Akhirnya Alden mengetahuinya

"A-apa? k-kau ...," kaget Kirana.

"Ya, aku istri dari Alden. Sepertinya mbak sudah tau apa yang terjadi sehingga mbak terkejut seperti itu saat mendengar nama Alden.," ujar Amora.

Kirana berusaha berdiri, dia menatap Amora yang juga tengah menatapnya.

"Apa yang sebenarnya terjadi? 10 tahun lalu, Zidan dan Leon di beritakan tiada karena kecelakaan pesawat itu. Jujur, awalnya aku curiga jika mbak adalah istri dari Zidan karena saat pulang dari mall aku seperti melupakan sesuatu namun saat aku kembali ke restoran aku malah melihatmu dengan Zidan," terang Amora.

"Setelah ini mbak harus jelaskan semuanya padaku, setelah ini aku akan menghubungi suamiku untuk segera kesini," lanjut Amora.

Amora menjauhi Kirana, dia menelpon Alden untuk menghpirinya ke rumah sakit. Sementara Kirana terduduk lemas tepat di samping Aurora yang sedang memangku Ravin.

"Tante boleh aku bertanya?" tanya Aurora sambil menatap Kirana.

Kirana menoleh, dia mengangguk pelan.

"Di mana kak Leon? setelah di kabarkan kak Leon tiada kak Lia terpuruk, bahkan dia selalu berteriak histeris yang mana membuat mentalnya terguncang. Beberapa kali kak Lia pergi ke psikiater untuk memperbaiki mentalnya, dia menderita karena kehilangan kak Leon. Walau saat kejadian itu aku masih kecil, tetapi kak Lia sering bercerita padaku tentang dia dan kak Leon," terang Aurora.

Kirana sontak saja terkejut, dia juga tak tau apa-apa mengenai hal itu. Namun, dirinya hanya tau alasan mengapa Zidan berbuat demikian.

"Leon ... dia ...,"

"Suamiku sedang perjalanan kesini," ucap Amora menyela ucapan Kirana.

"Oh ya, dimana Kino?" tanya Amora yang baru sadar jika putra bungsu Kirana tak ada di mobil tersebut.

"Kino ada di rumah, sejak kemarin aku dan Zidan bertengkar karena satu persoalan mengenai Leon. Pagi ini Zidan mengajakku pergi menemui Leon, tetapi aku tetap marah padanya hingga kami cekcok di mobil dan berakhir Zidan yang tak fokus hingga tak sadar ada mobil yang melaju ke arah kami," terang Kirana.

Amora mengangguk, sebenarnya dia ingin banyak bertanya. Tetapi dia tak tega melihat Kirana yang sudah sangat lemas.

"Mbak perlu perawatan, ayo aku antar ke ruang rawat," ucap Amora.

Kirana tak menolak, dia tau bahwa Kondisi nya juga sedang tidak baik-baik saja. Amora memapah Kirana dan membawanya ke ruang pengobatan terdekat.

Sementara Aurora yang merasa jika adiknya mengantuk segera membalikkan tubuh sang adik sehingga kini Ravin menghadap padanya dan memeluk tubuh sang kakak.

Tap!

Tap!

Tap!

Aurora menoleh, dia tersenyum menatap sang daddy yang sedang berlari ke arahnya dengan wajah panik.

"Hah ... mommy mana? kamu gak papa? adek juga gak papa kan?" panik Alden.

"Gak dad, kami gak papa. Tadi mommy tolong teman mommy, sekarang mereka lagi di ruang rawat. Sementara suami dari teman mommy sedang ada di dalam," ujar Aurora.

Alden mengangguk, tak lama netranya menatap sang istri yang berjalan cepat ke arahnya.

"Sayang!" panggil Alden dan memeluk sang istri ketika sang istri sudah sampai di hadapannya.

"Aku panik tau!" ucap Alden dan melepaskan pelukannya.

"Aku gak papa, aku minta tolong yah sama kamu. Tolong kamu donorin darah kamu buat suami teman aku." pinta Amora sambil menatap suaminya

Alden mengerutkan keningnya, dia heran apakah istrinya lupa jika dirinya mempunyai Hemofilia yang mana membuatnya tak boleh mendonorkan darah?

"Tapi yang ... aku kan penderita Hemofilia, emang dokter izinkan?" bingung Alden.

Seketika Amora menepuk kening pelan, dia menatap Alden sambil merasa bersalah.

"Maaf mas, aku lupa," sesal Amora.

"Gak papa, memangnya siapa dia hingga kamu sampai seperti itu?" heran Alden.

Amora menatap lekat mata suaminya, tangannya terangkat untuk mengelus rahang sang suami dan mengelusnya pelan.

"Aku akan berbicara jujur denganmu mengenai sesuatu, untuk itu tolong dengarkan ceritaku hingga selesai dan jangan pernah memotongnya. Mengerti?" pinta Amora.

Bagai di hipnotis, Alden langsung menganggukkan kepalanya tanpa banyak bicara lagi. Dia sudah sangat penasaran dengan apa yang terjadi.

"Beberapa waktu lalu aku ...,"

Akhirnya Amora menceritakan dari awal dia melihat Zidan saat akan mengambil barangnya yang tertinggal hingga saat dimana Zidan kecelakaan dan berada di ruang UGD.

"Begitu ceritanya, jadi aku mohon jaga emosimu nanti yah," bujuk Amora.

Raut wajah Alden berubah menjadi dingin, dia tak menoleh barang sedetik pun dari wajah sang istri.

"Sekarang aku bingung bagaimana cari pendonor darah untuk Zidan, kau tau kan dia pernah menyelamatkan nyawa Elbert. Untuk itu anggaplah ini sebagai balas budi kita," ujar Amora.

"Lio," gumam Alden tanpa melepaskan pandangannya dari sang istri.

"Lio?" bingung Amora.

"Kita harus menjemput Lio, yang memiliki golongan darah yang sama denganku hanya Elbert dan si kembar. Elbert tentu saja tidak memungkinkan karena memiliki penyakit yang sama denganku. Sedangkan Lia, dia trauma dengan jarum suntik. Tetapi Lio ... dia yang hanya bisa mendonorkan darahnya," terang Alden.

Amora mengerti, dia harus menjemput Lio tapi dirinya teringat akan Leon yang pernah kirana katakan jika putra pertamanya masuk ke asrama militer.

"Tunggu mas, aku akan bertanya pada Kirana dimana Leon berada. Kita akan sekalian menjemputnya jika dia memang satu asrama dengan si kembar," ucap Amora.

Alden mengangguk, sehingga Amora kini beranjak dari sana menuju ruang pengobatan Kirana.

Sementara Alden menghela nafasnya dan menoleh menatap Aurora yang tengah menepuk pelan punggung Ravin yang tertidur.

"Sini adeknya biar daddy gendong, kasian kamu pasti capek." ujar Alden sambil mengambil Ravin.

"Eunghh!" lenguh Ravin dan membuka matanya.

"Syuutt ini daddy," gumam Alden.

Ravin yang tadinya merasa terganggu membuka matanya, tetapi setelah mendengar suara sang daddy akhirnya dia merebahkan kepalanya pada bahu tegap sang daddy dan memejamkan kembali matanya.

"Mas! ayo sekarang kita ke asrama," ucap Amora yang baru saja kembali.

Alden tak menghiraukan ucapan Amora, dia mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu setelahnya dia menarik lengan putrinya dan berjalan menuju lift.

"Mas! kamu mau kemana sih?!" heran Amora.

Alden membalikkan tubuhnya, dia menghela nafasnya ketika otak sang istri tak memikirkan jaran antara tempatnya dan asrama si kembar.

"Mau sampe jam berapa? ke asrama mereka perlu waktu berjam-jam, keburu si Zidan beda alam," jengah Alden.

Amora terkekeh, dia akhirnya mendekati suaminya.

"Jadi kita naik apa?" heran Amora.

"Hah ku kira kau sudah paham sayang, jelas saja naik Helikopter. Aku sudah menghubungi Erwin, dia sedang perjalanan menuju kesini. Untuk itu kita harus ke atas gedung rumah sakit," terang Alden.

Amora mengangguk, dia segera memasuki.lift begitu pula dengan Aurora dan Alden.

"Mas aku lupa sesuatu," gumam Amora.

"Apa?" tanya Alden sambil menekan tombol lift menuju lantai teratas.

"Aku lupa jika Laskar di mansion sendirian," ucap Amora yang mana membuat mereka membulatkan matanya.

"Astaga, pasti mansion akan kacau jika bang Laskar yang menguasainya," lirih Aurora.

Berbeda dengan Laskar yang kini sedang asik bermain game tanpa ada siapapun yang mengganggu.

"Hah ... rasanya mansion milik sendiri," bahagia Laskar.

JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN HADIAHNYA YAH❤❤❤.

Terpopuler

Comments

Ririn

Ririn

mantapp laskar...
ayo beranrakin mumpung sepi wkkkk

2024-12-04

0

flowers city

flowers city

😃😃😃😃😃😃😃😃😃😃

2024-12-03

0

flowers city

flowers city

😄😄😄😄😄😄😄😄

2024-12-03

0

lihat semua
Episodes
1 Dua kehidupan
2 Pertemuan yang asing
3 Pertemuan Viola dan Lia
4 Ingin jadi kurir
5 Kecekatan Lia
6 Tamu bulanan
7 Siapa kamu sebenarnya?
8 keributan 2 bocah
9 Pelatihan tempur
10 Hijau ternyata dia
11 Gue bisa buat dia tenang
12 Zidan?
13 Senyuman Lia dan Ezra
14 Cemburu?
15 Ulah Ravin
16 Perdebatan Clara dan Viola
17 Perkelahian Clara dan Lia
18 Kejadian yang mengejutkan
19 Akhirnya Alden mengetahuinya
20 Terlambat
21 Tolong bantu aku mengingatmu kembali
22 Nasehat Alden
23 Bantuan Elbert
24 Will you marry me
25 Salah mengerti
26 Gracia
27 Menolong Cia
28 Kesedihan Ezra
29 Ada apa dengan Mesya?
30 Bertemu camer
31 Lamaran
32 Keputusan Alden
33 Menjelang akad 1
34 Mas kawin yang tak biasa
35 Aku disini
36 Masalah Mesya dan Clara
37 Drama kepergian Lia 1
38 Drama kepergian Lia 2
39 Alysa Reva Miller
40 Aku ingin mengingat tentang mu
41 Kakak ipar?
42 Permen kapas
43 Aqila hamil?
44 Permintaan maaf ayah Mesya
45 Kejadian yang menimpa Aqila
46 Kangen istri
47 Ada apa dengan Ezra?
48 Perdebatan Frans dan Geo
49 keributan Kino
50 Siapa Heri bagi Mesya?
51 kunci kenangan
52 Memory Card
53 Mamah?
54 Kisah Clara
55 Mesya
56 Keributan Ica
57 Kejadian sebenarnya
58 Salahna Lavin dimana?
59 Sadarnya Mesya
60 Ravin dan Cia
61 Siapa wanita itu?
62 Tentang Ane
63 Malam Ezra dan Lia
64 Keanehan Lia
65 Ulah Ravin
66 Kedatangan Geo di apartemen Aqila.
67 Keluar dari akademi
68 Audrey Robertson
69 kamera
70 Perkara main
71 Dimana memory card itu?
72 Alasan Frans
73 Rahasia Kirana
74 Gak bisa tidur
75 Keributan Ravin
76 Flashback masa lalu Ane 1
77 Flashback 2
78 Dinner ala Ezra
79 Pertemuan Lia dengan Frans
80 Diana atau Ane?
81 Pregnant
82 Duit cepuluh libu?
83 Kesabaran Ezra
84 Kekecewaan Raisa
85 Terungkap?
86 Kembali ke mansion Wesley
87 Terkuak 1
88 Terkuak 2
89 Rumah sakit
90 Melepas marga
91 Segera putuskan!
92 kekesalan Lio
93 Kedatangan Frans
94 Kemarahan Gio
95 Jawaban Qila
96 Pengen peluk kamu
97 Kepulangan Elbert
98 Milih Gaun
99 Pernikahan
100 malam pernikahan
101 Ikut ke kantor
102 Dia istri saya
103 Keanehan Lia
104 Ekspor nutrisi
105 Kecoa
106 Dark memory
107 End
108 CINTA YANG BELUM USAI
109 KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
110 KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Dua kehidupan
2
Pertemuan yang asing
3
Pertemuan Viola dan Lia
4
Ingin jadi kurir
5
Kecekatan Lia
6
Tamu bulanan
7
Siapa kamu sebenarnya?
8
keributan 2 bocah
9
Pelatihan tempur
10
Hijau ternyata dia
11
Gue bisa buat dia tenang
12
Zidan?
13
Senyuman Lia dan Ezra
14
Cemburu?
15
Ulah Ravin
16
Perdebatan Clara dan Viola
17
Perkelahian Clara dan Lia
18
Kejadian yang mengejutkan
19
Akhirnya Alden mengetahuinya
20
Terlambat
21
Tolong bantu aku mengingatmu kembali
22
Nasehat Alden
23
Bantuan Elbert
24
Will you marry me
25
Salah mengerti
26
Gracia
27
Menolong Cia
28
Kesedihan Ezra
29
Ada apa dengan Mesya?
30
Bertemu camer
31
Lamaran
32
Keputusan Alden
33
Menjelang akad 1
34
Mas kawin yang tak biasa
35
Aku disini
36
Masalah Mesya dan Clara
37
Drama kepergian Lia 1
38
Drama kepergian Lia 2
39
Alysa Reva Miller
40
Aku ingin mengingat tentang mu
41
Kakak ipar?
42
Permen kapas
43
Aqila hamil?
44
Permintaan maaf ayah Mesya
45
Kejadian yang menimpa Aqila
46
Kangen istri
47
Ada apa dengan Ezra?
48
Perdebatan Frans dan Geo
49
keributan Kino
50
Siapa Heri bagi Mesya?
51
kunci kenangan
52
Memory Card
53
Mamah?
54
Kisah Clara
55
Mesya
56
Keributan Ica
57
Kejadian sebenarnya
58
Salahna Lavin dimana?
59
Sadarnya Mesya
60
Ravin dan Cia
61
Siapa wanita itu?
62
Tentang Ane
63
Malam Ezra dan Lia
64
Keanehan Lia
65
Ulah Ravin
66
Kedatangan Geo di apartemen Aqila.
67
Keluar dari akademi
68
Audrey Robertson
69
kamera
70
Perkara main
71
Dimana memory card itu?
72
Alasan Frans
73
Rahasia Kirana
74
Gak bisa tidur
75
Keributan Ravin
76
Flashback masa lalu Ane 1
77
Flashback 2
78
Dinner ala Ezra
79
Pertemuan Lia dengan Frans
80
Diana atau Ane?
81
Pregnant
82
Duit cepuluh libu?
83
Kesabaran Ezra
84
Kekecewaan Raisa
85
Terungkap?
86
Kembali ke mansion Wesley
87
Terkuak 1
88
Terkuak 2
89
Rumah sakit
90
Melepas marga
91
Segera putuskan!
92
kekesalan Lio
93
Kedatangan Frans
94
Kemarahan Gio
95
Jawaban Qila
96
Pengen peluk kamu
97
Kepulangan Elbert
98
Milih Gaun
99
Pernikahan
100
malam pernikahan
101
Ikut ke kantor
102
Dia istri saya
103
Keanehan Lia
104
Ekspor nutrisi
105
Kecoa
106
Dark memory
107
End
108
CINTA YANG BELUM USAI
109
KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
110
KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!