"Ah, jendral bisa aja becandanya. Udah lah, sini Ravin kita ke mommy," ajak Lia dengan gugup.
Ezra tersenyum tipis, dia menyerahkan Ravin ke dalam gendongan Lia. Jantung mereka kini berdegup tidak karuan.
"Kalau gitu saya permisi," ucap Ezra.
Lia mengangguk, dia membenarkan adiknya yang ternyata sudah mengantuk itu.
"Susu Ravin dimana?" tanya Lia.
"Nda tau," lirih Ravin.
Lia menghela nafasnya, kemudian netranya menatap Alden yang berjalan santai ke arahnya.
"Siapa pria tadi? pacar kamu? tadi daddy perhatikan kayaknya kalian deket," ujar Alden.
"Ga-gak! apaan sih dad, udah ini Ravinnya!" kesal Lia.
Alden terkekeh pelan, dia tidak tau pria yang tadi adakah Ezra yang sempat dia curigai menyukai istrinya.
"Daddy, Lavin nantuk," lirih Ravin.
Alden mengangguk, dia menatap Lia yang juga tengah menatapnya.
"Daddy gak bisa lama-lama, kamu baik-baik disini. Jendral besar bilang jika minggu depan kamu akan pergi ke perbatasan, tadinya daddy tidak izinkan. Bagaimana juga daddy khawatir, tapi dia berkata jika anggota baru hanya akan berada di camp dan tidak ikut ke lokasi ...,"
"Pesan daddy, jangan ceroboh! daddy tau kamu sudah pandai bermain pistol atau semacamnya karena ajaran om Arjuna, tapi kamu tetaplah perempuan yang harus waspada!" lanjut Alden sembari menatap putrinya.
Lia mengangguk, dia memeluk daddynya dengan sayang. Dirinya merasa bersyukur memiliki daddy yang perhatian dan tegas.
Di lain tempat.
Berbeda dengan Zidan yang saat ini berperang dingin dengan sang daddy mengenai Leon yang kini berubah nama menjadi Ezra.
"Zidan gak mau dad! terserah daddy mau apa tapi yang jelas, Zidan gak mau lagi membuat putra Zidan tambah menderita!" sentak Zidan pada daddynya yang bernama Jacob Elvish.
"Ezra harus bertunangan dengan Clara bagaimana pun caranya! sentak Jacob
BRAK!
Zidan menggebrak meja kerjanya, dia menatap daddynya dengan tajam.
" Sebenarnya apa yang daddy mau hah?! harta? kekuasaan? kedudukan? Ezra gak mau semua itu dad?! tidak bisakah dia menerima cinta yang tulus? apakah dia harus menjadi boneka daddy yang jelas-jelas membuat hidupnya terpuruk hah?! " marah Zidan.
"Ezra akan bahagia jika menikah dengan Clara, dia cantik berpendidikan dari kalangan atas. Tentu saja latar belakangnya bagus, tapi anak itu terbutakan dengan anak dari Alden. Bahkan sampai pun dia amnesia, nama itu terus berada di keluarga ini!" kesal Jacob.
"Daddy yang terbutakan oleh keegoisan! daddy gak pernah mengenal yang namanya cinta! karena apa? KARENA KAU TAK PERNAH MENGHARGAI ORANG! KAU TAK PERNAH MENGHARGAI WANITA TERMASUK IBUKU SENDIRI! KAU MEMBUATKU MEMBENCINYA!" marah Zidan.
Jacob tersentak, dia menatap tak percaya Zidan yang sudah membentaknya dengan tidak sopan.
"Kau semakin kurang ajar Zidan! tau apa kau tetang cinta hah? istrimu meninggal karena ulahmu sendiri ingat itu! kau selingkuh dengan sekretarismu yang mana membuat istrimu tiada?!" sarkas Jacob.
Degh!!
Zidan terduduk, dia menatap kosong ke arah depan. Kenyataan itu, kenyataan itu yang membuat dirinya teringat akan kesalahannya.
"Diana meninggal karena memergoki kamu selingkuh, dan kamu berbicara cinta padaku?" heran Jacob.
Diana Renhard adalah mendiang istri Zidan dan ibu dari Ezra. Dia di kabarkan meninggal akibat kecelakaan dalam keadaan mengandung Ezra.
"Seenggaknya aku bertekad membuat Ezra keluar dari belenggu yang daddy bangun!" sentak Zidan.
"Seriously? kamu lupa kalau kamu yang menghapus data diri Leon menjadi Ezra karena keluarga Renhard saat itu mengincar hak asuh Leon terlebih mantan mertuamu itu hm,"
Prang!
***
Malam pun tiba, kini Lia sudah pulas tertidur. Sementara Ica dan Mesya sedang membaca buku. Sedangkan Viola, entah anak itu sekarang berada di mana.
" Viola mana sih? kok dari tadi gak balik?" heran Mesya yang baru saja selesai membaca bukunya.
"Gak tau, gue denger abangnya sakit. Dia kesana buat jengukin abangnya kali," ucap Ica.
Mesya mengangguk, dia menatap Lia yang melenguh dalam tidurnya.
Cklek!
Atensi mereka mengarah pada Viola yang sedang terburu-buru masuk dan menuju ranjang Lia.
"Lia! Lia! bangun!" seru Viola.
"Ada apa sih Vi? dia baru tidur loh," ujar Ica.
Viola tak menjawab, dia menarik Lia untuk bangun sehingga kini Lia terbangun dan menatap bingung Viola sambil menggaruk kepalanya.
"Apaan sih Vi, ganggu orang tidur aja," serak Lia.
"Lu harus ikut gue! pisahin si dokter caper itu dari abang gue! ayok!" seru Viola sambil menarik Lia.
Lia mengerutkan keningnya begitu pula dengan Mesya dan Ica yang saling tatap dengan bingung.
"Apa hubungannya sama gue sih!" heran Lia sambil bangkit dari ranjangnya.
"Abang gue demam, terus Dokter Clara lagi caper ama abang gue! ayok cepet lu yang harus caper ke abang gue!" terang Viola.
Lia membelalakkan matanya, dia terheran dengan Viola yang mendukungnya untuk berbuat caper.
Mereka berlari menelusuri lorong hingga sampai di depan pintu kamar Ezra.
Cklek!
Viola lebih dulu membuka pintu dan masuk, dia terkejut ketika melihat Dokter Clara yang sedang mengusap wajah Ezra.
"WAAAH PARAH LU! MODUS AMA ABANG GUE!" teriak Viola sambil mendekati Dokter Clara yang terkejut.
"Vi-viola aku cuman ngelap keringat abang kamu aja kok," gugup Clara.
"Modus lu basi tau gak?! mending lu sekarang keluar! karena abang gue hanya perlu Lia bukan lu!" sentak Viola.
Clara terkejut, dia menatap Lia yang juga sama-sama terkejut. Dengan perlahan Clara melangkah mendekati Lia yang menatapnya dengan bingung.
"Jadi, Ezra menolak saya itu karena kamu? kamu yang udah hancurin hubungan saya sama Ezra?" lirih Clara.
"Maaf, tapi bener Lia gak ngerti apapun termasuk mengambil jendral," ujar Lia tak terima.
Viola merasa geram, dia menarik lengan Clara dengan kasar sehingga mereka kini saling berhadapan.
"Kamu siapanya abang saya hah?! ngaca dong mbak! temen bukan, pacar bukan, tunangan bukan malah ngaku seakan-akan hak milik," sarkas Viola.
Clara menahan air matanya, dia menatap Clara sambil mengepalkan tangannya.
"Kamu itu hanya adik tiri, bukan adik kandung. Jangan berkata seakan-akan kamu adalah adik kandung dari Ezra. Saya calon istri yang di pilih langsung oleh kakek kandung Ezra," tekan Clara.
"Oh hoho ... hebat! lu udah ngeluarin sifat asli licik lu ini, beruntung abang gue gak bangun. Coba kalau dia bangun dan mendengar ucapan lu, gue yakin lu bakal di depan dari sejarah hidupnya!" balas Viola.
"Lagi pula gue masih ada hubungannya dengan kak Ezra karena kami satu sepersusuan. Ikatan kami sudah seperti layaknya saudara kandung! sedangkan lu, lu menghalalkan segala cara demi mendapat abang gue melalui kakek reyot itu!" lanjut Viola.
Clara tak dapat lagi menahan sindiran Viola, dia segera keluar dari sana sambil menghapus kasar air matanya.
"Viola, seharusnya lu gak begitu dengan Dokter Clara. Bagaimana pun juga dia anak jendral besar," ujar Lia yang merasa tak enak.
"Lu gak usah peduliin dia, gue benci dia! dia termasuk orang yang buat abang gue semakin tertekan karena pertunangan si4lan itu!" kesal Viola.
"Eunghh!!"
Viola dan Lia terkejut karena mendengar lenguhan Ezra. Mereka berjalan cepat menuju ranjang Ezra.
"Lia, gue titip abang gue dulu yah. Gue mau ke kamar dokter Iyan buat periksa abang gue," ujar Viola dan meninggalkan Lia yang masih menatap Ezra.
Ezra terbangun, dia mendapati Lia yang sedang mengelus rambut lepeknya akibat keringat. Wajah khawatir wanita itu membuatnya tersenyum tipis. Namun, pertanyaan terlintas di benaknya yang mana membuat senyuman itu memudar.
"Siapa kamu sebenarnya? kenapa kamu selalu hadir dalam mimpiku hah?! please ... jawab aku, sungguh perasaan ini menyiksaku" lirih Ezra.
Lia terkejut dia menatap Ezra yang juga kini tengah menatapnya.
"Maksud jendral?" bingung Lia.
"Aku pusing, usap kepala ku seperti tadi," ucap Ezra.
Lia bingung, dia hanya menurut sambil menduduki dirinya di tepi ranjang dan mengusap kepala Ezra.
"Sepertinya ini bukan waktu yang tepat," ucap Ezra dalam hati.
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN HADIAHNYA YAH❤❤❤.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Fani Indriyani
jacob,kalo menurut kamu clara wanita baik bla bla bla .... mending kamu aja deh yg nikah ma clara secara leon udh terikat ma zanna dr kecil
2024-12-10
0
Ririn
jacob bisa gak sih dibikin metong aja
2024-12-04
0
Hilmiya Kasinji
bravo viola.... bener tuch , emang si Jacob kakek repot eh reot.
2024-07-19
0