SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
"Mommy, kapan Mommy bangun....hiks...hiks...Leon sendirian. Da–daddy benci Leon...hiks...hiks...." tangan mungil itu menggapai tangan seorang wanita yang nampak begitu kecil.
Diciumnya beberapa kali tangan wanita yang tergulai lemas di atas ranjang itu. Air matanya turun membahasi tangan wanita itu.
"Apa karena Leon jelek ya....hiks...hiks...karena Leon jelek makanya Mommy gak mau buka mata. Mommy gak mau lihat muka Leon," rancaunya dengan tangisan yang terdengar sangat menyakitkan. "Atau karena Leon nakal ? Mommy sama Daddy kenapa gak mau lihat muka Leon....hiks....hiks....kenapa Mommy dan Daddy gak mau liat muka Leon sih ?" tanyanya pilu.
Anak laki-laki lima tahun itu hanya bisa menangis, mengungkapkan segala gundah hatinya pada sang ibu yang terbaring lemah.
"Leon juga mau diantar jemput kesekolah kayak teman-teman Leon. Leon selalu diejek disekolah gak punya Mommy sama Daddy. Kapan Mommy bangun terus antar Leon sekolah ?"
Leon terus saja mengatakan isi hatinya, hingga ia tidak menyadari jika sang ibunda meneteskan air matanya di sudut mata yang tertutup rapat itu.
Clara memang koma, tapi dia seratus persen bisa mendengar dan merasakan apa yang anaknya katakan.
Tapi apa yang bisa orang koma lakukan memang ? Matanya dibuka saja tidak bisa, apalagi menggerakkan tangan dan kaki, mustahil!
Clara merasa jika dia adalah ibu yang tak berguna.
"Leon pengen digendong Daddy, tapi Daddy selalu sibuk dan gak pernah ajak ngomong Leon. Leon jadi takut sama Dad–"
Tok....tok....tok....
Suara ketukan pintu, membuat Leon tak bisa melanjutkan kalimatnya.
"Tuan Leon, sudah waktunya les piano!"
Mendengar suara pengasuhnya, Leon segera mengusap wajahnya kasar dengan kedua tangan kecilnya. "Mom, Leon pergi!" pamitnya lalu bergerak untuk turun dari ranjang.
"Leon berharap setelah ini Leon mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu!" setelah mengatakan itu Leon benar-benar keluar dari kamar pribadi Clara dan meninggalkan Clara yang tidak bisa berhenti menitihkan air matanya sendirian.
Entah apa yang ingin dikatakan wanita koma itu.
...o0o...
"Ini, aku ingin menukarkan cek 500 juta ini kedalam mata uang euro," ucap Beby sembari menyerahkan selembar cek itu pada pegawai salah satu bank yang saat ini Beby datangi.
Sesuai dengan ucapannya tadi, saat ini Beby benar-benar sudah memesan tiket menuju Itali bersama neneknya yang sudah lansia.
Sembari menunggu mata uangnya di tukar, Beby menyalahkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.
Setelah tiga dering nada akhirnya panggilan itu diangkat oleh seseorang yang Beby telfon.
"Halo, Beby. Ada apa telfon mas ? Ingin bertemu sekarang ?"
Beby memutar bola matanya malas, mendengar nada genit dosennya itu. "Pak Arjuna, hari ini Beby sudah mau berangkat ke Itali. Jadi bisakah pak Arjuna buatkan Beby ijin cuti kuliah ?"
"Hah??? Mau ngapain kamu kesana Beby ? Kamu mau ninggalin mas sendirian di sini ? Gak! Mas gak izinin kamu berangkat!"
"Ck!" Beby berdecak malas, sembari berfikir kebohongan apa yang harus ia ucapkan pada dosennya itu. "Itu..anu–hm, bukan ninggalin mas. Aku ke Itali karena nenekku yang berasal dari Ayah sedang sekarat. Dan dia meminta semua cucunya untuk datang di detik-detik hari terkahinya. Maka dari itu aku bersama nenekku yang ada di Indonesia akan berangkat ke Itali sekarang!" sambungnya berbohong.
Terdengar suara helaan nafas lega diseberang telfon. "Hah... ternyata begitu..."
Beby mengangguk mengiyakan jawaban Arjuna, dalam hati ia mendokan mendiang neneknya yang harus menjadi sasaran kebohongan Beby. Maafkan aku karena berbohong memakai namamu, nek...
"Baiklah, akan mas berikan kamu cuti selama 1 semester. Kamu bisa gunakan waktu itu untuk berkumpul dengan keluarga kamu di sana. Cepat kembali, pasti akan sangat merindukan kamu."
"Baiklah, aku tutup telfonnya. Selamat mengajar mas..."
Secara sepihak Beby memutus telfon itu, senyum lebarnya keluar begitu mempesona. Siapapun yang melihat Beby tengah tersenyum saat ini pasti akan tergoda.
"Nona, silahkan di tandatangani terlebih dahulu di sini," unjuk teller bank itu pada selembar kertas yang menyatakan jika Beby benar-benar ingin menukar uang.
Dengan segera Beby memasukkan kembali ponselnya dalam tas, dan menandatangani selembar kertas itu.
Sang teller memeriksa lagi berkasnya lalu menyerahkan beberapa gepokan uang kepada Beby.
"Uang lima ratus juta rupiah anda sudah kami tukarkan dengan mata uang euro berupa tiga puluh satu ribu euro. Uang tersebut sudah sesuai dengan kurs yang berlaku untuk hari ini." Sang teller tersenyum lebar, meletakkan gepokan uang diatas meja. "Silahkan di hitung, nona."
Beby membulatkan matanya terkejut, ia disuruh hitung semua uang ini ? Bisa keburu mati dia disini.
Beby menggeleng, menolak tawaran itu. "Saya rasa tidur perlu. Saya percaya sama kamu, Sinta," ucap Beby tersenyum sembari melirik name tag yang ada di dada wanita itu.
Sinta, sang teller ikut tersenyum lalu mengangguk kecil. Ia ikut membantu Beby memasukkan uangnya didalam tas.
"Terima kasih telah datang di Bank BRJ, semoga hari anda menyenangkan," ucap Sinta final dengan berdiri dan menjabat tangan Beby.
Setelahnya Beby langsung pergi keluar dari gedung Bank itu untuk menuju taksi yang mengantarkannya ke bank ini bersama sang nenek.
"Sudah ditukar uangnya, Beb ?" tanya Mina–nenek Beby.
Beby tersenyum lalu mengangguk. "Sudah nek, Beby dapat banyak uang!"
"Pak, langsung ke bandara!"
Supir taksi itu mengangguk dan segera menyalakan mobilnya menuju bandara.
...o0o...
"Saya tidak setuju dengan pendapat Mr. Jean, itu sangat tidak logis. Bagaimana bisa meminta sebagai wilayah saya sebagai kesepakatan ?"
"Tidak! Aku malah sangat setuju dengan pendapat Mr. Jean. Bukan sebuah wilayah besar, berikan saja sebuah kota atau kabupaten agar kami bisa meluaskan bisnis kami di Indonesia!"
"Benar! Itu juga maksud kami!"
"Saya sangat setuju, jadi kita bisa–––
Sean sudah tidak bisa mendengarkan apa yang diucapkan oleh para pebisnis yang berdebat dengan para pebisnis itu. Ia benar-benar tidak fokus dengan rapat yang berlangsung, pikirannya melayang membayangkan seorang wanita yang semalam ia tiduri.
Clara juga dulu saat pertama kali ia tiduri juga masih tersegel, masih per4w4n juga seperti Beby. Ta–tapi kenapa Beby lebih bisa memuaskannya?
Sena menggelengkan kepalanya mengusir pikiran anehnya. "Kenapa malah aku membandingkan Clara dengan seorang wanita malam ? Argh!!! aku pasti sudah gila!" batinnya.
Sementara Jacob yang sedari tadi melihat tuannya masih diam hanya bisa meringis malu.
Sudah sepuluh menit lalu, para anggota rapat membubarkan diri, tapi tuannya masih diam dengan dahi yang berkerut–seperti memikirkan sesuatu.
"Jangan bilang tuan memikirkan wanita itu," batin Jacob.
Tak ingin berlama-lama di ruangan kosong ini, Jacob memberanikan diri menepuk bahu Sean pelan. "Tuan, anda tidak ingin kembali ke hotel ?" tanyanya perlahan.
Mata Sean berkedip beberapakali, ia melihat Jacob lalu melihat ruangan rapat yang sudah kosong. Hanya ada dirinya, Jacob dan beberapa orang bodyguard.
"Kenapa sepi, bukannya tadi rapat ?" tanyanya dengan bodoh.
Jacob meringis, ia menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal. "Maaf tuan, tapi rapat sudah berakhir lebih dari sepuluh menit yang lalu."
Sean memijit pelipisnya singkat, lalu berdiri dari duduknya.
Ia berjalan menuju lift bersama Jacob dan beberapa bodyguard di belakang tubuhnya. "Kita kembali!"
"Ke hotel, tuan ?"
Sean menggeleng, "langsung ke bandara. Aku merindukan Clara!"
"Ta–tapi barang-barang Anda di hotel bagiamana tuan ? Ada baju, dan beberapa jam tangan mahal disana..."
"Biarkan saja, aku bisa beli kembali!"
Ting...
Pintu lift terbuka, mereka langsung menaiki lift dengan muka Jacob yang sudah sangat masam. "Lalu bagaimana dengan barang-barang ku tuan ?? Saya tidak sekaya anda .....(╥﹏╥)" batin Jacob menangis.
...o0o ...
GAISS KALO SUKA SAMA CERITANYA INI KOMEN SAMA KASIH RATU LIKE YA
(っ˘̩╭╮˘̩)っ
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Elminar Varida
kurang panas thor...
2022-05-08
0
Gauri Utama
Di paketin aja ntar.. wkwkwk, telpon org hotel minta tlg kirimkan ke Itali
2022-04-08
0
Rere Niae Cie'kecee
kurang hot🔥🔥🔥🔥
2022-03-13
2