Kecekatan Lia

Kini malam telah tiba, hanya ada suara burung hantu dan juga jangkrik yang mana membuat suasana malam kini kian terasa.

Lia saat ini tengah duduk dekat dengan sebuah pohon besar, hanya bermodalkan satu lampu emergency yang membuat terang tempat Lia berada.

"Ni gelang dari dulu gak bisa di lepas, mau di potong tapi sayang ... ini kan pemberian kak Leon terakhir kalinya." gumam Lia sambil menatap gelang yang bergelantung indah di tangannya.

Secara mengejutkan air mata Lia menetes, dia mengingat kembali masa kecilnya bagaikan kepingan memory.

"Hiks ... cengeng banget sih lu! gak bisa apa gak usah nangis kalau inget kak Leon!" gerutu Lia sembari mengusap air matanya yang terus mengalir.

Saat Lia tengah kesal karena air matanya terus keluar, dirinya kaget ketika mendengar suara orang yang akan melangkah mendekatinya.

"Mampus gue," ujar Lia.

Lia bangkit dari duduknya, dia menepuk celananya pelan. Netranya melihat sekeliling yang masih sangat sepi.

"Gak ada orang, tapi kok suara langkahnya kedengaran banget. Pasti ntu orang udah bisa di liat kan?" gumam Lia sambil memakai tudung jaketnya.

Tak mau berlama-lama, Lia segera kembali ke asramanya karena dia takut orang akan melihatnya apalagi karena gelapnya malam warna matanya kini berubah menjadi hijau.

Tanpa ia sadari ternyata ada seseorang yang mendengar semua gerutuannya.

"Lucu," gumamnya.

***

Esok pagi Lia dan lainnya akan menghadapi pelatihan fisik. Bahkan kini Lia tengah memakai atributnya berbarengan dengan Viola.

"Aduh! sempit banget lagi nih jaket!" gerutu Lia.

Sementara mesya dan Ica sudah siap dan hanya menunggu mereka saja.

"Sini, biar gue bantu." ujar Ica sambil menghampiri Lia.

Lia menyerahkan kesulitannya pada Ica, dia senang karena Ica sudah berbicara pada mereka walau hanya sedikit.

"Nah udah, gitu aja susah," celetuk Ica.

Lia menatap Ica dengan wajah cemberut nya, sementara Ica hanya menatapnya acuh dan mengambil botol persediaan minum mereka.

"Baru calon aja udah ribet begini, gimana kalau udah jadi anggota," gerutu Lia.

"Lu gak tau yah kalau setiap calon disini sudah di loloskan dari kemarin?" ujar Viola yang mana membuat mereka terkejut.

"APA?!" teriak Lia.

Viola mengangguk, dia mengambil kertas yang bertuliskan anggota yang terpilih.

"Ini ada nama Lu, Lu dan Lu. Itu artinya kalian udah lolos," ujar Viola.

"Dari mana lu dapet data ini?" tanya Ica.

"Dari abang gue, tadi pagi buta dia kesini buat ngasih nih lembaran. Seleksinya emang satu hari di karenakan sebagian pasukan harus siap bulan depan karena akan dikirim ke perbatasan," terang Viola.

Mereka tak mengerti, tetapi mereka yakin jika Viola lebih mengerti dan bisa mereka gunakan untuk informasi pada hal yang mereka tak ngerti.

"Sekarang kita kelapangan aja, dari pada di marahi sama ketua disana." ujar Viola sambil memakai topinya.

Lia dan lainnya mengangguk, mereka akhirnya keluar dari asrama menuju lapangan yang kini sudah di penuhi oleh semua anggota.

Semua anggota berbaris menunggu perintah dari pembawa kegiatan, sementara kini Ezra tengah memakai kaosnya yang sebelumnya dia lepas karena latihan.

Tok!

Tok!

Tok!

"Masuk," sahut Ezra.

Cklek.

Atensi Ezra menatap seseorang yang baru saja masuk, seorang wanita yang terlihat cantik dengan senyumnya menghampiri Ezra.

"Maaf Jendral, jendral besar tengah menunggu anda di ruangannya." ujar wanita itu seraya tersenyum tipis.

"Baik, terima kasih. Aku akan ke sana sebentar lagi," ujar Ezra.

Wanita itu mengangguk, dia keluar dan menutup pintu itu kembali. Senyumannya tidak luntur sana sekali.

"Dor! hahaha kaget yah!" seru seorang pria yang tak lain adalah Reno.

"Ish! ngapain sih Ren! bikin kaget aja!" kesalnya.

"Jangan marah dong, masa neng Dokter Clara marah sama babang Reno." gimbal Rono sembari mencolek dagu wanita itu yang bernama Clara. Wanita itu merupakan putri tunggal sang jendral besar di akademi itu, dia kerap sekali ke akademi karena dia sebagai dokter berjaga disana.

Clara menepis kasar tangan Reno, dia mengusap kasar dagunya yang tadi Reno sentuh.

"Gombalan kamu basi Ren!" kesal Clara dan berlalu dari sana.

Reno hanya tertawa melihat itu, tapi tawanya terhenti akibat pintu kamar Ezra yang terbuka.

"Kamu kenapa?" heran Ezra.

"Oh, tidak jendral." sahut Reno sambil menutup mulutnya.

Ezra tak menghiraukannya, dia berlalu dari hadapan Reno dan akan menuju lapangan. Tetapi langkahnya terhenti ketika melihat seorang wanita yang tengah tertawa lebar, bahkan rambut cokelatnya kini tertiup angin yang mana membuat Ezra terdiam.

"Jendral naksir yah?" tanya Reno yang mengangetkan Ezra.

Ezra yang tersadar dari keterdiamannya segera mengalihkan pandangannya, dia menatap anggota yang sedang bermain pisau. Namun, secara mengejutkan pisau itu memantul dan mengarah kepada wanita itu yang tak lain adalah Lia.

"AWAS!" teriak Ezra.

Mereka semua memekik histeris, tetapi semuanya seketika terdiam saat Lia ternyata berhasil menangkap pisau itu yang berada tepat di depan wajahnya.

Ezra terdiam, dia masih terkejut atas tindakan Lia. Sementara Reno menjatuhkan rahangnya ketika melihat adegan itu.

Dan Lia kini tengah menatap pisau itu, dia menoleh dan atensinya tepat pada orang yang melempar.

"Lain kali hati-hati kak, untung saja tidak melukai orang." ujar Lia sembari menyodorkan kembali pisau itu.

Orang yang berpangkat dua itu mengangguk, dia mengambil pisau itu kembali setelah meminta maaf.

"lu! lu keren banget Lia!" seru Viola dengan Mesya.

Sedangkan Ica hanya memandang takjub pada Lia. Dia tak berbicara apapun, tetapi netranya yang membulat menjelaskan semuanya.

"Sudahlah, itu hal yang biasa. Lebih baik kita menjauh dari tatapan mereka, aku risih melihatnya." ujar Lia sembari menarik lengan Viola.

Mereka berjalan menuju barisan, dan mengambil tempat masing-masing.

***

"Mas, bukankah seharusnya Ezra tahu siapa dirinya?" tanya Kirana sambil menatap suaminya yang tengah memangku Kino putra bungsu mereka.

Zidan menoleh, dia menatap istrinya yang juga tengah menatapnya.

"Itu akan membuatnya sakit Ran," ujar Zidan.

"Tapi perasaan itu menyakitinya mas! dia selalu terbayang akan wajah Zanna dan pastinya kau tau siapa itu Zanna. Bahkan kita sampai pindah kota dan merubah semua identitas bahkan memalsukan kematianmu dan Ezra hanya untuk memisahkan Ezra dari keluarga Wesley?" ucap Kirana.

Zidan menghela nafasnya, dia membisikkan sesuatu di telinga putranya. Sehingga kini, sang putra turun dari pangkuannya dan berlari keluar dari ruang tamu.

"Lebih sakit lagi jika dia tahu bahwa hubungannya dan Zanna akan di tentang keras oleh daddy! Leon sudah amnesia semenjak dia sembuh dati penyakit ensefalitis nya dan kamu tau sendiri setiap aku memanggilnya Leon kepala dia pasti akan terasa sakit!" sentak Zidan.

Kirana terdiam, dia memang membenarkan apa yang suaminya katakan. Sejak dirinya dan Viola datang ke kehidupan Zidan, nama Leon telah berganti menjadi Ezra. Namun, sering kali dirinya selalu lupa dan terus memanggil Ezra dengan sebutan Leon. Hal itu membuat Ezra yang tak lain adalah Leon berteriak histeris.

"Sampai kapan? sampai kapan mimpi itu menyiksanya mas! Walaupun aku bukan ibu kandungnya, tapi aku adalah ibu yang menyusui dia! Jelas aku tau bagaimana sedihnya dia saat memorynya belum juga terkumpul hingga kini dan malah kamu menutupi semua kenangan yang dia punya termasuk kamar itu!" ujar Kirana dengan menahan tangisnya.

Zidan membuang wajahnya, dia tak sanggup melihat Kirana yang hampir menangis hanya karena dirinya tak mau mengungkapkan segala hal pada Ezra.

"Jika amnesia membuat putraku tetap hidup, aku rela dia tak mengingat apapun termasuk Zanna yang merupakan janjinya pada mendiang ibunya. Tapi, jika ingatan itu membuat nyawa putraku terancam ... aku sebagai ayahnya tak akan rela walau yang di perjuangkan adalah Zanna yang tak lain keponakanku sendiri," lirih Zidan.

JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN HADIAHNYA YAH❤❤❤.

Terpopuler

Comments

Hilmiya Kasinji

Hilmiya Kasinji

si Jacob masih hidup kah ?

2024-07-19

0

Leng Loy

Leng Loy

Ternyata Leon amnesia

2024-04-18

0

andi hastutty

andi hastutty

mereka saling bertemu tapi sama2 saling melupakan

2023-12-04

1

lihat semua
Episodes
1 Dua kehidupan
2 Pertemuan yang asing
3 Pertemuan Viola dan Lia
4 Ingin jadi kurir
5 Kecekatan Lia
6 Tamu bulanan
7 Siapa kamu sebenarnya?
8 keributan 2 bocah
9 Pelatihan tempur
10 Hijau ternyata dia
11 Gue bisa buat dia tenang
12 Zidan?
13 Senyuman Lia dan Ezra
14 Cemburu?
15 Ulah Ravin
16 Perdebatan Clara dan Viola
17 Perkelahian Clara dan Lia
18 Kejadian yang mengejutkan
19 Akhirnya Alden mengetahuinya
20 Terlambat
21 Tolong bantu aku mengingatmu kembali
22 Nasehat Alden
23 Bantuan Elbert
24 Will you marry me
25 Salah mengerti
26 Gracia
27 Menolong Cia
28 Kesedihan Ezra
29 Ada apa dengan Mesya?
30 Bertemu camer
31 Lamaran
32 Keputusan Alden
33 Menjelang akad 1
34 Mas kawin yang tak biasa
35 Aku disini
36 Masalah Mesya dan Clara
37 Drama kepergian Lia 1
38 Drama kepergian Lia 2
39 Alysa Reva Miller
40 Aku ingin mengingat tentang mu
41 Kakak ipar?
42 Permen kapas
43 Aqila hamil?
44 Permintaan maaf ayah Mesya
45 Kejadian yang menimpa Aqila
46 Kangen istri
47 Ada apa dengan Ezra?
48 Perdebatan Frans dan Geo
49 keributan Kino
50 Siapa Heri bagi Mesya?
51 kunci kenangan
52 Memory Card
53 Mamah?
54 Kisah Clara
55 Mesya
56 Keributan Ica
57 Kejadian sebenarnya
58 Salahna Lavin dimana?
59 Sadarnya Mesya
60 Ravin dan Cia
61 Siapa wanita itu?
62 Tentang Ane
63 Malam Ezra dan Lia
64 Keanehan Lia
65 Ulah Ravin
66 Kedatangan Geo di apartemen Aqila.
67 Keluar dari akademi
68 Audrey Robertson
69 kamera
70 Perkara main
71 Dimana memory card itu?
72 Alasan Frans
73 Rahasia Kirana
74 Gak bisa tidur
75 Keributan Ravin
76 Flashback masa lalu Ane 1
77 Flashback 2
78 Dinner ala Ezra
79 Pertemuan Lia dengan Frans
80 Diana atau Ane?
81 Pregnant
82 Duit cepuluh libu?
83 Kesabaran Ezra
84 Kekecewaan Raisa
85 Terungkap?
86 Kembali ke mansion Wesley
87 Terkuak 1
88 Terkuak 2
89 Rumah sakit
90 Melepas marga
91 Segera putuskan!
92 kekesalan Lio
93 Kedatangan Frans
94 Kemarahan Gio
95 Jawaban Qila
96 Pengen peluk kamu
97 Kepulangan Elbert
98 Milih Gaun
99 Pernikahan
100 malam pernikahan
101 Ikut ke kantor
102 Dia istri saya
103 Keanehan Lia
104 Ekspor nutrisi
105 Kecoa
106 Dark memory
107 End
108 CINTA YANG BELUM USAI
109 KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
110 KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Dua kehidupan
2
Pertemuan yang asing
3
Pertemuan Viola dan Lia
4
Ingin jadi kurir
5
Kecekatan Lia
6
Tamu bulanan
7
Siapa kamu sebenarnya?
8
keributan 2 bocah
9
Pelatihan tempur
10
Hijau ternyata dia
11
Gue bisa buat dia tenang
12
Zidan?
13
Senyuman Lia dan Ezra
14
Cemburu?
15
Ulah Ravin
16
Perdebatan Clara dan Viola
17
Perkelahian Clara dan Lia
18
Kejadian yang mengejutkan
19
Akhirnya Alden mengetahuinya
20
Terlambat
21
Tolong bantu aku mengingatmu kembali
22
Nasehat Alden
23
Bantuan Elbert
24
Will you marry me
25
Salah mengerti
26
Gracia
27
Menolong Cia
28
Kesedihan Ezra
29
Ada apa dengan Mesya?
30
Bertemu camer
31
Lamaran
32
Keputusan Alden
33
Menjelang akad 1
34
Mas kawin yang tak biasa
35
Aku disini
36
Masalah Mesya dan Clara
37
Drama kepergian Lia 1
38
Drama kepergian Lia 2
39
Alysa Reva Miller
40
Aku ingin mengingat tentang mu
41
Kakak ipar?
42
Permen kapas
43
Aqila hamil?
44
Permintaan maaf ayah Mesya
45
Kejadian yang menimpa Aqila
46
Kangen istri
47
Ada apa dengan Ezra?
48
Perdebatan Frans dan Geo
49
keributan Kino
50
Siapa Heri bagi Mesya?
51
kunci kenangan
52
Memory Card
53
Mamah?
54
Kisah Clara
55
Mesya
56
Keributan Ica
57
Kejadian sebenarnya
58
Salahna Lavin dimana?
59
Sadarnya Mesya
60
Ravin dan Cia
61
Siapa wanita itu?
62
Tentang Ane
63
Malam Ezra dan Lia
64
Keanehan Lia
65
Ulah Ravin
66
Kedatangan Geo di apartemen Aqila.
67
Keluar dari akademi
68
Audrey Robertson
69
kamera
70
Perkara main
71
Dimana memory card itu?
72
Alasan Frans
73
Rahasia Kirana
74
Gak bisa tidur
75
Keributan Ravin
76
Flashback masa lalu Ane 1
77
Flashback 2
78
Dinner ala Ezra
79
Pertemuan Lia dengan Frans
80
Diana atau Ane?
81
Pregnant
82
Duit cepuluh libu?
83
Kesabaran Ezra
84
Kekecewaan Raisa
85
Terungkap?
86
Kembali ke mansion Wesley
87
Terkuak 1
88
Terkuak 2
89
Rumah sakit
90
Melepas marga
91
Segera putuskan!
92
kekesalan Lio
93
Kedatangan Frans
94
Kemarahan Gio
95
Jawaban Qila
96
Pengen peluk kamu
97
Kepulangan Elbert
98
Milih Gaun
99
Pernikahan
100
malam pernikahan
101
Ikut ke kantor
102
Dia istri saya
103
Keanehan Lia
104
Ekspor nutrisi
105
Kecoa
106
Dark memory
107
End
108
CINTA YANG BELUM USAI
109
KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
110
KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!