Pagi ini Ezra demam Ezra sudah turun, untuk itu Lia berniat kembali ke asramanya. Namun, Ezra menahannya dengan alasan kepalanya pusing. Jadilah kini Lia memijat kepala Ezra yang sedang tertidur.
"Modus banget!"
"jendralnya ganteng sih, tapi ngeselin!"
"Kayak berasa jadi istri sungguhan gue!"
Itulah gerutuan Lia yang Ezra dengar, tetapi pria itu merasa bodo amat demi mendapat perhatian Lia.
"Udah yah dral, saya mau balik ke asrama dulu. Lagi pula Viola udah gak ada disini," ucap Lia ketika melihat Ezra yang membuka matanya.
"Apa masalahnya?" bingung Ezra.
Lia menghela nafasnya kasar, dia beranjak dari tepi ranjang Ezra dan mengambil topinya yang berada di nakas Ezra.
"Kita cuma berdua doang disini, kata mommy gak boleh. Nanti yang ketiga setan!" ancam Lia.
Ezra memutar bola matanya malas, dia menduduki dirinya dan menatap Lia dengan datar.
"Alasan!" kesal Ezra.
"Jendral kenapa sih sakit manggil saya, apa-apa manggil saya. Memangnya saya siapanya jendral? kenapa gak panggil Dokter Clara aja, kan dia calon tunangan jendral!" geram Lia.
Ezra menatap tak suka dengan apa yang Lia bicarakan. Dia membuang wajahnya dan melipat tangannya.
"Saya sukanya sama kamu, bukan sama dia!" gumam Ezra yang mampu terdengar oleh Lia.
"Jendral suka saya?" beo Lia.
"Lupakan! pergilah! aku akan bersiap untuk ke lapangan." ucap Ezra sambil menoleh menatap Lia.
Lia mengangguk, gumaman Ezra masih terngiang dibenaknya. Dia melangkah pergi tetapi suara berat Ezra menghentikan dirinya.
"Terima kasih," singkat Ezra tanpa tersenyum
Lia menoleh, dia menggangguk dan tersenyum. Setelahnya dia beranjak dari sana meninggalkan Ezra yang memegangi dadanya sambil meraup rakus udara.
"Jantung saya kenapa yah?" gumam Ezra.
Kini Lia berjalan ke asramanya, tetapi tangannya di cekal sambil di tarik kasar.
"Aws!" ringis Lia.
Lia membulatkan matanya ketika melihat Clara yang sedang menatapnya tajam. Secara mengejutkan, Clara mendorong tubuh Lia hingga membentur dinding.
"Lu udah ngambil apa yang seharusnya jadi milik gue! lu parasit di kehidupan gue dan Ezra!" sentak Clara.
"Ck, gue gak merebut apapun. Lu nya aja yang kurang pro," sarkas Lia yang mana membuat Clara membogem pipinya.
Bugh!
Wajah Lia tertoleh ke samping, satu sudut bibirnya terangkat. Tangannya terulur untuk mengusap pelan darah yang berada di sudut bibirnya.
"Oh, jadi gini dokter Clara yang terkenal anggun memukuli anggota hanya karena cinta yang tak tergapai?" sinis Lia sambil menegakkan kembali wajahnya.
"Haha, mestinya lu gak jadi dokter! lu cocoknya jadi gangster yang selalu berlaku kasar apabila keinginannya tidak tersampaikan," lanjut Lia.
"Lu!"
"Syuuttt ... santai .... kenapa situ marah padahal gue belum jadian sama Ezra? takut kalah saing?" ledek Lia.
Beruntung kali ini lorong terlihat sepi dan tidak ada anggota lain yang berada disini. Sehingga tak ada yang melihat kini mereka sedang bertengkar.
"Gimana yah kalau daddy gue tau wajah mulus cantik gue di lukai oleh sang anak jendral?" tanya Lia dengan wajah lugunya.
"Ck, bokap lu sama bokap gue lebih tinggian kasta bokap gue!" sentak Clara tak terima.
"Oh ya? kira-kira bokap lu punya mall gak? punya hotel gak? punya mansion gak? punya pulau pribadi gak? ups ... gak punya yah?" ledek Lia.
Clara mengepalkan tangannya, dia akan menampar Lia tetapi tangan seseorang mencekal tangannya.
"Sekali lagi lu sentuh wajah kembaran gue, gue pastiin keluarga Wesley dan Miller gak bakal biarin lu lolos dari genggaman mereka!" marah orang itu yang tak lain adalah Lio.
Clara membulatkan matanya ketika mendengar 2 marga itu, dia menarik kasar tangannya yang di cengkram oleh Lio.
"ini urusan gue, bukan urusan sama lu!" sentak Clara.
"Oh tentu, lu bukan urusan sama gue tapi sama dia ... sang jendral penarik perhatian wanita," ujar Lio sembari menunjuk ke arah belakang Clara.
Sontak saja arah pandang Clara menoleh pada apa yang Lio tunjuk. Seketika kakinya terasa lemas dan jantungnya berpacu dengan cepat.
"Bingo! i'm the winner!" gumam Lia sembari bersedekap dada.
Lia memang sedari tadi menyaksikan Ezra yang berdiri tepat di belakang Clara. Bahkan ketika dirinya di pukul oleh Clara jendral melihat semuanya.
"E-ezra ... sa-saya bi ...,"
"Mampus!" sarkas Lio.
Ezra, dia berdiri dengan jarak 3 meter dari Clara. Dia melangkahkan kakinya mendekati Clara dan Lia.
"Apa yang kalian ributkan? dan setahuku, Dokter Clara yang terhormat tidak pernah berkata kasar." ujar Ezra sambil menatap Clara yang terlihat gugup.
"Lia memancing amarahku, untuk itu aku tak sengaja berucap kasar." fitnah Clara sambil menatap Ezra dengan sendu seakan-akan dirinya lah yang menjadi korban.
Prok! prok! prok!
"Selain pemukul handal, fitnah lu bagus juga ... tapi sayang, kurang aesthetic mbak!" sarkas Lia setelah bertepuk tangan.
"Kamu yang membuat saya marah Lia?!" marah Clara.
"Oh ya? gue buat lu marah? hm ... begitu rupanya. By the way, soal apa yang bikin lu marah sama gue?" tanya Lia sambil menatap wajah Clara yang terlihat gugup.
Ezra beralih menatap wajah Lia, seketika netranya membulatkan sempurna melihat sudut bibir Lia yang mengeluarkan darah.
"Aws! sakit!" ringis Lia ketika Ezra menyentuh lukanya.
Berbeda dengan Ezra yang kembali menatap Clara dengan tajam. Rahangnya mengeras melihat luka yang. berada di sudut bibir Lia, entah perasaan apa saat ini dia hanya merasa marah bercampur emosi yang mana membuat matanya memerah.
"KAU! APA BEGINI TUGASMU MENJADI DOKTER HAH?!" bentak Ezra.
"Ma-maaf i-itu karena Lia yang memancing emosiku," gugup Clara.
"Apa salah dia hingga kamu memukulnya hah?! JAWAB! marah Ezra.
" I-itu aaku ta ...,"
Lio yang jengah segera membawa Lia pergi dengan menarik tangannya, sementara Ezra masih menatap tajam ke arah Clara.
"Keputusan saya membatalkan pertunangan itu ternyata sudah benar, dan kamu memang tidak pantas dengan saya!" sarkas Ezra dan meninggalkan Clara yang terdiam dengan air mata yang mengalir di pipinya.
"Hiks ... apa salah aku mencintaimu Ezra hiks! cintaku tulus! kenapa kamu selalu memandangku sebelah mata hah?!"
Tanpa Clara sadari ada seseorang yang menatap sendu dirinya, dia tersenyum miris dengan apa yang terjadi pada Clara.
"Aku sebenarnya kasian padamu Clara Emmerson, tapi ... ayah lebih menyayangimu yang notabennya adalah kamu hanyalah anak angkat begitu pula dengan bunda yang lebih memperhatikanmu. Mungkin sekarang ini kamu sedang merasakan karma akibat keegoisanmu mengambil orang tuaku! gumamnya.
Setelah itu orang tersebut pergi meninggalkan Clara yang menangis tersedu-sedu.
Brugh!
"Eh, lu gak papa Mesya ?"
Orang yang menatap Clara tadi adalah Mesya, ternyata dia adalah adik dari Clara dan anak kandung dari jendral besar. Tapi sayang, orang tuanya lebih menyayangi Clara yang ternyata hanyalah anak angkat.
"A-aku gak papa!" ujar Mesya sambil mengusap keningnya yang terpentuk pintu asrama.
"Kamu kenapa sih? tumben banget?" heran Ica.
"Tadi aku mau cari Lia soalnya aku gak tau dimana pisau latihanku. Tapi ternyata Lia di bawa Lio gak tau kemana," alasan Mesya.
Ica mengangguk, tetapi dia percaya jika Mesya menyembunyikan sesuatu.
"Gue boleh tanya hal penting sama lu?" tanya Ica yang di balas anggukan oleh Mesya.
"Kenapa nama belakang lu dan dokter Clara sama?" heran Ica.
Mesya membulatkan matanya, dia menatap biodatanya yang ternyata masih berada di meja belajarnya. Mungkin Ica tadi melihat nama marganya dari sana.
"Mesya indah Emmerson ... Apa alasan lu menyembunyikan nama marga itu?" heran Ica.
"Karena gue benci marga itu! gue benci segala hal yang berurusan dengan marga itu termasuk anak angkat yang berkedudukan layaknya anak kandung!" geram Mesya.
Ica merasa terkejut, dia menatap Mesya. Bahkan aura Mesya kini berubah, tak lagi mesya yang polos dan lugu. Hanya ada Mesya dengan tatapan penuh kebencian.
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN HADIAHNYA YAH❤❤❤.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
ArlettaByanca
bisa aja wataknya Clara mmg rakus dan atau ortu yg ga bijak sekalipun bukan anak angkat. Krn sering terjadi kakak adik kandung tp perlakuan ortu mmg kurang adil.
2024-12-10
1
𝙵𝚑𝚊𝚗𝚒𝚊 🦂🦂 🦂
mungkin si clara ni anak yg di ambil untuk pancingan kali ya spya punya anak kandung. jd pas lahir anak kandung clara tetap di utamakan karna mungkin di anggap bawa keberuntungan
2024-12-08
0
Nurwana
orang tua bego... masa lebih sayang anak angkat daripada anak kandung. ingat darah itu lebih kental daripada air.
2024-11-09
0