CHAPTER 8 - BERANGKAT

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...

TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...

KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.

SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.

...o0o...

"Mommy, kapan Mommy bangun....hiks...hiks...Leon sendirian. Da–daddy benci Leon...hiks...hiks...." tangan mungil itu menggapai tangan seorang wanita yang nampak begitu kecil.

Diciumnya beberapa kali tangan wanita yang tergulai lemas di atas ranjang itu. Air matanya turun membahasi tangan wanita itu.

"Apa karena Leon jelek ya....hiks...hiks...karena Leon jelek makanya Mommy gak mau buka mata. Mommy gak mau lihat muka Leon," rancaunya dengan tangisan yang terdengar sangat menyakitkan. "Atau karena Leon nakal ? Mommy sama Daddy kenapa gak mau lihat muka Leon....hiks....hiks....kenapa Mommy dan Daddy gak mau liat muka Leon sih ?" tanyanya pilu.

Anak laki-laki lima tahun itu hanya bisa menangis, mengungkapkan segala gundah hatinya pada sang ibu yang terbaring lemah.

"Leon juga mau diantar jemput kesekolah kayak teman-teman Leon. Leon selalu diejek disekolah gak punya Mommy sama Daddy. Kapan Mommy bangun terus antar Leon sekolah ?"

Leon terus saja mengatakan isi hatinya, hingga ia tidak menyadari jika sang ibunda meneteskan air matanya di sudut mata yang tertutup rapat itu.

Clara memang koma, tapi dia seratus persen bisa mendengar dan merasakan apa yang anaknya katakan.

Tapi apa yang bisa orang koma lakukan memang ? Matanya dibuka saja tidak bisa, apalagi menggerakkan tangan dan kaki, mustahil!

Clara merasa jika dia adalah ibu yang tak berguna.

"Leon pengen digendong Daddy, tapi Daddy selalu sibuk dan gak pernah ajak ngomong Leon. Leon jadi takut sama Dad–"

Tok....tok....tok....

Suara ketukan pintu, membuat Leon tak bisa melanjutkan kalimatnya.

"Tuan Leon, sudah waktunya les piano!"

Mendengar suara pengasuhnya, Leon segera mengusap wajahnya kasar dengan kedua tangan kecilnya. "Mom, Leon pergi!" pamitnya lalu bergerak untuk turun dari ranjang.

"Leon berharap setelah ini Leon mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu!" setelah mengatakan itu Leon benar-benar keluar dari kamar pribadi Clara dan meninggalkan Clara yang tidak bisa berhenti menitihkan air matanya sendirian.

Entah apa yang ingin dikatakan wanita koma itu.

...o0o...

"Ini, aku ingin menukarkan cek 500 juta ini kedalam mata uang euro," ucap Beby sembari menyerahkan selembar cek itu pada pegawai salah satu bank yang saat ini Beby datangi.

Sesuai dengan ucapannya tadi, saat ini Beby benar-benar sudah memesan tiket menuju Itali bersama neneknya yang sudah lansia.

Sembari menunggu mata uangnya di tukar, Beby menyalahkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.

Setelah tiga dering nada akhirnya panggilan itu diangkat oleh seseorang yang Beby telfon.

"Halo, Beby. Ada apa telfon mas ? Ingin bertemu sekarang ?"

Beby memutar bola matanya malas, mendengar nada genit dosennya itu. "Pak Arjuna, hari ini Beby sudah mau berangkat ke Itali. Jadi bisakah pak Arjuna buatkan Beby ijin cuti kuliah ?"

"Hah??? Mau ngapain kamu kesana Beby ? Kamu mau ninggalin mas sendirian di sini ? Gak! Mas gak izinin kamu berangkat!"

"Ck!" Beby berdecak malas, sembari berfikir kebohongan apa yang harus ia ucapkan pada dosennya itu. "Itu..anu–hm, bukan ninggalin mas. Aku ke Itali karena nenekku yang berasal dari Ayah sedang sekarat. Dan dia meminta semua cucunya untuk datang di detik-detik hari terkahinya. Maka dari itu aku bersama nenekku yang ada di Indonesia akan berangkat ke Itali sekarang!" sambungnya berbohong.

Terdengar suara helaan nafas lega diseberang telfon. "Hah... ternyata begitu..."

Beby mengangguk mengiyakan jawaban Arjuna, dalam hati ia mendokan mendiang neneknya yang harus menjadi sasaran kebohongan Beby. Maafkan aku karena berbohong memakai namamu, nek...

"Baiklah, akan mas berikan kamu cuti selama 1 semester. Kamu bisa gunakan waktu itu untuk berkumpul dengan keluarga kamu di sana. Cepat kembali, pasti akan sangat merindukan kamu."

"Baiklah, aku tutup telfonnya. Selamat mengajar mas..."

Secara sepihak Beby memutus telfon itu, senyum lebarnya keluar begitu mempesona. Siapapun yang melihat Beby tengah tersenyum saat ini pasti akan tergoda.

"Nona, silahkan di tandatangani terlebih dahulu di sini," unjuk teller bank itu pada selembar kertas yang menyatakan jika Beby benar-benar ingin menukar uang.

Dengan segera Beby memasukkan kembali ponselnya dalam tas, dan menandatangani selembar kertas itu.

Sang teller memeriksa lagi berkasnya lalu menyerahkan beberapa gepokan uang kepada Beby.

"Uang lima ratus juta rupiah anda sudah kami tukarkan dengan mata uang euro berupa tiga puluh satu ribu euro. Uang tersebut sudah sesuai dengan kurs yang berlaku untuk hari ini." Sang teller tersenyum lebar, meletakkan gepokan uang diatas meja. "Silahkan di hitung, nona."

Beby membulatkan matanya terkejut, ia disuruh hitung semua uang ini ? Bisa keburu mati dia disini.

Beby menggeleng, menolak tawaran itu. "Saya rasa tidur perlu. Saya percaya sama kamu, Sinta," ucap Beby tersenyum sembari melirik name tag yang ada di dada wanita itu.

Sinta, sang teller ikut tersenyum lalu mengangguk kecil. Ia ikut membantu Beby memasukkan uangnya didalam tas.

"Terima kasih telah datang di Bank BRJ, semoga hari anda menyenangkan," ucap Sinta final dengan berdiri dan menjabat tangan Beby.

Setelahnya Beby langsung pergi keluar dari gedung Bank itu untuk menuju taksi yang mengantarkannya ke bank ini bersama sang nenek.

"Sudah ditukar uangnya, Beb ?" tanya Mina–nenek Beby.

Beby tersenyum lalu mengangguk. "Sudah nek, Beby dapat banyak uang!"

"Pak, langsung ke bandara!"

Supir taksi itu mengangguk dan segera menyalakan mobilnya menuju bandara.

...o0o...

"Saya tidak setuju dengan pendapat Mr. Jean, itu sangat tidak logis. Bagaimana bisa meminta sebagai wilayah saya sebagai kesepakatan ?"

"Tidak! Aku malah sangat setuju dengan pendapat Mr. Jean. Bukan sebuah wilayah besar, berikan saja sebuah kota atau kabupaten agar kami bisa meluaskan bisnis kami di Indonesia!"

"Benar! Itu juga maksud kami!"

"Saya sangat setuju, jadi kita bisa–––

Sean sudah tidak bisa mendengarkan apa yang diucapkan oleh para pebisnis yang berdebat dengan para pebisnis itu. Ia benar-benar tidak fokus dengan rapat yang berlangsung, pikirannya melayang membayangkan seorang wanita yang semalam ia tiduri.

Clara juga dulu saat pertama kali ia tiduri juga masih tersegel, masih per4w4n juga seperti Beby. Ta–tapi kenapa Beby lebih bisa memuaskannya?

Sena menggelengkan kepalanya mengusir pikiran anehnya. "Kenapa malah aku membandingkan Clara dengan seorang wanita malam ? Argh!!! aku pasti sudah gila!" batinnya.

Sementara Jacob yang sedari tadi melihat tuannya masih diam hanya bisa meringis malu.

Sudah sepuluh menit lalu, para anggota rapat membubarkan diri, tapi tuannya masih diam dengan dahi yang berkerut–seperti memikirkan sesuatu.

"Jangan bilang tuan memikirkan wanita itu," batin Jacob.

Tak ingin berlama-lama di ruangan kosong ini, Jacob memberanikan diri menepuk bahu Sean pelan. "Tuan, anda tidak ingin kembali ke hotel ?" tanyanya perlahan.

Mata Sean berkedip beberapakali, ia melihat Jacob lalu melihat ruangan rapat yang sudah kosong. Hanya ada dirinya, Jacob dan beberapa orang bodyguard.

"Kenapa sepi, bukannya tadi rapat ?" tanyanya dengan bodoh.

Jacob meringis, ia menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal. "Maaf tuan, tapi rapat sudah berakhir lebih dari sepuluh menit yang lalu."

Sean memijit pelipisnya singkat, lalu berdiri dari duduknya.

Ia berjalan menuju lift bersama Jacob dan beberapa bodyguard di belakang tubuhnya. "Kita kembali!"

"Ke hotel, tuan ?"

Sean menggeleng, "langsung ke bandara. Aku merindukan Clara!"

"Ta–tapi barang-barang Anda di hotel bagiamana tuan ? Ada baju, dan beberapa jam tangan mahal disana..."

"Biarkan saja, aku bisa beli kembali!"

Ting...

Pintu lift terbuka, mereka langsung menaiki lift dengan muka Jacob yang sudah sangat masam. "Lalu bagaimana dengan barang-barang ku tuan ?? Saya tidak sekaya anda .....(╥﹏╥)" batin Jacob menangis.

...o0o ...

GAISS KALO SUKA SAMA CERITANYA INI KOMEN SAMA KASIH RATU LIKE YA

(っ˘̩╭╮˘̩)っ

GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?

YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....

TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...

BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.

SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰

TERIMA KASIH SEMUANYA

Terpopuler

Comments

Elminar Varida

Elminar Varida

kurang panas thor...

2022-05-08

0

Gauri Utama

Gauri Utama

Di paketin aja ntar.. wkwkwk, telpon org hotel minta tlg kirimkan ke Itali

2022-04-08

0

Rere Niae Cie'kecee

Rere Niae Cie'kecee

kurang hot🔥🔥🔥🔥

2022-03-13

2

lihat semua
Episodes
1 CHAPTER 1 – SIAPA ITU BEBY ?
2 CHAPTER 2 - BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN UANG?
3 CHAPTER 3 - MALAM DENGAN PRIA ASING
4 CHAPTER 4 - SIAPA SEAN ?
5 CHAPTER 5 - MALAM DENGAN PRIA ASING (2)
6 CHAPTER 6 - TIDUR
7 CHAPTER 7 - KEHILANGAN DIA
8 CHAPTER 8 - BERANGKAT
9 CHAPTER 9 - PESAWAT
10 CHAPTER 10 - BANGKRUT?
11 CHAPTER 11 - KESEPAKATAN YANG MENGUNTUNGKAN
12 CHAPTER 12 - DATANG KE KANDANG SINGA
13 CHAPTER 13 - KASIAN SEKALI....
14 CHAPTER 14 - BAU!!
15 CHAPTER 15 - MUKBANG
16 CHAPTER 16 - ENAK KAN ?
17 CHAPTER 17 - PAGI YANG CERAH
18 CHAPTER 18 - SEKOLAH
19 CHAPTER 19 - BOS TAMBANG NIH
20 CHAPTER 20 - RUMAH SAKIT
21 CHAPTER 21 - BERTIGA!
22 CHAPTER 22 - SEMOGA TIDAK!
23 CHAPTER 23 - MARAH ?
24 CHAPTER 24 - SINGKIRKAN?
25 CHAPTER 25 - TERNYATA DIA DI JUAL
26 CHAPTER 26 - AKU BERI KESEMPATAN
27 CHAPTER 27 - KENAPA MIRIP ?
28 CHAPTER 28 - MEREPOTKAN
29 CHAPTER 29 - BANGUNLAH...
30 CHAPTER 30 - PERANG DINGIN
31 CHAPTER 31 - MINUMLAH.
32 CHAPTER 32 - JANGAN NANGIS!
33 CHAPTER 33 - KEMBALI ?
34 CHAPTER 34 - TERIMA ATAU TIDAK?
35 CHAPTER 35 - SADAR
36 CHAPTER 36 - ADIK IPAR ?
37 CHAPTER 37 - HUSSS!! SANA!
38 CHAPTER 38 - WANITA ASIA
39 CHAPTER 39 - TERTARIK
40 CHAPTER 40 - DARI SIAPA ?
41 CHAPTER 41 - SEAN vs DOMINIC
42 CHAPTER 42 - AMARAH SEAN
43 CHAPTER 43 - BERDARAH
44 CHAPTER 44 - PENGAKUAN DOMINIC
45 CHAPTER 45 - PERASAAN YANG TIDAK ENAK
46 CHAPTER 46 - PENGASUH CLARA
47 CHAPTER 47 - JANGAN DIBUAT BERCANDA
48 CHAPTER 48 - SELAMAT TINGGAL
49 CHAPTER 49 - BENCI DAN CINTA
50 CHAPTER 50 - JANGAN SEMBUNYI
51 CHAPTER 51 - PERGI JAUH
52 CHAPTER 52 - DIMANA ?
53 CHAPTER 53 - ULAH DOMINIC
54 CHAPTER 54 - VANIA ANEH ? SERBUK APA ?
55 CHAPTER 55 - SELIDIKI....
56 CHAPTER 56 - JADI DIA ?!?!
57 CHAPTER 57 - FAKTA MENGEJUTKAN
58 CHAPTER 58 - AMARAH DAN PENYESALAN
59 CHAPTER 59 - PENYESALAN DAN EKSEKUSI
60 CHAPTER 60 - PULANG
61 CHAPTER 61 - TAK SENGAJA BERTEMU
62 CHAPTER 62 - APA YANG TERJADI
63 CHAPTER 63 - OBAT APA ?
64 CHAPTER 64 - KEPIKIRAN
65 CHAPTER 65 - POSITIF
66 CHAPTER 66 - KATAKAN DIMANA ?
67 CHAPTER 67 - KAPAN NIKAH?
68 CHAPTER 68 - BERTEMU
69 CHAPTER 69 - JADI BENAR ?
70 CHAPTER 70 - SALAHKU ATAU KAMU ?
71 CHAPTER 71 - MARAH...
72 CHAPTER 72 - MERASA DIKHIANATI
73 CHAPTER 73 - MENYELESAIKAN PERMASALAH
74 CHAPTER 74 - TES!
75 CHAPTER 75 - TIDAK....
76 CHAPTER 76 - AKU BUKAN DIA
77 CHAPTER 77 - BERKELAHI
78 CHAPTER 78 - SIASAT TERAKHIR SEAN
79 CHAPTER 79 - AKHIR
80 CHAPTER 80 - KECELAKAAN
81 CHAPTER 81 - MENYIAPKAN PEMAKAMAN
82 CHAPTER 82 - JADI ?
83 CHAPTER 83 - END... ???
84 NASIB SEAN
85 AKHIRNYA DARI SEMUANYA
Episodes

Updated 85 Episodes

1
CHAPTER 1 – SIAPA ITU BEBY ?
2
CHAPTER 2 - BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN UANG?
3
CHAPTER 3 - MALAM DENGAN PRIA ASING
4
CHAPTER 4 - SIAPA SEAN ?
5
CHAPTER 5 - MALAM DENGAN PRIA ASING (2)
6
CHAPTER 6 - TIDUR
7
CHAPTER 7 - KEHILANGAN DIA
8
CHAPTER 8 - BERANGKAT
9
CHAPTER 9 - PESAWAT
10
CHAPTER 10 - BANGKRUT?
11
CHAPTER 11 - KESEPAKATAN YANG MENGUNTUNGKAN
12
CHAPTER 12 - DATANG KE KANDANG SINGA
13
CHAPTER 13 - KASIAN SEKALI....
14
CHAPTER 14 - BAU!!
15
CHAPTER 15 - MUKBANG
16
CHAPTER 16 - ENAK KAN ?
17
CHAPTER 17 - PAGI YANG CERAH
18
CHAPTER 18 - SEKOLAH
19
CHAPTER 19 - BOS TAMBANG NIH
20
CHAPTER 20 - RUMAH SAKIT
21
CHAPTER 21 - BERTIGA!
22
CHAPTER 22 - SEMOGA TIDAK!
23
CHAPTER 23 - MARAH ?
24
CHAPTER 24 - SINGKIRKAN?
25
CHAPTER 25 - TERNYATA DIA DI JUAL
26
CHAPTER 26 - AKU BERI KESEMPATAN
27
CHAPTER 27 - KENAPA MIRIP ?
28
CHAPTER 28 - MEREPOTKAN
29
CHAPTER 29 - BANGUNLAH...
30
CHAPTER 30 - PERANG DINGIN
31
CHAPTER 31 - MINUMLAH.
32
CHAPTER 32 - JANGAN NANGIS!
33
CHAPTER 33 - KEMBALI ?
34
CHAPTER 34 - TERIMA ATAU TIDAK?
35
CHAPTER 35 - SADAR
36
CHAPTER 36 - ADIK IPAR ?
37
CHAPTER 37 - HUSSS!! SANA!
38
CHAPTER 38 - WANITA ASIA
39
CHAPTER 39 - TERTARIK
40
CHAPTER 40 - DARI SIAPA ?
41
CHAPTER 41 - SEAN vs DOMINIC
42
CHAPTER 42 - AMARAH SEAN
43
CHAPTER 43 - BERDARAH
44
CHAPTER 44 - PENGAKUAN DOMINIC
45
CHAPTER 45 - PERASAAN YANG TIDAK ENAK
46
CHAPTER 46 - PENGASUH CLARA
47
CHAPTER 47 - JANGAN DIBUAT BERCANDA
48
CHAPTER 48 - SELAMAT TINGGAL
49
CHAPTER 49 - BENCI DAN CINTA
50
CHAPTER 50 - JANGAN SEMBUNYI
51
CHAPTER 51 - PERGI JAUH
52
CHAPTER 52 - DIMANA ?
53
CHAPTER 53 - ULAH DOMINIC
54
CHAPTER 54 - VANIA ANEH ? SERBUK APA ?
55
CHAPTER 55 - SELIDIKI....
56
CHAPTER 56 - JADI DIA ?!?!
57
CHAPTER 57 - FAKTA MENGEJUTKAN
58
CHAPTER 58 - AMARAH DAN PENYESALAN
59
CHAPTER 59 - PENYESALAN DAN EKSEKUSI
60
CHAPTER 60 - PULANG
61
CHAPTER 61 - TAK SENGAJA BERTEMU
62
CHAPTER 62 - APA YANG TERJADI
63
CHAPTER 63 - OBAT APA ?
64
CHAPTER 64 - KEPIKIRAN
65
CHAPTER 65 - POSITIF
66
CHAPTER 66 - KATAKAN DIMANA ?
67
CHAPTER 67 - KAPAN NIKAH?
68
CHAPTER 68 - BERTEMU
69
CHAPTER 69 - JADI BENAR ?
70
CHAPTER 70 - SALAHKU ATAU KAMU ?
71
CHAPTER 71 - MARAH...
72
CHAPTER 72 - MERASA DIKHIANATI
73
CHAPTER 73 - MENYELESAIKAN PERMASALAH
74
CHAPTER 74 - TES!
75
CHAPTER 75 - TIDAK....
76
CHAPTER 76 - AKU BUKAN DIA
77
CHAPTER 77 - BERKELAHI
78
CHAPTER 78 - SIASAT TERAKHIR SEAN
79
CHAPTER 79 - AKHIR
80
CHAPTER 80 - KECELAKAAN
81
CHAPTER 81 - MENYIAPKAN PEMAKAMAN
82
CHAPTER 82 - JADI ?
83
CHAPTER 83 - END... ???
84
NASIB SEAN
85
AKHIRNYA DARI SEMUANYA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!