CHAPTER 6 - TIDUR

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...

TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...

KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.

SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.

...o0o...

Entah berapa lama seorang wanita yang sangat cantik tertidur diatas ranjang hingga dengan perlahan mata itu terbuka karena udara dingin yang mencekam kulitnya.

Matanya mengerjap perlahan hingga mata kecoklatan yang sangat menawan itu terbuka dengan sempurna.

"Eung....aku dimana ?" tanyanya saat menatap sekeliling ruangan yang nampak begitu asing baginya. Ia mencoba menggerakkan badannya untuk terduduk, namun gagal karena rasa sakit yang begitu dahsyat pada area s3l4ngkangannya. "Shh...perih sekali," ucapnya kesakitan dengan air mata yang menetes pada sudut matanya.

Ia mencoba melawan rasa sakitnya dan bangun dari tidurnya, namun lagi-lagi ada sesuatu yang menghalanginya. Ada beban berat yang menyanggah perutnya.

"Shh...apa lagi sih ini!" kesalnya, dengan cepat ia membuka selimut yang menutupi tubuh polosnya dan matanya sontak membulat terkejut karena ada lengan besar yang melilit perutnya.

Otak Beby mendadak blank seketika, ia memutar kepalanya menghadap seseorang yang memeluk perutnya erat.

Matanya kembali membelalak terkejut, saat mendapati pria tampan dengan mata terpejam tanpa sehelai benang pun.

Ia mencoba mengingat kejadian semalam, "astaga apa yang kemarin aku lakukan dengan pria ini ?" tanyanya mengigit kuku jari-jarinya takut. "Semalam aku ada janji dengan pak Arjuna, lalu kita minum dan pak Arjuna tak sadarkan diri."

Beby menerawang menatap langit kamar hotel ini. "Lalu.... lalu......" ia berusaha mengingat potongan cerita yang terjadi semalam.

Ia menjentikkan jarinya saat mendapati memori yang sempat hilang dari data otaknya. "Astaga! Aku yang menggoda pria tampan ini duluan! Sial!!!!" Beby mengacak rambutnya frustasi.

Tubuh Beby bergetar karena rasa takut yang melanda. Ia sudah kehilangan barang berharganya. Ia sudah kehilangan mahkotanya oleh laki-laki yang masih terlelap disampingnya.

Dengan perlahan tapi pasti, Beby menyingkirkan lengan yang melilit perutnya dengan kuat.

Saat sudah berhasil Beby berjalan mengendap-endap, menghiraukan rasa sakitnya untuk memungut pakainya yang berserakan di lantai.

Setelah selesai, ia mengambil tasnya dan segera pergi keluar secara perlahan dari kamar hotel yang gelap gulita ini.

Ceklek....

"Huh..." Beby menutup pintu kamar hotel itu. "Akhirnya aku bisa keluar tanpa ketahuan," ucapnya dengan bangga.

Namun rasa bangga itu harus hilang dengan cepat, saat ia membalikkan badan dan mendapati seseorang dengan setelan jas mahal sedang berdiri di depan pintu kamar yang ia tempati ini dengan membawa satu nampan berisi makanan dan juga susu dan jus.

"A–aku, a–aku harus pergi, pemisi...." ucapnya gugup menatap pria bule itu lalu seger berlari dengan terbata-bata menuruni tangga.

Sungguh rasanya malu bercampur perih di kakinya. S3l4ngkangannya terasa seperti ada yang mengganjal, dan tidak bisa digerakkan.

Tapi Beby tetap berusaha menuruni tangga, meskipun ia tampak menjadi pusat perhatian orang-orang yang juga turun dan naik di tangga yang sama dengannya.

Matanya menatap sekeliling lantai satu ini, ternyata ia tidak tidur di hotel. Melainkan kamar yang tersedia di club malam yang ia datangi dengan dosennya, Arjuna.

"Astaga, aku masih di sini rupanya." Beby menatap sekeliling lalu berjalan menuju meja 13, dimana ia dan dosennya memesan table. "Si dosen tua itu sudah pergi rupanya..." gumamnya.

Ia menghela nafas panjang sembari duduk dikursi itu dan memijit pelipisnya. Tangannya membongkar isi tasnya untuk melihat ponselnya.

Untung saja semalam ia dengan sengaja mematikan ponselnya agar tidak ada yang menganggu. Karena ia sangat tahu kebiasaan buruknya. Jika sudah mabuk pasti akan menelfon seseorang atau bisa saja mengupdate story ke Instagram atau WhatsApp. Jadi ia mematikan ponselnya dengan sengaja, jadi isi baterai itu masih penuh.

Beby menghidupkan ponselnya, dan ya puluhan pesan dan panggilan tak terjawab memasuki ponselnya.

Beby menatap layar ponselnya seksama. Ada beberapa pesan dari grup kelasnya, temannya dan dosen tua yang mengajaknya ke club kemarin.

Pak Arjuna, Dosen komunikasi

Beby, kamu dimana ?

Kenapa tinggalkan saya sendirian?

Saya harap kamu baik-baik saja.

Nanti datang langsung ke ruangan saya

kalau masih capek gak perlu ikut kelas

biar saya ijinkan sama dosen pengajar kamu

Beby menghela nafas panjang setelah membaca sederet pesan yang dikirimkan oleh dosennya. Setidaknya hari ini ia bisa membolos kuliah.

Badannya benar-benar sakit tak bisa bergerak berlebihan. Belum lagi cara berjalannya yang masih bertatih-tatih, sekali lihat saja orang pasti akan tahu jika dirinya seperti seseorang yang telah berhubungan badan.

Apalagi teman-teman kuliahnya yang julid itu, Beby sudah pasti menjadi bahan omongan mereka.

"Sudahlah, aku akan datang ke ruangan dosen itu sebentar lalu akan pulang untuk tidur!" ucapnya sepakat.

Setelah mengatakan itu Beby benar-benar keluar dari hotel menuju mobilnya untuk menuju ke tempat kuliahnya.

...o0o...

Sementara di ruangan kamar itu, seorang pria masih bergelung dibawah selimut, menikmati aroma tubuh seseorang yang masih tertinggal di ranjang itu.

Padahal ini sudah tidak pagi, namun pria itu masih tetap berada didalam mimpi indahnya yang sudah lama sekali tak ia rasakan.

Berbeda dengan asistennya yang berdiri di depan pintu kamar hampir selama 3jam itu. Dengan tangannya yang masih mengangkat roti panggang beserta susu dan jus untuk tuannya yang masih belum keluar kamar.

Makan ini sudah dingin, dan tangan Jacob juga rasanya mau putus karena terlalu lama memegang nampan ini.

Jacob melirik jam yang melingkar dipergelangan tangan kirinya. Sudah pukul sepuluh pagi, tapi tuannya masih belum keluar kamar.

Tumben sekali, pikirnya. Pasalnya Sean adalah pria yang disiplin. Sejak belum menikah sama kemarin tidak pernah sekalipun Sean bangun terlambat seperti ini.

Pikiran buruk mulai menyerang dalam otaknya.

"Jangan-jangan wanita itu memukul tuan hingga tak sadarkan diri!"

"Jangan-jangan sudah terbunuh oleh wanita tadi!"

"Astaga, harusnya aku tak membiarkan wanita itu pulang sebelum melihat keadaan tuan Sean!"

Tubuh Jacob bergetar ketakutan, tangannya sudah berada di depan pintu untuk mengetuk. Tapi ia urungkan, kalau ternyata tuan hanya tidur bagaimana ? Aku bisa kena omel karena sudah menganggu tidur nya...

"Aku bangunkan atau tidak dia...."

Jacob kembali melirik jam tangannya, sudah tiga puluh menit berlaku. Dan Sean benar-benar belum bangun!

Semetara Sean yang masih berbaring didalam kamar, kini memeluk erat gulingnya, membayangkan jika bukan guling yang ia peluk melainkan seorang wanita yang memiliki aroma yang menenangkan.

Tanpa sadar Sean tersenyum manis dalam tidurnya.

...o0o...

GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?

YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....

TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...

BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.

SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰

TERIMA KASIH SEMUANYA

Terpopuler

Comments

Triiyyaazz Ajuach

Triiyyaazz Ajuach

orgnya udh pergi sean

2022-02-11

1

orlin

orlin

semangat thor...luar biasa

2022-02-11

1

Ana Nur

Ana Nur

lanjut....

2022-02-10

0

lihat semua
Episodes
1 CHAPTER 1 – SIAPA ITU BEBY ?
2 CHAPTER 2 - BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN UANG?
3 CHAPTER 3 - MALAM DENGAN PRIA ASING
4 CHAPTER 4 - SIAPA SEAN ?
5 CHAPTER 5 - MALAM DENGAN PRIA ASING (2)
6 CHAPTER 6 - TIDUR
7 CHAPTER 7 - KEHILANGAN DIA
8 CHAPTER 8 - BERANGKAT
9 CHAPTER 9 - PESAWAT
10 CHAPTER 10 - BANGKRUT?
11 CHAPTER 11 - KESEPAKATAN YANG MENGUNTUNGKAN
12 CHAPTER 12 - DATANG KE KANDANG SINGA
13 CHAPTER 13 - KASIAN SEKALI....
14 CHAPTER 14 - BAU!!
15 CHAPTER 15 - MUKBANG
16 CHAPTER 16 - ENAK KAN ?
17 CHAPTER 17 - PAGI YANG CERAH
18 CHAPTER 18 - SEKOLAH
19 CHAPTER 19 - BOS TAMBANG NIH
20 CHAPTER 20 - RUMAH SAKIT
21 CHAPTER 21 - BERTIGA!
22 CHAPTER 22 - SEMOGA TIDAK!
23 CHAPTER 23 - MARAH ?
24 CHAPTER 24 - SINGKIRKAN?
25 CHAPTER 25 - TERNYATA DIA DI JUAL
26 CHAPTER 26 - AKU BERI KESEMPATAN
27 CHAPTER 27 - KENAPA MIRIP ?
28 CHAPTER 28 - MEREPOTKAN
29 CHAPTER 29 - BANGUNLAH...
30 CHAPTER 30 - PERANG DINGIN
31 CHAPTER 31 - MINUMLAH.
32 CHAPTER 32 - JANGAN NANGIS!
33 CHAPTER 33 - KEMBALI ?
34 CHAPTER 34 - TERIMA ATAU TIDAK?
35 CHAPTER 35 - SADAR
36 CHAPTER 36 - ADIK IPAR ?
37 CHAPTER 37 - HUSSS!! SANA!
38 CHAPTER 38 - WANITA ASIA
39 CHAPTER 39 - TERTARIK
40 CHAPTER 40 - DARI SIAPA ?
41 CHAPTER 41 - SEAN vs DOMINIC
42 CHAPTER 42 - AMARAH SEAN
43 CHAPTER 43 - BERDARAH
44 CHAPTER 44 - PENGAKUAN DOMINIC
45 CHAPTER 45 - PERASAAN YANG TIDAK ENAK
46 CHAPTER 46 - PENGASUH CLARA
47 CHAPTER 47 - JANGAN DIBUAT BERCANDA
48 CHAPTER 48 - SELAMAT TINGGAL
49 CHAPTER 49 - BENCI DAN CINTA
50 CHAPTER 50 - JANGAN SEMBUNYI
51 CHAPTER 51 - PERGI JAUH
52 CHAPTER 52 - DIMANA ?
53 CHAPTER 53 - ULAH DOMINIC
54 CHAPTER 54 - VANIA ANEH ? SERBUK APA ?
55 CHAPTER 55 - SELIDIKI....
56 CHAPTER 56 - JADI DIA ?!?!
57 CHAPTER 57 - FAKTA MENGEJUTKAN
58 CHAPTER 58 - AMARAH DAN PENYESALAN
59 CHAPTER 59 - PENYESALAN DAN EKSEKUSI
60 CHAPTER 60 - PULANG
61 CHAPTER 61 - TAK SENGAJA BERTEMU
62 CHAPTER 62 - APA YANG TERJADI
63 CHAPTER 63 - OBAT APA ?
64 CHAPTER 64 - KEPIKIRAN
65 CHAPTER 65 - POSITIF
66 CHAPTER 66 - KATAKAN DIMANA ?
67 CHAPTER 67 - KAPAN NIKAH?
68 CHAPTER 68 - BERTEMU
69 CHAPTER 69 - JADI BENAR ?
70 CHAPTER 70 - SALAHKU ATAU KAMU ?
71 CHAPTER 71 - MARAH...
72 CHAPTER 72 - MERASA DIKHIANATI
73 CHAPTER 73 - MENYELESAIKAN PERMASALAH
74 CHAPTER 74 - TES!
75 CHAPTER 75 - TIDAK....
76 CHAPTER 76 - AKU BUKAN DIA
77 CHAPTER 77 - BERKELAHI
78 CHAPTER 78 - SIASAT TERAKHIR SEAN
79 CHAPTER 79 - AKHIR
80 CHAPTER 80 - KECELAKAAN
81 CHAPTER 81 - MENYIAPKAN PEMAKAMAN
82 CHAPTER 82 - JADI ?
83 CHAPTER 83 - END... ???
84 NASIB SEAN
85 AKHIRNYA DARI SEMUANYA
Episodes

Updated 85 Episodes

1
CHAPTER 1 – SIAPA ITU BEBY ?
2
CHAPTER 2 - BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN UANG?
3
CHAPTER 3 - MALAM DENGAN PRIA ASING
4
CHAPTER 4 - SIAPA SEAN ?
5
CHAPTER 5 - MALAM DENGAN PRIA ASING (2)
6
CHAPTER 6 - TIDUR
7
CHAPTER 7 - KEHILANGAN DIA
8
CHAPTER 8 - BERANGKAT
9
CHAPTER 9 - PESAWAT
10
CHAPTER 10 - BANGKRUT?
11
CHAPTER 11 - KESEPAKATAN YANG MENGUNTUNGKAN
12
CHAPTER 12 - DATANG KE KANDANG SINGA
13
CHAPTER 13 - KASIAN SEKALI....
14
CHAPTER 14 - BAU!!
15
CHAPTER 15 - MUKBANG
16
CHAPTER 16 - ENAK KAN ?
17
CHAPTER 17 - PAGI YANG CERAH
18
CHAPTER 18 - SEKOLAH
19
CHAPTER 19 - BOS TAMBANG NIH
20
CHAPTER 20 - RUMAH SAKIT
21
CHAPTER 21 - BERTIGA!
22
CHAPTER 22 - SEMOGA TIDAK!
23
CHAPTER 23 - MARAH ?
24
CHAPTER 24 - SINGKIRKAN?
25
CHAPTER 25 - TERNYATA DIA DI JUAL
26
CHAPTER 26 - AKU BERI KESEMPATAN
27
CHAPTER 27 - KENAPA MIRIP ?
28
CHAPTER 28 - MEREPOTKAN
29
CHAPTER 29 - BANGUNLAH...
30
CHAPTER 30 - PERANG DINGIN
31
CHAPTER 31 - MINUMLAH.
32
CHAPTER 32 - JANGAN NANGIS!
33
CHAPTER 33 - KEMBALI ?
34
CHAPTER 34 - TERIMA ATAU TIDAK?
35
CHAPTER 35 - SADAR
36
CHAPTER 36 - ADIK IPAR ?
37
CHAPTER 37 - HUSSS!! SANA!
38
CHAPTER 38 - WANITA ASIA
39
CHAPTER 39 - TERTARIK
40
CHAPTER 40 - DARI SIAPA ?
41
CHAPTER 41 - SEAN vs DOMINIC
42
CHAPTER 42 - AMARAH SEAN
43
CHAPTER 43 - BERDARAH
44
CHAPTER 44 - PENGAKUAN DOMINIC
45
CHAPTER 45 - PERASAAN YANG TIDAK ENAK
46
CHAPTER 46 - PENGASUH CLARA
47
CHAPTER 47 - JANGAN DIBUAT BERCANDA
48
CHAPTER 48 - SELAMAT TINGGAL
49
CHAPTER 49 - BENCI DAN CINTA
50
CHAPTER 50 - JANGAN SEMBUNYI
51
CHAPTER 51 - PERGI JAUH
52
CHAPTER 52 - DIMANA ?
53
CHAPTER 53 - ULAH DOMINIC
54
CHAPTER 54 - VANIA ANEH ? SERBUK APA ?
55
CHAPTER 55 - SELIDIKI....
56
CHAPTER 56 - JADI DIA ?!?!
57
CHAPTER 57 - FAKTA MENGEJUTKAN
58
CHAPTER 58 - AMARAH DAN PENYESALAN
59
CHAPTER 59 - PENYESALAN DAN EKSEKUSI
60
CHAPTER 60 - PULANG
61
CHAPTER 61 - TAK SENGAJA BERTEMU
62
CHAPTER 62 - APA YANG TERJADI
63
CHAPTER 63 - OBAT APA ?
64
CHAPTER 64 - KEPIKIRAN
65
CHAPTER 65 - POSITIF
66
CHAPTER 66 - KATAKAN DIMANA ?
67
CHAPTER 67 - KAPAN NIKAH?
68
CHAPTER 68 - BERTEMU
69
CHAPTER 69 - JADI BENAR ?
70
CHAPTER 70 - SALAHKU ATAU KAMU ?
71
CHAPTER 71 - MARAH...
72
CHAPTER 72 - MERASA DIKHIANATI
73
CHAPTER 73 - MENYELESAIKAN PERMASALAH
74
CHAPTER 74 - TES!
75
CHAPTER 75 - TIDAK....
76
CHAPTER 76 - AKU BUKAN DIA
77
CHAPTER 77 - BERKELAHI
78
CHAPTER 78 - SIASAT TERAKHIR SEAN
79
CHAPTER 79 - AKHIR
80
CHAPTER 80 - KECELAKAAN
81
CHAPTER 81 - MENYIAPKAN PEMAKAMAN
82
CHAPTER 82 - JADI ?
83
CHAPTER 83 - END... ???
84
NASIB SEAN
85
AKHIRNYA DARI SEMUANYA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!