SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Beby memarkirkan mobil hitamnya diparkiran rumah mewahnya. Hatinya berdetak tidak tenang setelah pembicaraan dengan dosennya tadi.
"Astaga, apa aku harus benar-benar melakukannya ?" tanyanya bingung.
Entah ini mau dikatakan sebagai keuntungan atau kesialan saat mempunyai badan yang mempesona dan wajah yang cantik sepertinya.
Tapi semua laki-laki pasti menganggapnya sebagai p3lacur saja. Tidak pernah ada satupun pria tulus yang memang benar-benar mencintainya.
Wajah muramnya sontak berubah menjadi ceria saat dirinya melihat neneknya tengah menyirami bunga-bunga sembari memegang selang.
Ia berlari kecil, memeluk tubuh renta neneknya dari belakang. "Beby pulang!!!" ucapnya dengan semangat.
Mina terkejut beberapa saat, lalu menepuk pelan tangan Beby yang melingkar di pinggang kecilnya. "Beby!" ucapnya kesal. "Kamu mau buat nenek jantungan nak ?" tanyanya dengan kesal.
"Kalau nenek jantungan, emang kamu siap ditinggal nenek selamanya?" tanya Mina–nenek Beby sembari melanjutkan acara menyiram buangannya.
Deg....
Jantung Beby bergerak lebih cepat, ia semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang Mina. Tidak! Nenek tidak boleh meninggalkan ku! Jantung nenek sehat!
"Jangan berbicara macam-macam nek! Beby jadi sedih..." jawabnya dengan mata berkaca-kaca.
Mina tertawa kecil, ia mengelus lembut tangan Beby yang melingkar pada pinggangnya. "Nenek hanya bercanda sayang, nenek janji tidak akan meninggalkan mu!"
"Sudah sana, kamu mandi terus tidur. Sebentar lagi jam makan malam!" sambung Mina yang diangguki oleh Beby.
Ia mengecup singkat pipi Mina, lalu melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang berada dilantai atas, meninggalkan Mina yang masih sibuk dengan tanamannya.
"Semoga nenek selalu panjang umur ya, Beby..." ucapnya Mina lirih.
...o0o...
Matahari telah terbenam dengan sepenuhnya, jam sudah menunjukkan hampir tengah malam. Dan seorang gadis cantik kini telah merias dirinya didepan cermin dengan wajah muram, yang sialnya sama sekali tak melunturkan kecantikan di wajahnya.
Beby kini telah siap dengan dress seksi sesuai permintaan dosen mesum itu tak lupa ia juga merias sedikit wajahnya agar terlihat lebih fresh.
Ia menatap pantulan dirinya didepan cermin lalu tersenyum puas. Dia memang benar-benar cantik.
"Astaga! Aku harus cepat, ini sudah hampir jam sepuluh..." paniknya, padahal Arjuna–dosen Beby meminta datang ke club pukul sembilan malam.
Beby berjalan mengendap-endap keluar dari kamarnya, ini sudah malam. Yang artinya Mina pasti sudah pergi ke alam mimpinya. Dan Beby sama sekali tidak ingin menganggu waktu tidur neneknya.
Dengan perlahan tapi pasti, Beby keluar dari rumahnya tanpa diketahui oleh nenek atau maid yang sedang berjaga.
Tak ingin membuang waktu Beby segera menyalakan mobilnya dan menuju club yang sudah diberitahu oleh dosennya.
Setelah sekian lama, akhirnya Beby sampai ke tempat penuh dosa itu. Jantung Beby berdebar kencang, kini ia sedang bertelfonan dengan sang dosen.
"Meja nomor 13 ya, Beb. Saya di sini dari tadi nunggu kamu..."
"Meja 13 ?" tanya Beby dengan mengarahkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan Club ini, saat matanya tak sengaja bertatapan dengan pria paruh baya yang melambaikan tangan seraya tersenyum kearahnya.
"Kemari beb.." Beby mengangguk lalu mematikan telfonnya sepihak dan berjalan berdempetan dengan orang yang berada di lantai dansa Club ini.
Beby menutup hidungnya saat bau alkohol serta rokok mendominasi ruangan ber-AC ini. Apalagi banyak selagi pasangan muda-mudi serta pria hidung belang yang secara terang-terangan melakukan hubungan terlarang di ruangan ini.
Semua bau itu menjadi satu, dan rasanya Beby ingin muntah saja!!
"Sini sayang, temani mas minum," rengek dosennya menarik tangan Beby lembut untuk duduk di pangkuannya.
Beby menahan nafasnya saat belahan p4ntatny4 menduduki sebuah gundukan keras ditengah-tengah paha Arjuna–dosen tua itu.
"Saya di sini gak bisa lama-lama pak, takut nenek saya curiga!" ucapnya setengah berteriak karena tempat ini benar-benar berisik.
Arjuna menganggukkan kepalanya seraya tersenyum, ia mengeratkan pelukannya pada pinggang mahasiswinya itu. Benar-benar sangat mendambakan mahasiswinya ini.
"Jangan panggil bapak Beb, aku mau hari ini kamu panggil aku mas Juna, bisa begitu Beb ?" tanyanya penuh harap. "Mas janji bakal bayar semua biaya kul–"
Belum sampai Arjuna meneruskan kalimatnya, bibirnya sudah melengkung ke atas saat Beby menganggukkan kepalanya,. menyetujui permintaan Arjuna.
"Cuma hari ini, mas!" serunya.
Arjuna tersenyum, ia menyusupkan kepalanya pada ceruk leher Beby, ia benar-benar menghirup rakus aroma tubuh yang menguar pada tubuh mahasiswinya itu.
"Ahh....mas Jun....shh..." desahnya tak terkira saat jambang dosennya menimbulkan rasa geli saat menyentuh kulit lehernya.
Arjuna tertawa kecil lalu mengecup tengkuk leher Beby sekilas. "Ayo minum sayang, temani mas Arjuna ..." ucapnya.
Dengan santainya Arjuna menuangkan alkohol pada gelasnya dan juga gelas Beby. Tak menunggu lagi ia langsung meminum air haram itu dengan sekali tegukan. Membiarkan kerongkongannya merasakan pahit yang begitu sangat namun juga sangat nikmat.
"Minum sayang..." pinta Arjuna sembari meminum alkohol untuk yang kedua kalinya.
Beby mengangguk lalu meminum alkohol itu dengan perlahan, sebentar Beby bukan wanita polos yang tidak tahu apa yang sedang ia minum saat itu.
Ia tahu, bahkan sangat tahu. Beby bukanlah wanita baik-baik seperti yang kalian bayangkan. Tapi Beby sampai detik ini masih menjaga kesucian tubuhnya, biar saja ia dicap jelek. Tapi yang pasti kesuciannya hanya untuk sang suami kelak.
Semoga saja!
"Mas Juna kemarin baru mendapatkan kabar yang tidak enak, sayang. Istri mas Juna mandul dan itu baru om ketahui setelah 15 tahun pernikahan kita..."
"Dia membohongi mas, dia bilang aku yang tidak bisa punya anak. Dan dia bilang akan menerima ku, dan akan selalu setia bersama ku. Saat mendengar itu mas Juna sedih tapi juga senang, sedih karena mas Juna tidak bisa memberikan istri mas anak, dan juga senang karena mendapatkan istri yang setia dan merima segala kekurangan mas..."
Arjuna tertawa kecil, menuangkan alkohol lagi kedalam gelas dan meminumnya kasar. "Ternyata mas salah, mas dibohongi. Wanita yang sudah mas anggap sebagai malaikat itu karena menerima ada apanya mas itu sudah membohongi mas. Bukan aku yang mandul! Tapi dia beb, dia!" Arjuna mengeratkan pelukannya pada tubuh Beby.
Beby hanya diam saja, ia mengisi gelasnya dan Arjuna yang telah kosong dengan air haram lagi. Entah sudah berapa kali ia menuangkan cairan haram itu, yang pasti. Ia dan Arjuna sudah menghabiskan total 3 botol Vodka.
"Sudahlah mas, gak perlu menangis. Tinggal cari istri baru apa susahnya. Mas kan kaya, tinggal tunjuk saja beres!" jawabnya.
Arjuna yang sudah setengah tak sadar itu tertawa kecil, memberikan c1uman-c1uman pada tengkuk Beby. "Sama kamu mau gak...hik...hik...." Arjuna tak bisa melanjutkan kalimatnya karena terus menerus cegukan.
"Ih! Beby gak mau nikah sama orang yang tua! Beby itu mau nikah sama...hik...hik..." Beby mengedarkan pandangannya mencari sosok lelaki yang sesuai tipe idaman sebagai calon suaminya. "Sama yang itu...hik...hik..." Beby terus cegukan sembari menunjuk pria tampan dengan setelan jas yang duduk didepan bartender.
"Mas Juna....mas...itu, kayak begitu calon suami Beby...." tunjuknya tapi sama sekali tak direspon oleh Arjuna.
Beby menatap ke belakang saat ucapannya tak direspon oleh sang dosen setelah sekian lama menunggu.
Dan ternyata Arjuna sudah pingsan, badannya bertemu pada kepala sofa. Beby mendengus sebal. "Begini nih, kalo ke club sama kakek-kakek, jadinya ngerepotin!" kesalnya.
Ia termenung di pangkuan Arjuna, menatap sekeliling yang sibuk dengan dunia mereka sendiri. "Beby sendirian dong! Gak asik!"
Sampai akhirnya matanya bersitatap dengan pria yang ia tunjuk tadi, tapi hanya beberapa detik karena sang pria dengan cepat mengalihkan pandangannya kearah lain.
Pipi Beby merona, ia memegang dadanya yang berdegup kencang. "Ih ganteng banget...." pekiknya.
Tak mau menunggu lama, Beby berdiri dari pangkuannya, meninggalkan Arjuna yang sudah tidak sadarkan diri di sana menuju pria tampan tadi.
Jantungnya semakin menggila saat tubuhnya sudah dekat dengan lelaki itu, apalagi diposisikannya sekarang ia bisa mencium wangi parfum yang digunakan pria kaya ini.
"Ekhem...hai, boleh kenalan gak?" tanyanya di sisa-sisa kesadarannya. Beby meremas bahu pria itu dengan sedikit keras.
Pria itu berbalik menatap menatap Beby dari atas sampai bawah dengan pandangan menilai.
"Oh my God! Please stay away from my Lord, miss!" ucap seseorang di samping pria itu sembari menghempaskan tangan Beby kasar pada bahu tuannya.
***"Astaga Tuhan! Tolong menjauh dari tuan saja, nona!" ***
Beby menggeleng, ia menatap pria yang berada di samping mangsanya itu kesal. "Shut the fxxxk up old man! I will never leave my man! He is mine!" tubuh Beby sedikit goyang karena pandangnya telah kabur.
***"Tutup mulutmu, pria tua bajingan! Aku tidak akan pernah melepaskan dia! Sekarang dia adalah milikku!" ****
Baru sang asisten akan menyela, tapi tuannya mengangkat tangannya didepan wajah sang asisten memintanya untuk diam.
"Am I your's?" tanyanya dengan senyum terangkat.
****"Aku milikmu ?"****
Beby menganggukkan kepalanya cepat, ia mengalunkan tangannya pada leher tegap pria itu.
"Yes, my love. You are mine, and I'm yours! I used to think I would give my virginity to my husband. But now I want you to take it..." bisik Beby secara sensual ditelinga pria bule asing itu.
****"Ya cintaku, kamu milikku dan aku milikmu. Dulu aku fikir akan memberikan kep3rawanku kepada suamiku. Tapi sekarang, aku mau kamu yang mengambilnya...."****
Tak mau menunggu lagi Beby langsung menyerang bibir tebal pria itu dengan bibir manisnya yang menawan.
Ia akan membuat pria itu jatuh dalam pesonanya.
Lama bermain sendiri, akhirnya Beby tersenyum tipis saat pria tampan nan kaya itu membalas pagutan mereka dengan cara brutal.
Sementara di sana sang asisten sudah ketar-ketir, tak biasanya tuannya mau berhubungan dengan wanita malam, bahkan tuannya tak segan-segan bertindak kasar pada wanita itu karena sudah berani menyentuhnya.
Tapi sekarang kenapa tuannya malah merespon baik wanita yang berasal dari Indonesia ini ?
"Astaga, apa tuan lupa dengan nyonya Clara...." batin sang asisten terheran-heran dengan tuannya.
Tidak mungkin kah tuannya lupa dengan istrinya yang sangat ia cintai itu ??
...o0o...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
🌹🪴eiv🪴🌹
ea....ea.....ea....😜
2022-10-16
1
honey
Beby kamu nakal ya wkwkwk
2022-03-29
2
Nauri Clara
semoga akhir cerita tidak mengecewakan thor
2022-03-07
2