SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Beby memarkirkan mobilnya tepat ditempat yang paling sepi. Berada di ujung dan ia berusaha tidak ada seseorang yang mengenalinya.
Tapi sayangnya Beby datang pada jam kelas pagi usai, hingga banyak sekali mahasiswa juga mahasiswi yang berbondong-bondong ke parkiran untuk pulang.
"Astaga mati aku..." gumamnya sembari menggigit jari-jari kukunya.
Beby menghela nafas lalu dikeluarkan dengan perlahan secara beberapa kali.
Saat sudah tenang, Beby baru keluar dari mobilnya. Berjalan perlahan dan setenang mungkin agar cara berjalannya tak terlihat berbeda.
Dan ya seperti biasa bisik-bisik julid tentangnya terdengar. Beby berusaha tetao fokus dan mengabaikan cuitan-cuitan nyinyir mereka.
"Cara jalannya beda anjir, udah kayak habis digempur 5 jam nonstop hahaha....."
"Katanya sih, katanya loh ya, si Beby jalan sama Bapak-bapak kemarin ke club..."
Beby memutar bola matanya malas, ia berjalan menuju lift yang nampak sepi dan segera memencet tombol lantai ruangan Arjuna.
Saat lift sudah membawanya ke lantai ruangan Arjuna, segera Beby keluar dan menormalkan jalannya kembali.
Tok...tok...tok...
"Masuk!"
Ceklek...
Beby membuka pintu lalu masuk dan tak lupa menutup ruangan Arjuna kembali. Tanpa di suruh Beby langsung duduk di depan meja Arjuna yang berisikan setumpuk lembaran tugas.
"Ada apa, pak ?" tanyanya kesal.
Arjuna tersenyum lembut sembari menilai tugas dari anak didiknya. "Kenapa ninggalin mas kemarin ?"
Beby memutar bola matanya malas, "aku gak tahu mas dimana selama," bohongnya. "Abis minum aku ke dance floor joget-joget. Terus pas balik ke meja, bapak udah gak ada!" sambungnya melanjutkan kebohongannya sembari mengerucutkan bibirnya.
Arjuna tertawa singkat, mengelus kepala Beby penuh sayang. "Maaf ya, mas gak sadar karena kebanyakan minum. Eh pas bangun kamu malah yang ngilang. Mas gak tahu kamu turun ke lantai dansa. Mas kira kamu pulang, ditelpon di chat gak dibalas, jadilah mas pulang."
Kepala Beby mengangguk kecil, rupanya Arjuna percaya dengan kebohongan yang Beby katakan.
"Jadi apa yang buat bapak Telfon Beby ?"
Arjuna mengeluarkan sesuatu dari laci mejanya lalu memberikan selembar kertas kecil itu kepada Beby.
"Hadiah kecil buat kamu karena udah temanin mas semalam."
Tangan Beby terulur untuk menerima kertas itu, matanya terkejut saat sudah membaca isi kertas itu. "Cek 500 juta ?" ucapnya dengan keras dan mata membulat.
Bibir Arjuna tidak bisa untuk tidak tersenyum setelah mendengar wanita idamannya terkejut dengan hadiah kecil pemberiannya.
"Bapak gila ya ? Saya cuma temani bapak mengobrol tapi kenapa saya di kasih li–lima ratus juta...."
"It's okey Beb, itu tidak seberapa untuk mas. Mas bahkan bisa kasih berkali-kali lipat asal kamu menurut sama mas."
Tangan Beby masih bergetar memegang selembar cek uang yang diberikan oleh Arjuna, ia terharu.
Beby berdiri dari duduknya berjalan menuju Arjuna dan memeluk dosennya itu singkat. "Terima kasih mas, terima kasih banyak!"
Bibir Arjuna terangkat sempurna, ia membalas pelukan Beby tak kalah erat. "Nanti malam kita ke–"
Kring....kring....kring...
Suara dering telfon Beby membuat Arjuna terpaksa menghentikan ucapannya dan melepas pelukannya pada tubuh Beby dengan tak rela.
Beby mengambil ponsel yang berada di tasnya dengan cepat. "Nenek Beby telfon mas..." ucap Beby yang tak kunjung menjawab panggilan itu.
Ia takut akan dimarahi oleh neneknya karena tak pulang semalaman.
"Gak perlu dijawab kalo kamu takut, kamu langsung pulang aja ke rumah."
Beby mengangguk mengiyakan ucapan Arjuna, entah mengapa perasaannya juga tak enak.
Setelah pamit, Beby berlari menuju mobilnya untuk menuju rumah mereka.
Empat puluh menit Beby berkendara dengan mengebut, akhirnya mobilnya tiba juga di pekarangan rumahnya.
Ia memakirkan mobilnya asal, lalu berlari memasuki rumahnya yang nampak kosong. Kenapa semua maid yang berjaga ? Bahkan tadi saat masuk ke rumah sudah tidak ada satpam lagi. Pergi kemana mereka ? batin Beby bertanya-tanya.
"NENEK!!"
"Nenek....." teriaknya beberapa kali diruangan yang berbeda.
Hingga langkah kakinya terhenti saat melihat sang nenek tengah terduduk lemas dilantai dengan mata berairnya dan tangan yang masih memegang ponsel.
Jantung Beby berdebar keras, ia berlari untuk memeluk tubuh ringkih neneknya dilantai. "A–ada apa nek ? Kenapa menangis ? Apa ada sesuatu yang terjadi ? Kemana semua maid ?"
Mina, nenek Beby menangis pilu dipelukan cucu satu-satunya. Tangisan Mina terdengar begitu menyakitkan bagi Beby, hingga tanpa sadar Beby ikut menangis.
"Ada apa nek ? Sebenarnya apa yang terjadi..."
"Uhuk....uhuk....semua pekerja rumah kita meminta berhenti karena nenek belum membayar gaji mereka bulan ini. Tabungan kita menipis dan tidak cukup untuk membayar semua pekerja. Ayah kamu belum mengirim uang 3 bulan ini....hiks....hiks...."
"La–lalu nenek menelfon ayah mu, dia mengatakan perusahaan mengalami kebangkrutan....hiks...hiks...."
Tubuh Beby menenggang, ia memeluk tubuhnya semakin erat. Air mata semakin deras mengucur pada di matanya.
"Bagaimana nasib anakku disana...hiks...hiks...tidur dimana mereka ? Apa mereka sudah makan...hiks...hiks..."
Mina tak henti-hentinya menangis.
"Bersiaplah nek, kita akan ke Itali sekarang. Bawa semua barang yang nenek perlukan!"
Mina merenggangkan pelukan mereka, ia menatap Beby bingung. "Kita tidak punya uang sebanyak itu untuk membeli tiket dan biaya hidup kita selama di Itali...."
"Beby ada yang 500 juta, baru pinjam dari teman," bohongnya. "Nanti sebelum berangkat ke bandara kita tukar uang sebagian dengan Euro.
***Euro adalah mata uang dinegara Italia....***
Mina menganggukkan kepalanya setuju, lalu mereka langsung pergi ke kamar masing-masing dan bersiap-siap segera untuk ke Italia.
...o0o ...
Sean mengerjapkan matanya berlahan, dengan senyum yang masih menghiasi wajah tampannya.
Tangannya masih memeluk guling yang ia kira seorang wanita dengan erat. Sampai kepalanya ia dekatkan ke guling itu sembari berbisik. "Wake up, sudah bangun Beby...."
Senyuman Sean semakin melebar saat tak mendapatkan jawaban dari guling yang ia kira wanita itu. Astaga, pasti dia belum bangun. Apa begitu melelahkan memuaskanku kemarin malam ? batinnya.
Saat mata Sean sudah terbuka sempurna, ia membalikkan badan menatap wanita itu dengan sempurna.
Senyumannya mendadak luntur saat menyadari sesuatu yang ia peluk itu ternyata bukan manusia, melainkan hanya guling yang sialnya masih tercium aroma tubuh wanita yang kemarin ia sewa.
Sean langsung duduk dari posisinya sembari mengacak rambutnya frustasi. "Fxxxk Sean! Sebenarnya apa yang kau pikirkan!"
Ia berdiri lalu mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai dan memakainya satu persatu.
Sean menghidupkan saklar lampu, dan mengambil ponselnya yang tergelak diatas nakas.
"Jam setengah dua belas siang? Really???" tanyanya pada diri sendiri.
Seorang Sean bangun siang ? Terdengar mustahil tapi ini yang sedang ia alami saat ini.
Tak mau menunggu lagi, ia ingin segera menemui wanita yang bisa membuatnya tidur nyenyak.
Ceklek....
"Selamat pagi tuan, ini sarapan Anda..." ucap Jacob dengan senyum saat Sean pertama kali membuka pintu kamarnya.
Namun bukannya menjawab sapaan asistennya, Sean malah menengok kan kepalanya ke kanan dan ke kiri.
Lalu tangan Sean mengambil segelas susu yang berada di atas nampan yang dipegang Jacob dan meminumnya hingga tandas.
"Dimana dia ? Aku belum membayarkannya." Sean mengembalikkan gelas kosong itu di atas nampan dan kini mengambil roti panggang dan memakannya sembari berjalan menuju tangga.
Jacob mengikuti langkah kaki tuannya, "wanita itu sudah pergi sejak empat jam yang lalu tuan. Saya kira tuan sudah membayarnya, jadi saya biarkan dia pergi..."
Sean mengentikan langkah kakinya yang akan menuruni tangga dan membalikkan badan menatap Jacob penuh kesal.
"Harusnya kau tahan! Aku mau dia! Nanti siang bawa dia ke kamar hotelku!" titah Sean tak terbantahkan.
Jacob menganggukkan kepalanya, "maaf tuan, nanti saya akan mencarinya melalui muc1kari yang berada di hotel ini. Saya benar-benar tidak tahu tuan, ini pertama kalinya anda menyewa seorang wanita, biasanya anda tidak suka disentuh wanita lain selain nyonya Clara. Jadi saya bingung...."
Tubuh Sean menenggang saat Jacob menyebut nama istrinya. Astaga! Ini pertama kalinya Sean berselingkuh pada istrinya! Bagaimana bisa! Sean hanya mencintai Clara, tidak ada yang bisa menandingi istrinya.
"Ba–batalkan saja, aku tidak ingin bertemu wa–wanita itu. Setelah rapat nanti selesai aku akan langsung pulang ke Italia!" ucapnya dengan nada tidak yakin lalu melanjutkan langkahnya untuk menuruni tangga.
Sementara Jacob tersenyum penuh arti menatap punggung tuannya yang berada didepannya. "Tuannya tertarik dengan perempuan lain...."
...o0o ...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
🌹🪴eiv🪴🌹
ketemu di Italia nich...🥰
2022-10-16
1
Triiyyaazz Ajuach
klau jodoh pasti bertemu lagi sama" pergi ke Italia
2022-02-11
0
Dasni Windri
Nex
2022-02-11
0