel. Melainkan kamar yang tersedia di club malam yang ia datangi dengan dosennya, Arjuna.
"Astaga, aku masih di sini rupanya." Beby menatap sekeliling lalu berjalan menuju meja 13, dimana ia dan dosennya memesan table. "Si dosen tua itu sudah pergi rupanya..." gumamnya.
Ia menghela nafas panjang sembari duduk dikursi itu dan memijit pelipisnya. Tangannya membongkar isi tasnya untuk melihat ponselnya.
Untung saja semalam ia dengan sengaja mematikan ponselnya agar tidak ada yang menganggu. Karena ia sangat tahu kebiasaan buruknya. Jika sudah mabuk pasti akan menelfon seseorang atau bisa saja mengupdate story ke Instagram atau WhatsApp. Jadi ia mematikan ponselnya dengan sengaja, jadi isi baterai itu masih penuh.
Beby menghidupkan ponselnya, dan ya puluhan pesan dan panggilan tak terjawab memasuki ponselnya.
Beby menatap layar ponselnya seksama. Ada beberapa pesan dari grup kelasnya, temannya dan dosen tua yang mengajaknya ke club kemarin.
Pak Arjuna, Dosen komunikasi
Beby, kamu dimana ?
Kenapa tinggalkan saya sendirian?
Saya harap kamu baik-baik saja.
Nanti datang langsung ke ruangan saya
kalau masih capek gak perlu ikut kelas
biar saya ijinkan sama dosen pengajar kamu
Beby menghela nafas panjang setelah membaca sederet pesan yang dikirimkan oleh dosennya. Setidaknya hari ini ia bisa membolos kuliah.
Badannya benar-benar sakit tak bisa bergerak berlebihan. Belum lagi cara berjalannya yang masih bertatih-tatih, sekali lihat saja orang pasti akan tahu jika dirinya seperti seseorang yang telah berhubungan badan.
Apalagi teman-teman kuliahnya yang julid itu, Beby sudah pasti menjadi bahan omongan mereka.
"Sudahlah, aku akan datang ke ruangan dosen itu sebentar lalu akan pulang untuk tidur!" ucapnya sepakat.
Setelah mengatakan itu Beby benar-benar keluar dari hotel menuju mobilnya untuk menuju ke tempat kuliahnya.
...o0o...
Sementara di ruangan kamar itu, seorang pria masih bergelung dibawah selimut, menikmati aroma tubuh seseorang yang masih tertinggal di ranjang itu.
Padahal ini sudah tidak pagi, namun pria itu masih tetap berada didalam mimpi indahnya yang sudah lama sekali tak ia rasakan.
Berbeda dengan asistennya yang berdiri di depan pintu kamar hampir selama 3jam itu. Dengan tangannya yang masih mengangkat roti panggang beserta susu dan jus untuk tuannya yang masih belum keluar kamar.
Makan ini sudah dingin, dan tangan Jacob juga rasanya mau putus karena terlalu lama memegang nampan ini.
Jacob melirik jam yang melingkar dipergelangan tangan kirinya. Sudah pukul sepuluh pagi, tapi tuannya masih belum keluar kamar.
Tumben sekali, pikirnya. Pasalnya Sean adalah pria yang disiplin. Sejak belum menikah sama kemarin tidak pernah sekalipun Sean bangun terlambat seperti ini.
Pikiran buruk mulai menyerang dalam otaknya.
"Jangan-jangan wanita itu memukul tuan hingga tak sadarkan diri!"
"Jangan-jangan sudah terbunuh oleh wanita tadi!"
"Astaga, harusnya aku tak membiarkan wanita itu pulang sebelum melihat keadaan tuan Sean!"
Tubuh Jacob bergetar ketakutan, tangannya sudah berada di depan pintu untuk mengetuk. Tapi ia urungkan, kalau ternyata tuan hanya tidur bagaimana ? Aku bisa kena omel karena sudah menganggu tidur nya...
"Aku bangunkan atau tidak dia...."
Jacob kembali melirik jam tangannya, sudah tiga puluh menit berlaku. Dan Sean benar-benar belum bangun!
Semetara Sean yang masih berbaring didalam kamar, kini memeluk erat gulingnya, membayangkan jika bukan guling yang ia peluk melainkan seorang wanita yang memiliki aroma yang menenangkan.
Tanpa sadar Sean tersenyum manis dalam tidurnya.
...o0o...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Triiyyaazz Ajuach
orgnya udh pergi sean
2022-02-11
1
orlin
semangat thor...luar biasa
2022-02-11
1
Ana Nur
lanjut....
2022-02-10
0