SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
"Ini pak, kembaliannya untuk bapak saja. Doakan saya dan nenek sampai ke Itali dengan selamat ya..."
Beby menyerahkan satu lembar uang berwarna merah kepada snag supir taxi yang diterima dengan senyum lebarnya.
"Pasti non, saya doakan semoga perjalannya aman!"
Beby tersenyum puas, saat mobil sudah meninggalkan area bandara. Beby dengan menggeret dua koper berjalan beriringan memasuki bandara.
Dua koper itu adalah miliknya dan juga milik sang nenek. Ia tentu tidak bisa membiarkan neneknya menggeret koper yang berat dan besar itu.
Jadilah Beby yang harus membawa kopernya.
"Pesawatnya lepas landas kurang dari 30 menit lagi nek, kita duduk di sini saja. Jangan terlalu jauh, supaya kita gak lari-larian waktu pesawat kita akan terbang. Kasian nenek nanti capek." Beby menuntun Mina untuk duduk di kursi panjang. Sementara ia berdiri, karena keadaan Bandara ini benar-benar sangat ramai.
Mina, nenek itu hanya bisa menundukkan kepalanya. Wajahnya begitu pucat dan keringat dingin tak henti-hentinya keluar dari keningnya.
"Bagaimana keadaan anakku di sana ? Dia sudah makan atau belum...." ucap Mina lirih yang masih bisa di dengar oleh Beby.
Beby menghela nafas panjang, tentu saja ia juga khawatir dengan keadaan orangtuanya. Tapi ia tidak bisa menunjukkan kekhawatirannya didepan sang nenek.
Ia berjongkok didepan Mina, menyamakan tingginya dengan wanita lansia itu. Tangan Beby menggenggam erat kedua tangan keriput Mina. "Nenek tenang saja, pasti Ayah dan Ibu baik-baik saja. Kita doakan yang terbaik untuk mereka ya..."
Cup....
Dikecupnya lama tangan kriput sang nenek, ia berusaha menenangkan hati neneknya yang sedang gelisah.
"Perhatian, para penumpang pesawat Merpati Indonesia dengan nomor penerbangan ITL3003 tujuan Italia dipersilahkan naik ke pesawat udara melalui pintu C01."
"Sekali lagi...Perhatian, para penumpang pesawat Merpati Indonesia dengan nomor penerbangan ITL3003 tujuan Italia dipersilahkan naik ke pesawat udara melalui pintu C01."
"Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih..."
Senyum kecil muncul pada wajah Beby, ia membantu neneknya berdiri.
"Ayo nek, pesawatnya sudah mau lepas landas. Kita akan segera bertemu Ayah dan Ibu."
Wajah murung Mina, langsung berubah sumringah setelah mendengar ucapan Beby, ia menganggukkan kepalanya dan berjalan lebih dulu.
Hati Beby menghangat melihat senyuman neneknya. Dalam hati ia berdoa agar kedua orangtuanya tidak memiliki masalah yang serius di sana.
Dengan semangat yang bergelora, ia menggeret kedua koper menyusul sang nenek yang sudah berjalan jauh didepannya.
...o0o...
"Tuan ayo kita seger berlari. Pesawat akan lepas landas dalam 5 menit!" ucap Jacob dengan cemas.
Mereka saat ini tengah berjalan santai diparkiran menuju bandara.
Dan ya, lima menit lagi pesawat akan lepas landas, tapo tidak ada sedikitpun raut kekhwatiran yang ditampilkan pada wajah dingin Sean.
Sementara Jacob sudah berjalan gelisah dibelakang Sean. Bukannya susah untuk membeli tiket lagi.
Tapi penerbangan menuju Italia hanya akan datang kembali pada dua hari lagi. Dan tentu itu sangat akan menghambat pekerjaan mereka.
Sean akan melewatkan beberapa meeting penting, pengesahan cabang baru, dan juga beberapa undangan yang sudah dijanjikan sebelumnya.
Jadi mereka memang harus benar-benar bisa masuk kedalam pesawat hanya dalam kurun waktu 5 menit, atau mereka akan kehilangan beberapa pekerjaan.
"Tuan saya mohon tolong lebih cepat lagi!" pinta Jacob dengan sungguh-sungguh.
Sean memutar bola matanya malas, ia masih terus berjalan santai. "Diamlah Jacob!" desis Sean kesal. "Mereka tidak akan berani menerbangkan pesawat sialan itu, jika aku belum memasukinya!"
Jacob menghela nafas lega, ia hampir lupa siapa tuannya.
"Baik tuan, maafkan saya." .
Sean tak mengindahkan ucapan Jacob, ia masih berjalan santai menuju terminal pesawatnya.
Hingga akhirnya dia memasuki pesawat, ia menyerahkan boarding pass nya keseorang pramugari cantik.
"Kelas business, kursi nomor X11. Mari saya antar ke kursi anda. Mr, Sean..." ucap Pramugari dengan senyum menawan.
Tanpa menjawab Sean langsung mengikuti langkah pramugari dari belakang.
Sedangkan di depan pramugari itu tersenyum dengan wajah memerah. Ternyata benar! Tuan Sean Alejandro lebih tampan daripada yang di TV! batinnya memekik kesenangan karena ia mendapatkan jam terbang yang sama dengan Sean.
Dengan sengaja pramugari itu melenggak-lenggokkan tubuhnya yang molek agar mendapat perhatian Sean.
"Hm, di sini bangku anda, Mr. Sean.." ucap pramugari itu senyum ramah.
Sean mengangguk lalu segera duduk di bangkunya dan Jacob yang ikut duduk di sampingnya.
"Jika ada sesuatu yang anda inginkan cukup naikkan tangan Mr. Sean keatas. Saya akan dengan cepat datang kemari..."
Pramugari itu menunduk, hingga b3l4han dadanya terlihat dengan jelas di mata Sean. Wajah cantik pramugari itu mendekat kearah telinga Sean.
"Jika butuh yang lebih anda bisa panggil saya untuk menemani anda di kamar mandi," sambungnya berbisik.
Pramugari itu menegakkan tubuhnya kembali. "Baik saya permisi, Mr. Sean, Mr. Jacob...."
Sean menyenderkan kepalanya pada sandaran kursi dan memasang seluruh sabuk pengawasan saat pesawat mulai lepas landas.
Setelah semua selesai, Sean menutup matanya membiarkan mimpi yang menamainya selama perjalanan menuju Italia.
"Nek, ayo dipakai dulu sabuknya..."
Sean langsung membuka mata, dengan posisi duduk tegap saat indra pendengarannya menangkap suara yang sangat ia kenal.
Ia menggosok kedua telinganya dengan sedikit kasar. "Astaga, kenapa aku masih mendengar suara wanita itu! Sial!" batinnya.
"Tuan ada apa ?" ucap Jacob bingung saat melihat tuannya bergerak tak nyaman dikursinya.
Sean menggeleng, "tidak apa, hanya telingaku hanya sedikit berdengung."
Setelah beberapa saat akhirnya Sean kembali memejamkan matanya. Mengusir bayangan wanita itu dalam pikirannya, dan menyandarkan punggungnya pada kursinya.
"Nenek pegang tangan Beby aja, sebentar lagi pesawatnya bakalan naik..."
Deg....
"Beby...." batin Sean.
Dengan cepat, ia menolehkan pandangannya kebelakang. Mulutnya terbuka lebar saat mendapati wanita yang selalu menganggu pikirannya duduk di kursi pesawat tepat di belakang kursinya.
Sementara Beby yang sibuk dengan neneknya, mengalihkan pandangannya kedepan saat merasakan ada seseorang yang memperhatikannya.
Mata Beby membulat terkejut, jantungnya tiba-tiba berdetak cepat.
"ASTAGA!! BULE GILA!!" teriak Beby dengan kencang hingga kini semua pasang mata menatap bingung kearahnya.
"Sial, aku dalam masalah!" batin Beby.
"Apa yang dia lakukan di Italia? Oh Tuhan, kumohon jangan...." batin Sean.
...o0o ...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Yantisejati
buat sean bucin tor,kasihan baby
2022-03-05
0
Pertiwi Tiwi
wkwkwk.bule edan ora eling
2022-03-05
0
Asri Widiastuti
seru... smg bisa lanjut...
2022-02-11
0